Arsip untuk November, 2011

ketika kata hati kita berbeda dengan apa yang kita alami di dunia material,,apa yang kita lakukan?

ketika kata hati kita berbeda dengan apa yang kita alami di dunia material,,apa yang kita lakukan??
mohon pendapat…

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · Minggu pukul 14:50

    • Agung Komangarditakl bnar2 kata hati tdk akan ragu2 lg untk mngikutix krn kata hati adlh kbenarn ttp prlu hati2 apakh tlah bnar2 kata hati atau bagian dr pikirn kita :)

      Minggu pukul 14:54 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Dex Arya Agpsuksma…nah itu yang saya di buat bingung apakah ini benar kata hati apa masih bagian pikiran yang dalam !!! trus bagaimana cara kita menghadapi situasi jika kita ingin melakukan kata hati tersebut,tp situasi di sekitar sangat bertentangan??

      Minggu pukul 14:59 · SukaTidak Suka
    • Agung Komangardita

      kl msh bingung antra kata hati atau bkn..sbaikx dampingi dgn logika yg ddasari niat baik dn bhakti pd NYA. Mnggunakn hati tdk lpas dr tingktn/kualitas bhakti, hati br mulai dpt dpakai dgn jlas ktika Sinar Suci TUHAN mnyentuh, mmbrsihkn dn …mnguatkn hati dn proses2 ini nyata (saat Sinar Suci NYA mmbrkati dpt dsadari/drasa/dlihat sbgm Karunia NYA pd kita) untk dpt mmkai hati dperlukn lathn (olah rohani) dgn mngandlkn Sinar Suci Tuhan sbg plebur sgala kburukn, penerang dn sumber kkuatn bhakti :)Lihat Selengkapnya
      Minggu pukul 15:13 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Dex Arya Agpya saya paham magsud anda, smoga apa yg saudara berikan masukan akan membwa prubahan yg terbaik untuk saya..terma kasih….

      Minggu pukul 15:17 · SukaTidak Suka
    • Agung Komangarditacb br Gayatri Mantra dn mhn agar Sinar Suci TUHAN mmberkati hati dn dirimu agar djadikn sbgm yg sy tulis d atas dn brserah dirilah dproses..smoga dpt mmakai hati dlm hdp shari2. Blh tau tinggl d mana? Tlah ada klompok yg mmbantu ssama untk mmakai hati, free…

      Minggu pukul 15:22 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Ngurahdira Dira

      Kata hati, adalah kata Tuhan melalui relung hati terdalam, kata hati, berfungsi hanya sebagai saksi dari apa yang kita lakukan, kata hati mencatat semua perbuatan kita, kata hati cendrung tanpa pertimbangan apa apa karena dia merupakan kesa…daran murni. Berbeda dgn pikiran yang selalu dalam pertimbangan untung dan rugi, contoh suatu ketika saya berbohong pada
      anak saya demi kebaikan, kalau tdk berbohong maka sianak akan menangis. Ini berbohong demi kebaikan, itulah pertimbangan pikiran saya, padahal disaat saya berbohong hati saya merasa bersalah,karena ketika berohong saat itu pula saya telah mengingkari kebenaran kata hati saya. Jadi menurut saya membedakan kata hati dan pikiran
      Sangat mudah, karena kata hati setiap manusia tidak ada bedanya itulah kebenaran sesungguhnya.

      ,

      ,Lihat Selengkapnya

      Minggu pukul 15:34 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Agung Komangarditapd tingkatn lanjut penggunaan hati mk otak tdk lg brpikir, otak hny sbg penggerk tbuh fisik, spenuhx hati sbg kontrol ssuai Kehendak TUHAN..pd tingktn inilh sseorng mncapai Samadhi…

      Minggu pukul 17:26 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Apotek Bali Perdana‎..Suara Hati Janganlah Pergi…( Iwan Fals )

      Minggu pukul 17:28 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Agung Komangarditahe..he..dia tdk prnh pergi ttapi kitalh yg mnutupix dgn smpah2 emosi2 negatif napsu dn ambisi pd dunia..cb smua itu dbersihkn mk kata hati, mata hati trnyata sll mmbimbing kita…:)

      Minggu pukul 17:41 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1

seandainya ada umat lain yang hijrah kehindu, apakah ia harus ikut berorganisasi adat bali?????

Putu Arta

Saya pernah berpikir seperni ini, seandainya ada umat lain yang hijrah kehindu, apakah ia harus ikut berorganisasi adat bali?????

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · Minggu pukul 13:36 melalui seluler
  • Ketut Winasa menyukai ini.
    • Agung Komangarditastahu/pngalmn sy, ya hrs msk bnjar adat krn ikatn suka duka amat kuat kl g msk bs repot dlm yadnya krn hrs mlibatkn anggota umat lain/ngayah, bhkn prnh sy dengar ada sawo yg tdk d trima d setro banjarx krn gak ikut mesuka duka…

      Minggu pukul 13:47 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Putu ArtaPak agung komang ardita@ kalau konsep ber-adat-nya seperti bapak sebutkan diatas kayaknya mempersempit hindu, karena kemungkinan yang mau masuk hindu bukan orang bali saja. Saya suka dengan adat bali bagi saya adat bali memiliki banyak hal yang unik. Namun saya memandang yang mana adat dan yang mana agama dgn sewajarnya.

      Minggu pukul 14:02 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Agung Komangarditaya, jadix brat orng luar mau msk, yg d dlm sj bnyk yg loncat, yg sy ungkpkn ini realita krn sy ikut dlm mbanjar..tlah ada kbijakn dr PHDI untk mmbuat tmpt kremasi (ngaben) umum dn dah ada umat yg nyumbang lokasi (sy d tgskn ngurus administrasix) tp dtentng olh umat yg lain/mayorits..akhrx g jd, hal ini mmprihatinkn tp ini realita d masyarkt kita (lingkungn sy) sy brharap ada praikan dr Pemimpin2 dn Tokoh2 kita

      Minggu pukul 14:12 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Putu Arta Ya… Saya orang orang kecil yang mencintai hindu dan ingin berkreasi tanpa meninggalkan warisan budaya bali tapi…………………………………………

      Minggu pukul 14:23 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Agung KomangarditaSdrku Putu Arta, bisa jg untk kgiatn kita dlm kluarga kt minimalis lbh k tatwa (kurangi sarana) d lingkungn sy ini dbolehkn, kl kgiatan brsama d banjar kita ikuti polah palihx, sy yakin suatu saat akn trbntuk Hindu yg ideal sbgm inti Ajaran Hindu

      Minggu pukul 14:41 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Ngurahdira Dira

      Yang patut disyukuri sebetulnya Hindhu ajeg di Bali karena adat Bali yang begitu kuat, cuma ada dibebrapa desa adat yg aturannya perlu diperlunak, masalah orang luar masuk hindhu itu tergantung didaerah mana dia tinggal kalau di Bali sebaik…nya masuk adat saja, karena hal itu akan mempernyaman
      Sipendatang baru itu, masalah loncatnya hindhu keluar hindhu, itu hanya masalah iman saja. terkadang ada yang masuk agama lain mengaku ngaku alasan adat, padahal karena dia diimingi bantuan ekonomi, banyak hal seperti itu kok. Hindhu terlahir di India, sudah pasti awalnya penduduk India semua hindhu. Tapi sekarang ratusan juta Orang India jd muslim itu karena adatakah?? Bukankah adat India tidak ruwet? Bukankah Hindhu India terdiri dari banyak sekte yang konon dalam pelaksanaan agamanya praktis?
      Lalu kenapa banayak yang keluar Hindhu di India?

      ,Lihat Selengkapnya

      Minggu pukul 14:49 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Apotek Bali PerdanaMenurut Tyg semuax tergantung Desa Kala Patra..Spt di Kota Kendari, sebagian umat Hindu tdk mebanjar dan tidak ikut suka duka adat Bali karena sebagian adalah pendatang yg sudah ikut beradat di desa atau malah tidak ikut beradat dimanapun sama sekali. Mereka tetap ke Pura kami, Pura Jagaditha untuk sembahyang. Kami semua memaklumi dan menghormati pilihan2 Umat tsb.Shanti

      Minggu pukul 17:54 melalui seluler · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Agung Komangarditawah salut untk Umat d Kendari..

      Minggu pukul 18:12 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Wayan Kandiasebagai makhluk sosial agama apa pun pasti terikat dg organisasi sosial…. banjar, desa adat, desa dinas,,, RT, RW dst… sesungguhnya adat bali ga benar mengekang, membatasi karier,,,… sy buktinya…. lima belas tahun lebih jd prajuru adat malah… tp sy tetap bisa berkarier… ga dihambat, koq….( sy tetap bisa ngajar, bisnis, dan kuliah lg)….

      Minggu pukul 18:31 · SukaTidak Suka
    • Putu ArtaMaksud Postingan diatas tidak membahas mengekang atau tidaknya adat bali tapi bisakah adat bali mengayomi semua masyarakatnya tanpa mencampur aduk keyakinannya!!!

      Minggu pukul 19:06 melalui seluler · SukaTidak Suka · 2

sampai sebatas mana anak muda harus belajar agama hindunya?

Darma Suryawan

saya ingin bertanya, sampai sebatas mana anak muda harus belajar agama hindunya?
apakah sudah harus belajar tentang jiwa dan hal – hal rohani?
mohon pendapatnya.

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · Minggu pukul 16:52

    • Apotek Bali Perdana‎..Long Life Education Bro..

      Minggu pukul 17:22 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Bhakti Manawa Wedanta menyukai ini.
    • Agung Komangardita

      Catur Asrama: ms brahmacari yg mrupakan tingktn prtama seorang anak hrs mndptkn pndidikn slain pnddkn umum trutama pnddkn/olah rohani sbg bekal tingktn slanjutx shingga Catur Purusa Artha trcapai. Kl nonton film Ramayana, dcritakan Rama dn …Sdr2 Nya d masa kcil blajar d pasraman sampai dpt mncapai dr sjati Nya brlah kembali k Ayodya, brgrahastra dst..jaman skr sdh tdk dmikian lg, mkx kmrosotn moral dn manusia smakin jauh dr TUHAN, tp tdk trlambat untk mulai dr diri kita..:)Lihat Selengkapnya
      Minggu pukul 17:36 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Agus Satyawan

      Tentu umur bukanlah batasan sampai dimana seseorang untuk belajar agama. .!
      Yang membatasi adalah seberapa ingin dan seberapa besar manfaat yg ia peroleh dengan mempelajari dan memahami agamanya.
      Pemahaman ttg jiwa dan kerohanian akan memp…ermudah pemahaman srada dalam Hindu.
      ‘Guru akan muncul ketika kita sdh siap’ . Jadi siapkanlah diri sedini mungkin, maka secepat itulah guru akan hadir, bisa orang tua, teman, atau peristiwaLihat Selengkapnya
      Minggu pukul 19:05 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Darma Suryawanwah bagus sekali, terimakasih penjelasannya. Kini saya tak ragu lagi untuk mulai mengenal tentang ajaran jiwa, rohani, dan ketuhanan. karena selama ini banyak sekali pendapat yang saya dengar kalau anak muda ngga cocok belajar sampai segitunya, harus nunggu “cukup umur” dulu.

      21 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Agung Komangarditaskedar sharing: sjak kcil/SD sy dah mrindukn TUHAN dr dlm hati, lalu umur 20thn mulai blajar yoga, blajar rohani yg bnar, tdk brefek samping krn itulh 7an klahirn kita, tbuh kita ini kan pmbungkus sj yg tlah brganti2 bnyk x, smoga mnemukn jln/cara yg tpat :)

      21 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Darma Suryawantrimakasih pak agung, atas sharingnya…sangat bermanfaat

      21 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Ngurahdira Diradiajari ttg rohani pada anak anak itu bagus, cuma pemahaman kesadaran anak dan orang dewasa tdk sama, kalau saya sendiri terpenting Trikaya Parisuda dan Tat Twam Asi itu dipahami. Kalau yang dua ini telah Terlaksana maka sudah mencakup semuanya.Bagai mana orang bisa melenceng dari Dharma kalau telah melaksanakan kedua hal tersebut??

      21 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Agung Komangarditabtul, perlu Guru yg tlah dpt mmhami jiwa untk mmbimbimng agar tpat dosis dn kurikulumx ssuai keadaan siswax, dlm pngalman sy, sseorng yg tlah mncapai dr sjatix tau yg trbaik untk orng lain mlebihi yg orng tsb tau tntng dirix sndri :)

      20 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Yasoda PutraKematian akan segera datang… entah kapan itu… kehidupan manusia sangatlah jarang… mungkin harus melalui beribu2 penjelmaan baru seseorang mendapatkan badan sebagai manusia lagi… manfaatkanlah waktu yang sedikit ini untuk menambah Tabungan bhakti… agar cepat2 kembali kepada TYME… tidak kembali ke dunia fana ini… yang penuh penderitaan, kelahiran, kematian, usia tua dan penyakit…. :)

      20 jam yang lalu · SukaTidak Suka
  • Tulis komentar…

Kehadiran sampradaya dimasyarakat banyak menghadirkan kontra versi

Putu Arta

Kehadiran sampradaya dimasyarakat banyak menghadirkan kontra versi, dan banyak diantaranya yang lebih memaklumi orang meceki ketimbang kegiatan yang dilakukan kelompok sampradaya….

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · Sabtu pukul 8:06 melalui seluler
    • KoMang AgUs SubeRatamungkin orang meceki lebih bisa di ajak bermasyarakan ketimbang para sampradaya,, mungkinnn!!!!!sampradayapa

      Sabtu pukul 8:12 · SukaTidak Suka
    • Sudiana NyomanKarna orang2 yang meceki atau kegiatan lain tidak pernah merasa paling benar, paling suci dan merasa berhak menghakimi orang lain atas nama Tuhan sehingga menimbulkan gesekan/disharmoni dimasyarakat sementara sampradaya ada yang begitu.

      Sabtu pukul 9:18 · SukaTidak Suka
    • Ngurahdira Dira Karena disini Ego yang menonjol ketimbang kebenaran itu sendiri. Contohnya penghoby mececeki tidak mau yang dilakukan itu dilaran hukum dan agama, sementara sampradaya tidak sadar dalam melaksanakan dharma telah membawa tradisi India ke indonesia padahal hindhu di Indonesia telah nyaman berkembang sesuai daerah masing masing. Harusnya kembangkan hindhu
      Di Indonesia sesuai adat dan tradisi daerah,

      Sabtu pukul 9:42 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Igpb Paramajayakenapa ya di negara2 yang agama dibebaskan tidak diatur oleh kementrian seperti di Indonesia, kok hal2 begini tidak pernah jadi masalah ya. Kok semakin diatur semakin menimbulkan masalah ya? Apanyayang salah ya? :)

      Sabtu pukul 10:30 · SukaTidak Suka
    • Ngurahdira Dirajustru akibat masayarakat yang belum siap dalam deokrsai,,

      Sabtu pukul 10:34 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Suweta Nyomansemua ajaran dalam hindu baik, hindu di bali ataupun sampradaya sangat baik, yang tidak baik itu menjelekan orang lain…..apalagi agama sendiri…..

      Sabtu pukul 12:17 · SukaTidak Suka · 4Memuat…
    • Ngurahdira Dira‎@. Suweta Nyoman : pas sekali itu saya setuju, semua baik, yang tidak baik adalah mersa paling baik dan saling benar dan selalu mempertentangkan kebenaran, padahal sesunggunya semua itu sama,,

      Sabtu pukul 12:40 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Made WardhanaKalo bicara Hindu tentu dasarnya weda, sayangnya weda diturunkan di India. Jadi sebenarnya ga ada Hindu India ato Hindu Bali. Hindu ya hindu

      Sabtu pukul 17:20 melalui seluler · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Putu ArtaPak ngurah dira@ tentu saja sistem agama yang ada seperti contohnya budaya bali tidak mampu memuaskan umat dlm pencariannya, saya bukan anggota salah satu kelompok sampradaya yang ada, tapi saya gk merasa terusik dengan kehadirannya. Apalagi sampai mencekalnya dengan berbagai cara. Kalau bisa tlg sebutkan contoh yang bapak maksud budaya india itu!!!

      Sabtu pukul 18:00 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Ngurahdira Dira‎@Gusti Ngurah Sumiarsa,: ya saya sendiri juga tidak merasa terusik pak, cuma disisni saya mengomentari status bapak sendiri. Contohnya pakaian adat sari, apa ada budaya Bali atau Indonesia yang memakai sari? Terus yang kedua saya punya teman sampai keluar sendiri dari desa adat karena konon tidak cocok sama adatnya sendiri??

      Sabtu pukul 19:32 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Putu ArtaKalau masalah pakaian saya no comen karena tidak terlalu paham, tapi kalau yang keluar dari adat dan mengatakan tidak cocok dgn adat bali mungkin seperti ini adanya: Kita semua tau bahwa hindu yang dianut adat bali memiliki kerangka tersendiri yang mengusung konsep trimurti dan lain sebagainya, dan waisnawa dengan konsepnya sendiri begitu juga sampradaya lainnya mungkin punya konsep yang berbeda. Tentu saja semuanya tidak bisa disamakan satu dengan yang lainnya. Karena adat tidak memberi ruang pada konsep lain makanya dia tidak cocok dgn adat. (tidak memberi ruang diatas mohon jgn diartikan dilarang)

      Sabtu pukul 19:50 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Goesti Alit SwastikaJika Hindu di Bali sudah punya aturan adat yg jelas, kenapa mesti mempermasalhkan Hindu yg tdk menggunakan adat Bali??agama lain aja diterima di Bali, lalu kenapa sesame Hindu ga saling nerima?? Apa jika seorang saudara pake cln pendek, tp sodara yg lain pke cln pjg, lalu yg pke cln pjg ga dianggap sodara???

      Sabtu pukul 20:39 · SukaTidak Suka
    • Putu MuditaSampradaya atau aguron-guron istilah Balinya, tidak ada yg salah malah itu perlu. Yg menjadi salah ketika mereka menjadi silau sehingga mulai memunculkan salah dan benar terhadap kelompok lain.

      Sabtu pukul 21:06 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Agus SatyawanKebenaran mungkin tdk perlu pengakuan, tapi ia memerlukan persepsi yg baik agar bisa diterima.

      Sabtu pukul 21:22 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Ngurahdira Dira‎@Gusti ngurah Sumiarta : ya mungkin itu buat bapak2 yang tingkat kesadarannya mungkin lebih dari yang lain, jujur saya sendiri tdk pernah mempermasalahkan, orang mau menganut agama apa, terlebih lagi masih dalam satu wadah hindhu,, bagi saya sendiri tidak ada salahnya orang mencari bentuk kebenaran, tapi masyarakat Bali kan bukan hanya saya dan bapak he he he,,

      Sabtu pukul 21:44 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Gede Parwatamungkin yg dimaksud disini HK ya?? Kalau saya jujur kurang sreg dengan HK, kurang bisa menerima desa kala patra. Dan fenomena yg terjadi saat ini adalah budaya Hindu – Bali yg ada di Indonesia coba dikonversi oleh Islam, Kristen dan belakangan HK. Saya akan sangat salut jika HK mengkonversi umat dauh tukad untuk ikut aliran mereka. Para sampradaya HK sebaiknya coba jualan ajaran pada komunitas dauh tukad tentu kalau kalian HK memang benar faham akan ajaran Hindu yg ”benar” lawan mereka debat lalu konversi mereka.

      Minggu pukul 1:31 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Made WardhanaKenapa baju dipermasalahkan. Di Kuta banyak pake bikini koq nyaman2 saja. Spti di Jawa baju ke masjid beda dgn pakaian menghadiri orng nikah, jadi tolong bedakan antara budaya/adat dgn agama. Agama adalah ajaran ttng Tuhan, ciptaanNya dan hukum2alam yg dilaksanakan dlm kehidupan se hari2. Budaya merupakan hasil budi daya ciptakarsa manusia. Jadi sangat berbeda. Kenapa orang yg melaksanakan amanat weda (ajaranagama) dikontroversikan, sedang meceki, orang minum alkohol dll aman2 saja. Kita yg sebenarnya kurang mau belajar.

      Minggu pukul 6:04 melalui seluler · SukaTidak Suka · 4Memuat…
    • Made WardhanaDgn adanya HK skarang banyak orang dauh tukad, istri yg tadinya non Hindu menjadi sreg dgn sampradaya yg notabene dasar ajarannya jejas yaitu Bhagavangita, susila/etika jelas maksudnya ada rambu2dlm hidup ini yg mesti dijauhi. Upacara juga sama2 memakai bunga, air, dupa, buah. Apa sih yg di asalkan, suksme. Astungkara

      Minggu pukul 6:10 melalui seluler · SukaTidak Suka · 6Memuat…
    • Fajarini ManuabaTyg setuju dg Pak Made Wardana@ Sebagaian masyarakat adat kita ‘berstandar Ganda’ dan Paranoid melihat perbedaan diantara kita padahal masih jalan dijalan Hindu, kalo ‘nyame dauh rurung’ lain lagi standarx..Ayo sapa berani jujur mengakui itu?

      Minggu pukul 12:11 melalui seluler · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Suweta Nyomanhindu sprti mata air, ktika brjalan akan berbeda rasa dan warna tapi nanti akan bermuara pd sumber yg sama ytu samudra.

      Minggu pukul 12:38 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Igpb ParamajayaSaya gunakan analogi aliran sungai ini untuk mengerti bahwa sejalan dengan aliran waktu, air yang begitu munri dari mata air itu kemudian mulai tercemar dengan berbagai kotoran dan sampah yang dihasilkan oleh penduduk yang tinggal disepanjang sungai. Tidak lain adalah pemikiran2 manusia sendiri yang kemudian mengotori ajaran murni dari Para Avatar/Utusan Tuhan YME. Kemudian diberi label yang berbeda dan menimbulkan berbagai perpecahan. Memang semuanya mengalir ke lautan, tetapi seharusnya kita cari air yang murni dari mata air. Dan kemurnian dan kebenaran sejati dari ajaran mula Tuhan YME itu hanya bisa dikenali oleh Hati Nurani kita, Inti dari Atman kita yang ada di dalam hati setiap mahluk yang punya Atman. Artinya, seyogyanya dengan Hati Nurani kita sadari ajaran2 murni dari Tuhan dan melepaskan semua konsep/ide/pemikiran yang tidak sejalan dengan Kehendak Tuhan YME. Semoga semakin banyak mahluk yang menggunakan Hati Nuraninya dengan benar untuk mengenali Kebenaran Sejati, Kehendak Suci Tuhan YME dan berkenan melepaskan semua pengetahuan yang sudah diperolehnya untuk hanya menjadi buku kosong yang siap ditulisi hanya oleh Kasih Sayang Tuhan saja.

      Minggu pukul 13:00 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Putu ArtaDalam memilih seharusnya mengklaim ajaran yang ini benar dan yang ini sesat, biarkan setiap orang memilih jalannya sendiri selama tidak membuat keonaran dan merugikan orang lain. hanya TUHAN dan orang2 tercerahkan mengerti kebenaran sejati.

      Minggu pukul 13:18 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Agung Komangarditamemang susah mnyatukn ritual antr Sampradaya mkx Maha Sabha 5 thn yg lalu dspakati bhw PHDI mngayomi smua Sampradaya yg brdasarkn Weda dn dpt mmbentuk banjar adat sndri dgn min 25 kk anggotax..jd ttp 1 dlm pngayomn PHDI (sbg Umat Hindu) wl brbeda2 ritual (klmpk adat)

      Minggu pukul 13:21 melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Putu ArtaMasalahnya adalah dijaman sekarang dimana banyak orang bali yang tidak satu pandangan dalam melihat hindu, sementara organisasi adat masih menyatu dengan organisasi pura. Hal inilah yang sering menimbulkan anggapan bahwa seseorang tidak cocok lagi dengan adat tersebut, dimana mereka merasa kegiatan keagamaan mereka tidak diayomi oleh adat dan mereka harus mengikuti kegiatan pura adat, sementara mereka sudah punya tata cara tersendiri…..

      Minggu pukul 13:47 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Agung Komangarditaya dlm aturn Maha Sabha mnurun k Loka Sabha, dgn min 25 kk blh bntuk adat trsndiri dgn pura/tmpt suci dn setro trsndiri jg jd tdk akan brtentngn lg dgn adat/tata cara yg lain (bgtlh yg sy tau krn sy prnh jd ktua Parisadha ds) jd aturn main yg baik sdh ada…(untk lbh jlas, sbaikx konsultasi dgn pengurus PHDI stempat)

      Minggu pukul 13:55 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Sudiana NyomanNah..kelihatan kan, bukan Hindu ( contoh kasus di Bali) yang tdk menerima sampradaya tapi segelintir sampradaya ada yg tdk menerima Hindu dibali karna dianggap Hindu bali sudah TERCEMAR seperti kata igpb Paramajaya . Ayoo ngaku dengan jujur bahwa Hindu di indonesia salah kaprah…karna agama dan spiritual kejujuran penting….

      Minggu pukul 14:58 · SukaTidak Suka
    • Putu ArtaPak nyoman sudiana@ kalau masalah filsafat saya tidak terlalu mengerti dan tidak berani banyak comen, postingan saya ini lebih menitik beratkan bagaimana memened perbedaan.

      Minggu pukul 17:00 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Putu MuditaYang perlu difikirkan bagaimana kelompok sampradaya dapat dimanfaatkan guna memperkuat pemahaman tentang Hindu. Jika Ada sampradaya menggerogoti induknya sendiri maka ia bagaikan kacang lupa akan kulitnya.Budaya Hindu akan kembali kepada yang lampau dan terus berubah, suatu saat pada zaman tertentu akan kembali juga kepada budaya seperti saat ini, essensi dari Hindu tetap tp budaya yg berubah.

      Minggu pukul 19:24 · SukaTidak Suka
    • Agung Komangarditasy spedpt Sdr Putu, bagi sy tdk ada Sampradaya yg mnggrogoti indukx yg ada adlh keingin agr orng lain mngikuti tata cara yg dyakinix sbg yg trbaik, kl pola pikir kita lbh mngutamakn bhakti mk tdk ada mslh.. kan kita msh sama2 dlm Agama Hindu, hnya prlu lbh santun sj dlm prgaulan agar tdk mruncingkn prbedaan, jd mnurut sy tdk sharusx ada prasangka antar Sampradaya (bagi sy stiap klompok dlm Agama Hindu adlh Sampradaya hnya sj ada yg dominan ada yg sd brkemang) urusn bhakti adlh kyakinan.. jd stiap orng akan mngikuti kyakinanx, jd marilh kita ngaturang bhakti ssuai kyakian masing2 dgn kasih sayang pd ssama yg mrupakan prujudn/ritual nyata bhakti kita pd Hyang Widi, salam santi :)

      Minggu pukul 19:46 melalui seluler · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Komang Sumiarsa Putu Arta
      Kalau masalah pakaian saya no comen karena tidak terlalu paham, tapi kalau yang keluar dari adat dan mengatakan tidak cocok dgn adat bali mungkin seperti ini adanya: Kita semua tau bahwa hindu yang dianut adat bali memiliki kerangka tersendiri yang mengusung konsep trimurti dan lain sebagainya, dan waisnawa dengan konsepnya sendiri begitu juga sampradaya lainnya mungkin punya konsep yang berbeda. Tentu saja semuanya tidak bisa disamakan satu dengan yang lainnya. Karena adat tidak memberi ruang pada konsep lain makanya dia tidak cocok dgn adat. (tidak memberi ruang diatas mohon jgn diartikan dilarang)

      Kemarin pada 4:50 · Suka

      Hehehe….. Dari sini sudah nampak jelas apalagi melihat kenyataan di lapangan, di Bali apapun kepercayaannya, apapun keyakinannya dan apapun alirannya pasti diberikan kebebasan serta ruang untuk bertumbuh (ini fakta) akan tetapi, seiring berjalannya waktu (mungkin karna merasa bahwa apa yg dijalani adalah kebenaran), penganut sekte2 tertentu malah menjauhkan diri dari segala macam adat, budaya dan ranah sosial lainnya(ini juga fakta) jadi, berdasarkan hal ini sudah sangat jelas dimana letak masalahnya. Akan tetapi, menyimak pembicaraan di atas, kok fakta dibolak balik ya? Mengatakan Bali (umat hindu dengan adatnya) yang menjauhi para penganut sekte2 tertentu? Hehehe…. Lucu sekali, maling teriak maling.

      Disini saya tidak sedang menghakimi ataupun mencari kesalahan2 seseorang akan tetapi, saya hanya menyajikan fakta yg terjadi. Tapi sudahlah saya tak mempermasalahkan anda mau berbicara apa, toh juga kebenaran tak menjadi milik seseorang. Satu pesan saja; hati2 dan lebih bijaklah dalam melihat suatu situasi ;)

      Minggu pukul 19:55 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Ngurahdira Dira Saya tidak anti sampradaya, akan tetapi saya selalu berharap bahkan berdoa semoga orang orang Bali tidak melupakan adat, bagaimanapun adat Bali telah ratusan Tahun mampu mengawal ajaran weda ini, namun demikian saya juga tetap berharap kedepannya agar tradisi upacara bisa disederhanakan, di India saya lihat dengan banyaknya sampradaya, ternyata ratusan juta juga penduduknya menganut agama islam, itu artinya ternya kepraktisan
      Dalam menjalankan dharma tidak mampu menahan kepindahan umatnya ke agama lain.

      Minggu pukul 20:19 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Ngurahdira Dira ‎@komang sumiarsa : pas sekali itu mang kenyataan fakta dalam pembicaraa ini dibalik, tidak pernah adat tidak memberi ruang gerak, justrua yg bersangkutan yang menjauhkan diri dari adat
      ,

      Minggu pukul 20:37 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Putu ArtaPak komang sumiarsa@bila mana beberapa masyarakat dlm organisasi adat mendirikan tempat peribadatan sendiri sesuai dengan harapannya namun dia masih harus ikut mengurus kegiatan dipura padahal dia sudah punya tempat beribadat dan tata cara tersendiri, kalau ngk mau ikut berartii harus keluar dari adatkan. Ini yang saya maksud tidak memberi ruang.

      Kemarin jam 2:24 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Komang SumiarsaHehehe…. Sangat simple. Anda tidak mau mebanjar, anda juga tidak mau kepura debgab alasan sudah memiliki tempat sendiri. Ya silahkan lanjutkan, saya pikir banjar tidak melarang sama sekali, itu merupakan hak pribadi anda. Trus masalahnya apa? Jangan suka mendramatisir keadaan dengan mengatakan adat bali tidak bersahabat dan semacamnya, cobalah tanyakan kedalam diri anda sendiri. Sudah seberapa jauh anda bijak dalam menjalankan sesuatu yang anda yakini.

      22 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Fajarini Manuabaadat bali dan sampradaya tidak pernah ada masalah, kalaupun kemudian menjadi masalah karena adaknum2 umat Hindu ‘Keblinger’ menganggap itu sbg masalah dan dgn mudahx ‘kita’ menggeneralisir sbg ‘masalah’..

      22 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Putu MuditaYang pasti kita harus siap menerima perubahan, apapun wadahnya tetap pada essensi Hindu. Persoalan adat adan sampradaya jgn sampai menyeret Hindu ke hal negative

      19 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Igpb Paramajaya Yang terasa aneh adalah….ada yang bilang kacang lupa akan kulitnya…sementara Hindu di Bali itu rasanya ada pengaruh juga dari Hindu dari India…lalu berpadu dengan Adat dan budaya asli, jadilah Hindu Bali….makanya…sebaiknya sih Hindu Bali ya tetap Hindu Bali….sampradaya..biarkan saja….kalau yang satu berusaha merubah yang lain..nah itu baru yang perlu diatur….tapi saya bingung untuk apa sih merubah agama/kepercayaan orang lain? Dapat pehala masuk surga ya? Kata siapa? Kalau TuhanNya SATU dan SAMA, kenapa Tuhan kok seperti mengatakan yang ini lebih baik dari yang itu? Aneh kan logikanya. Yang benar ya manusia itu bikin pembenaran, lalu mengatas namakan Tuhan. Masa Tuhan YME bikin kontes antara umatnya? Rasanya yang benar adalah manusianya bikin2 cerita sendiri…. :)

      19 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Putu Mudita‎@Igpb Paramajaya, maaf sy yg komen “spt kacang lupa akan kulitnya” maksud kalimat tsb, jika ada sampradaya berkembang saat ini di Bali, maka dia tdk boleh begitu sj melupakan serta melepas budaya asalnya yaitu Bali. Kecuali dia hidup di wilayah dan budaya lain silahkan sj tp tetap sj mengacu pada budaya lingkungannya. Mengenai Hindu yang ada skrg di Bali juga dibangun oleh banyak sekte (sampradaya) dan digabung menjadi 3 oleh Mpu Kuturan. Jadi kita sekarang ada dominan dengan sekte Siwa Sidanta didukung kuat oleh sekte yg lainnya. Sekte dan sampradaya ada kesamaan dan bisa sama persis.

      19 jam yang lalu · Suka

Sapi dibantai diseluruh dunia setiap IdulAdha, Green Peace malah ‘Sakit Gigi’ ?

Bhakti Manawa Wedanta

Saat Penyu dipakai sesajen di Bali, aktivis lingkungan spt Green Peace bereaksi keras, tapi saat Sapi dibantai diseluruh dunia setiap IdulAdha, Green Peace malah ‘Sakit Gigi’ ?

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · Minggu pukul 11:32 melalui seluler
    • Nyairatu CengcengkebesMungkin udah dapat sogokan…..triiiiing…

      Minggu pukul 11:35 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Mahaa Nikomangsaya pernah membaca salah satu artikel,, saat jaman kali yuga,, sapi2 banyak dibantai oleh manusia,, dmn ada pembantaian sapi dsn akan ada ke hancuran…, maaf saya hanya membaca di artikel… benar atau salah saya tidak tahu,..

      Minggu pukul 11:43 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Totok MargionoKarena dg iming2 sapi yg disembelih bs masuk sorga, knpa ya kok dk belih org aja biar jg masuk sorga

      Minggu pukul 11:43 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Sudiana NyomanKalau tdk salah karna sapi bukan binatang langka yang dikwatirkan punah sedangkan penyu dikwatirkan punah.

      Minggu pukul 11:46 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Agung Komangarditapenyu dilindungi krn rawan punah, organissi sprti Green Peace brtujuan mnjaga klestarian alam (bagian dr Tri Hita Karana) patut kt dukung krn rusakx lingkungn akn mmbhyakn klangsungn hdp generasi pnrus, yg paling mngancam punahx penyu adlh untk konsumsi sd untk upakara tidak sbrapa, jd prlu komunikasi antra Pimpinan Agama kita dgn Green Peace, jd bs peace smuax… :)

      Minggu pukul 11:49 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Fajarini ManuabaAPakah membantai sapi berjuta2 ekor dlm sehari tdk menggangu keseimbangan alam dan lingkungan ?

      Minggu pukul 11:58 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Dwi Arsawidanticuma kurang komunikasi aja antara greenpeace n pemuka agama kita.. mrk pasti ngerti kok

      Minggu pukul 12:02 · SukaTidak Suka
    • Agung KomangarditaSdri Fajarini, kl pembantaian sapi dikaitkn krn sapi d anggap sbg hewan suci, tntux g nyambung kl dkaitkn sgn aktifitas Green Peace…bs jg dbntuk organissi perlindungn sapi untk mncegah konsumsi daging sapi :)

      Minggu pukul 12:07 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Dwi Arsawidantisapi itu kan diternakan dan populasi cenderung cepat jadi mrk gampang membiakkannya kembali.. tapi kalo penyu itu susah.. dari ribuan telur yg menetas paling yg selamet cuma 1-2 ekor.. itu lah makanya mereka ribut kalo kita pake penyu.. nah skrg tinggal kita yg udah pake penyu buat banten pun harus buat penangkaran penyu supaya mrk gak punah..

      Minggu pukul 12:14 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Komang Sugitha PinatihTolak ukur GP adl krn ‘kelangkaan’ penyu yg hampir punah,bukan dari sudut agama tertentu. GP sebuah LSM indipenden bukan LSM agama…hehe. Disamping itu kita di Bali baru sebagian kecil yg tau ato militan ttg keagungan sapi. Malah banyak yg ngaku jro mangku msh mengkonsumsi daging sapi. Mmg tugas kita brsama unt saling mengingatkan. Memang miris melihat pembantaian sapi sekalipun atas nama agama ato qurban…tks.

      Minggu pukul 12:16 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Buana TasaheanoMungkin Green peace sakit gi2 ulian liunan mkn daging hehe….z kira bnar spt tmn2 blng prlu ada pjelasan dr segi spiritualx oleh pihak qt kpd GP tentang penyu dgunakn pd sesajen…ttp sharusx GP maupun dr kalangn non Hindu mngerti memang, dgn adax bax ritual kelestarian dan kseimbangan alam tjaga…nyatax qt msh setia menanam, memelihara dan mngembangkn kbutuhan ritual i2 dgn tdk smata2 hax tuk ksenangan lidah…

      Minggu pukul 12:27 · SukaTidak Suka
    • Ngurahdira Dirapenyu politasnya sudah hampir punah, sementara peternak sapi semangkin berhasil meningkatkan produksinya sehinga kalau dibantai seribu perharipun diseluruh dunia sapi tidak akan langka, disamping itu mengembang biakan penyu jauh lebih sulit ketimbang sapi,namun demikian bukan berarti saya setuju dan mendukung pembantian itu, karena saya sendiri tdk pemakan daging.

      Minggu pukul 12:38 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Ngurahdira Diradiatas salah ketik maksud saya popolitas.

      Minggu pukul 12:40 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Ketut AgungGreen peace sudut pandangnya beda tentang penyu, yg penting kita sebagai umat hindu bagaimana mensosialisasikan kaagungan sapi unt umat. Sehingga masyarakat hindu jadi tahu.

      Minggu pukul 12:54 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Sudiana Nyomanmungkin sudut pandang green peace Material sementara yg tidak setuju sapi dipotong melihat dari segi rohani jadinya jaka sembung bawa senapan..xixii

      Minggu pukul 15:03 · SukaTidak Suka
    • Made Sugamayasa Betu…betul….betul……

      Minggu pukul 15:49 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Dheny Kenzhu gmna gk mw bantai sapi, krn dri kecil udh d’kasi susu spi jadi kedoyanan dech ma sapi !
      wkwkwkwk….:-D

      Minggu pukul 16:25 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Ngurahdira Diratidak saja sapi yang agung, tetapi semua mahluk dan ciptaaNya

      Minggu pukul 16:29 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Suweta Nyomankarena bagi green peace daging penyu haram….daging sapi halal……

      17 jam yang lalu · Suka

apakah orang tidak perlu lagi ke pura?

Pasraman Santikadharma

Brahman Atman Aikyam ( sesungguhnya brahman dengan Atman itu satu jadi apakah orang tidak perlu lagi ke pura atau mencari tempat suci untuk memuja Sang Hyang Widhi karena sesungguhnya Sang Hyang Widhi sudah ada dalam diri kita sendiri ingat konsep Atheisme

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · 17 jam yang lalu dekat Kota Malang

  • 9 orang menyukai ini.
    • Ngurahdira Diraampura, tiang tdk begiti memahami kondep Atheisme,,

      17 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Dex Arya Agpmemang benar Tuhan itu ada dalam diri kita dan ada dimana-mana,kita memang tidak perlu mncari tapi hanya perlu menyadari itu semua. dalam buku agama Hindu, disebutkan bahwa pura di ibaratkan seperti puting susu sapi.,dimana walaupun di setiap bagiantubuh sapi terdapat susu tapi hanya mampu keluar dari puting tersebut. begitu juga bagi orang awam pura merupakan tempat termudah untuk mereka dapat berhubungan dengan Tuhan. Namun untuk untuk orng yang bisa menyadari hakekat dirinya sebagai bagian dari Tuhan maka mereka akan mampu menemukan Tuhan dimanapun dia berada…

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Agung Komangardita menyukai ini.
    • Nengah Suryathakita sering terjebak dengan pemahaman tersebut, misal jika Tuhan ada dalam diri berarti untuk menyenangkan Tuhan dengan menyenangkan diri sendiri?

      16 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Ngurahdira Dira ‎@Nengah Suryata, sebenarnya menyenangkan diri berarti memuaskan Tuhan, ungkapan seperti itu betul sekalai cuma menyenangkan diri dalam hal ini yang dimaksud bukanlah menyenangkan diri dalam bentuk keinginan indra dan raga seperti ini, namun lebih memandang diri ini, sebagai diri sejati, atau sang diri. Dgn mengenali sang diri, terlebih kalau mampu memberikan kesenangan dgn cara membebaskan sang diri dari keterikatan duniawi, maka dengan begitu artinya kita sudah memuaskan Tuhan.

      ,

      15 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nengah Suryathamemang mestinya begitu pak belajar dari mitos raja yang mengganggap seperti diatas makanya ada aliran menyenangkan semua indria sepuas2nya berarti menyenangkan Tuhan, tentu hal ini bagi tyang juga tidak tepat….

      15 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Ngurahdira Diraya tiang juga pernah mendengarnya, akan tetapi tiang tdk pernah babaca sumber buku aliran tersebut, sehingga tiang tdk mau komen ttg hal seperti itu.

      15 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nengah Suryathatyang juga tu rah, cuma walau bisa duga2 tapi tyang takut salah masalah niki, karena baca sepintas kemanten, mungkin pare sesepuh di forum ini bisa ngasi masukan…

      15 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Agung Komangarditakoment sdr Dek Ary sdh btul, Brhman Atman aikyam krn Atman adlh percikn Brahman jd mngandung sifat2 yg sama ttpi Atman tdk dpt dbandingkn (dsamakn) dgn Brahman. Diibaratkn sglas air laut dgn lautn. Kbhgian Atman jk kita slalu ssuai dgn Khendak Brahman(hal2 yg tdk ssuai dgn Khendak Brahman adlh blenggu dn pndritaan bg Atman wl scr tubuh & pikirn uenak bngt) krn dgn dmikian (sllu ssuai) Atman dpt trhub dgn Brahman, kbahagian trtinggi Atman adlh dpt kmbali pd asalx. Kl ingn mnyenangkn TUHAN sllulh ssuai dgn KhendakNYA dn mngasihi ssma, kl mau mmuaskn TUHAN kembalilh pd NYA seutuh2x, smoga trcapai, smoga kita smua dpt kembali pd NYA.. :)

      13 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Agung KomangarditaSdr2ku se Dharma, dgn sgala kkurngn, sy mngajak Sdr2 dgn jrnih mmbaca koment sy agar dpt dmngerti,dresapkn k dlm diri, mhn Karunia Tuhan agar pngthuan tsb trwujud pd diri Sdr krn pngthuan ini akn mmbantu Atman kita trhub pd Brahman dn dpt mnrima Sinar Suci Brahman untk mndpt ksadarn dn kkuatn untk mlepaskn diri dr blenggu, sy tdk ada niat lain slain bhakti pd NYA dn kasih sayang pd ssama :)

      12 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Agung Komangarditasbaikx dsalin k tulisn d kertas agar saat aktifits pikirn mereda dpt d baca dn diulangi, salam kasih :)

      12 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Komang SumiarsaBagi yang masih memerlukan semua konsep (semisal Pura) dalam rangka menujuNya, itu tidak masalah dan bagi yang tak lagi membutuhkan segala bantuan konsep, itu juga bagus. Yang terpenting adalah; bagaimana kita mampu lebih bijak dalam menyikapi setiap jalan yang hendak dipakai oleh masing2 orang.

      11 jam yang lalu melalui seluler · Suka

Ada Apa Dengan SAPI?

Putu Gede Putra Darmadi

Ada Apa Dengan SAPI?
By Putu Gede Putra Darmadi in forum peduli Generasi Hindu Indonesia

Om swastiastu,

Pada kesempatan ini akan kita bahas tentang sapi. Mengapa harus sapi? Karena sapi adalah salah satu hal yang paling mendasar dalam kesadaran Weda/hindu. Sejak dulu kita sering mendengar umat hindu mensucikan sapi bahkan tidak membunuh atau memakan dagingnya tetapi kenyataan di masyarakat masih banyak umat yang mengkonsumsi organ-organ dari sapi ini. selalu yang akan menjadi pertanyaan dalam hati kita jika terjadi penyimpangan seperti ini adalah ”mengapa hal ini bisa terjadi” apa yang terjadi pada nilai-nilai moral ke-hinduan kita? Apa kemajuan jaman telah melunturkan kepercayaan kita (penulis pernah bercerita tentang sapi kepada seorang umat,dan pendapat umat tersebut ”wah ketinggalan jaman dong” ) atau karena kita terlalu sibuk dengan ritual-ritual dan melupakan tatva sebagai salah satu kerangka agama hindu?

Keagungan sapi

Jika kita mau sedikit saja meluangkan waktu membaca buku-buku yang mengulas tentang ini tentu pembantaian sapi tidak akan terjadi lagi. kita akan membahas sloka dalam Weda yang melindungi dan mengagungkan sapi

Reg Weda

Dalam kitab ini dari awal sampai akhir memuat

sloka-sloka yang mengajarkan kita agar tidak menyakiti sapi dan mengagungkan sapi.

Are te goghnamuta purusaghanam

Artinya : hendaklah senjatamu bukan untuk membunuh sapi dan manusia.

Gaurme mata vrsabhah pita me divah sarva jagati me pratistha

Artinya : sapi adalah ibu kita,sapi jantan adalah ayah kita. Kedua mahluk ini adalah pemberi kebahagian kepada kita baik di dunia ini maupun setelah meninggal.

Mengapa sapi disini dikatakan ibu kita? kalau kita amati dalam kehidupan sehari-hari, kita akan sadari bagaimana besarnya peran dari sapi. Disaat sang ibu tidak dapat memberikan asi kepada anaknya maka tanggung jawab itu beliau serahkan kepada sapi dengan memberikan susunya dan peran dari sapi tidak hanya sebatas itu saja tetapi terus berlanjut bahkan sampai kematian menjemput orang itu, memperhatikan kenyataan ini apa tidak pantas sapi disebut sebagai ibu? Bahkan nabi muhamad saw pun pernah memerintahkan pengikutnya untuk tidak menyakiti umi yang berarti ibu, perintah ini beliau katakan setelah sebelumnya beliau sakit dan hanya dapat

disembuhkan dengan minum susu dari sapi yang baru diperoleh pengikutnya setelah mencari sampai ke pegunungan himalaya.

Dalam sloka 1.164.27 disebutkan : sapi ini tidak boleh dibunuh, mempersembahkan susu kepada Dewa asini dan dia berkembang demi keuntungan kita.

Dalam sloka 5.83.8 disebutkan ambilah ember yang besar,biarlah aliran amerta mengalir terus kedalam tempat itu. Penuhilah surga loka dan bumi ini dengan ghee dari sapi, dapatkanlah minuman utama dari sapi.

Seluruh dunia seharusnya minum susu sapi karena dalam susu sapi terdapat zat yang dapat merangsang saraf-saraf rohani dalam otak.

Dalam sloka 8.11.15 disebutkan : sapi adalah ibu dari sebelas Rudra, putri dari para Vasu, saudari dari putra-putri Aditi, saudari sri Wisnu, pokok persembahan kurban-kurban pada para Dewa. karena itu ku umumkan pada orang-orang berbudi pekerti dan bijaksana, janganlah membunuh sapi yang tidak berdosa dan tidak boleh dibunuh.

Yajur Weda

Apyayadhvamaghnya

Lindungilah sapi, dia bagaimanapun juga tidak boleh dibunuh.

Itulah pesan Yajur Weda. Sayangilah sapi, lindungilah sapi. Sapi tidak boleh dibunuh sama sekali. dia adalah binatang suci yang memelihara kesejahteraan dunia. Jauhkan diri dari keikutsertaan membunuh sapi.

Gam ma hinsiraditi virajam

Jangan pernah membunuh sapi, tetapi perlakukan sapi sebagai ibu.

Dalam sloka 1.1, 12.32, 13.42, 13.44, 13.47, 13.48, 13.50, 11.2.1, 14.8 disebutkan : janganlah membunuh mahluk mana pun, lindungi binatang, jangan membunuh kuda, jangan membunuh kambing, jangan membunuh binatang berkaki dua, jangan membunuh domba, jangan membunuh manusia, binatang berkaki dua dan berkaki empat.

Dalam sloka 23.48 disebutkan : sinar dari pengetahuan bisa dibandingkan dengan matahari, surga dibandingkan dengan lautan,ibu pertiwi adalah sangat cepat, lebih cepat lagi indra, tetapi catatlah bahwa sapi tidak pernah dapat dibandingkan dengan apapun.

Gam ma hinsih ( 13.42 ) jangan membunuh sapi, jangan membunuh sapi, jangan membunuh sapi

Sama Weda

Weda mengajarkan untuk tidak menyakiti semua mahluk. Dalam salah satu slokanya disebutkan ; buah-buahan yang manis membuat bahagia pemakannya, itulah yang diberi sang pohon, dengan senang hati sang pohon berbuah bukan untuk dirinya namun untuk mahluk lain. sapi melimpahkan susu juga bukan untuk dirinya namun untuk mahluk lain. akhirnya paropakararthamidam sariram yaitu guna badan ini adalah untuk melakukan kebaikan untuk orang lain. Janganlah badan ini di gunakan untuk menyakiti atau membunuh mahluk lain. Durlabham manusam janma, sangat sulit mendapat tubuh manusia ini.

Atharwa weda

Diantara catur weda, kitab ini ditulis paling akhir, jadi isinya sepenuhnya cocok dengan ketiga Veda di atas

Genuh sadanam rayinam (11.1.34) sapi adakah gudang kekayaan. Tidak ada yang boleh merusak gudang kekayaan itu, kegiatan tersebut hanya menyebabkan kemiskinan lahir batin. Ibu pertiwi pun menderita karena pembunuhan sapi.

Sloka 13.1.56 menyebutkan mereka yang menyentuh atau menendang sapi dengan kakinya dan mereka yang membuang air kecil menghadap matahari, orang demikian akan ku potong sumber asalnya, seterusnya untuk melihat bayangan orang itu didunia pasti sulit.

Sloka ini mengingatkan betapa besar dosa yang di akibatkan dari membunuh sapi, dimana roh orang tersebut sangat sulit untuk mendapat kesempatan terlahir kembali ke dunia (tinggal untuk waktu yang lama di neraka )

Sebagai penutup pembicaraan tentang sapi ini ada sebuah sloka yang menarik

Atma mata guroh patni brahmani raja-patnika dhenur dhatritatha prthvi saptaita matarah smrtah

Artinya : ada tujuh ibu yang harus di hormati : istri dari guru kerohanian, istri seorang brahmana, istri raja, sapi, perawat, bumi dan ibu kandung kita.

(kutipan: keagungan sapi, dharmayasa)

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · Minggu pukul 17:12
    • Ib Adnyanasaya memang dari lahir ampe sekaran nggak di bolehkan makan daging sapi……

      Minggu pukul 17:48 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Agus Satyawan

      Penghormatan yg tinggi terhadap sapi, sesuai yg tertulis dalam veda sangatlah patut dihormati . . !
      Tapi kita tdklah perlu mencela jika melihat pandangan yg berbeda.
      Lihatlah singa, ia memang diciptakan sebagai carnivora, dan diberikan inst…ing untuk membunuh buruannya, termasuk sapi. Tentu salah jika kita membencinya karena hal itu. Dan janganlah berharap ia berubah menjadi pemakan rumput.
      Kita juga harus menghormati pendapat lain, bahwa mereka menghormati kehadiran sapi di dunia ini, karena menyediakan daging yg berguna bagi manusia, lalu menternakkannya dan mengkonsumsinya.
      Lalu kita juga harus menghormati sebagian umat Hindu, yg melihat bahwa sapi di analogikan sbg dunia penyedia kehidupan, sebagai hutan misalnya ; jika kita bisa hidup dari hasil hutan, tentu kita tdk boleh merusak hutan itu. Di bali analogi ini juga berlaku ; jangan pernah sekalipun menjual sawah saat padi sedang tumbuh karena itulah sumber hidupmu. Tetaplah hormat kepada mereka itu, walaupun kita tahu mereka masih mengkonsumsi daging sapi.Lihat Selengkapnya
      Minggu pukul 22:48 melalui seluler · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Suweta Nyomankita harus tau pula kenapa sapi diagungkan dalam Weda hal tersebut pastilah ada sebabnya…..lalu kenapa Dewi Sri di Bali sangat dihormati…..pastilah ada ada sejaranhya dan pengaruh sosialnya……

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Dwi Tumpenglalu bagaimana dengan kenyataannya di Bali banyak umat hindu yg jual lawar godel/sapi ?,,,setelah tiang tanya mengapa jual lawar godel/sapi,,,,jawabnya klo daging sapi boleh di makan tapi klo Lembu baru disucikan….bagaimana menurut anda…????

      16 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Putu Gede Putra Darmadidwi Tumpeng : itu kan pendapat mereka…..pendapat orang bs aja beda2…biar ga bingung gunakan 3 otoritas u menentukan Sadhu ( pergaulan dgn orang yg sdh menginsafi kebenaran yg tertinggi) Guru (mereka yg sdh mengabdikan hidupnya u mengajarkan ttg kebenaran tertinggi sastra ( kitab suci yg mengajarkan ttg kebenaran tertinggi) :)

      8 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Trimurti Pujahemm…

      8 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Putu Gede Putra Darmadi

      bingung?simpelnya gini…sy sdh postingkan bukti2 Weda yg menyatakan mengapa sapi itu disucikan oleh umat hindu…..so sikap kita sebagai orang hindu ya diterima karena weda mengatakan hal itu……kalo kita msh membandingkan dengan orang d…iluaran sana yg ga jelas asal usulnya n dpt ide mengeluarkan pernyataan dari mana?berarti kita msh meragukan pa yg dikatakan weda….lebih2 pembandingnya ga sesuai…..so pinter2lah mencari pembanding agar tidak terkesan meleehkan Weda :)Lihat Selengkapnya
      8 jam yang lalu · Suka
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: