Arsip untuk November, 2011

ketika kata hati kita berbeda dengan apa yang kita alami di dunia material,,apa yang kita lakukan?

ketika kata hati kita berbeda dengan apa yang kita alami di dunia material,,apa yang kita lakukan??
mohon pendapat…

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · Minggu pukul 14:50

    • Agung Komangarditakl bnar2 kata hati tdk akan ragu2 lg untk mngikutix krn kata hati adlh kbenarn ttp prlu hati2 apakh tlah bnar2 kata hati atau bagian dr pikirn kita :)

      Minggu pukul 14:54 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Dex Arya Agpsuksma…nah itu yang saya di buat bingung apakah ini benar kata hati apa masih bagian pikiran yang dalam !!! trus bagaimana cara kita menghadapi situasi jika kita ingin melakukan kata hati tersebut,tp situasi di sekitar sangat bertentangan??

      Minggu pukul 14:59 · SukaTidak Suka
    • Agung Komangardita

      kl msh bingung antra kata hati atau bkn..sbaikx dampingi dgn logika yg ddasari niat baik dn bhakti pd NYA. Mnggunakn hati tdk lpas dr tingktn/kualitas bhakti, hati br mulai dpt dpakai dgn jlas ktika Sinar Suci TUHAN mnyentuh, mmbrsihkn dn …mnguatkn hati dn proses2 ini nyata (saat Sinar Suci NYA mmbrkati dpt dsadari/drasa/dlihat sbgm Karunia NYA pd kita) untk dpt mmkai hati dperlukn lathn (olah rohani) dgn mngandlkn Sinar Suci Tuhan sbg plebur sgala kburukn, penerang dn sumber kkuatn bhakti :)Lihat Selengkapnya
      Minggu pukul 15:13 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Dex Arya Agpya saya paham magsud anda, smoga apa yg saudara berikan masukan akan membwa prubahan yg terbaik untuk saya..terma kasih….

      Minggu pukul 15:17 · SukaTidak Suka
    • Agung Komangarditacb br Gayatri Mantra dn mhn agar Sinar Suci TUHAN mmberkati hati dn dirimu agar djadikn sbgm yg sy tulis d atas dn brserah dirilah dproses..smoga dpt mmakai hati dlm hdp shari2. Blh tau tinggl d mana? Tlah ada klompok yg mmbantu ssama untk mmakai hati, free…

      Minggu pukul 15:22 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Ngurahdira Dira

      Kata hati, adalah kata Tuhan melalui relung hati terdalam, kata hati, berfungsi hanya sebagai saksi dari apa yang kita lakukan, kata hati mencatat semua perbuatan kita, kata hati cendrung tanpa pertimbangan apa apa karena dia merupakan kesa…daran murni. Berbeda dgn pikiran yang selalu dalam pertimbangan untung dan rugi, contoh suatu ketika saya berbohong pada
      anak saya demi kebaikan, kalau tdk berbohong maka sianak akan menangis. Ini berbohong demi kebaikan, itulah pertimbangan pikiran saya, padahal disaat saya berbohong hati saya merasa bersalah,karena ketika berohong saat itu pula saya telah mengingkari kebenaran kata hati saya. Jadi menurut saya membedakan kata hati dan pikiran
      Sangat mudah, karena kata hati setiap manusia tidak ada bedanya itulah kebenaran sesungguhnya.

      ,

      ,Lihat Selengkapnya

      Minggu pukul 15:34 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Agung Komangarditapd tingkatn lanjut penggunaan hati mk otak tdk lg brpikir, otak hny sbg penggerk tbuh fisik, spenuhx hati sbg kontrol ssuai Kehendak TUHAN..pd tingktn inilh sseorng mncapai Samadhi…

      Minggu pukul 17:26 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Apotek Bali Perdana‎..Suara Hati Janganlah Pergi…( Iwan Fals )

      Minggu pukul 17:28 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Agung Komangarditahe..he..dia tdk prnh pergi ttapi kitalh yg mnutupix dgn smpah2 emosi2 negatif napsu dn ambisi pd dunia..cb smua itu dbersihkn mk kata hati, mata hati trnyata sll mmbimbing kita…:)

      Minggu pukul 17:41 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1

seandainya ada umat lain yang hijrah kehindu, apakah ia harus ikut berorganisasi adat bali?????

Putu Arta

Saya pernah berpikir seperni ini, seandainya ada umat lain yang hijrah kehindu, apakah ia harus ikut berorganisasi adat bali?????

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · Minggu pukul 13:36 melalui seluler
  • Ketut Winasa menyukai ini.
    • Agung Komangarditastahu/pngalmn sy, ya hrs msk bnjar adat krn ikatn suka duka amat kuat kl g msk bs repot dlm yadnya krn hrs mlibatkn anggota umat lain/ngayah, bhkn prnh sy dengar ada sawo yg tdk d trima d setro banjarx krn gak ikut mesuka duka…

      Minggu pukul 13:47 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Putu ArtaPak agung komang ardita@ kalau konsep ber-adat-nya seperti bapak sebutkan diatas kayaknya mempersempit hindu, karena kemungkinan yang mau masuk hindu bukan orang bali saja. Saya suka dengan adat bali bagi saya adat bali memiliki banyak hal yang unik. Namun saya memandang yang mana adat dan yang mana agama dgn sewajarnya.

      Minggu pukul 14:02 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Agung Komangarditaya, jadix brat orng luar mau msk, yg d dlm sj bnyk yg loncat, yg sy ungkpkn ini realita krn sy ikut dlm mbanjar..tlah ada kbijakn dr PHDI untk mmbuat tmpt kremasi (ngaben) umum dn dah ada umat yg nyumbang lokasi (sy d tgskn ngurus administrasix) tp dtentng olh umat yg lain/mayorits..akhrx g jd, hal ini mmprihatinkn tp ini realita d masyarkt kita (lingkungn sy) sy brharap ada praikan dr Pemimpin2 dn Tokoh2 kita

      Minggu pukul 14:12 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Putu Arta Ya… Saya orang orang kecil yang mencintai hindu dan ingin berkreasi tanpa meninggalkan warisan budaya bali tapi…………………………………………

      Minggu pukul 14:23 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Agung KomangarditaSdrku Putu Arta, bisa jg untk kgiatn kita dlm kluarga kt minimalis lbh k tatwa (kurangi sarana) d lingkungn sy ini dbolehkn, kl kgiatan brsama d banjar kita ikuti polah palihx, sy yakin suatu saat akn trbntuk Hindu yg ideal sbgm inti Ajaran Hindu

      Minggu pukul 14:41 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Ngurahdira Dira

      Yang patut disyukuri sebetulnya Hindhu ajeg di Bali karena adat Bali yang begitu kuat, cuma ada dibebrapa desa adat yg aturannya perlu diperlunak, masalah orang luar masuk hindhu itu tergantung didaerah mana dia tinggal kalau di Bali sebaik…nya masuk adat saja, karena hal itu akan mempernyaman
      Sipendatang baru itu, masalah loncatnya hindhu keluar hindhu, itu hanya masalah iman saja. terkadang ada yang masuk agama lain mengaku ngaku alasan adat, padahal karena dia diimingi bantuan ekonomi, banyak hal seperti itu kok. Hindhu terlahir di India, sudah pasti awalnya penduduk India semua hindhu. Tapi sekarang ratusan juta Orang India jd muslim itu karena adatakah?? Bukankah adat India tidak ruwet? Bukankah Hindhu India terdiri dari banyak sekte yang konon dalam pelaksanaan agamanya praktis?
      Lalu kenapa banayak yang keluar Hindhu di India?

      ,Lihat Selengkapnya

      Minggu pukul 14:49 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Apotek Bali PerdanaMenurut Tyg semuax tergantung Desa Kala Patra..Spt di Kota Kendari, sebagian umat Hindu tdk mebanjar dan tidak ikut suka duka adat Bali karena sebagian adalah pendatang yg sudah ikut beradat di desa atau malah tidak ikut beradat dimanapun sama sekali. Mereka tetap ke Pura kami, Pura Jagaditha untuk sembahyang. Kami semua memaklumi dan menghormati pilihan2 Umat tsb.Shanti

      Minggu pukul 17:54 melalui seluler · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Agung Komangarditawah salut untk Umat d Kendari..

      Minggu pukul 18:12 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Wayan Kandiasebagai makhluk sosial agama apa pun pasti terikat dg organisasi sosial…. banjar, desa adat, desa dinas,,, RT, RW dst… sesungguhnya adat bali ga benar mengekang, membatasi karier,,,… sy buktinya…. lima belas tahun lebih jd prajuru adat malah… tp sy tetap bisa berkarier… ga dihambat, koq….( sy tetap bisa ngajar, bisnis, dan kuliah lg)….

      Minggu pukul 18:31 · SukaTidak Suka
    • Putu ArtaMaksud Postingan diatas tidak membahas mengekang atau tidaknya adat bali tapi bisakah adat bali mengayomi semua masyarakatnya tanpa mencampur aduk keyakinannya!!!

      Minggu pukul 19:06 melalui seluler · SukaTidak Suka · 2

sampai sebatas mana anak muda harus belajar agama hindunya?

Darma Suryawan

saya ingin bertanya, sampai sebatas mana anak muda harus belajar agama hindunya?
apakah sudah harus belajar tentang jiwa dan hal – hal rohani?
mohon pendapatnya.

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · Minggu pukul 16:52

    • Apotek Bali Perdana‎..Long Life Education Bro..

      Minggu pukul 17:22 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Bhakti Manawa Wedanta menyukai ini.
    • Agung Komangardita

      Catur Asrama: ms brahmacari yg mrupakan tingktn prtama seorang anak hrs mndptkn pndidikn slain pnddkn umum trutama pnddkn/olah rohani sbg bekal tingktn slanjutx shingga Catur Purusa Artha trcapai. Kl nonton film Ramayana, dcritakan Rama dn …Sdr2 Nya d masa kcil blajar d pasraman sampai dpt mncapai dr sjati Nya brlah kembali k Ayodya, brgrahastra dst..jaman skr sdh tdk dmikian lg, mkx kmrosotn moral dn manusia smakin jauh dr TUHAN, tp tdk trlambat untk mulai dr diri kita..:)Lihat Selengkapnya
      Minggu pukul 17:36 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Agus Satyawan

      Tentu umur bukanlah batasan sampai dimana seseorang untuk belajar agama. .!
      Yang membatasi adalah seberapa ingin dan seberapa besar manfaat yg ia peroleh dengan mempelajari dan memahami agamanya.
      Pemahaman ttg jiwa dan kerohanian akan memp…ermudah pemahaman srada dalam Hindu.
      ‘Guru akan muncul ketika kita sdh siap’ . Jadi siapkanlah diri sedini mungkin, maka secepat itulah guru akan hadir, bisa orang tua, teman, atau peristiwaLihat Selengkapnya
      Minggu pukul 19:05 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Darma Suryawanwah bagus sekali, terimakasih penjelasannya. Kini saya tak ragu lagi untuk mulai mengenal tentang ajaran jiwa, rohani, dan ketuhanan. karena selama ini banyak sekali pendapat yang saya dengar kalau anak muda ngga cocok belajar sampai segitunya, harus nunggu “cukup umur” dulu.

      21 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Agung Komangarditaskedar sharing: sjak kcil/SD sy dah mrindukn TUHAN dr dlm hati, lalu umur 20thn mulai blajar yoga, blajar rohani yg bnar, tdk brefek samping krn itulh 7an klahirn kita, tbuh kita ini kan pmbungkus sj yg tlah brganti2 bnyk x, smoga mnemukn jln/cara yg tpat :)

      21 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Darma Suryawantrimakasih pak agung, atas sharingnya…sangat bermanfaat

      21 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Ngurahdira Diradiajari ttg rohani pada anak anak itu bagus, cuma pemahaman kesadaran anak dan orang dewasa tdk sama, kalau saya sendiri terpenting Trikaya Parisuda dan Tat Twam Asi itu dipahami. Kalau yang dua ini telah Terlaksana maka sudah mencakup semuanya.Bagai mana orang bisa melenceng dari Dharma kalau telah melaksanakan kedua hal tersebut??

      21 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Agung Komangarditabtul, perlu Guru yg tlah dpt mmhami jiwa untk mmbimbimng agar tpat dosis dn kurikulumx ssuai keadaan siswax, dlm pngalman sy, sseorng yg tlah mncapai dr sjatix tau yg trbaik untk orng lain mlebihi yg orng tsb tau tntng dirix sndri :)

      20 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Yasoda PutraKematian akan segera datang… entah kapan itu… kehidupan manusia sangatlah jarang… mungkin harus melalui beribu2 penjelmaan baru seseorang mendapatkan badan sebagai manusia lagi… manfaatkanlah waktu yang sedikit ini untuk menambah Tabungan bhakti… agar cepat2 kembali kepada TYME… tidak kembali ke dunia fana ini… yang penuh penderitaan, kelahiran, kematian, usia tua dan penyakit…. :)

      20 jam yang lalu · SukaTidak Suka
  • Tulis komentar…

Kehadiran sampradaya dimasyarakat banyak menghadirkan kontra versi

Putu Arta

Kehadiran sampradaya dimasyarakat banyak menghadirkan kontra versi, dan banyak diantaranya yang lebih memaklumi orang meceki ketimbang kegiatan yang dilakukan kelompok sampradaya….

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · Sabtu pukul 8:06 melalui seluler
    • KoMang AgUs SubeRatamungkin orang meceki lebih bisa di ajak bermasyarakan ketimbang para sampradaya,, mungkinnn!!!!!sampradayapa

      Sabtu pukul 8:12 · SukaTidak Suka
    • Sudiana NyomanKarna orang2 yang meceki atau kegiatan lain tidak pernah merasa paling benar, paling suci dan merasa berhak menghakimi orang lain atas nama Tuhan sehingga menimbulkan gesekan/disharmoni dimasyarakat sementara sampradaya ada yang begitu.

      Sabtu pukul 9:18 · SukaTidak Suka
    • Ngurahdira Dira Karena disini Ego yang menonjol ketimbang kebenaran itu sendiri. Contohnya penghoby mececeki tidak mau yang dilakukan itu dilaran hukum dan agama, sementara sampradaya tidak sadar dalam melaksanakan dharma telah membawa tradisi India ke indonesia padahal hindhu di Indonesia telah nyaman berkembang sesuai daerah masing masing. Harusnya kembangkan hindhu
      Di Indonesia sesuai adat dan tradisi daerah,

      Sabtu pukul 9:42 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Igpb Paramajayakenapa ya di negara2 yang agama dibebaskan tidak diatur oleh kementrian seperti di Indonesia, kok hal2 begini tidak pernah jadi masalah ya. Kok semakin diatur semakin menimbulkan masalah ya? Apanyayang salah ya? :)

      Sabtu pukul 10:30 · SukaTidak Suka
    • Ngurahdira Dirajustru akibat masayarakat yang belum siap dalam deokrsai,,

      Sabtu pukul 10:34 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Suweta Nyomansemua ajaran dalam hindu baik, hindu di bali ataupun sampradaya sangat baik, yang tidak baik itu menjelekan orang lain…..apalagi agama sendiri…..

      Sabtu pukul 12:17 · SukaTidak Suka · 4Memuat…
    • Ngurahdira Dira‎@. Suweta Nyoman : pas sekali itu saya setuju, semua baik, yang tidak baik adalah mersa paling baik dan saling benar dan selalu mempertentangkan kebenaran, padahal sesunggunya semua itu sama,,

      Sabtu pukul 12:40 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Made WardhanaKalo bicara Hindu tentu dasarnya weda, sayangnya weda diturunkan di India. Jadi sebenarnya ga ada Hindu India ato Hindu Bali. Hindu ya hindu

      Sabtu pukul 17:20 melalui seluler · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Putu ArtaPak ngurah dira@ tentu saja sistem agama yang ada seperti contohnya budaya bali tidak mampu memuaskan umat dlm pencariannya, saya bukan anggota salah satu kelompok sampradaya yang ada, tapi saya gk merasa terusik dengan kehadirannya. Apalagi sampai mencekalnya dengan berbagai cara. Kalau bisa tlg sebutkan contoh yang bapak maksud budaya india itu!!!

      Sabtu pukul 18:00 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Ngurahdira Dira‎@Gusti Ngurah Sumiarsa,: ya saya sendiri juga tidak merasa terusik pak, cuma disisni saya mengomentari status bapak sendiri. Contohnya pakaian adat sari, apa ada budaya Bali atau Indonesia yang memakai sari? Terus yang kedua saya punya teman sampai keluar sendiri dari desa adat karena konon tidak cocok sama adatnya sendiri??

      Sabtu pukul 19:32 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Putu ArtaKalau masalah pakaian saya no comen karena tidak terlalu paham, tapi kalau yang keluar dari adat dan mengatakan tidak cocok dgn adat bali mungkin seperti ini adanya: Kita semua tau bahwa hindu yang dianut adat bali memiliki kerangka tersendiri yang mengusung konsep trimurti dan lain sebagainya, dan waisnawa dengan konsepnya sendiri begitu juga sampradaya lainnya mungkin punya konsep yang berbeda. Tentu saja semuanya tidak bisa disamakan satu dengan yang lainnya. Karena adat tidak memberi ruang pada konsep lain makanya dia tidak cocok dgn adat. (tidak memberi ruang diatas mohon jgn diartikan dilarang)

      Sabtu pukul 19:50 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Goesti Alit SwastikaJika Hindu di Bali sudah punya aturan adat yg jelas, kenapa mesti mempermasalhkan Hindu yg tdk menggunakan adat Bali??agama lain aja diterima di Bali, lalu kenapa sesame Hindu ga saling nerima?? Apa jika seorang saudara pake cln pendek, tp sodara yg lain pke cln pjg, lalu yg pke cln pjg ga dianggap sodara???

      Sabtu pukul 20:39 · SukaTidak Suka
    • Putu MuditaSampradaya atau aguron-guron istilah Balinya, tidak ada yg salah malah itu perlu. Yg menjadi salah ketika mereka menjadi silau sehingga mulai memunculkan salah dan benar terhadap kelompok lain.

      Sabtu pukul 21:06 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Agus SatyawanKebenaran mungkin tdk perlu pengakuan, tapi ia memerlukan persepsi yg baik agar bisa diterima.

      Sabtu pukul 21:22 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Ngurahdira Dira‎@Gusti ngurah Sumiarta : ya mungkin itu buat bapak2 yang tingkat kesadarannya mungkin lebih dari yang lain, jujur saya sendiri tdk pernah mempermasalahkan, orang mau menganut agama apa, terlebih lagi masih dalam satu wadah hindhu,, bagi saya sendiri tidak ada salahnya orang mencari bentuk kebenaran, tapi masyarakat Bali kan bukan hanya saya dan bapak he he he,,

      Sabtu pukul 21:44 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Gede Parwatamungkin yg dimaksud disini HK ya?? Kalau saya jujur kurang sreg dengan HK, kurang bisa menerima desa kala patra. Dan fenomena yg terjadi saat ini adalah budaya Hindu – Bali yg ada di Indonesia coba dikonversi oleh Islam, Kristen dan belakangan HK. Saya akan sangat salut jika HK mengkonversi umat dauh tukad untuk ikut aliran mereka. Para sampradaya HK sebaiknya coba jualan ajaran pada komunitas dauh tukad tentu kalau kalian HK memang benar faham akan ajaran Hindu yg ”benar” lawan mereka debat lalu konversi mereka.

      Minggu pukul 1:31 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Made WardhanaKenapa baju dipermasalahkan. Di Kuta banyak pake bikini koq nyaman2 saja. Spti di Jawa baju ke masjid beda dgn pakaian menghadiri orng nikah, jadi tolong bedakan antara budaya/adat dgn agama. Agama adalah ajaran ttng Tuhan, ciptaanNya dan hukum2alam yg dilaksanakan dlm kehidupan se hari2. Budaya merupakan hasil budi daya ciptakarsa manusia. Jadi sangat berbeda. Kenapa orang yg melaksanakan amanat weda (ajaranagama) dikontroversikan, sedang meceki, orang minum alkohol dll aman2 saja. Kita yg sebenarnya kurang mau belajar.

      Minggu pukul 6:04 melalui seluler · SukaTidak Suka · 4Memuat…
    • Made WardhanaDgn adanya HK skarang banyak orang dauh tukad, istri yg tadinya non Hindu menjadi sreg dgn sampradaya yg notabene dasar ajarannya jejas yaitu Bhagavangita, susila/etika jelas maksudnya ada rambu2dlm hidup ini yg mesti dijauhi. Upacara juga sama2 memakai bunga, air, dupa, buah. Apa sih yg di asalkan, suksme. Astungkara

      Minggu pukul 6:10 melalui seluler · SukaTidak Suka · 6Memuat…
    • Fajarini ManuabaTyg setuju dg Pak Made Wardana@ Sebagaian masyarakat adat kita ‘berstandar Ganda’ dan Paranoid melihat perbedaan diantara kita padahal masih jalan dijalan Hindu, kalo ‘nyame dauh rurung’ lain lagi standarx..Ayo sapa berani jujur mengakui itu?

      Minggu pukul 12:11 melalui seluler · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Suweta Nyomanhindu sprti mata air, ktika brjalan akan berbeda rasa dan warna tapi nanti akan bermuara pd sumber yg sama ytu samudra.

      Minggu pukul 12:38 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Igpb ParamajayaSaya gunakan analogi aliran sungai ini untuk mengerti bahwa sejalan dengan aliran waktu, air yang begitu munri dari mata air itu kemudian mulai tercemar dengan berbagai kotoran dan sampah yang dihasilkan oleh penduduk yang tinggal disepanjang sungai. Tidak lain adalah pemikiran2 manusia sendiri yang kemudian mengotori ajaran murni dari Para Avatar/Utusan Tuhan YME. Kemudian diberi label yang berbeda dan menimbulkan berbagai perpecahan. Memang semuanya mengalir ke lautan, tetapi seharusnya kita cari air yang murni dari mata air. Dan kemurnian dan kebenaran sejati dari ajaran mula Tuhan YME itu hanya bisa dikenali oleh Hati Nurani kita, Inti dari Atman kita yang ada di dalam hati setiap mahluk yang punya Atman. Artinya, seyogyanya dengan Hati Nurani kita sadari ajaran2 murni dari Tuhan dan melepaskan semua konsep/ide/pemikiran yang tidak sejalan dengan Kehendak Tuhan YME. Semoga semakin banyak mahluk yang menggunakan Hati Nuraninya dengan benar untuk mengenali Kebenaran Sejati, Kehendak Suci Tuhan YME dan berkenan melepaskan semua pengetahuan yang sudah diperolehnya untuk hanya menjadi buku kosong yang siap ditulisi hanya oleh Kasih Sayang Tuhan saja.

      Minggu pukul 13:00 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Putu ArtaDalam memilih seharusnya mengklaim ajaran yang ini benar dan yang ini sesat, biarkan setiap orang memilih jalannya sendiri selama tidak membuat keonaran dan merugikan orang lain. hanya TUHAN dan orang2 tercerahkan mengerti kebenaran sejati.

      Minggu pukul 13:18 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Agung Komangarditamemang susah mnyatukn ritual antr Sampradaya mkx Maha Sabha 5 thn yg lalu dspakati bhw PHDI mngayomi smua Sampradaya yg brdasarkn Weda dn dpt mmbentuk banjar adat sndri dgn min 25 kk anggotax..jd ttp 1 dlm pngayomn PHDI (sbg Umat Hindu) wl brbeda2 ritual (klmpk adat)

      Minggu pukul 13:21 melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Putu ArtaMasalahnya adalah dijaman sekarang dimana banyak orang bali yang tidak satu pandangan dalam melihat hindu, sementara organisasi adat masih menyatu dengan organisasi pura. Hal inilah yang sering menimbulkan anggapan bahwa seseorang tidak cocok lagi dengan adat tersebut, dimana mereka merasa kegiatan keagamaan mereka tidak diayomi oleh adat dan mereka harus mengikuti kegiatan pura adat, sementara mereka sudah punya tata cara tersendiri…..

      Minggu pukul 13:47 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Agung Komangarditaya dlm aturn Maha Sabha mnurun k Loka Sabha, dgn min 25 kk blh bntuk adat trsndiri dgn pura/tmpt suci dn setro trsndiri jg jd tdk akan brtentngn lg dgn adat/tata cara yg lain (bgtlh yg sy tau krn sy prnh jd ktua Parisadha ds) jd aturn main yg baik sdh ada…(untk lbh jlas, sbaikx konsultasi dgn pengurus PHDI stempat)

      Minggu pukul 13:55 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Sudiana NyomanNah..kelihatan kan, bukan Hindu ( contoh kasus di Bali) yang tdk menerima sampradaya tapi segelintir sampradaya ada yg tdk menerima Hindu dibali karna dianggap Hindu bali sudah TERCEMAR seperti kata igpb Paramajaya . Ayoo ngaku dengan jujur bahwa Hindu di indonesia salah kaprah…karna agama dan spiritual kejujuran penting….

      Minggu pukul 14:58 · SukaTidak Suka
    • Putu ArtaPak nyoman sudiana@ kalau masalah filsafat saya tidak terlalu mengerti dan tidak berani banyak comen, postingan saya ini lebih menitik beratkan bagaimana memened perbedaan.

      Minggu pukul 17:00 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Putu MuditaYang perlu difikirkan bagaimana kelompok sampradaya dapat dimanfaatkan guna memperkuat pemahaman tentang Hindu. Jika Ada sampradaya menggerogoti induknya sendiri maka ia bagaikan kacang lupa akan kulitnya.Budaya Hindu akan kembali kepada yang lampau dan terus berubah, suatu saat pada zaman tertentu akan kembali juga kepada budaya seperti saat ini, essensi dari Hindu tetap tp budaya yg berubah.

      Minggu pukul 19:24 · SukaTidak Suka
    • Agung Komangarditasy spedpt Sdr Putu, bagi sy tdk ada Sampradaya yg mnggrogoti indukx yg ada adlh keingin agr orng lain mngikuti tata cara yg dyakinix sbg yg trbaik, kl pola pikir kita lbh mngutamakn bhakti mk tdk ada mslh.. kan kita msh sama2 dlm Agama Hindu, hnya prlu lbh santun sj dlm prgaulan agar tdk mruncingkn prbedaan, jd mnurut sy tdk sharusx ada prasangka antar Sampradaya (bagi sy stiap klompok dlm Agama Hindu adlh Sampradaya hnya sj ada yg dominan ada yg sd brkemang) urusn bhakti adlh kyakinan.. jd stiap orng akan mngikuti kyakinanx, jd marilh kita ngaturang bhakti ssuai kyakian masing2 dgn kasih sayang pd ssama yg mrupakan prujudn/ritual nyata bhakti kita pd Hyang Widi, salam santi :)

      Minggu pukul 19:46 melalui seluler · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Komang Sumiarsa Putu Arta
      Kalau masalah pakaian saya no comen karena tidak terlalu paham, tapi kalau yang keluar dari adat dan mengatakan tidak cocok dgn adat bali mungkin seperti ini adanya: Kita semua tau bahwa hindu yang dianut adat bali memiliki kerangka tersendiri yang mengusung konsep trimurti dan lain sebagainya, dan waisnawa dengan konsepnya sendiri begitu juga sampradaya lainnya mungkin punya konsep yang berbeda. Tentu saja semuanya tidak bisa disamakan satu dengan yang lainnya. Karena adat tidak memberi ruang pada konsep lain makanya dia tidak cocok dgn adat. (tidak memberi ruang diatas mohon jgn diartikan dilarang)

      Kemarin pada 4:50 · Suka

      Hehehe….. Dari sini sudah nampak jelas apalagi melihat kenyataan di lapangan, di Bali apapun kepercayaannya, apapun keyakinannya dan apapun alirannya pasti diberikan kebebasan serta ruang untuk bertumbuh (ini fakta) akan tetapi, seiring berjalannya waktu (mungkin karna merasa bahwa apa yg dijalani adalah kebenaran), penganut sekte2 tertentu malah menjauhkan diri dari segala macam adat, budaya dan ranah sosial lainnya(ini juga fakta) jadi, berdasarkan hal ini sudah sangat jelas dimana letak masalahnya. Akan tetapi, menyimak pembicaraan di atas, kok fakta dibolak balik ya? Mengatakan Bali (umat hindu dengan adatnya) yang menjauhi para penganut sekte2 tertentu? Hehehe…. Lucu sekali, maling teriak maling.

      Disini saya tidak sedang menghakimi ataupun mencari kesalahan2 seseorang akan tetapi, saya hanya menyajikan fakta yg terjadi. Tapi sudahlah saya tak mempermasalahkan anda mau berbicara apa, toh juga kebenaran tak menjadi milik seseorang. Satu pesan saja; hati2 dan lebih bijaklah dalam melihat suatu situasi ;)

      Minggu pukul 19:55 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Ngurahdira Dira Saya tidak anti sampradaya, akan tetapi saya selalu berharap bahkan berdoa semoga orang orang Bali tidak melupakan adat, bagaimanapun adat Bali telah ratusan Tahun mampu mengawal ajaran weda ini, namun demikian saya juga tetap berharap kedepannya agar tradisi upacara bisa disederhanakan, di India saya lihat dengan banyaknya sampradaya, ternyata ratusan juta juga penduduknya menganut agama islam, itu artinya ternya kepraktisan
      Dalam menjalankan dharma tidak mampu menahan kepindahan umatnya ke agama lain.

      Minggu pukul 20:19 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Ngurahdira Dira ‎@komang sumiarsa : pas sekali itu mang kenyataan fakta dalam pembicaraa ini dibalik, tidak pernah adat tidak memberi ruang gerak, justrua yg bersangkutan yang menjauhkan diri dari adat
      ,

      Minggu pukul 20:37 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Putu ArtaPak komang sumiarsa@bila mana beberapa masyarakat dlm organisasi adat mendirikan tempat peribadatan sendiri sesuai dengan harapannya namun dia masih harus ikut mengurus kegiatan dipura padahal dia sudah punya tempat beribadat dan tata cara tersendiri, kalau ngk mau ikut berartii harus keluar dari adatkan. Ini yang saya maksud tidak memberi ruang.

      Kemarin jam 2:24 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Komang SumiarsaHehehe…. Sangat simple. Anda tidak mau mebanjar, anda juga tidak mau kepura debgab alasan sudah memiliki tempat sendiri. Ya silahkan lanjutkan, saya pikir banjar tidak melarang sama sekali, itu merupakan hak pribadi anda. Trus masalahnya apa? Jangan suka mendramatisir keadaan dengan mengatakan adat bali tidak bersahabat dan semacamnya, cobalah tanyakan kedalam diri anda sendiri. Sudah seberapa jauh anda bijak dalam menjalankan sesuatu yang anda yakini.

      22 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Fajarini Manuabaadat bali dan sampradaya tidak pernah ada masalah, kalaupun kemudian menjadi masalah karena adaknum2 umat Hindu ‘Keblinger’ menganggap itu sbg masalah dan dgn mudahx ‘kita’ menggeneralisir sbg ‘masalah’..

      22 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Putu MuditaYang pasti kita harus siap menerima perubahan, apapun wadahnya tetap pada essensi Hindu. Persoalan adat adan sampradaya jgn sampai menyeret Hindu ke hal negative

      19 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Igpb Paramajaya Yang terasa aneh adalah….ada yang bilang kacang lupa akan kulitnya…sementara Hindu di Bali itu rasanya ada pengaruh juga dari Hindu dari India…lalu berpadu dengan Adat dan budaya asli, jadilah Hindu Bali….makanya…sebaiknya sih Hindu Bali ya tetap Hindu Bali….sampradaya..biarkan saja….kalau yang satu berusaha merubah yang lain..nah itu baru yang perlu diatur….tapi saya bingung untuk apa sih merubah agama/kepercayaan orang lain? Dapat pehala masuk surga ya? Kata siapa? Kalau TuhanNya SATU dan SAMA, kenapa Tuhan kok seperti mengatakan yang ini lebih baik dari yang itu? Aneh kan logikanya. Yang benar ya manusia itu bikin pembenaran, lalu mengatas namakan Tuhan. Masa Tuhan YME bikin kontes antara umatnya? Rasanya yang benar adalah manusianya bikin2 cerita sendiri…. :)

      19 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Putu Mudita‎@Igpb Paramajaya, maaf sy yg komen “spt kacang lupa akan kulitnya” maksud kalimat tsb, jika ada sampradaya berkembang saat ini di Bali, maka dia tdk boleh begitu sj melupakan serta melepas budaya asalnya yaitu Bali. Kecuali dia hidup di wilayah dan budaya lain silahkan sj tp tetap sj mengacu pada budaya lingkungannya. Mengenai Hindu yang ada skrg di Bali juga dibangun oleh banyak sekte (sampradaya) dan digabung menjadi 3 oleh Mpu Kuturan. Jadi kita sekarang ada dominan dengan sekte Siwa Sidanta didukung kuat oleh sekte yg lainnya. Sekte dan sampradaya ada kesamaan dan bisa sama persis.

      19 jam yang lalu · Suka

Sapi dibantai diseluruh dunia setiap IdulAdha, Green Peace malah ‘Sakit Gigi’ ?

Bhakti Manawa Wedanta

Saat Penyu dipakai sesajen di Bali, aktivis lingkungan spt Green Peace bereaksi keras, tapi saat Sapi dibantai diseluruh dunia setiap IdulAdha, Green Peace malah ‘Sakit Gigi’ ?

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · Minggu pukul 11:32 melalui seluler
    • Nyairatu CengcengkebesMungkin udah dapat sogokan…..triiiiing…

      Minggu pukul 11:35 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Mahaa Nikomangsaya pernah membaca salah satu artikel,, saat jaman kali yuga,, sapi2 banyak dibantai oleh manusia,, dmn ada pembantaian sapi dsn akan ada ke hancuran…, maaf saya hanya membaca di artikel… benar atau salah saya tidak tahu,..

      Minggu pukul 11:43 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Totok MargionoKarena dg iming2 sapi yg disembelih bs masuk sorga, knpa ya kok dk belih org aja biar jg masuk sorga

      Minggu pukul 11:43 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Sudiana NyomanKalau tdk salah karna sapi bukan binatang langka yang dikwatirkan punah sedangkan penyu dikwatirkan punah.

      Minggu pukul 11:46 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Agung Komangarditapenyu dilindungi krn rawan punah, organissi sprti Green Peace brtujuan mnjaga klestarian alam (bagian dr Tri Hita Karana) patut kt dukung krn rusakx lingkungn akn mmbhyakn klangsungn hdp generasi pnrus, yg paling mngancam punahx penyu adlh untk konsumsi sd untk upakara tidak sbrapa, jd prlu komunikasi antra Pimpinan Agama kita dgn Green Peace, jd bs peace smuax… :)

      Minggu pukul 11:49 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Fajarini ManuabaAPakah membantai sapi berjuta2 ekor dlm sehari tdk menggangu keseimbangan alam dan lingkungan ?

      Minggu pukul 11:58 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Dwi Arsawidanticuma kurang komunikasi aja antara greenpeace n pemuka agama kita.. mrk pasti ngerti kok

      Minggu pukul 12:02 · SukaTidak Suka
    • Agung KomangarditaSdri Fajarini, kl pembantaian sapi dikaitkn krn sapi d anggap sbg hewan suci, tntux g nyambung kl dkaitkn sgn aktifitas Green Peace…bs jg dbntuk organissi perlindungn sapi untk mncegah konsumsi daging sapi :)

      Minggu pukul 12:07 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Dwi Arsawidantisapi itu kan diternakan dan populasi cenderung cepat jadi mrk gampang membiakkannya kembali.. tapi kalo penyu itu susah.. dari ribuan telur yg menetas paling yg selamet cuma 1-2 ekor.. itu lah makanya mereka ribut kalo kita pake penyu.. nah skrg tinggal kita yg udah pake penyu buat banten pun harus buat penangkaran penyu supaya mrk gak punah..

      Minggu pukul 12:14 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Komang Sugitha PinatihTolak ukur GP adl krn ‘kelangkaan’ penyu yg hampir punah,bukan dari sudut agama tertentu. GP sebuah LSM indipenden bukan LSM agama…hehe. Disamping itu kita di Bali baru sebagian kecil yg tau ato militan ttg keagungan sapi. Malah banyak yg ngaku jro mangku msh mengkonsumsi daging sapi. Mmg tugas kita brsama unt saling mengingatkan. Memang miris melihat pembantaian sapi sekalipun atas nama agama ato qurban…tks.

      Minggu pukul 12:16 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Buana TasaheanoMungkin Green peace sakit gi2 ulian liunan mkn daging hehe….z kira bnar spt tmn2 blng prlu ada pjelasan dr segi spiritualx oleh pihak qt kpd GP tentang penyu dgunakn pd sesajen…ttp sharusx GP maupun dr kalangn non Hindu mngerti memang, dgn adax bax ritual kelestarian dan kseimbangan alam tjaga…nyatax qt msh setia menanam, memelihara dan mngembangkn kbutuhan ritual i2 dgn tdk smata2 hax tuk ksenangan lidah…

      Minggu pukul 12:27 · SukaTidak Suka
    • Ngurahdira Dirapenyu politasnya sudah hampir punah, sementara peternak sapi semangkin berhasil meningkatkan produksinya sehinga kalau dibantai seribu perharipun diseluruh dunia sapi tidak akan langka, disamping itu mengembang biakan penyu jauh lebih sulit ketimbang sapi,namun demikian bukan berarti saya setuju dan mendukung pembantian itu, karena saya sendiri tdk pemakan daging.

      Minggu pukul 12:38 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Ngurahdira Diradiatas salah ketik maksud saya popolitas.

      Minggu pukul 12:40 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Ketut AgungGreen peace sudut pandangnya beda tentang penyu, yg penting kita sebagai umat hindu bagaimana mensosialisasikan kaagungan sapi unt umat. Sehingga masyarakat hindu jadi tahu.

      Minggu pukul 12:54 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Sudiana Nyomanmungkin sudut pandang green peace Material sementara yg tidak setuju sapi dipotong melihat dari segi rohani jadinya jaka sembung bawa senapan..xixii

      Minggu pukul 15:03 · SukaTidak Suka
    • Made Sugamayasa Betu…betul….betul……

      Minggu pukul 15:49 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Dheny Kenzhu gmna gk mw bantai sapi, krn dri kecil udh d’kasi susu spi jadi kedoyanan dech ma sapi !
      wkwkwkwk….:-D

      Minggu pukul 16:25 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Ngurahdira Diratidak saja sapi yang agung, tetapi semua mahluk dan ciptaaNya

      Minggu pukul 16:29 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Suweta Nyomankarena bagi green peace daging penyu haram….daging sapi halal……

      17 jam yang lalu · Suka

apakah orang tidak perlu lagi ke pura?

Pasraman Santikadharma

Brahman Atman Aikyam ( sesungguhnya brahman dengan Atman itu satu jadi apakah orang tidak perlu lagi ke pura atau mencari tempat suci untuk memuja Sang Hyang Widhi karena sesungguhnya Sang Hyang Widhi sudah ada dalam diri kita sendiri ingat konsep Atheisme

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · 17 jam yang lalu dekat Kota Malang

  • 9 orang menyukai ini.
    • Ngurahdira Diraampura, tiang tdk begiti memahami kondep Atheisme,,

      17 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Dex Arya Agpmemang benar Tuhan itu ada dalam diri kita dan ada dimana-mana,kita memang tidak perlu mncari tapi hanya perlu menyadari itu semua. dalam buku agama Hindu, disebutkan bahwa pura di ibaratkan seperti puting susu sapi.,dimana walaupun di setiap bagiantubuh sapi terdapat susu tapi hanya mampu keluar dari puting tersebut. begitu juga bagi orang awam pura merupakan tempat termudah untuk mereka dapat berhubungan dengan Tuhan. Namun untuk untuk orng yang bisa menyadari hakekat dirinya sebagai bagian dari Tuhan maka mereka akan mampu menemukan Tuhan dimanapun dia berada…

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Agung Komangardita menyukai ini.
    • Nengah Suryathakita sering terjebak dengan pemahaman tersebut, misal jika Tuhan ada dalam diri berarti untuk menyenangkan Tuhan dengan menyenangkan diri sendiri?

      16 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Ngurahdira Dira ‎@Nengah Suryata, sebenarnya menyenangkan diri berarti memuaskan Tuhan, ungkapan seperti itu betul sekalai cuma menyenangkan diri dalam hal ini yang dimaksud bukanlah menyenangkan diri dalam bentuk keinginan indra dan raga seperti ini, namun lebih memandang diri ini, sebagai diri sejati, atau sang diri. Dgn mengenali sang diri, terlebih kalau mampu memberikan kesenangan dgn cara membebaskan sang diri dari keterikatan duniawi, maka dengan begitu artinya kita sudah memuaskan Tuhan.

      ,

      15 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nengah Suryathamemang mestinya begitu pak belajar dari mitos raja yang mengganggap seperti diatas makanya ada aliran menyenangkan semua indria sepuas2nya berarti menyenangkan Tuhan, tentu hal ini bagi tyang juga tidak tepat….

      15 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Ngurahdira Diraya tiang juga pernah mendengarnya, akan tetapi tiang tdk pernah babaca sumber buku aliran tersebut, sehingga tiang tdk mau komen ttg hal seperti itu.

      15 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nengah Suryathatyang juga tu rah, cuma walau bisa duga2 tapi tyang takut salah masalah niki, karena baca sepintas kemanten, mungkin pare sesepuh di forum ini bisa ngasi masukan…

      15 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Agung Komangarditakoment sdr Dek Ary sdh btul, Brhman Atman aikyam krn Atman adlh percikn Brahman jd mngandung sifat2 yg sama ttpi Atman tdk dpt dbandingkn (dsamakn) dgn Brahman. Diibaratkn sglas air laut dgn lautn. Kbhgian Atman jk kita slalu ssuai dgn Khendak Brahman(hal2 yg tdk ssuai dgn Khendak Brahman adlh blenggu dn pndritaan bg Atman wl scr tubuh & pikirn uenak bngt) krn dgn dmikian (sllu ssuai) Atman dpt trhub dgn Brahman, kbahagian trtinggi Atman adlh dpt kmbali pd asalx. Kl ingn mnyenangkn TUHAN sllulh ssuai dgn KhendakNYA dn mngasihi ssma, kl mau mmuaskn TUHAN kembalilh pd NYA seutuh2x, smoga trcapai, smoga kita smua dpt kembali pd NYA.. :)

      13 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Agung KomangarditaSdr2ku se Dharma, dgn sgala kkurngn, sy mngajak Sdr2 dgn jrnih mmbaca koment sy agar dpt dmngerti,dresapkn k dlm diri, mhn Karunia Tuhan agar pngthuan tsb trwujud pd diri Sdr krn pngthuan ini akn mmbantu Atman kita trhub pd Brahman dn dpt mnrima Sinar Suci Brahman untk mndpt ksadarn dn kkuatn untk mlepaskn diri dr blenggu, sy tdk ada niat lain slain bhakti pd NYA dn kasih sayang pd ssama :)

      12 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Agung Komangarditasbaikx dsalin k tulisn d kertas agar saat aktifits pikirn mereda dpt d baca dn diulangi, salam kasih :)

      12 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Komang SumiarsaBagi yang masih memerlukan semua konsep (semisal Pura) dalam rangka menujuNya, itu tidak masalah dan bagi yang tak lagi membutuhkan segala bantuan konsep, itu juga bagus. Yang terpenting adalah; bagaimana kita mampu lebih bijak dalam menyikapi setiap jalan yang hendak dipakai oleh masing2 orang.

      11 jam yang lalu melalui seluler · Suka

Ada Apa Dengan SAPI?

Putu Gede Putra Darmadi

Ada Apa Dengan SAPI?
By Putu Gede Putra Darmadi in forum peduli Generasi Hindu Indonesia

Om swastiastu,

Pada kesempatan ini akan kita bahas tentang sapi. Mengapa harus sapi? Karena sapi adalah salah satu hal yang paling mendasar dalam kesadaran Weda/hindu. Sejak dulu kita sering mendengar umat hindu mensucikan sapi bahkan tidak membunuh atau memakan dagingnya tetapi kenyataan di masyarakat masih banyak umat yang mengkonsumsi organ-organ dari sapi ini. selalu yang akan menjadi pertanyaan dalam hati kita jika terjadi penyimpangan seperti ini adalah ”mengapa hal ini bisa terjadi” apa yang terjadi pada nilai-nilai moral ke-hinduan kita? Apa kemajuan jaman telah melunturkan kepercayaan kita (penulis pernah bercerita tentang sapi kepada seorang umat,dan pendapat umat tersebut ”wah ketinggalan jaman dong” ) atau karena kita terlalu sibuk dengan ritual-ritual dan melupakan tatva sebagai salah satu kerangka agama hindu?

Keagungan sapi

Jika kita mau sedikit saja meluangkan waktu membaca buku-buku yang mengulas tentang ini tentu pembantaian sapi tidak akan terjadi lagi. kita akan membahas sloka dalam Weda yang melindungi dan mengagungkan sapi

Reg Weda

Dalam kitab ini dari awal sampai akhir memuat

sloka-sloka yang mengajarkan kita agar tidak menyakiti sapi dan mengagungkan sapi.

Are te goghnamuta purusaghanam

Artinya : hendaklah senjatamu bukan untuk membunuh sapi dan manusia.

Gaurme mata vrsabhah pita me divah sarva jagati me pratistha

Artinya : sapi adalah ibu kita,sapi jantan adalah ayah kita. Kedua mahluk ini adalah pemberi kebahagian kepada kita baik di dunia ini maupun setelah meninggal.

Mengapa sapi disini dikatakan ibu kita? kalau kita amati dalam kehidupan sehari-hari, kita akan sadari bagaimana besarnya peran dari sapi. Disaat sang ibu tidak dapat memberikan asi kepada anaknya maka tanggung jawab itu beliau serahkan kepada sapi dengan memberikan susunya dan peran dari sapi tidak hanya sebatas itu saja tetapi terus berlanjut bahkan sampai kematian menjemput orang itu, memperhatikan kenyataan ini apa tidak pantas sapi disebut sebagai ibu? Bahkan nabi muhamad saw pun pernah memerintahkan pengikutnya untuk tidak menyakiti umi yang berarti ibu, perintah ini beliau katakan setelah sebelumnya beliau sakit dan hanya dapat

disembuhkan dengan minum susu dari sapi yang baru diperoleh pengikutnya setelah mencari sampai ke pegunungan himalaya.

Dalam sloka 1.164.27 disebutkan : sapi ini tidak boleh dibunuh, mempersembahkan susu kepada Dewa asini dan dia berkembang demi keuntungan kita.

Dalam sloka 5.83.8 disebutkan ambilah ember yang besar,biarlah aliran amerta mengalir terus kedalam tempat itu. Penuhilah surga loka dan bumi ini dengan ghee dari sapi, dapatkanlah minuman utama dari sapi.

Seluruh dunia seharusnya minum susu sapi karena dalam susu sapi terdapat zat yang dapat merangsang saraf-saraf rohani dalam otak.

Dalam sloka 8.11.15 disebutkan : sapi adalah ibu dari sebelas Rudra, putri dari para Vasu, saudari dari putra-putri Aditi, saudari sri Wisnu, pokok persembahan kurban-kurban pada para Dewa. karena itu ku umumkan pada orang-orang berbudi pekerti dan bijaksana, janganlah membunuh sapi yang tidak berdosa dan tidak boleh dibunuh.

Yajur Weda

Apyayadhvamaghnya

Lindungilah sapi, dia bagaimanapun juga tidak boleh dibunuh.

Itulah pesan Yajur Weda. Sayangilah sapi, lindungilah sapi. Sapi tidak boleh dibunuh sama sekali. dia adalah binatang suci yang memelihara kesejahteraan dunia. Jauhkan diri dari keikutsertaan membunuh sapi.

Gam ma hinsiraditi virajam

Jangan pernah membunuh sapi, tetapi perlakukan sapi sebagai ibu.

Dalam sloka 1.1, 12.32, 13.42, 13.44, 13.47, 13.48, 13.50, 11.2.1, 14.8 disebutkan : janganlah membunuh mahluk mana pun, lindungi binatang, jangan membunuh kuda, jangan membunuh kambing, jangan membunuh binatang berkaki dua, jangan membunuh domba, jangan membunuh manusia, binatang berkaki dua dan berkaki empat.

Dalam sloka 23.48 disebutkan : sinar dari pengetahuan bisa dibandingkan dengan matahari, surga dibandingkan dengan lautan,ibu pertiwi adalah sangat cepat, lebih cepat lagi indra, tetapi catatlah bahwa sapi tidak pernah dapat dibandingkan dengan apapun.

Gam ma hinsih ( 13.42 ) jangan membunuh sapi, jangan membunuh sapi, jangan membunuh sapi

Sama Weda

Weda mengajarkan untuk tidak menyakiti semua mahluk. Dalam salah satu slokanya disebutkan ; buah-buahan yang manis membuat bahagia pemakannya, itulah yang diberi sang pohon, dengan senang hati sang pohon berbuah bukan untuk dirinya namun untuk mahluk lain. sapi melimpahkan susu juga bukan untuk dirinya namun untuk mahluk lain. akhirnya paropakararthamidam sariram yaitu guna badan ini adalah untuk melakukan kebaikan untuk orang lain. Janganlah badan ini di gunakan untuk menyakiti atau membunuh mahluk lain. Durlabham manusam janma, sangat sulit mendapat tubuh manusia ini.

Atharwa weda

Diantara catur weda, kitab ini ditulis paling akhir, jadi isinya sepenuhnya cocok dengan ketiga Veda di atas

Genuh sadanam rayinam (11.1.34) sapi adakah gudang kekayaan. Tidak ada yang boleh merusak gudang kekayaan itu, kegiatan tersebut hanya menyebabkan kemiskinan lahir batin. Ibu pertiwi pun menderita karena pembunuhan sapi.

Sloka 13.1.56 menyebutkan mereka yang menyentuh atau menendang sapi dengan kakinya dan mereka yang membuang air kecil menghadap matahari, orang demikian akan ku potong sumber asalnya, seterusnya untuk melihat bayangan orang itu didunia pasti sulit.

Sloka ini mengingatkan betapa besar dosa yang di akibatkan dari membunuh sapi, dimana roh orang tersebut sangat sulit untuk mendapat kesempatan terlahir kembali ke dunia (tinggal untuk waktu yang lama di neraka )

Sebagai penutup pembicaraan tentang sapi ini ada sebuah sloka yang menarik

Atma mata guroh patni brahmani raja-patnika dhenur dhatritatha prthvi saptaita matarah smrtah

Artinya : ada tujuh ibu yang harus di hormati : istri dari guru kerohanian, istri seorang brahmana, istri raja, sapi, perawat, bumi dan ibu kandung kita.

(kutipan: keagungan sapi, dharmayasa)

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · Minggu pukul 17:12
    • Ib Adnyanasaya memang dari lahir ampe sekaran nggak di bolehkan makan daging sapi……

      Minggu pukul 17:48 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Agus Satyawan

      Penghormatan yg tinggi terhadap sapi, sesuai yg tertulis dalam veda sangatlah patut dihormati . . !
      Tapi kita tdklah perlu mencela jika melihat pandangan yg berbeda.
      Lihatlah singa, ia memang diciptakan sebagai carnivora, dan diberikan inst…ing untuk membunuh buruannya, termasuk sapi. Tentu salah jika kita membencinya karena hal itu. Dan janganlah berharap ia berubah menjadi pemakan rumput.
      Kita juga harus menghormati pendapat lain, bahwa mereka menghormati kehadiran sapi di dunia ini, karena menyediakan daging yg berguna bagi manusia, lalu menternakkannya dan mengkonsumsinya.
      Lalu kita juga harus menghormati sebagian umat Hindu, yg melihat bahwa sapi di analogikan sbg dunia penyedia kehidupan, sebagai hutan misalnya ; jika kita bisa hidup dari hasil hutan, tentu kita tdk boleh merusak hutan itu. Di bali analogi ini juga berlaku ; jangan pernah sekalipun menjual sawah saat padi sedang tumbuh karena itulah sumber hidupmu. Tetaplah hormat kepada mereka itu, walaupun kita tahu mereka masih mengkonsumsi daging sapi.Lihat Selengkapnya
      Minggu pukul 22:48 melalui seluler · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Suweta Nyomankita harus tau pula kenapa sapi diagungkan dalam Weda hal tersebut pastilah ada sebabnya…..lalu kenapa Dewi Sri di Bali sangat dihormati…..pastilah ada ada sejaranhya dan pengaruh sosialnya……

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Dwi Tumpenglalu bagaimana dengan kenyataannya di Bali banyak umat hindu yg jual lawar godel/sapi ?,,,setelah tiang tanya mengapa jual lawar godel/sapi,,,,jawabnya klo daging sapi boleh di makan tapi klo Lembu baru disucikan….bagaimana menurut anda…????

      16 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Putu Gede Putra Darmadidwi Tumpeng : itu kan pendapat mereka…..pendapat orang bs aja beda2…biar ga bingung gunakan 3 otoritas u menentukan Sadhu ( pergaulan dgn orang yg sdh menginsafi kebenaran yg tertinggi) Guru (mereka yg sdh mengabdikan hidupnya u mengajarkan ttg kebenaran tertinggi sastra ( kitab suci yg mengajarkan ttg kebenaran tertinggi) :)

      8 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Trimurti Pujahemm…

      8 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Putu Gede Putra Darmadi

      bingung?simpelnya gini…sy sdh postingkan bukti2 Weda yg menyatakan mengapa sapi itu disucikan oleh umat hindu…..so sikap kita sebagai orang hindu ya diterima karena weda mengatakan hal itu……kalo kita msh membandingkan dengan orang d…iluaran sana yg ga jelas asal usulnya n dpt ide mengeluarkan pernyataan dari mana?berarti kita msh meragukan pa yg dikatakan weda….lebih2 pembandingnya ga sesuai…..so pinter2lah mencari pembanding agar tidak terkesan meleehkan Weda :)Lihat Selengkapnya
      8 jam yang lalu · Suka

Mendengarkan teman muslim cerita makan sapi

Chy Unyu Maheswari

Mendengarkn tman2 muslim yg dgn bangga’ N bhagiax brcerita ttng pmbagian N psta p0ra menyantap daging sapi. . . . . . .
S’olah2 mrka brbahagia d ats duka umat Sedaharma. . . . .

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · Minggu pukul 21:24 melalui seluler
    • Niloh Nirmala Jatieitlh sbt, tp in smua kt tk bs ap2, ibrat mrk brpsta d ats jeritan hewan2 it.

      Minggu pukul 21:27 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Menny MartinahBukanx Sapi2 itu d jadikan Qurban,, klo mgkn kt bs menganggap mereka menyembelih sapi sama dgn kt menyembelih hewan yg d maksudkan untuk yadnya (Qurban), bukankah itu artinya kita menolong sang roh yg terperangkap d tubuh hewan tersebut, untuk d kemudian hari agar bisa terlahir d tingkatan yg lbih tinggi…..??

      Minggu pukul 22:08 · SukaTidak Suka · 4Memuat…
    • Fajarini ManuabaMbok Menny@ Pernah tyg baca di buku Visnu Purana kalau membunuh makhluk hidup akan menghambat proses Samsara karena makhluk hidup itu harus mengulang lagi kehidupanx pada fase terjadix pembunuhan tsb,itulah dasar dari ajaran Ahimsa. Mengenai pembunuhan untuk Yadnya yg ‘meningkatkan’ kedudukan makhluk hidup pd Reinkarnasi berikutx Mbok kutif dr mana? Suksme

      21 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Menny MartinahFajarini Manuaba : Coba dh cek doa yg kita ucapakan saat kita menyembelih hewan….

      Tyang pernah bc buku yg mengatakan seperti itu, hanya sj judulnya g inget apa… tp makna yg tyang pahami demikian…

      19 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Dex Arya Agpkita sebagai umta Hindu yang baik, harus mampu berpkir lebih mendalam tentang penyemblihan sapi2 qurban tersebut, agar tidak terjadi kesalah pahaman yang menimbulkan perpecahan bangsa. memang sacar nyata kita menyayangkan pembunuhan sekian banyak sapi untuk qurban,ap lagi sapi sebagai binatang suci agama Hindu, tp kita hrus berpkir lbih dari pada itu, dalam kitab Bhagawad Gita menyebutkan membunuh untuk Dharma memang akan membantu pelepasan sang Roh untuk mendapat tempat yang lebih baik.

      18 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Chy Unyu Maheswari Kta Pak Ustad mkna dri k0rban it sndri adlh “mg0rban kn ssuatu yg qt mliki N qt sygi utk brbgi pda fkir miskin,sbg ucp syukur kpd Allah ats kbhagiaan/kkya’n yg mrka pnya”
      tp knyata’nx hsil k0rban trsbut gk tpat sa2ran, bkan fkir miskin tp msyarakat skitar k0mplek az yg brebut utk mdpatkn kupon pmbgianx. . . N kbnyakan dri mrka mampu2 az ek0n0mix. . . . .

      N mnrut mrka2 yg sring brtgas sbgai pnyembelih’x mgakui bhw sbnrx sblum pr0ses pnyembelihan it para Sapi pun mnangis. . . Mka dri it sllu d sarankan saat pnyembelihanx sapi2 trsbut d pkaikan penutup kepala.

      17 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Menny MartinahChy Unyu Maheswari peruntukan daging qurban memang untuk fakir miskin n org2 yg tdk mampu atau ekonomi lemah,,, tp knp koq malah g tepat sasaran..?????

      Ciri khas org indonesia bukan, klo urusan pasang gaya, gengsi, g ada yg mau d bilang miskin apalagi ngaku miskin… tp pas ada pembagian Anugrah (Anu gratis..) seperti BLT, Beras, Daging Qurban…. langsung dh orang miskin jumlahx naik 300%……:D

      16 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Ngurahdira DiraItu masalah keyakinan, lebih baik kita membicarakan apa yang ad dalam agama kita sendiri,ketimbang membicarakan yang lain, bukankah di agama kita sendiri kita juga mengenal kurban? Sekarang terpentin kita lihat diri kedalam, apa kita sendiri sudah tidak pemakan daging?????

      16 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Menny Martinahsy masih jd omnivora…:(

      15 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Ngurahdira Dira Kalau kita masih omnivora lebih baik kita tdk usah komeni masalah pemotongan hewan qurban tersebut, kenapa kita mesti menerapkan standar ganda??

      ,

      15 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Menny Martinahlho..??? apa pula maksdx itu pak ngurah..

      14 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Chy Unyu MaheswariMenny martinah@ ky’x mank jd tradisi wrga ind0nesia ya mba’ jd mrasa miskin mnda2k????

      9 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Ngurahdira Dira‎@Menny Martinah : standar ganda, disatu sisi kita menerapkan ajaran cinta kasih termasuk tidak menyakiti dan membunuh binatang, namun dilain sisi kita memkan daging ataupun ikan, itu lho mar,,,

      9 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Menny Martinahmungkin supaya balance p ngurah…:)

      8 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Kama SultraDex Arya@ di Bhagavad Gita manax menyebutkan membunuh membantu sang roh mendapat kedudukan lbh baik ?

      5 jam yang lalu melalui seluler · Suka

alangkah baiknya kalau Hindu diluar Bali yang tidak ada banjar-nya

Nyoman Kurniawan

Saya punya tetangga di tempat saya ngubu di Ubung yang tidak punya banjar, sehingga ketika bapak-nya meninggal di-aben di Krematorium Santha Yana di Jl. Cekomaria. Total biaya ngaben plus langsung memukur adalah Rp. 24 juta dan selesai dalam satu hari.

Tadi pagi s/d siang saya kesana, ternyata ini jauh dari bayangan saya sebelumnya. Upakara-nya sangat khusuk. Lebih khusuk dari upakara ngaben biasa yang umumnya hingar-bingar dan megrudugan.

Pikiran saya, alangkah baiknya kalau Hindu diluar Bali yang tidak ada banjar-nya, konsepnya memakai konsep seperti ini saja. Bagus banget kok, :)

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · 03 November jam 16:14

    • Ib Adnyana Ijin ikut menyimak….
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

      03 November jam 16:59 melalui · SukaTidak Suka
    • Wayan Anjasjika di luar bali memang bagus, tapi kalau di bali????????

      03 November jam 17:05 · SukaTidak Suka
    • Mur Yaniyg penting niatnya bagus……

      03 November jam 17:18 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Kantha AdnyanaDi bali juga diterapkan dg konsep ini bagus juga…emengnya hrs seperti yg ada sekarang ini…..tapi liat desa,kala, patra….

      03 November jam 17:19 · SukaTidak Suka
    • Dewa Cakranegaramimih….berarti sama dengan mengajak orang Bali berhenti mebanjar, tidak usah menyama braya……mantap sebagai pikiran pribadi…berarti bertambah fakta baru bahwa Bali akan ilang semua identitasnya oleh orang yang memang malas menyama braya lewat banjar di Bali dan mau enaknya sendiri…mantap pak…..

      03 November jam 17:25 · SukaTidak Suka
    • Nyoman KurniawanBukan begitu pak… saya kan bilang untuk diluar Bali… dan untuk di Bali juga saya rasa bagus… saya MALUUU sekali sebagai orang Hindu Bali, hanya untuk pengabenan orang yang sudah meninggal saja kita masih sering SALING MENYAKITI… kejadiannya hanya 1-2 tapi dimuat besar-besar di internet dan di koran-koran Indonesia dan rusak jadinya nama Hindu Bali….

      03 November jam 18:02 · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Nyoman Kurniawankalau ada solusi seperti ini kan jauh lebih bagus ?

      03 November jam 18:02 · SukaTidak Suka
    • Kantha AdnyanaRasanya ga masalah asal sesuaikan dg sikon n kemampuan….masalah ngayah di banjar kita tetap laksanakan…karena itu merupakan warisan yg adi luhug…..

      03 November jam 18:05 · SukaTidak Suka
    • Nyoman Kurniawan nggih pak Kantha… sampai saat ini saya masih rajin dan enjoy mebanjar… tapi dalam kasus-kasus di tempat lain banyak juga faktor sentimen pribadi-nya, bukan karena orangnya malas… misalnya orang yang bekerja di luar Bali…

      03 November jam 18:07 · SukaTidak Suka
    • Vedanta Yogakedepannya krematorium bisa jadi solusi pengabenan, dssuaikan sikon dlngkungan masing2

      03 November jam 18:09 melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Ib Adnyana Yang ingin bergerak dalam jasa krematorium silakan siapkan diri….prospeknya bagus…..
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

      03 November jam 18:13 melalui · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman Kurniawan satu-satunya point yang saya kedepankan adalah –>> sebagai orang Hindu yang paling penting adalah saling menyayangi, bukan saling menyakiti, karena itulah dharma yang sebenarnya http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150315561166722

      Kemenangan dharma melawan adharma adalah, ketika ada orang yang menyakiti kita,… kita tetap bersikap sabar-damai, penuh kebaikan dan kasih sayang…Lihat Selengkapnya
      03 November jam 20:03 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Idk SudiartanaPak Nyoman tolong beritanya lebih detil sya sangat tertarik yang disampaikan itu karena saya hidup di luar bali tapi masih mebanjar di bali suksme

      03 November jam 20:35 · SukaTidak Suka
    • Nyoman Kurniawan nunas ampura pak Sudiartana, bagian yang mana yang ingin dijelaskan lebih detail?

      03 November jam 21:11 · SukaTidak Suka
    • Idk SudiartanaPak Nyoman tetangga tersebut tidak mebanjar terus dari kalangan manajakah yang turut ambil bagian dalam acara tersebut.

      03 November jam 21:21 · SukaTidak Suka
    • Nyoman KurniawanKrematorium Santha Yana ini untuk semua orang bli, dari semua kalangan [soroh] yang tidak mebanjar… terbuka untuk umum…

      03 November jam 21:44 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoeman Soekado Noemashinladhoadah nyem ne pelan tapi pasti organisasi banjar akan punah! seiring adanya jasa krematorium ini!! orang bali takut seng mebanjar ulian nyen bendan bangkene seng ade mragatan! klo amun be ade jasa keto luwung masin hidup lebih praktis amun ade nyame mati jeg serahin jak penyedia jasa, tinggal bayar ongkang2 kaki jumah! dadine hidupe aluhan ke MEJU!

      03 November jam 22:28 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Widhi Rhama Dharma Bhaktypak nyoman.. terus bagaiman klo orang jawa mau melaksanakan upakara di sana di terima ndakk… seperti saya ini

      03 November jam 22:46 · SukaTidak Suka
    • Nyoman KurniawanNyoeman Soekado Noemashinladho: hidup ini sudah penuh dengan kesengsaraan, jangan diperumit lagi dengan sikap kaku mati seperti itu… sistem banjar sangat ideal ketika jaman agraris [mayoritas petani] di jaman dulu… tapi jaman berubah dan sekarang kehidupan sudah sangat kompleks… sebagian besar bukan petani, ada yang kerja merantau, ada yang bekerja dengan aturan ketat, dll… jangan sampai dengan mebanjar kita kemudian SALING MENYAKITI… lebih baik buatlah hidup ini indah dengan kasih sayang dan pengertian… Hindu harus seperti itu, kalau tidak akan ditinggalkan… baca lagi : DITINGGALKAN…

      03 November jam 23:17 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Nyoman KurniawanWidhi Rhama Dharma Bhakty: tentu saja diterima dengan baik, he he he…

      03 November jam 23:18 · SukaTidak Suka
    • Widhi Rhama Dharma Bhaktyhe he he he

      03 November jam 23:20 · SukaTidak Suka
    • Gusti Ngurah Putrakalo banjar sendiri sudah tak relevan dengan cara hidup kita yang sudah berubah, wajar saja bajar ditinggalkan. saya sendiri saat ini berada dalam keadaan yang labil. pulang ke Bali ikut mebanjar lagi setelah pensiun sementara anak-anak saya mungkin tak mengenal dengan baik sistem banjar atau saya tetap saja di Jawa dengan sistem pengabenan dengan cara yang sederhana. tp ini pun juga masih dipengaruhi dengan pola pikir banjar di Bali. Melihat masyarakat dan umat Hindu yang semakin tersebar dan juga warga Hindu di Bali dengan diferensiasi pekerjaan, rasanya alternatif cara pengabenan seperti ini tetap menjadi pilihan agar jangan sampai kita menjadi jahat, orang yang sudah mati saja masih kita perlakukan dengan cara semena-mena. Memang ini salah satu tantangan besar umat Hindu yang tak bisa hanya ngotot mempertahankan banjar, tp sekaligus membiarkan dengan itu banyak orang semakin kecewa dengan agamanya sendiri lalu….melaib..

      03 November jam 23:44 · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Iwayan Sariada Sariadasareng rembuk,mungkin sistem banjarnya yg perlu di amademen mengikuti pola dr agraris ke bidang jasa.dan yg lebih fleksibel

      03 November jam 23:53 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Wayan Anjasngaben sederhana tidak hanya ada di jawa, kalau mau di bali juga bisa ngaben dengan biaya 500 ribu. untuk lebih jelas silahkan lihat di web ida pedanda gunung. bukahkan dalam ngaben ada tingkatan utama madya dan nista? tinggal pilih mau yang mana? silahkan.

      04 November jam 13:18 · SukaTidak Suka
    • Bawa Chakep MahadewaMimih mahal sekali klo ngaben n memukur ngerit palning besar cm 3jt dah plus mesangih mepetik metelubulanan, dan nyegara gunung!

      04 November jam 13:33 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Ade Mas Bagusyang buat khusuk, baik, buruk, besar, kecil, tinggi, rendah, adalah manusia itu sendiri…. semua kembali pada RASA. kalau istilah ngaben Ngerit dari dahulu sudah didengungkan oleh (tabik pikulun) Sri Empu dari Bestala… tetapi semua meboye… akan tetapi sesuai perkembangan jaman dipakai lagilah istilah ini…. kalau masalah “uyut ” ngga boleh metanem atau mebakar karena tidak mebanjar…. coba kita lihat kembali… apakah itu semua tidak dalam nilai politik ekonomi…

      04 November jam 13:34 · SukaTidak Suka
    • Nyoman KurniawanBawa: Harga Rp. 24 juta itu ngaben + memukur tingkat madya sampai selesai yang disingkat satu hari bro… kalau hanya ngaben saja, tingkat madya biaya Rp. 5 juta…

      04 November jam 13:35 · SukaTidak Suka
    • Budiartha WayanKalo diperhatikan masih byk banjar yg menerapkannya sistem sesuai jaman agraris dulu, harusnya banjar mesti disesuaikan dgn keadaan skrg di mana anggotanya mempunyai profesi yg berbeda-beda.. udah terkenal kalo pekerja karyawan swasta di bali byk yg minta libur utk ngayah di banjar.. shg pengusaha cenderung mencari tenaga di luar bali.. pada akhirnya org bali yg bisa-bisa byk menjadi pengangguran..

      04 November jam 13:37 · SukaTidak Suka
    • Bawa Chakep Mahadewa Gusti Ngurah Putra,, bagaimana contoh banjar yg takrelevan?? Adat awig dan suka duka adalah wahana gotong royong dan kemasyarakatan yg baik, jg sbg benteng pertahanan, setiap desa, dalam setiap upakara dan upacara mereka sangat antosias kanti ngutang gae matetulung!! Demi me nyame braya!! Tak mebanjar?? Ah care pan balang tamak, takut tuyuh takut mesuaka takut ngesor kole pang payu!! Yen onye sing mebanjat nyen kajak ngurus kayangan tigane??
      Jika ngaben perorangan dimana nunas tirta kayangan tiga?? Teka uli majar ajar dije maktiang sang pitara?? Ngelinggihang kemulan dije ngalih tirta kayangan tiga?? Di pasraman? Bise ngai?? Memada mada to?? Yg penting pis apa pragat!! Bisnis!

      04 November jam 13:40 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Iwayan Sariada Sariadamari sesuaikan degan jaman,dan jg jgn smpi mengilangkan identitas menyamebraye,

      04 November jam 13:43 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Nyoman KurniawanBawa: kalau di siwan tiang total biaya memukur hanya Rp. 700 ribu, xi xi xi…

      04 November jam 13:43 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Bawa Chakep MahadewaXixixixixi saya memukur aja cm 300rb mesangih n pemetik bin satus! Xixixixixi

      04 November jam 13:47 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Wayan Sukarmasaya pikir pola ini yang sedang diupayakan PHDI, karena itu krematorium bukan hanya yang tidak mabanjar…

      04 November jam 13:48 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Ib Adnyana Apa perlu kira-kira ada krematorium di setiap desa?….
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

      04 November jam 14:09 melalui · SukaTidak Suka
    • Budiartha WayanTidak perlu disetiap desa ada krematorium Pak, mungkin satu kabupaten ada satu sudah cukup bagus…

      04 November jam 14:10 · SukaTidak Suka
    • Kantha AdnyanaMantapppp ide ini perlu dikembangkan di jaman sekarang ini terutama masy. perkotaan…

      04 November jam 14:17 · SukaTidak Suka
    • Vajra SattvaAda baiknya menyimak dahulu,melihat, dan mengamati realitas, sebelum berburuk sangka, manusia pasti memiliki masalah dlm hdpnya, ntah karena dia atau akibat org lain serta kondisi,mencari solusi tanpa mendegradasi kehidupan sosialnya, dr pada nak mati mecegat, lebih baik berikan solusi, lalu ane hidup” ajak mepitungan, tdk smua ba dijawab dgn uang, uang hny bs menutupi saja dlm kurun wktu,hukum bisnis pasti jalan org busung aja mesti didatangkan dr luar, klpub ada dr lokal sdh dipajegin oleh nak dauh tukad, nak dauh tukad medagang canang, irage maan duman meggonggang lonto.. Len je pineh”in semeton tityang sami,ramahlah dgn saudaramu

      04 November jam 14:41 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Dewa Putramekelo-kelo dibali ten ade setra…investore lege ngidaang membangun BTN miwah Hotel….hehehehe..

      04 November jam 15:24 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Bawa Chakep Mahadewa Di negara yehembang orang mati keluarganya tak mengeluarkan uang sedikitpun semua di urus seke aben yg sprt sistem arisan, dr keperluan upakara wadah sampai makan dan kopi ditanggung seke,
      Ini contoh pemikiran yg modrn tapi membangun bukan berdikari suud mebanjar hehehehehehehe

      04 November jam 15:49 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Gusti Ngurah PutraBawa Chakep Mahadewa, sederhana aja. Banjar yang tak relevan adalah banjar yang tak mau berubah sesuai dengan perubahan dahsyat yang terjadi terutama dalam basis material anggota banjar. Ini bukan soal mekelid mebanjar atau menyame braya. Ini soal bagaimana melakukan pengaturan sedemikian rupa sehingga setiap orang dengan basis material yang berbeda-beda tetap bisa menyame braya. Jangan sampai banjar membelenggu warganya sehingga tak bisa memaksimalkan potensi yang dimilikinya.

      04 November jam 20:02 · SukaTidak Suka
    • Nyoeman Soekado Noemashinladhoprofesi n domisili ngak ngaruh ma kehidupan mebanjar! yang ngaruh itu adalah kamampuan kita bagaimana mengelola biar semua bisa mebanjar melalui awig2nya!

      04 November jam 20:19 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Gusti Ngurah Putrajelas berpengaruhlah… banjar yang relevan akan menyesuaikan diri dengan perubahan profesi dan tempat tinggal warganya…

      04 November jam 20:27 · SukaTidak Suka
    • Nyoeman Soekado Noemashinladhoane seng membanjar to be merasa ke keadannya sudah mencukupi, n tidak perlu orang lain nyalanan hidup, mottone ( loeloe-guagua)

      04 November jam 20:28 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Nyoeman Soekado Noemashinladhoane seng membanjar to be merasa ke keadannya sudah mencukupi, n tidak perlu orang lain nyalanan hidup, mottone ( loeloe-guagua)

      04 November jam 20:28 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Gusti Ngurah Putrabelum tentu.. itu pemikiran yang terlalu menyederhanakan.

      04 November jam 20:29 · SukaTidak Suka
    • Bawa Chakep MahadewaApapun alasanya banjar memang membelengu warganya, krn banjar adalah sistem protecsi. Masyarakat, kesadaran kt yg paling utama! Apapun awig banjar adalah hasil musyawarah mupakat, jadi semua masih bisa di musyawarahkan jangan lihat segelintir orang!! Kembali kerasa nasionalisme patriotisme, maka kt akan mencintai orang2 dan daerah kt sendiri, tak ada gading yg tak retak, hehehehehe

      04 November jam 21:00 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Gusti Ngurah PutraSoalnya, kalau banjar lebih kuat belenggunya dp belenggu agama..pasti ada yang tak berees. Agama saja memberi tempat pada hati nurani manusia. Kalau belenggu banjar sampai membuat warga merasa tak nyaman lalu melirik yang lain…di situlah kita perlu bergerak untuk melonggarkan belenggu-belenggu itu sampai pada tataran orang tetap membutuhkan banjar… Soal musyawarah tentu sangat baik kalu dilandasi oleh kesadaran demi kepentingan bersama. Dalam kenyataan, musyawarah sering juga digunakan oleh orang tertentu untuk memaksakan kepentingan tertentu dengan cara yang sangat canggih…

      04 November jam 21:19 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Oka Suyasainggih lanjut pabligbagane…:)

      Sabtu pukul 22:38 · SukaTidak Suka
    • Putra Balang Tamakjangan lihat nominalnya! sesuaikan dengan kemampuan dan lakukan sebagai kewajiban penuh ketulusan, itulah yang disukai oleh sang pitara (atmaprasangsa)! ALANGKAH BERDOSANYA orang yang merusak yajnya orang, golongan perusak yajnya disebut layaknya ASURA, DAIYA, RAKSASA, PISACA dll sebagai makhluk PERUSAK dalam HINDU! siapa yang merusak yajnya orang, mereka akan menjelma dalam kelahiran RENDAH (Agastyapurana) maka jangan sekali ikut-ikutan SURYAK SIU merusak yajnya orang.. waspadalah!

      Minggu pukul 0:49 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Putra Balang Tamakpilih krematorium atau setra adalah pilihan bebas! mebanjar atau tidak mebanjar juga pilihan! asal ingat dan sadar akan konskuensinya! krematorium bagi yang tidak mabanjar dan setra bagi yang mabanjar! merasa diri tidak mabanjar ya jangan memaksa memakai setra banjar/desa! RUNYAM NANTI! hehehe

      Minggu pukul 0:58 melalui seluler · SukaTidak Suka
  • Tulis komentar…

Salah satu sebab banyak yang pindah ke sampradaya

Nyoman Kurniawan

Salah satu sebab banyak saudara kita yang pindah ke sampradaya yang aneh-aneh seperti Hare Khrisna adalah karena ketidak-pahaman akan ajaran sendiri. Mereka haus akan ajaran, tapi tidak menemukannya disini.

Sesungguhnya leluhur kita di Bali, melalui kekuatan yoga-nya, memiliki pencapaian spiritual tingkat tinggi yang luar biasa. Sehingga alih-alih pindah ke sampradaya murahan, lalu menghujat apa …yang ada di Bali, lebih baik kita menggali dalam-dalam apa sih sebenarnya tattva yang ada dan diwariskan leluhur kita di Bali ?

Kita semua punya tugas, galilah dalam-dalam tattva sekala-niskala Hindu yang ada di Bali, temukan rahasia pencerahan tingkat tinggi yang ada di dalamnya. Termasuk apa yang oleh pikiran mudah sekali disebut ekstrim, tidak wajar, menyimpang, dll. Seperti figur-figur menyeramkan [yang oleh yang tidak paham dianggap memuja setan], lingga-yoni [yang oleh yang tidak paham dianggap porno], dll.Lihat Selengkapnya

Mengapa di pura banyak terdapat figur-figur menyeramkan ?     -…

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · Sabtu pukul 9:48
    • Mpu Daksa Charya ManuabaDumogi Bali ajeg terus, umat Hindu nemoning kerahayuan lan kerahajengan.

      Sabtu pukul 9:54 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Nyoman Kurniawanastungkara ratu… om shanti shanti shanti….

      Sabtu pukul 10:10 · SukaTidak Suka
    • Putra Balang TamakYang terbiasa dengan pola hidup instan! Akan menyukai apapun yang bersifat instan! Hingga agama dan spiritual pun harus serba INSTAN! Xixixixixixixii Merekapun akhirnya menjadi produk INSTAN! Hahahahahhah

      Sabtu pukul 10:41 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Nyoman Kurniawan menyukai ini.
    • Ib Adnyana Mungkin mereka belum mendalami ajaran Hindu Bali atau bahkan menghindari praktek agama Hindu Bali yang sudah mapan dan mentradisi…,namun sudah menyimpulkan agama Hindu Bali tidak mampu meresponses pencarian spiritual mereka…kemudian mereka ketemu dan masuk aliran-aliran, kelompok-kelompok spiritual atau sampradaya yang menawarkan nilai plus bagi kehausan spiritual mereka.
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

      Sabtu pukul 10:45 melalui · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Gusming Kutha Pariarthaagama dan adat menyatu dg bali,,, nah adat ini yang diserang terus menerus,,,,

      Sabtu pukul 10:52 · SukaTidak Suka
    • Lasmini SunMka dri itu umat sNdharma ayo kta brsaha agr kta umat Hindu ttp brpgang tguh pda ap yg sdh ad & ttp brpdoman pda Weda…jdi antra Weda dgn adt kta sndingkn jdi smkin indah….. ayo kta smpaikn hal it pda sluruh umat Hindu…mri kta brjuang…ttp yakin & prcya bhwa kta akn bsa mraih smua it….

      Sabtu pukul 11:03 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Lasmini SunMka dri itu umat sNdharma ayo kta brsaha agr kta umat Hindu ttp brpgang tguh pda ap yg sdh ad & ttp brpdoman pda Weda…jdi antra Weda dgn adt kta sndingkn jdi smkin indah….. ayo kta smpaikn hal it pda sluruh umat Hindu…mri kta brjuang…ttp yakin & prcya bhwa kta akn bsa mraih smua it….

      Sabtu pukul 11:03 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Ketut Mahardika hare krishna itu sampradaya yg aneh ya…mereka menjalankan disiplin yg ketat, hrs bangun pagi, offering rutin, mnjalankan 4 pantangan dgn ketat, puasa, japa 16ptrn & byk lg yg lainnya…ada yg diksa dwijati/dah brahmana tetap,menjalankan ritual hindu bali, menjalankan tradisi/kegiatan adat,bermasyarakat,ngayahwalaupun demikian ttp menjaga prinsip utk tdk mkn daging…

      Sabtu pukul 11:51 · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Mur Yani mempelajari apaun itu bagus akan tetapi lebih bagus lagi apabila tdk mengangab yg lain murahan……….suksme….biarkanlah perbedaan itu menjadi suatu keindahan yg nyata mewarnai hindu dengan jika ada yg merasa cocok dgn cara sumredaya itu sdh karmanya bgt juga jika ingin belajar upacara silahkan karna jalannya memang sdh bgt……..tdk usah kita …….

      Sabtu pukul 11:56 · SukaTidak Suka
    • Made Raka SudirgaSesungguhnya leluhur kita di Bali, melalui kekuatan yoga-nya, memiliki pencapaian spiritual tingkat tinggi yang luar biasa. KIRA-KIRA PAKAI METIDA/CARA YG MANA? BRO NYOMAN; TY INGIN COBA TELUSURI; MELED PISAN.

      Sabtu pukul 12:37 · SukaTidak Suka
    • Made Raka Sudirga Semeton sinamyan. Bila kita yakini ada jalan yg lebih baik dari kebiasaan yg kita lakukan; kan boleh dan lebih baik. Dulu sebelum ada jalan Prof. Mantra, kalo Ty ke Pura Goa Lawah pasti lewat Sukawati-Blahbatuh-Gianyar-Petluan Bangli- Klungkung- nyampe di Pr. Goa Lawah. Skarang tlah ada jalan Prof. Mantra singkat cepat; instan. Gitu aja kok repot. Dan cara yg dianggap instan seperti itu di Bali ada. Mari kita coba cari. Melalui “Dumen tanpa keleng” (purana Bali; yg di alih bafasakan oleh Pak Wayan Warna, KaDisdik Prop. Bali). Yg lain pengalaman Rsi Patanjali, dalam karyanya Yoga Sutra. Mari gali jangan diributkan aja. Temukan dan coba. Astungkara. Semangat; coba gali. Ada kok

      Sabtu pukul 12:53 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Nyoman KurniawanKetut Mahardika: ya memang aneh, mereka sangat religius tapi kering kerontang secara spiritual…

      Sabtu pukul 16:34 · SukaTidak Suka
    • Nyoman KurniawanMade Raka Sudirga: ajaran yang dominan berkembang di Bali itu adalah Tantra pak, makanya unsur niskala-nya sangat-sangat kuat… kita lihat dimana-mana selalu melibatkan unsur niskala, ya itulah Tantra… secara tradisional cara yang berkembang ada banyak metode seperti : Kanda Pat, Leak, Siwa Shidanta, dll, banyak deh di Bali… tapi Tantra itu seperti pisau bermata dua, dia sangat berbahaya [menjerumuskan] di tangan yang salah dan sebaliknya, Tantra, bila disertai dengan bathin yang penuh welas asih dan kebaikan, kita akan bertemu ke-mahasucian yang tidak terbayangkan…

      Sabtu pukul 16:45 · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Made Raka Sudirga Suksma Bli Nyoman Kurniawan; jadi Tantra spt piso bermata dua. Ada kah yg beli temukan yg lebih baik? Yang gak pake sakti-saktian adakah? Adakah yg menjurus bukan ke peso bermata dua; yg ke mata tiga kali? Tolong dibagi/sharing. Sksma.

      Sabtu pukul 17:03 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman Kurniawankalau Hindu di Bali, setahu saya yang tersedia adalah berbagai metode Tantra… itu hanya sebatas yang saya tau… ya memang identik dengan niskala sih… kalau yang dari India sih banyak metode yoga yang tidak terkait dengan kesaktian…

      Sabtu pukul 17:10 · SukaTidak Suka
    • Pak Nyoman Palmmaaf….saya bukan dari sampradaya tapi alangkah indahnya agama Hindu tanpa saling merendahkan sesama mahluk ciptaan Tuhan. Sinampura yening wenten sane iwang

      Sabtu pukul 17:26 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman KurniawanPak Nyoman Palm: lha, anda belum tau ya ? Hare Khrisna itu sampradaya yang paling bersemangat menjelek-jelekkan Hindu Bali…

      Sabtu pukul 17:29 · SukaTidak Suka
    • Ib Adnyanaapa ya kira-kira yang menjadi motif dalam menjelek-jelekkan agama hindu bali Bli?…..

      Sabtu pukul 17:30 · SukaTidak Suka
    • Nyoman Kurniawanbiar dagangannya laku bli…

      Sabtu pukul 17:31 · SukaTidak Suka
    • Pak Nyoman PalmJika kita sudah tahu mana yang salah, untuk apa kita ikut2 salah dengan menjelakkan mereka. biarin saja. Tuhan sudah atur segalanya. Percaya saja dengan hukum karma phala

      Sabtu pukul 17:31 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Jarot Widhimawar melati semuanya indah…

      Sabtu pukul 17:37 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Made Raka SudirgaKalo mengenai pengalaman Rsi Patanjali (Yoga Sutra); tegasnya Astangga Yoga gemana pendapat bli? Suksma.

      Sabtu pukul 17:39 · SukaTidak Suka
    • Nyoman Kurniawanmawar melati semuanya teman sekolahku dulu, xi xi xi…

      Sabtu pukul 17:39 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman KurniawanMade Raka Sudirga: oh, itu bagus sekali… ashtanga yoga atau delapan ruas yoga itu sangat lengkap… saya banyak terinpirasi oleh Maharsi Patanjali…

      Sabtu pukul 17:41 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Jarot Widhitiada kebenaran yang mendua bahwa mawar dan melati itu semua sama indahnya…lihat kebunku penuh dengan bungan xixixii

      Sabtu pukul 17:43 · SukaTidak Suka
    • Made Raka SudirgaBli benehang anake; sampunang ewerina. Kalo Samkya yg mana nggih? Benarkah beraroma atheis. Hal ini ty dapat di klas lho. Ty baca di Raja yoga kok nggak;hanya ingin lebih jelas. Kalo ditunjukan nyanyian lihat kebunku; kembali sambrag. Kembali Nol Dari yg indah-indah kasti ada yg paling indah; sampunang keledin-a nggih.

      Sabtu pukul 17:48 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Made Raka SudirgaInspirasi. hebat tentunya. Adakah hasilnya yg dapat dibagi di forum ini? Forum Hindu Nusantara, lho.

      Sabtu pukul 17:53 · SukaTidak Suka
    • Nyoman KurniawanSamkhya oleh klasifikasi orang barat disebut atheis, tapi istilah itu kurang tepat menurut saya… istilah Tuhan atau God itu sangat-sangat rancu… Tuhan menurut pengertian abrahamik [Islam, Kristen, Yahudi] adalah Tuhan yang seperti manusia [bisa marah, menghukum, memerintah, mencipta, dll]… sedangkan Samkhya tidak me-manusia-kan Tuhan seperti… konsep Tuhan dalam Samkhya adalah sama dengan konsep Brahman dalam Upanishad dan konsep Hyang Acintya dan Hyang Embang dalam Hindu Bali… tidak terpikirkan…

      Sabtu pukul 17:58 · SukaTidak Suka
    • Ib Adnyanamawar melati itu sering di ucapkan pleh pak gede prana,…….kalau begitu ya nggak usah kita bikin organisasi agama……ayo berspiritual universal saja.

      Sabtu pukul 17:58 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Suharta NyomanJaman sudah aneh mungkin…para maha guru jaman dahulu sudah menciptakan agama yg lengkap malah sekarang kembali kecabangnya.

      Sabtu pukul 18:06 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Mur Yani emmmmm……..mau dibawa kemana kesatuan umat hindu sesunguhnya….???benarkahkita sdh menghargaimperbedaan??

      Sabtu pukul 21:40 · SukaTidak Suka
    • Dewa CakranegaraBali adalah sebagain Wahyu penyempurnaan ajaran weda diterima, dari banyak sekte kembali kepada ajaran jati weda, sekarang popularistas lebih utama sehingga mereka cenderung bergaya paling aneh, dan menyalahkan yg sudah ada, namun belum mampu membuat atau menciptakan harmoni, sampradaya adalah lambang kegelapan manusia Hindu.

      Sabtu pukul 22:02 · SukaTidak Suka
    • Mur Yanimaaf pak dewa cakranegara……atas dasar apa bpk mengatakan bahwa samradaya adalah lambang kegelapan manusia hindu…..maaf pak jika itu pendapat secara pribadi silahkan tpi janganlah membawa umat hindu pd umumnya krn blm tentu semua setuju dgn pendapat bpk suksme…

      Sabtu pukul 22:07 · SukaTidak Suka
    • Made Raka Sudirga Mantapppppppppppppp. Benarkah kita sdh menghargaimperbedaan??(MurYani). Marilah kita hindari perseteruan yg bersifat negatif.

      Sabtu pukul 22:18 · SukaTidak Suka
    • Nyoman Kurniawanaliran-aliran dalam Hindu itu bagus-bagus kok, seperti Sai Baba, Art of Living, dll, banyak deh… kecuali Hare Khrisna ini, konyangan anake ajake mejaguran, :p

      Sabtu pukul 23:24 · SukaTidak Suka
    • Oka Suyasaha ha ha,,,,,

      Minggu pukul 1:17 · SukaTidak Suka
    • Gede ParwataMenurut tyanng menyikapi berbagai fenomena yg terjadi di Bali dan berpotensi menghapus kearipan budaya lokal adalah karena kesalahan orang bali sendiri yg terlalu terbuka pada budaya asing. Sementara aturan (awig) adat yg dibuat hanya mengikat kedalam, dan cenderung memberi kebebasan pada pihak luar untuk mengobok obok org org yg terikat pada aturan adat. Menurut saya, sudah saatnya desa adat dibali berkumpul menyatukan pendapat untuk menyusun awig yg tidak saja mengikat masyarakat hindu dengan adat balinya, tetapi juga mengikat masyarakat hindu yg tdk menggunakan tradisi bali, mengikat juga masyarakat umat lain yg ada di bali. Menurut saya pembentukan awig seperti itu masih tetap dalam rule hukum positif di indonesia.

      Minggu pukul 1:40 melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Alit Adi Sanjaya analoginya seperti ini. Saya akan kedenpasar menggunakan bemo, anda juga kedenpasar menggunakan bus. Kenapa anda harus pusing-pusing memikirkan aturan yang ada di bemo kalau anda menggunakan bus?

      Semoga kita semua mengerti makna kalimat diatas.

      Minggu pukul 8:16 · SukaTidak Suka
    • Nyoman Kurniawankalau bemo-nya terus nyerempet-nyerempet busnya gimana om ?

      Minggu pukul 8:19 · SukaTidak Suka
    • Alit Adi Sanjayasemua memiliki lajur yang berbeda.

      Minggu pukul 8:22 · SukaTidak Suka
    • Alit Adi Sanjayalebih bijaksana kita sam-sama mendalami aturan yang ada di kendaraan kita sendiri2…

      Minggu pukul 8:22 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Nyoman Kurniawanp:

      Minggu pukul 8:26 · SukaTidak Suka
    • Gede Parwataketika anda mengatakan bahwa bemo memiliki jalur yg berbeda, tentu bemo bukan masalah buat bus, cuma yg terjadi sekarang jalur bus di serobot sama bemo gelap, jadi dilapangan yg terjadi banyak penumpang bus di ambil oleh bemo dengan berbagai iming2.

      Minggu pukul 9:04 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman Kurniawanhe he he…

      Minggu pukul 9:05 · SukaTidak Suka
    • Alit Adi Sanjayabemo gelap? versi siapa ada bemo gelap?

      Minggu pukul 9:07 · SukaTidak Suka
    • Nyoman Kurniawanbemo gelap ala guru bonapid, ka ka ka ka….

      Minggu pukul 9:12 · SukaTidak Suka
    • Alit Adi SanjayaTidak ada yang gelap di dunia ini. Semua yang diciptakan penuh akan sinar. Hanya keterbatasan indriya-indriya yang dimiliki oleh manusia lah yang berani menyebut itu “gelap”

      Minggu pukul 9:15 · SukaTidak Suka
    • Pak Ketutmenurut saya yg bodoh..belajar sampradaya..untuk meninbgkatkan srada bakti..tdk salah..Krn intinya belajar!! tapi akan menjadi kurang baik manakala ada pengikut sampradaya yg membangun jiwa dan rasa fanatisme terhadap..apa yg mereka pelajari,apalagi sampai berfikir bahwa apa yg ditinbggalkan oleh leluhur kita di bali adalah ketinggalan jaman,atau perlu di buang!!Saya bukan pengikut salah satu sampradaya,tapi saya senang membaca baca buku tetang sampradaya,seperti Sai Baba,Rdha Swami,Hare Krisna,Anada Marga..semuanya baik Kok!! Tapi manakala ..manusianya yg dg ke EGO an yg tinggi miuncul dlm diri setiap BHAKTA..maka jadilah Fanatisme yang sempit.Menurutb saya..ajaran leluhur kita,budaya asli Bali kita ..tetap sangat Adhi luhung..menurut yg saya rasakan setelah saya praktekan.Klungkung Semara pura,kirang langkung nglungsur ampura.

      Minggu pukul 9:57 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman Kurniawanfanatik itu adalah penghambat besar dalam evolusi jiwa… kalau ada ajaran yang mengajarkan orang menjadi fanatik, maka alih-alih membebaskan, ajaran itu malah mengotori bathinnya…

      22 jam yang lalu · Suka

Mimpi Bertemu Orang Tua Yang Sudah meninggal

Echa Fatmiyanti Purwanto

om swastyastu semeton…. knp ya akhir2 ini saya selalu bermimpi ketemu sama kedua ortu saya yg udah meninggal…dalam keadaan tdk tidurpun selalu terbayang wajah mereka…. kata orang kalo begitu adanya berarti mereka minta saya mendoakan mereka disana…tapi yg saya bingung…bagaimana saya mendoakan mereka, apakah doa saya sampai ke mereka kan sekarang keyakinan saya sudah menjadi hindu… tolong masukannya ya…suksema…

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · Minggu pukul 10:43

    • Kantha AdnyanaEa karena mendiang ortu adik…tidak dilebur n dikembalikan ke aslanya layaknya di HINDU….karena menunggu hri kiamat kemungkinan arwah beliau msh gentangan….tapi walaupun adik sudah menjadi HINDU…..tetap bisa mendoakan semiga arwah beliau menyatu dg Tuhan….rahayu

      Minggu pukul 10:53 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Echa Fatmiyanti Purwantojarot@ suksema…jempolnya…

      Minggu pukul 11:56 · SukaTidak Suka
    • Echa Fatmiyanti Purwantokantha@ makasih pak…tapi yg saya bingung saya harus mendoakan dgn cara bagaimana…cara membaca ayat2 alquran kan dah gak mungkin lagi…trus kalo mendoakan scra hindu doanya gmn n apakah sampai… suksema

      Minggu pukul 11:58 · SukaTidak Suka
    • Kantha AdnyanaDik echa…sekarang adik kan dach menjadi HINDU doakan aja pake bhs indonesia….HINDU ga mesti pake mantram…Hynag Widi adalah Wyapiwiapaka…artinya mengerti semua bhs….jgn bhs indonesia bhs klokpun beliau ngeerti….doakana saja dg apa yg Echa bisa katakan….Tuhan kan ga dari tanah arab, yg hrs pake bhs arab

      Minggu pukul 12:03 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Ib Adnyanaya doakan saja ke 2 orangtuanya agar mendapat kebahagiaan di alam sana dan persembahkan gayatri mantram untuk mereka.

      Minggu pukul 12:03 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Kantha AdnyanaGayatri mantarm adalah ibu semua mantram….lakukan adik Echa…biar ortumu tenang di alam sana

      Minggu pukul 12:18 · SukaTidak Suka
    • Echa Fatmiyanti Purwantokantha@ suksema nggih pak atas masukannya…saya kalo mendoakan mang selalu pke bahasa indonesia atau jawa..ya saya doakan dalam hati ja…tp kok ya msh ja terus datang dalam mimpi saya..mungkin juga kangen n saya disuruh pulang kampung untuk nyekar di makamnya ya… skali lagi suksema pak kantha…

      Minggu pukul 12:19 · SukaTidak Suka
    • Kantha AdnyanaEa Dik Echa ada dimn sekarang….

      Minggu pukul 12:19 · SukaTidak Suka
    • Echa Fatmiyanti Purwantoib adnyana@ mantram gayatri selalu saya lantunkan tiap akan makan, mandi, akan tidur atau diwaktu senggang saya..tapi kalo untuk mendoakan almarhum kdua ortu saya apakah boleh niku pak…suksema

      Minggu pukul 12:20 · SukaTidak Suka
    • Kantha AdnyanaBoleh dik Echa…kan roh sudah tidak ada agamanya…doa Gayatri saja…lakukan dg khusuk beliau akan tenang

      Minggu pukul 12:22 · SukaTidak Suka · 1Echa Fatmiyanti Purwanto menyukai ini.
    • Echa Fatmiyanti Purwantoastungkaraaaa….. suksema ya pak kantha…..oya saya sekarang tinggal di bali sdgkan asli kampung sya di jawa pak…skali lg suksema

      Minggu pukul 12:26 · SukaTidak Suka
    • Ib Adnyana Mantap Dik Echa Fatmiyanti Purwanto, uncarkan gayatri untuk mereka, . dalam mimpi mereka terlihat bersih, happy atau gimana?…

      Minggu pukul 12:27 · SukaTidak Suka
    • Kantha AdnyanaLanjut dik Echa….

      Minggu pukul 12:31 · SukaTidak Suka
    • Dex KeNieEcha Fatmiyanti Purwanto@orang tuamu beragama apa?

      Minggu pukul 12:33 · SukaTidak Suka
    • Komang Sugitha Pinatih salam kenal mbk echa n maaf sy ikut nimbrung,gpp kan? apa yg disarankn teman2 itu benar semua. bisa dgn berdoa,bergayatri,mesoda,nyekar,dlsb. tp sy punya pengalaman pribadi soal begini,kedua ortu sy jg sdh meninggal lama,dan sdh diaben. Kejadian yg sy alami sktr 20 thn yll,tiba2 sy sangat kangen luar biasa dg ibu sy yg sdh meninggal itu. mgkn saking kangennya tubuh sy sampai bergetar. nah,krn kejadiannya malam hari,sktr jam 7 an, akhirnya sy duduk meditasi,memejamkan mata,dan seolah2 ibu sy hadir sec phisik dihadapan sy…dan kami melakukan dialog seolah2 ibu msh hidup. tanpa terasa 3 jam sy curhat dan menangis dihadapan ibu. sy sadar penuh mbk,tp ga kuat unt menahan tangis. didlm dialog itu sy memakai bahasa sehari2,wkt beliau msh hidup. dan setlh itu tdk ada lg kejadian spt itu. saran, coba deh lakukan dialog sec batin spt itu,tp jgn lakukan sering2 krn dimensi kehidupan kita sdh berbeda. lakukan disaat darurat saja. semoga bermanfaat. sai ram…

      Minggu pukul 12:53 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Teguh PermanaCobalah baca satu bab bhagavad gita setiap malam dgn niat untuk mendoakan mereka.

      Minggu pukul 13:59 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Echa Fatmiyanti Purwantoib adnyana@suksema pak… ortu saya terlihat bersih n hanya senyum saja tanpa bicara apa2…

      Minggu pukul 14:09 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Mur Yani wah saya membaca status adr merinding……sdrku…..dengan cara apapun engkau mendoakan org tuamu……dengan ketulusan hati niscaya beliau akan mendapat pencerahan dialam sana serta kebahagiaan…..rahayu…..

      Minggu pukul 16:38 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Suharta NyomanItu pertanda baik..selalu disertai orang tua dlm stiap kehidupan…bila mampu hening sejenak dan minta ortu datang dan berbincang akan sangat bagus rahayu

      Minggu pukul 19:28 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Suara Demozmatur dulu bahwa saudara skrg hindu n berada dibali,lalu doakan dimanapun berada…”Cantih lan Jagadhita”.

      Minggu pukul 20:37 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Gusti Putu KarepSuara Demoz, apakah Geriguh / modre itu Weda. ??????? apakah itu penemuan Tetua kita di Bali yang nilainya Luar biasa itu. ????.

      Kemarin jam 3:12 · SukaTidak Suka
    • Wayan ArsanaKita harus memahami Tatwanya dulu, salah satu Srada dalam Panca Srada yaitu Percaya dengan adanya Roh Leluhur, Echa Fatmiyanti Purwanto adanya kita tidak terlepas dari leluhur kita, ya wajar saja kita selalu ingat dengan orang tua kita bahkan sampai terbawa mimpi, apa yang kita yakini laksanakanlah, hal ini kita lakukan untuk menenangkan jiwa kita serta leluhur kita yang bersemayam dihati kita, dan kata kita disini berarti banyak manusia(Leluhur termasuk orangtua) tetapi satu jiwa.

      Kemarin jam 4:59 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Echa Fatmiyanti Purwantodex kenie@ ortu saya muslim… saya baru mesudhi wadhani dua tahun lalu…

      23 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Echa Fatmiyanti Purwantokomang sugita@ suksema sarannya… sangat menarik pengalamannya,…

      22 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Echa Fatmiyanti Purwantoteguh@ saya memang pernah membaca bagawadghita tp itu dl wktu saya msh remaja n stlh sy nikah n menjadi hindu saya blom sama sekali membacanya…yang bagian mananya saya blom tau n ortu saya kan muslim pak bukan hindu, gmn tuh….heheheee

      22 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Echa Fatmiyanti Purwantomur yani@ swaha….makasih ya mbak…

      22 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Echa Fatmiyanti Purwantosuharta@ suksema pak…akan saya coba sarannya…

      22 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Echa Fatmiyanti Purwantosuara demoz@ mksdnya matur gimana pak..maaf saya kurang paham…

      22 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Echa Fatmiyanti Purwantowayan arsana@ inggih pak…suksema atas pencerahannya…

      22 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Nyoman Kurniawankalau anda di Denpasar, kontak saya melalui e-mail… kakak [senior] saya [dengan bantuan para kesadaran kosmik] bisa membantu menyeberangkan roh yang masih belum menemukan jalan , membawanya naik ke alam-alam luhur…

      22 jam yang lalu · Suka

kandang babi pun sehari sekali di bersihkan

Basma Reds Netra

ijin meng,unggah bu,k LK Suryani.
12 tahun tergeletak tak berdaya. makan tidur ditemani tinjanya. tak ada yang peduli.
kandang babi pun sehari sekali di bersihkan, namun ini 12 tahun.

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · 23 Oktober jam 16:54
    • Suryx Chaynk ArtKq bs bgtu bli?

      23 Oktober jam 16:57 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Basma Reds Netratiang sendiri bingung, beritanya ada di koran radar katanya! tiang dpt foto ini dari tag oleh pan dana

      23 Oktober jam 16:59 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Wayan Sukarma suksma pak Basma Reds Netra, saya nggak bisa ngunggah foto, seperti harapan Pan Dana… maafkan… rahayu…

      23 Oktober jam 17:01 · SukaTidak Suka
    • Basma Reds Netra‎@pak yan, tiang ngangge hp niki. pak ngangge napi?

      23 Oktober jam 17:02 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Wayan Sukarmaxixixixi… tityang pakai destop… dasar tityang memang gaptek… xixixixi suksma pak basma…

      23 Oktober jam 17:05 · SukaTidak Suka
    • Basma Reds Netraklik kanan aja di di gambar, pilih save image as. nah simpan deh. trus bisa diunggah seperti biasa.

      23 Oktober jam 17:08 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Bawa Chakep MahadewaWah dimana nika pak?

      23 Oktober jam 17:14 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Yanti Astuti Maharaniampura bgeettt…ttyg tak pernah liat info niki….niki ring dije ngih ?

      23 Oktober jam 17:15 · SukaTidak Suka
    • Basma Reds Netratiang ten uning taler. niki unggahan bu L.K Suryani.

      23 Oktober jam 17:19 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Wayan SukarmaBasma Reds Netra… suksma petunjuknya, walaupun saya nggak ngerti… xixixixixi

      23 Oktober jam 17:21 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Basma Reds Netrapakyan@dicoba dong! xixixi

      23 Oktober jam 17:24 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Wayan Sukarmainggih pak basma… suksma…

      23 Oktober jam 17:26 · SukaTidak Suka
    • Ib Adnyanaapakah ia sebatang kara, maksudnya tidak ada orangtuanya disana atau tinggal dengan keluarga lain?……

      23 Oktober jam 17:34 · SukaTidak Suka
    • Dewa CakranegaraJatu karma……….jalanilah

      23 Oktober jam 17:42 · SukaTidak Suka
    • Nyairatu Cengcengkebes tolong dong semeton FDJHN segera ke TKP….buruan….ayoooo….

      23 Oktober jam 17:53 melalui seluler · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Ib Adnyana‎@Pak Dewa, ya mungkin itu buah karma, tapi bukan berarti membiarkan dan berkta didepanya bahwa itu semua adalah karmanya, kalau kita bisa marilah gunakan kelebihan kita untuk berbagi.

      23 Oktober jam 18:01 · SukaTidak Suka · 4Memuat…
    • Gusti Ngurah Putrajatu karma..lalu datanglah teman lain menolongnya dan sebagai ucapan terima kasih, sang ditolongpun menyatakan pindah rumah..lalu kita teriak atau ngelus dada..atau ….orang Hindu moksha semua makanya semakin sedikit umatnya…

      23 Oktober jam 18:05 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Jero Alit Bangahmari sepatutnya kita tolong saudara kita yg tlah hidup dlm kungkungan maya ini…….

      23 Oktober jam 18:15 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Pan Dana dalam keadaan darurat, Ibu ini memerlukan pertolongan rekan sedharma. Bantuan moral, mental, spiritual dan material yg urgent. Bukan dharma wacana.
      Trims Basma and Pak Wayan Sukarma juga rekan lain. Saya pun tidak tahu persis di mana lokasinya. Yang jelas ada di Bali, di pulau gemerincing dollar. Smoga sedharma di sini terketuk hatinya untuk meringankan sedikit bebannya, tentu dengan dipelopori para sepuh. Rahayu. Manusa Yadnya tidak hanya melaksanakan ritual maoton, mapandes, pawiwahan dll, tetapi meringankan beban sedharma yg lagi sakit juga termasuk di dalamnya. Mari berlomba dg kaum missionaris agar nantinya kita tidak mengelus dada.

      23 Oktober jam 18:26 melalui seluler · SukaTidak Suka · 4Memuat…
    • Suharta NyomanTolong dong lokasinya dimana..sangat miris melihatnya..

      23 Oktober jam 18:30 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Basma Reds Netradari yang upload, ada nama ibu luh ketut suryani. konfirmasi pada beliau,

      23 Oktober jam 20:02 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Basma Reds Netrabisa juga di konfirmasi ke koran radar bali. ini ada beritanya terbitan sabtu, 22-10

      23 Oktober jam 20:08 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Pan DanaTyang sudah coba konfirm ke Ibu LK Suryani. Belum ada tanggapan. Harap maklum, beliau super sibuk.

      23 Oktober jam 20:11 melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Nyoman MatraOm Suastyastu.Nyairatu cengcengkebes saya siap kesana. nah apa yg harus saya lakukan disana?? apakah hanya melihat? tolong berikan kami petunjuk, langkah apa yg akan kami lakukan setelah disana??? Namaste

      23 Oktober jam 20:43 · SukaTidak Suka
    • Nyairatu CengcengkebesKejadian spt ini sering kok terjadi disekitar kita, apalagi di desa/dusun dimana satu natah yg terdiri dr bbrp keluarga, kadang bisa tega hatinya bila ada nak tuwe yg sebatang kara krn anak kandungnya merantau jauh, atau paid bangkung….tp saudara-2nya cuek dan tega membiarkan orang tua tsb tergeletak di bale dlm keadaan sakit….entahlah, Nyai suka gak habis pikir dgn pola pikirnya nak Bali yg masih spt itu, mungkin ada rasa iri atau dendam masa lalu….Nyai jg gak paham….tp yg namanya nak tuwe dgn keadaan sakit dan lumpuh spt itu yaaa sebaiknya saudara jauhnya yg satu natah bisalah mengulurkan tangannya buat membantu….Nyai suka miris bila ingat nak tuwe-2 di Bali yg diterlantarkan oleh saudaranya….krn di lingkungan keluarga besar Nyai di Bali masih memiliki pola pikir spt itu….cuek jak nak odah….aruuuhhh….

      23 Oktober jam 22:17 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Ketut KinogMungkinkah itu kesalahan dalam penerapan agama?

      23 Oktober jam 22:25 · SukaTidak Suka
    • Nyairatu CengcengkebesNyoman Matra : lihat keadaan orang tsb lalu adakan investigasi dulu ke kelian adat, atau keluarganya kalau masih ada, setelah semua data investigasi lengkap, kalau perlu langsung dibawa ke RSUD terdekat utk segera mendapatkan penanganan, kalau tidak bisa mungkin bisa di bawa ke panti Werdha yg ada di Denpasar dan di Buleleng, agar ada yg merawatnya…nanti kita bisa buka dompet sumbangan buat nak odah tsb….sukseme atas pertolongannya bli Nyoman Matra.

      24 Oktober jam 8:33 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Ib Adnyana ‎@Nyairatu, Top. Jujur saya setiap kali melihat orang tua yang mestinya sudah relaxe, dilayani, menikmati masa tuanya. Namun kenyataannya masih banyak sekali odah dan kak yang masih berusaha mencari sesuap nasi untuk mempertahnkan hidup mereka. Dalam hati saya sedih dan miris setiap melihat hal seperti itu…semoga kebaikan dan kebahagiaan untuk semua.
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

      24 Oktober jam 8:43 melalui · SukaTidak Suka
    • Kantha AdnyanaIni menandakan hilangnya nurani umat manusia….pemerintah dari perangkat banjar samapi Bupati tutup, mata, telinga n nurani…..coba temen semua cari info dmn lokasinya….klo semeton msh punya nurani ayo kita urunan bantu saudara kita….gmn setuju gak….rahayu

      24 Oktober jam 8:51 · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Nyairatu CengcengkebesKantha Adnyana : pak Nyoman Matra bersedia utk mengadakan investigasi, coba dihubungi mungkin butuh mobil utk dapat mengevakuasi, mohon semeton-2 yg lain yg mungkin pernah menyaksikan kejadian spt ini di sekitar lingkungan anda, tolong anda segera bertindak, mohon perhatian kita alihkan sejenak guna membantu nak odah-nak odah yg terlantar baik akibat kemiskinan maupun krn semetonnya yg cuek atau keluarganya yg tinggal jauh dirantauan, kita berupaya utk terus meningkatkan rasa kepedulian kita kepada nak odah-2 yg nasibnya jelek…..rahayu-3

      24 Oktober jam 12:01 · SukaTidak Suka
    • Cokgus Artha Om swastyastu.alamatnya dusun kaler,desa antiga,manggis,karangasem.atas inisiatip pimpinan LK suryani,dia(ni wy simpen)di bawa ke rs karangasem.brita ini tyang bc dr koran bali express,22 oktb.

      24 Oktober jam 13:26 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Pan DanaTrims Cokgus Artha atas informasinya. Monggo para sepuh, ditunggu peloporannya.

      24 Oktober jam 15:01 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Kantha AdnyanaSaya dengar sekarang sudah di rumah sakit…n kebetulan kerabatnya orang mampu tadi juga dach sdi muat di Radar Bali rumahnya cukup bagus…, cuman ga peduli nasib saudaranya….

      24 Oktober jam 15:34 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Wayan Dpini lah buktinya kurangnya kepudian or kt ketika semetonnya tertimpa musibah namun ketika ada or lain menolong (non hindu ) dengan tujuan tertentu dan ybs bsa keluar dari musibah yg dialaminya,suatu ketika sang penolong mengajak semeton kt utk ikut agamanya dng dalih berkat pertolongn dia ybs bisa sembuh. nah ketika semeton kt mau ikut dengan mereka BARU KT RIBUT namun ketika semeton kt terkena misibah tak peduli. Harapan tiang semoga hal seperti ini tdk terulang kembali

      Minggu pukul 11:42 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Ib Adnyanamari kita tingkatkan kepekaan rasa kita.

      Minggu pukul 12:29 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Lasmini Sundmna kjdian it pak??? ap sdh ad yg bntu…

      Minggu pukul 14:28 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Lasmini Sundmna kjdian it pak??? ap sdh ad yg bntu…

      Minggu pukul 14:28 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Idk SudiartanaWayan Dp saya sependapat dengan Bapak, kadang kala hal semacam ini tidak pernah diekspos sehingga umat/warga disekitar tdak ada yang tahu mungkin mereka malu apalagi masing tergolong keluarga mampu. Terlepas dari itu menurut saya sudah saatnya kita semua lebih memahami pengertian apa yang dikatakan YADNYA. Selama ini pemahaman masyarakat tentang YADNYA pada umumnya berkutat sebatas Odalan di Pura yang berkaitan dengan bebantenan saja.

      21 jam yang lalu · Suka

Arti Kata HINDU ?

Murdiono Diyoncx

HINDU
artinya kata HINDU ?
kenapa memilih nama HINDU ?
siapa penemu nama HINDU ?
mohon bantuanya !
jangan bilang ‘apalah arti sebuah nama’
maturSuksma

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · Minggu pukul 1:17 melalui seluler
    • Dayu’gEx Kris Parameswari Dewipanggil 911

      Minggu pukul 1:22 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Adhe Swandee IIYang pernah saya baca, jika diartikan dari pemenggalan katanya (hin & du) hindu artinya tidak menyakiti… Pada awalnya sebutan ini digunakan oleh mereka yang menganut ajaran ahimsa…

      Minggu pukul 2:26 melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Jiwa Negara Yanik dan Wayan Sutame menyukai ini.
    • Alit Adi Sanjayakata hindu merupakan bahasa Arab yang diberikan oleh orang Inggris, yang pada awalnya menemukan “Indus Valley” atau Sungai Sindhu yang kemudian berkembang menjadi Hindu.

      Minggu pukul 7:58 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Alit Adi SanjayaKata Hindu tidak terdapat dalam Veda atau kesusastraan lainnya. Dalam Veda itu sendiri terdapat kata Veda Dharma dan Arya Vrtra yang terdapat dalam Manavadhramasastra dan ramayana serta yang lainnya.

      Minggu pukul 8:00 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Alit Adi SanjayaDalam Purana, berkembang dengan lebih sederhana yaitu “satyasanata dharma”

      Minggu pukul 8:01 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Alit Adi SanjayaSemoga dapat memberikan penjelsan. Sukma

      Minggu pukul 8:01 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Eka Sudhana Apalah arti sebuah nama…
      Ckikikikkk

      Minggu pukul 8:04 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Alit Adi Sanjayanama adalah “alat” untuk mengingatkan kita kepada sesuatu….

      Minggu pukul 8:11 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman Kurniawanasal mula kata “Hindu” memang sejarahnya abu-abu… tapi saya menghormati dalam-dalam kata “Hindu” ini, karena dia dapat mempersatukan berbagai macam aliran dan keyakinan yang ada di India dan termasuk di Indonesia menjadi satu keluarga… bukannya memecah-belah seperti sampradaya sesuai aslinya itu… :p

      Minggu pukul 8:31 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Alit Adi Sanjaya sampradaya atau sekte. sekte berasal dari bahasa inggris yang berarti “masyarakat tinggal, dalam kotak, grup tertentu atau terdiri dari banyak grup”. dalam bahasa sanskrit adalah “sampradaya” atau “mat matantar”.

      Sekarang, baiklah kiat cek sejauh mana semua sampradaya ini masih bisa dikatakan bagian dari Hindu atau dalam “Hindu concept”. ada 3 hal yang penting,
      1. Seorang percaya Tuhan
      2. Menerima ajaran Veda
      3. Melakukan Yadnya.

      Itulah Hindu yang sebenarnya.

      Minggu pukul 8:44 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Nyoman Kurniawansiapa yang membuat klasifikasi seperti itu ? :(

      Minggu pukul 8:46 · SukaTidak Suka
    • Alit Adi SanjayaSiapa? berarti menunjuk ke orang. Saya dapatkan pernyataan itu dari Dr. Somvir.

      Minggu pukul 8:48 · SukaTidak Suka
    • Alit Adi SanjayaAnda meragukannya Pak?

      Minggu pukul 8:48 · SukaTidak Suka
    • Nyoman KurniawanSaya hanya setuju point yang kedua saja… point pertama –>> Tuhan Hindu berbeda dengan Tuhan Abrahamik, yang dimaksud Tuhan disini harus jelas dulu… point ketiga –>> para yogi tidak melakukan yadnya… dan PERTANYAAN BESAR-NYA, tujuan Hindu kan moksha, tiga point diatas sama sekai tidak mewakili tercapainya tujuan tersebut…

      Minggu pukul 8:52 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Alit Adi Sanjayaanda mengatakan “yang dimaksud Tuhan disini harus jelas dulu”. maksudnya? berarti anda tidak jelas akan Tuhan selama ini?

      Minggu pukul 8:56 · SukaTidak Suka
    • Alit Adi Sanjayadarimana pak tahu para yogi tidak melakukan yadnya? makna yadnya sangat lah luas Pak

      Minggu pukul 8:56 · SukaTidak Suka
    • Nyoman KurniawanIstilah Tuhan atau God itu sangat-sangat rancu… Tuhan menurut pengertian abrahamik [Islam, Kristen, Yahudi] adalah Tuhan yang seperti manusia [bisa marah, menghukum, memerintah, mencipta, dll]… sedangkan konsep Tuhan [Nirguna Brahman] dalam Hindu adalah yang tidak terpikirkan, pantheis atau di dalam-diluar alam semesta beserta segala isinya… disebut Brahman dalam Upanishad dan Hyang Acintya atau Hyang Embang dalam Hindu Bali… ada juga Saguna Brahman, yaitu para dewa-dewi…

      Minggu pukul 9:03 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman Kurniawanbagaimana makna yadnya yang luas itu menurut anda ?

      Minggu pukul 9:03 · SukaTidak Suka
    • Alit Adi SanjayaTerus, komen tyang yang diatas masih meragukan? Kita khan berdiskusi masalah Hindu, yang terkait Tuhan dalam istilah Hindu (menurut versi Bapak). Kenapa Bapak harus mempertanyakan ini kembali?

      Minggu pukul 9:05 · SukaTidak Suka
    • Eka SudhanaHindu scra harfiah memiliki arti ajaran kebijaksanaan dari lembah shindu

      Minggu pukul 9:05 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman KurniawanAlit Adi Sanjaya: Karena dalam Hindu anda tidak HARUS membahas atau percaya Tuhan… itu disebutkan dalam aliran Samkhya…

      Minggu pukul 9:09 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman Kurniawanpertanyaan saya belum dijawab –>> bagaimana makna yadnya yang luas itu menurut anda ?

      Minggu pukul 9:11 · SukaTidak Suka
    • Alit Adi Sanjaya‎”Karena dalam Hindu anda tidak HARUS membahas atau percaya Tuhan”. maksudnya? Saya Hindu boleh tidak percaya Tuhan?

      Minggu pukul 9:12 · SukaTidak Suka
    • Alit Adi Sanjayayadnya dalam arti luas lebih dari sebuah makna korban suci

      Minggu pukul 9:13 · SukaTidak Suka
    • Alit Adi Sanjayayadnya adalah bentuk pengabdian diri kita kepada Tuhan

      Minggu pukul 9:13 · SukaTidak Suka
    • Alit Adi Sanjayamanusia adalah Pelayan Tuhan

      Minggu pukul 9:13 · SukaTidak Suka
    • Alit Adi SanjayaMelayani Tuhan adalah bentuk dari Yadnya yang universal

      Minggu pukul 9:13 · SukaTidak Suka
    • Nyoman Kurniawankalau anda ikut Samkhya, ketika anda memulai tidak penting anda percaya Tuhan atau tidak… artinya anda boleh tidak percaya Tuhan… tugas anda adalah melenyapkan ego dan kekotoran bathin… ketika ego dan kekotoran bathin itu lenyap… yang tidak terpikirkan [Tuhan] itu akan diketahui dengan sendirinya…

      Minggu pukul 9:15 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Eka Sudhana Bang Alit, ikt nimbrung ya,, kalau kt brbcra tntang Brahma Widya (theologi hindu), kita akn menemukan pantheisme, monisme, monotheisme, polytheisme, bhkan atheisme…
      Jngn heran kalo ktmu samkhya, mimamsa atau budha yg Mengesampingkan, menghindari membicarakan tntng Tuhan…

      Minggu pukul 9:17 melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Nyoman KurniawanMelayani SEMUA MAHLUK dan ALAM SEMESTA adalah bentuk dari yadnya yang universal…

      Minggu pukul 9:17 · SukaTidak Suka
    • Alit Adi SanjayaNyoman Kurniawan: Ya, Melayani SEMUA MAHLUK dan ALAM SEMESTA adalah bentuk dari yadnya yang universal. siapa sumber makhluk hidup dan alam semesta? TUhan Bukan? jadi melayani semua makhluk dan alam semesta juga melayani Tuhan itu sendiri.

      Minggu pukul 9:19 · SukaTidak Suka
    • Alit Adi SanjayaTidak ada yang beda antara ciptaan-Nya dengan Tuhan itu sendiri. Karena Tuhan bersemayan di setiap ciptaan-Nya

      Minggu pukul 9:19 · SukaTidak Suka
    • Nyoman KurniawanKata “Melayani Tuhan” itu beresiko, sering menyeret orang ke suatu bentuk ego halus yang baru… saya lebih suka dengan “Melayani SEMUA MAHLUK dan ALAM SEMESTA”…

      Minggu pukul 9:21 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Alit Adi SanjayaEka Sudhana: Panggil tyang Bli manten, tyang orang bali. ya saya tahu akan hal itu, tetapi konteks pembicaraan kita adalah Hindu. bukan Budha atau yang lainnya.

      Minggu pukul 9:22 · SukaTidak Suka
    • Alit Adi SanjayaItu hanya masalah kebahasaan saja Pak. Keterbasasan Indriya yang kita miliki yang menginterpretasikan kata itu yang berbeda-beda.

      Minggu pukul 9:23 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Eka Sudhana Dahulu jika ditanya, Orng bali tidak percya Tuhan..
      Mreka hnya percya Amerta.. (a : tidak, mrtyu : mati, tidak mati, atau keabadian)..
      Lantas, apa keabadian itu ?
      Tuhan,,
      Tuhan telah di internalisasi, mknanya menghujam dlm hati..
      Tidak perlu diucapkan..
      Itu sbuah kdalaman makna yg indah dari krndahan hati nyama bali..
      Ucpan Mule Keto, adlh ucpn tulus yg indah menurut saya, sbuah makna keluguan, ketulusan yg terwujud bukan pada lidah, tapi pada kerja. Karya lngsung..,
      jika ingin jawaban yg tidak mule keto, ktika nanya mslh bebanten, tanyakan ahli yg mempelajari maknanya, dn itulah tgas anda..

      Minggu pukul 9:26 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Eka Sudhana apa beda hindu dn budha, apa anda kira sidharta bkn orng hindu, (bc The Sidharta Gautama)..?
      Pernah dnger siwa budha ?
      Pernah dnger bìneka tggl ika yg sejatinya menjelaskan tntng ketunggalam siwa dn budha ?
      Dn anda mau mengingkarinya ?
      Hehehe

      Minggu pukul 9:29 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Jiwa Negara Yanik Diskusi yg bagus sekali. Setuju penjelasan Alit Adi Sanjaya tentang Hindu. Dan Nyoman Kurniawan, luar biasa Pak, Hindu sangat luas sekali, Samkya adalah mazab Hindu tertua, dan konsep non-teis/ateis pertama di dunia. Non-teisnya Buddha juga terinspirasi dari Samkya.

      Minggu pukul 9:33 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Alit Adi SanjayaBaca komentar anda sebelumnya Pak. Hal itu anda yang lebih tahu, saya tidak tahu semua tentang hal itu. Sudi kiranya Pak menjelaskan apa yang pak tanyakan sendiri kepada kami semua disini.

      Minggu pukul 9:33 · SukaTidak Suka
    • Eka Sudhana kment sy yg mana ?
      Yg tntang samkhya, mimamsa, budha ?
      Itu jg aliran filsafat Hindu bli..

      Minggu pukul 9:52 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Pak Ketut numpang lewat….Kata Hindu sebenarnya berasal dr kata SINDU,nama sebuah sungai di Barat laut India..sekarang Pakistan.Krn orang2 Parsi yg sulit mengucapkan “S” maka kata sindu berubah menjadi Hindu(mirip dg or Jepang yg ga mampu mengucapkan “L” sehingga Bali..menjadi BARI.Akibatnay agama yg dianut oleh penduduk yg ada di sekitar sungai itu disebut Agama Hindu,padahal namanya yg benar adalah SANATANA DHARMA..atau kebenaran yg kekal,atau disebut juga WEDA DHARMA,krn bersumber dari ajaran Weda.Salam Rahayu

      Minggu pukul 10:18 · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Murdiono Diyoncx Terima kasih Penjelasanya,
      belum ada jawaban yang memuaskan…..

      Minggu pukul 13:11 · SukaTidak Suka
    • Jero Alit BangahIstilah Hindu pertamakali diberikan oleh orang asing yg datang ke India, spt: Yunani, Arab, dan Persia (sekitar abad ke-8 Masehi) pengertian Hindu oleh orang asing tsb menunjuk pada orang2 yang mendiami daerah lembah sungai sindhu, termasuk agama dan kebudayaan yg mereka anut. Namun secara resmi istilah Hindu di India dipakai dlm sebuah prasasti yang dikeluarkan oleh raja2 yg memerintah kerajaan Vijayanagar di India selatan pd abad ke-15 Masehi. Istilah ini juga digunakan dlm catatan raja Achaemenian dari Iran, sehingga istilah Hindu umum dipakai oleh pengarang2 Islam di India pada jaman itu……….

      Minggu pukul 13:28 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Murdiono Diyoncxsiapa yang meLEGALkan/memutuskan agama kita HINDU waktu itu, ada yang tahu referensinya/dalilnya nggak ?

      Kemarin jam 2:10 · SukaTidak Suka
    • Nyoman Kurniawansaya ulangi lagi mas, asal mula kata “Hindu” memang sejarahnya abu-abu… tapi saya menghormati dalam-dalam kata “Hindu” ini, karena dia dapat mempersatukan berbagai macam aliran dan keyakinan yang ada di India dan termasuk di Indonesia menjadi satu keluarga… janganlah hal ini dipermasalahkan lagi, karena tidak berguna [hanya memuaskan ego saja] dan memecah belah….

      22 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Murdiono Diyoncx OK Pak, TerimaKasih dan mohon maaf bila kurang berkenan.

      Pertanyaan muncul disaat saya mempelajari Weda lebih dalam lagi seperti sekarang ini. terlebih mempelajari sejarah jawa kuno

      21 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Bawa Chakep MahadewaWah mantab!! Yg melegalkan nama hindu menjadi agama hindu dulu adalah dijaman gubenur bali prof DR IB MANTRA, mendaptarkan di depertemen agama,

      20 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman KurniawanMurdiono Diyoncx: setau saya, polemik nama Hindu ini sering ditiupkan oleh penganut Buddha yang Hindu-phobia dan penganut Hare Khrisna… tujuannya untuk membingungkan atau memecah belah… ya tidak usah terlalu kita pikirkan, dharma itu seluas samudera… rahayu mas…

      20 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1

kenapa dia meu berobat dg memakai pelukanan ala Hindu dan sembuh. kok percaya, dan bagaimana dg Agamanya dia apakah gak bisa menyembuhkan umatnya ? malah jauh2 datang ke umat hindu ??? gejala apakah ini ???

Nyoman Matra

Om Suastyastu, kemarin saya nangkil ke Pedanda. ram sekali org disana utk memohon pengobatan, anehnya kebanyakan non yg berobat disana, yg datang dr jakarta, semarang, jatim lombok maupun sumbawa, padahal kata mereka Hindu itu adlah agama yg keliru, nah pertanyaan saya kenapa dia meu berobat dg memakai pelukanan ala Hindu dan sembuh. kok percaya, dan bagaimana dg Agamanya dia apakah gak bisa menyembuhkan umatnya ? malah jauh2 datang ke umat hindu ??? gejala apakah ini ???

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · 04 November jam 21:21

    • Ni Nyoman Marheni MarheniBiasanya yang non Hindu mau datang itu yang berfikiran moderat atau liberal. Kalau yang berfikiran fundamental tidak akan mau datang…. percayalah !

      04 November jam 21:26 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Bawa Chakep MahadewaYang penting sembuh, agama belakangan xixixixi

      04 November jam 21:29 melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Wayan Sukarmatujuan pragmatis kadang-kadang memang dapat mengalahkan tujuan idealis…

      04 November jam 21:32 · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Nyoman MatraDan anehnya baru2 ini ada pasien 250 org berobat dan semuanya sembuh dari bermacam2 penyakit. luar biasa, dan saya klangen bisa melihat keajaiban seperti itu huhahahaha

      04 November jam 21:34 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Nyoman Matra Om Suastyastu Bu Ni Nyoman Marheni Marheniseandainya semua berpikiran Moderat alangkah akan damainya dunia ini. hahaha

      04 November jam 21:37 · SukaTidak Suka
    • Nyoman Matra Ki Bawa Chakep MahadewaMalu dan Agama belakangan, memang saya lihat disana melirik saya yg berpakaian adat, agak malu2 ngeong,yg penting tdk menderita kesakitan Qiqiqiqiqi…

      04 November jam 21:39 · SukaTidak Suka · 1Bawa Chakep Mahadewa menyukai ini.
    • Nyoman Matra Guru Wayan Sukarma, kapan kita bisa memburu matahari ??? Qiqiqiqiqiqi

      04 November jam 21:40 · SukaTidak Suka
    • Gusti Komangwah itu sih gak aneh….sejak dulu begitu cuman mereka sembunyi2..sekarang agak ngenah…dan yg non kadang bersama sy ikutan semedi saat purwani….lebih mantap

      04 November jam 21:45 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Wayan Sukarmaha ha ha… pak nyoman… tyang amat terikat dan tergantung pada pak nyoman, gimana mungkin tiang bisa tentukan waktunya…

      04 November jam 21:46 · SukaTidak Suka · 1Nyoman Matra menyukai ini.
    • Bawa Chakep MahadewaWakakakaka… Pasti ki matra tolihe tolihe ulian serem!! Xixixixixixi

      04 November jam 21:47 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman MatraGusti Komangbenar tyg sering dimintai ngatar pejabat sembhyang agar naik jabatan, dan seminggunya lagi Bapak itu naik jabatan dan Pangkat, anehnya kalau kita memohon minta naik pangkat apa juga kicen ya ????

      04 November jam 21:54 · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Nyoman MatraInggih Guru Wayan setelah ini kita segera menghutung Matahari, dan saya akan menelpon dulu kesana agar dapat no, satunya, hehehe

      04 November jam 21:56 · SukaTidak Suka · 2Ni Ketut Janssen dan Wayan Sukarma menyukai ini.
    • Gusti Komang Pak Nyoman Matra….kenten fenomenane…ty ten nyak” menek jeg pragat betenan gen..xixixixix

      04 November jam 21:57 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman Matra Ki Bawa Chakep Mahadewamungkin juga, terutama simanis jembatan ancol melirik2 terus, untung ki Bawa sing milu lamun milu pasti rage sing maan bagian mata2 indah huuuhahahahaha

      04 November jam 21:57 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Nyoman MatraGusti komang lamun dibetenan idongan ngangsur huuhahahahaha

      04 November jam 21:58 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Bawa Chakep MahadewaAduh sajaan boby to, rage demen je ajak ane keto!! Wuwuwuhahahahahah

      04 November jam 21:59 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman MatraKi Bawa kalau saya sih Istri satu cukup deh, tapi kalau ada gadis menghampiri Welcome Qiqiqiqiqiqiqiqi

      04 November jam 22:01 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Gusti Komangkalo si gadis manis jembatan bangkung mendekati….kaburrrrr xixixixix

      04 November jam 22:16 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Dewa Putu Sa AdnyanaBenyo klo mau naik pangkat harus berpaling dari keyakinan dulu, kenapa ya………

      04 November jam 23:04 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Kantha AdnyanakLO hindu MENGENAL KONVERSI ITU SEBENARNYA KESEMPATAN YG BAGUS UNTUK MENGKONVERSI SESEORANG….SAYANG hindu ADA ISTILAH KONVERSI…..

      04 November jam 23:38 · SukaTidak Suka
    • Ib Adnyanapokoknya sebelum mataharinya terbit sudah ada disana pasti dapat no,1. nanti kalau ada gadis lebih nelpun tiang biar lebih banyak pesertanya nyari warung ikan goreng dan supnya mak beng.

      Sabtu pukul 1:12 · SukaTidak Suka
    • Jarot Widhigejalan musim hujan telah datang xoxixixiiixiiiii

      Sabtu pukul 5:17 · SukaTidak Suka
    • Gede JunidwajaSakit manusia itu sama dengan badan manusia berlapir-lapis….kalau yang sakit lapis terdalam, sampai hari ini hanya TIRTA yang sanggup menyembuhkan dengan cara cepat – mangkus sangkil, efektif, efisien

      Sabtu pukul 13:32 · SukaTidak Suka
    • Lasmini SunEmang tmpatny dmN pak marta???? lasmi jdi ingin mmbuktikany…pansaran juga hehehe… spa tau lasmi suatu saat bsa ktmu pedanda itu…

      Sabtu pukul 16:34 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Ib AdnyanaLasmini Sun, ayo hubungi Pak Matra……

      Sabtu pukul 17:01 · SukaTidak Suka
    • Lasmini SunIya pak Id…nnti lasmi hub pak matra…

      Sabtu pukul 21:14 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Mur Yanimungkin krn berjodoh bli nyoman mantra……

      Sabtu pukul 21:35 · SukaTidak Suka
    • Wayan Rawiniwatipengobatan itu menurut saya universal, yang penting yakin untuk kesembuhan saya kira ga ada masalah………banyak juga yang datang ke Tirta Empul untuk penyembuhan dan mereka yakin itu….dan kembali lagi kita harus yakin kebesaran Tuhan…

      20 jam yang lalu melalui · SukaTidak Suka
  • Tulis komentar…

Apakah tidak ada jalan lain yang dilakukan tanpa mengexplorasi alam secara terus menerus dalam hal persembahan untuk umat Hindu kedepan?

Dex KeNie

Banyaknya upacara di bali yang menggunakan banten tentu saja akan menggunakan besar-besaran sarana dari tumbuh-tumbuhan dan binatang. Akibatnya banyak desa-desa di bali saat ini sudah jarang memiliki tanaman kelapa, pisang, bunga, daun sirih dllnya karena exploitasi besar-besaran. Apakah tidak ada jalan lain yang dilakukan tanpa mengexplorasi alam secara terus menerus dalam hal persembahan untuk umat Hindu kedepan??

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · 03 November jam 17:41

    • Dex KeNiebeberapa daerah di bali setiap tahun alamnya mulai tandus…, akibatnya sarana upakara/upacara sulit dicari……….sehingga dipikiran saya 50 thun mendatang generasi muda kita hanya punya lontar bebantenan tetapi saranya sudah tidak didapatkan lagi,,,,,,,

      03 November jam 17:50 · SukaTidak Suka
    • Wayan Bagiasakyknya lbh bnyk dtbang utk bngunan deh ,klo utk bebantenan lsg aj ke org yg suka buat banten bsar2 pdhl bnyk org yg perlu bantuan mlah uangnya g dsalur ksana tu kan prsmbahan jga

      03 November jam 18:13 · SukaTidak Suka
    • Ib Adnyanapenggunaan kelapa akan memotivasi orang untuk menanamnya, keperluan akan bunga akan membuat orang menanamnya…..keperluan akan ayam akan merangsang orang untuk memlihara ayam dll….

      03 November jam 20:01 · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Dex KeNieIb Adnyana@tetapi kelapa butuh puluhan tahun untuk bisa besar dan butuh waktu. Di Bedugul, Asah Gobleg dan tempat lainnya banyak membabat hutan untuk menanam bunga bungaan..karena konsumsi bunga meniingkat akibatnya banyak hutan gundul dan terjadi pemanasan. Konsumsi ayam yang berlebihan membuat orang memelihara ayam tanpa memperhatikan kebersihan dllnya, akibatnya penyakit flu burung wewabah.

      03 November jam 20:21 · SukaTidak Suka
    • Wayan Sukarmajangan naif begitu dik, tidak ada upacara agama mengeksploitasi alam…

      03 November jam 20:38 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Dex KeNieWayan Sukarma@ Pak Wayan….maksud saya apa yang akan terjadi dengan bagian upakara agama Hindu kedepannya, soalnya sekarang kita menggunakan bnyak sarana , sedangkan kemampuan alam terbatas……apa ada cara yang lebih mengarah ke Jnana? mari kita berpikir 50 tahun kedepan

      03 November jam 20:55 · SukaTidak Suka
    • Wayan Sukarmaha ha ha… dex kenie… tidak ada upacara tanpa jnana, dan tidak ada jnana tanpa upacara… bisa dibayangkan, cara beragama umat hindu seperti itu sudah berlangsung lebih dari 50 tahun…

      04 November jam 0:20 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Taksu BaliDex….. jani di Bali ngeliunang dagang bungane….. dagang pandan.. dagang penjor…… ngeliunang anake ngubuh celeng…..ngeranaang buung ngalain Bali….

      04 November jam 0:27 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Gusti Komang upakira dan upakara ring bali sampun memargi 1500 th Dex KeNie….gak ada masalah kok….secara ekonomi pasar…saling menguntungkan..berputar kembali lagi kemasyarakat pendukungnya…rahayu

      04 November jam 0:39 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Taksu BaliPengamatan menunjukkan…….. kebanyakan orang yang mempermasalahkan Upacara….. adalah orang yang “takut” me Yadnya………

      04 November jam 0:51 · SukaTidak Suka · 5Memuat…
    • Dex KeNieTaksu Bali@belum tentu…….!

      04 November jam 22:49 · SukaTidak Suka
    • Taksu BaliSurvey menunjukkan….. Dex.

      04 November jam 22:52 · SukaTidak Suka
    • Gusti Komangsire sane nyurvey pak…

      04 November jam 22:54 · SukaTidak Suka
    • Dex KeNiehehehe, survei tahun berapa? siapa responden nya?

      04 November jam 22:55 · SukaTidak Suka
    • Oka Suyasasinampura jika tityang bukan upakaranya semata terpermasalahkan ~ tapi konfliknya usai keluar dr sanggah ? wenten gen yg diributkan ~ walo tak berlaku semua bg warga bali, sinampura :)

      04 November jam 22:57 · SukaTidak Suka
    • Taksu Bali Survey ….. menurut Pengalaman dan Pengamatan pribadi…… dan pateh sekadi pengamatan lan survey Gusti Komang sareng Dex KeNie

      04 November jam 23:00 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Gusti KomangTaksu Bali.@…mempermasalahkan upakira lan upakara nak ulian ten meduwe jinah….yen ulian ngebon atau maan nyelang ten pas asanne ngelarang upakira..kenten hasil survey sane sampun lintang..xixixixix

      04 November jam 23:03 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Komang Eka DianaLaksanakan sesuai dosis yg disarankan utk kebaikan kita. Kalau orang lain butuh dosis lebih tinggi, ya itu utk kebaikan mereka juga. Jika sakit berlanjut, hubungi hubungi pemuka agama.

      Sabtu pukul 9:36 · SukaTidak Suka
    • Ib Adnyana Ritual, Upacara adalah bagian ketiga dari kerangka dasar agama hindu yang di sebut acara agama yang di masukkan sebagai pokok-pokok ajaran Hindu, mungkin saja tanpa acara agama, keyakinan yang secara mentradisi di lakasanakan sejak ribuan di Bali ini tidak akan di akui sebagai Agama Hindu.
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

      Sabtu pukul 9:45 melalui · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Sakya RastikaDex KeNieAnalisa anda ttg habisnya pohon kelapa di Bali kurang tepat // bukan upakara yg menjadi masalah,ttp rasa bhakti ttd Tuhan ini perlu dipertanyakan ketulusannya ; tujuan upakara adalah kesuburan ( pulekerti dsb ), termasuk merubah Bali menjadi metropolitan merupakan berkurangnya koloni kelapa di Bali ( Bali ; banten ; subur ; segara giri ; sukavati ; renung ; bahagia )

      Sabtu pukul 9:52 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Taksu BaliGusti komang…..menurut survey…… kalau liunan “Paitungan” lakar ngelaksanaang Upacara….. pragat buWUNG…..( mekejang bakat itungang, sengkok sangkilang jun) .. ngebon untuk Upacara takut….heheheh… ngebon untuk “Melali” bani….apalagi upacara pang maan gratis ………ini ciri-ciri Jaman Kali.

      Sabtu pukul 20:43 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Teguh PermanaUpakara yadnya justru akan menghasilkan kemakmuran apabila para dewa berkenan. Alam diekploitasi karena keserakahan manusia karena terus merasa kurang..

      Sabtu pukul 21:03 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Dewa Cakranegaraseharusnya…sebagai umat Hindu Bali harusnya dibalik tesisnya, karena kita banyak menggunakan sarana banten dari alam , maka mulai sekarang disetiap pekarang kita harus menanam berbagai macam tumbuhan untuk Banten supaya kita tidak beli, serta melestarikan alam, karena persembahan yg paling baik adalah segala ciptaan beliau untuk keseimbangan alam, jadi kita jangan berpikir aneh, karena yg berpikir sep[erti itu kebanyakan mereka yang malas beryadnya dan malas bersyukur, sehingga mencari lasan yg aneh aneh……

      Sabtu pukul 21:04 · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Dex KeNieDewa Cakranegara@Sebenarnya yadnya yang kita lakukan kan harus juga membantu melestarikan alam dan lingkungan….karena kegiatan yadnya itu di Bali dilakukan setiap hari……..tetapi persoalannya sekarang jangan kita menutup mata, sangat sulit mendapoatkan sarana upakara di desa-desa karena lahan semakin tandus dan tanaman semakin sulit untuk tumbuh…………….

      Minggu pukul 12:25 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Kak OpasOm swastyastu semua bagus bagus komentnya,,,buat dex Kenie,,mari mulai dari diri sendiri,,mungkin dengan memberikan contoh akhirnya keluarga yang lain, tetangga, terus tetangga lagi, terus tetangga lagi akan mengikuti,,, dan akhirnya semua menyadari,,,atau dalam bahasa bali,,, suwud sampun nyagerang timpal dogen,,,he, he, he, ,,,, ngiring sareng sareng ngelestariang lingkungan ( jagat ) rahayu, rahayu,,, sekirang langkung ampura,,,

      Minggu pukul 12:52 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Dex KeNieKak Opas@setuju

      Minggu pukul 12:54 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Jarot Widhihahaaaa…bnyk jln menuju roma… asal jalanmu tdk nerobos jalurku xixiiiiiiii

      Minggu pukul 12:55 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Taksu Bali Silahkan survey…… dari Mambal – lewat Beha….. wah dipinggir jalan semarak “Bunga-kamboja”…..tandanya “krama desa / umat ” telah ” Melaksana”, ( tidak sekedar berujar) untuk pelestarian…………. Dex Kenie…… suba mula bunga????????????….. ngiring sareng-sareng lestariang “Jagate”….. astungkara..

      Minggu pukul 15:34 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Putra Balang Tamakbukti nyata Upakara di Bali melestarikan spesies tumbuhan langka “sarana Upakara” dapat dilihat di rumah tukang-tukang banten, mereka secara sengaja menanam di pekarangan rumahnya atau tegalannya berbagai tanaman langka itu karena merasa memerlukannya (blaus, susuruh, pepe, nagasari, ketemba, kadianti dll). Ternyata tanaman jenis ini memang sulit tumbuhnya, coba bayangkan jika tidak ada uapakara yang memerlukannya, dari ratusan tahun lalu mungkin sudah punah! hehe.. upakara yajnyalah yang MELESTARIKANNYA!

      Minggu pukul 16:46 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Putra Balang Tamakcantoh yang paling mudah adalah masih lestarinya berbagai jenis spesies kelapa di Bali yang di tempat lain di luar bali sudah punah! dibali masih dapat kita jumpai “punyan nyuh” atau Pohon kelapa rangda, bulan, puwuh, suddhamala, gading, udang, sangket, bojog, julit, dll. pohon kelapa jenis ini ditempat lain sudah punah, kenapa bisa punah? karena kurang diminati sebagai konsumsi manusia! buahnya kecil, jarang-jarang, batangnya pendek dan kurang keras pun tumbuhnya lambat!

      Minggu pukul 16:59 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Putra Balang Tamakdi Bali mereka tetap hidup dan terjaga kelestarianya karena Usadha dan Yajnya yang mensyaratkan adanya buah atau daun dari kelapa jenis ini! ternyata upakara yajnya yang melestarikan ADANYA di tanah BALI ini… hehehe.. Rahayu

      Minggu pukul 17:02 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Ibk Susena PanidaDex KeNie…..semakin banyak yang digunakan, semakin banyak yang dilestarikan (itu yang seharusnya dilakukan untuk sebuah Yadnya)….justru Yadnya ada untuk pelestarian semua jenis tumbuhan di dunia…..sehingga jangan jual kebun/sawah/tegalan kita hanya untuk dijadikan kapling perumahan/ruko/hotel/vila,dsb….sehingga semua akan bisa di dapatkan di Bali tercinta ini…

      Minggu pukul 17:04 · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Taksu BaliYang punya tanah… wajar jual tanah……. yang tidak punya tanah… berusahalah untuk “Membeli” tanah….

      Minggu pukul 23:43 · SukaTidak Suka
    • Yogiswara Chandogyabener pakde, belilah tanah unt menabungkan hasil kerja keras kalender…xixixi

      Minggu pukul 23:44 · SukaTidak Suka
    • Taksu BaliYogi……. yang dipakai membeli tanah adalah Uang Negara Indonesia.

      Minggu pukul 23:51 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Dharmawan BajeraDex KeNieagama hindu mengakui adanya kemampuan jnana umatnya dengan memberikan jentang upacara yg utama, madya nista. upacara yg utama akan dilaksanakan dengan upakara yang nista(intinya saja). jadi apabila ingin mengurangi jumlah upakara/banten maka dibutuhkan peningkatan jnana(jnana harus baik). berarti jalan yg diperlukan utk itu adalah peningkatan jnana umatnya. dgn jln apa??? tentunya belajar dan belajar……suksme

      Kemarin jam 1:33 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Dharmawan BajeraDewa Cakranegarakalau saja semua umat hindu pd semua jenjang kemampuan dapat diajak berfikir terbalik spt itu maka akan sangat tentram dunia ini. tapi kita perlu waktu utk mendapatkan kemampuan uamt yg seperti itu. selama itu makin rusaklah alam ini.dan pemulihan alam kalah pesat dengan pertumbuhan umat manusia, apalagi dengan pertumbuhan keperluan yg merusak alam. kita perlu melakukan tahap penyadaran degan meletakkan skala priorotas yg diutamakan. ampura suksme

      Kemarin jam 1:48 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Dharmawan BajeraPutra Balang Tamak; daya dukung alam sangat terbatas, sedangkan pertumbuhan manusia dan keperluannya ndak terbatas. nanti kalo semua tegalan jadi villa…………kalang kabut deh kita….

      Kemarin jam 2:06 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Dhanu Widjajayang saya tahu, segala bentuk ritual (jawa, bali, dst) adalah menjaga kelestarian alam. ritual sebagai ekologi/ daur hidup/ life cyrcle atau apapun sebutannya. Masih bagus ada peringatan 50 tahun lagi akan kehabisan sarana, artinya ini dapat digunakan sebagai motifasi untuk melestarikan alam itu. Coba tidak ada ritual, mungkin 100 tahun yang lalu sudah habis sarana ini.

      Kemarin jam 2:14 melalui seluler · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Dharmawan BajeraDhanu Widjajaupacara ritual sebagai salah satu evaluasi kelesatrian alam secara berkala. evaluasinya sekarang mana?? busung dari jawa, buah import……andaikan evaluassi itu ada…dan ada usaha menjaga alam …

      Kemarin jam 2:18 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Dhanu Widjajaitulah konsekwansi modernitas dan (mungkin) rasa berbaginya umat hindu di bali terhadap pelestarian alam dan ekonomi masyarakat luar bali (banyuwangi,jember, lumajang, dll) yang selalu menjaga pohon kelapanya tetap tumbuh subur untuk di bawa ke bali.

      Kemarin jam 2:30 melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Dharmawan Bajerasebuah cara berfikir positip…………yg sangat sulit di bedakan dgn pembenaran thda sikap yg ada. ANDAIKAN UDAHA SEKALA SEIMBANG DENGAN USAHA NISKALA……

      Kemarin jam 2:34 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Putra Balang TamakDharmawan Bajera : tidak ada yang salah dalam upacara yajnya, mari benahi manusianya! yang saya ilustrasikan di atas adalah konsep yajnya yang melestarikan lingkungan! nah kalo manusianya tak tanggap mari mulai sekarang kita SAMA-SAMA tanggap, sejengkal tanah Bali yang tersisa kita tanami! hal seperti ini telah dilakukan di desa saya (sanur kauh) dengan memanfaatkan area tak bertuan pinggir sungai!

      23 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Jiwa Negara Yanik Korelasi pernyataan diatas SALAH, namanya false consequence. Ada A membutuhkan B. B menjadi negatif pasti gara2 A. SALAH. Yadnya membutuhkan kelapa. Kelapa habis pasti gara2 yadnya. ini SALAH. Saya kasi analogi yg jelas. 90% orang Amerika makan sapi = kok sapi gak habis2? (karena dibuat peternakan). Kalo semua orang vegetarian = tumbuhan2 akan habis? TIDAK, malah tumbuh2an akan semakin banyak, karena orang2 pasti berkebun semua untuk di makan, lahan peternakan yg gersang akan dijadikan perkebunan sayur mayur.

      Jadi, pohon kelapa dan perkebunan bunga berkurang di Bali karena explorasi bangunan, jalur hijau dijadikan bangunan semua. Sedangkan Yadnya malah menyelamatkan pohon2 itu, karena masih kepentingan yadnya makanya orang masih menyempatkan menanam kelapa dan bunga.

      23 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Putra Balang TamakDharmawan Bajera : jika umat hindu bali, dari zaman lampau tidak ada yang berupacara yajnya DAN semuanya mementingkan janyana! mungkinkah Tanah Bali menjadi lebih baik dari sekarang? padahal pada kenyataannya dalam ranah hidup MANUSIA yang benar-benar mampu mencapai pencerahan JANYANA hanya 0,01% dari populasi umat manusia, yang lainnya masih dalam proses, yang lainnya cerah dalam ranah teori saja, yang lainnya lagi PALING! dan yang “bingung” prosentasenya sangat besar!

      23 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Putra Balang Tamakhindu bali sadar-sesadar2nya akan hal seperti ini! dan dari zaman lampau usaha luarbiasa ‘pelestarian’ itu telah dilakukan! cuman manusia saja yang tak perduli akan semua konsep ke hinduan bali yang luar biasa itu! dalam ranah asta kosala-kosali dengan jelas diterangkan perihal “taru salah rebah” artinya pohon mana saja yang boleh dijadikan bahan bangunan dan mana tidak karena tumbuhnya ditempat2 strategis pelestarian ekosistem! pinggir sungai, tebing, jurang, karang angker, pampatan, pura, setra dll!

      23 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Putra Balang Tamaksekali lagi yang salah bukan upacara yajnyannya orang bali… bukan upacara yajnya itu yang menyebabkan rusaknya EKOSISTEM di Bali! manusia dengan pergeseran polapikirnya kearah modernitas, pembengkakan populasi dan jumlah penduduk, industri dan pariwisata lebih bertanggung jawab ituk itu!

      23 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Wayan ArsanaPendapat teman2 diatas semuanya benar dan didukung dengan bukti2 ilmiahnya, namun obrolan kita kan sekitar FORUM DISKUSI JARINGAN HINDU NUSANTARA, bagaimana dengan teman2 yang ada di luar Bali, apakah mereka bisa memahami Bali dari luar Bali? Suksme.

      23 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Putra Balang Tamaksesekali baca deh awig-awig pura/raja purana dan palaba pura! pura adalah tempat ritual dan upacara, pelaba pura adalah areal pendukung ketersediaan sarana-sarana ritual dan upakara itu! so pembangunan pura oleh leluhur kita “telah di siapkan juga pelaba puranya sebagai wujud pelestarian itu”! jika tidak terjadi seperti yang diharapkan ya kesalahan ada pada penerus PELAKSANANYA DONG! “penjualan pelaba pura sakenan oleh oknum tertentu” misalnya, memutus areal pendukung upacara disakenan!

      22 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Putra Dharma Vasudeva Kutumbhakam Makanya mesti melaksanakan tujuan dari pada banten itu sendiri saudaraku, selain sebagai sarana ungkapan terimaksh ats karunia Hyang Widhi atas ciptaan-Nya maka tujuannya adalah kita harus melestarikan apapun itu ciptaan Tuhan, itulah Ydnya yg sukses, misalnya hari ini kita susah mencari suatu tanaman unuk upakar, hendaknya besok kita sdh punya tanaman itu dirumah. Maka sayangilah jgn hanya digunakan, maka lestarikanlah jgn hanya di bicarakan. Maaf jika tak berkenan.

      ** Vasudeva Kutumbhakam
      ** Semoga Shanti

      22 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Putra Balang Tamakwayan arsana : sebagai masyarakat jebolan akademisi pasti bisa mengambil manfaat dari diskusi ini pak yan, saling mengisi dan introspeksi! RAHAYU!

      22 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Ib Adnyana Upacara bukan hanya melestarikan alam , juga menjaga agar seni budaya Bali tetap hidup dan merakyat di tenagah gempuran budaya barat yang bercorak intelektual-material dan individual dimana penganutnya berasumsi bahwa agama hindu bali adalah agama upacara yang banyak borosnya…., boros bahan, boros materi, boros tenaga, boros waktu. Xixixixixi lanjut.
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

      22 jam yang lalu melalui · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Oka Suyasaniki diskusi yg asyik : poinya tak ada eksploitasi alam akibat upakara ~ justru sebaliknya ~ hanya lahan habis lantaran di caplok investor …:-?!

      22 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Jaya Negarablum prnah dengar daerah yg kekurangan kelapa, pisang dll krn upacara. kalopun ada, mungkin krn ga nanem aja. ato daerahnya emang tdk cocok dgn taneman trtentu, tp daerah tsb pasti menhasilkan yg lain.

      22 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Jiwa Negara YanikMungkin maksud status ini adalah, penyederhanaan upacara yg berkolerasi dengan efisiensi biaya dan waktu. Dan setahu saya ini sudah dilakukan. Dulu orang2 ke pura jalan kaki, sekarang pake s motor, dulu melasti jalan kaki sekarang pakai truk (efisiensi waktu). Dulu ngaben sendiri2 sekarang massal, potong gigi juga (ini efesiensi biaya). Evolusi – budaya Bali berkembang trus, ini namanya budaya fleksible.

      21 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Bli Made JayenOrang yang serakah mungkin yang mengeksploitasi alam. Kalau yang beryadnya pasti melestarikan alam. Rata2 mereka menanam apa yang dibutuhkan untuk yadnya tsbt..

      20 jam yang lalu melalui seluler · Suka

Apakah Saudara-saudara disini tahu tentang perguruan bambu kuning?

Mur Yani

om swastiastu…….apakah sdr2ku disini tahu tentang bambu kuning……(perguruan)mohon informasinya suksme…..

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · 03 November jam 17:42 dekat Daerah Khusus Ibukota Jakarta

    • Wayan Muliadikalimantan cuma pernah dengar judul nya saja

      03 November jam 17:48 melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Nyoman Kurniawanseruling dewata baru saya tau…

      03 November jam 17:56 · SukaTidak Suka · 1Mur Yani menyukai ini.
    • Ib Adnyana Dulu tahun 90an sempat ngetop banyak yang ke Pura Penimbangan yang ada di desa Panji Singaraja untuk belajar. Sekarang nyaris tak terdengar…..
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

      03 November jam 17:58 melalui · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Bhang JayKlo bambu runcing tau…..

      03 November jam 19:19 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Kantha AdnyanaTaing juga pernah ikut kira2 th 94 an…tp sekrang kelihatannya buyar..

      03 November jam 19:20 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Mur Yaniemmmmmm tdi saya tanya sama teman dimana saya bisa belajar yoga…..dia menawari saya untuk masuk diperguruan bambu kuning…..kebetulan dia pembina disana…..sebelum saya jauh melangkah saya ingin tahu ttg banbu kuning tersebut…..

      03 November jam 20:27 · SukaTidak Suka
    • Mur Yaniwayan mulia……gitu yach…..bli nyoman kurniawan wah seruling dewata punya krisna yach?ib adyana kenapa skrg tdk ngetop lagi?bhang jay……bambu runcing untuk perang jaman dulu he he he he…….pak kantha bisa memberi info sedikit ttg perguruan bambu kuning ini pada saya suksme sebelumnya….

      03 November jam 20:30 · SukaTidak Suka
    • Wayan Sutame Ajaran didalamnya sama denga YOGA…
      dimana mengambil kekuatan alam dan melingihkan betara…
      memang variabel leluhur yang digunakan aneh terdengar ditelinga…
      ajarannya baik..maka gunakanlah dengan Baik..

      04 November jam 10:02 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Jiwa Negara YanikBambu Kuning itu tenaga dalam ya?, saya nunggu2 dari dulu nonton UFC (tarung bebas), biar ada dari tenaga dalam, tapi gak pernah ada. kenapa ya?

      04 November jam 10:29 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman Saptanyanatenaganya ngumpet di dalam Yanik, nggak mau keluar, ha ha ha……canda.com

      04 November jam 10:38 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Mur Yanibli wayan sutame…..bgt yach bli….suksme…..jiwa negara…emmm katanya sich emang ada tenaga dalamnya kalau blm keluar berarti msh disimpan didalam he he he he……nyoman ngumpet didlm mana he he he?

      04 November jam 11:38 · SukaTidak Suka
    • Bayu Bajraperguruan bambu kuning itu adalah semacam ilmu pernapasan tenaga dalam , dan pernah tenar pada saat th 89 sampai th 93, pada saat itu dimana banyak yg ikut perguruan ini , kalo tidak salah saya dengar impormasi itu mengambil / mempelajari ilmu dari gajah mada

      04 November jam 13:28 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Mur Yanisuksme pak bayu….

      04 November jam 13:29 · SukaTidak Suka
    • Oka Suyasa SIS Mur Yani : niki sekilas info, utk blajar yoga ~ langsung saja-lah sama raja ghuya tuh ada jro Nyoman Kurniawan , disini ~ kmaren disana ada pemblajaran meditasi gratis juga

      ada pula cakra dharma yoga : tp akan gagal belajar disini , jika bertujuan menyalahgunakan ilmu ini ~ karna brtntangan dg welas asih :)

      04 November jam 19:12 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Ib Adnyanadulu saya sering nonton teman-teman yang sedang latihan bambu kuning di pura penimbangan sinagraja……dalam latihan ada yang glalang gliling di tanah seperti kerasukan energy yang tidak bisa mereka kendalikan…..terus saat latihan juga silakan di suruh menyerang dan yang menyerang langsung mental…..tapi say pukul dia sambil ketawa ih kok kena….

      04 November jam 19:18 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Oka SuyasaJiwa Negara Yanik : sy smpat berpikiran sprti itu ~ agar tnaga dlm bisa tarung bebas ~ mnurut sy tidak mungkin lah kalo yg sprti bambu kuning dan sejenisnya ~ karna KONON mlanggar aturan sastra ~ jg utk bertarung melibatkan alam gaib laen pula

      Mur Yani: selain gajah mada juga ada yg dihormati sprti …..berisi nama ijo ijo-lah…

      04 November jam 19:34 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Nengah Suryathaoka suyasa: napi ijo2? tentara?

      04 November jam 19:36 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Ib Adnyanawaktu tahun 90 an banyak orang datang dengan truk-truk ke singaraja ada yang berasal dari tabanan dll….untuk belajar bambu kuning. setelah itu ada yang ngetop namanya Satria nusantara…..dan banyak lagi ilmu yang lain muncul…….

      04 November jam 19:52 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Jiwa Negara YanikOka Suyasa n Ib Adnyana: saya pernah nonton di Youtube, kalo gak salah di Jepang. Pokoknya guru tenaga dalam ditantang, taruhan, ama karateka apa taek wondo lupa. Pake tanda tangan banyak yg nonton, taruhannya gede kayaknya. Sekali dipukul oleh karateka, langsung berdarah guru tenaga dalamnya. gak ngerti juga sih.

      Sabtu pukul 3:16 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Jarot Widhibambu kuning sepertinya ada disekitaran kebun teh sebelum candi cetho

      Sabtu pukul 5:32 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Ib Adnyana Dalam latihan para penekun bambu kuning…..yang hendak memukul atau menyerang mereka dengan benda apapun akan mental…semakin emosi dan marah penyerangnya effectnya makin keras,. Kemungkinan Bambu kuning adalah ilmu untuk bertahan….
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

      Sabtu pukul 8:15 melalui · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Made Raka SudirgaMenjunjung kesaktian; belajarlah Pring gading dan sejenisnya. Namun jangan sampai terlena, lupa dekatkan diri kepada Tuhan. Sakti itu bagus agar disegani musuh.

      Sabtu pukul 8:16 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Mur Yanibli made raka……saya inginnya belajar pengendalian pikiran…..suksme…

      Sabtu pukul 11:41 · SukaTidak Suka
    • Made Raka SudirgaAstungkara; pasti berhasil. Kendalikanlah pikiran anda hanya kepada Tuhan; jangan cari kesaktian, SANGAT BERPELUANG menjadi angkuh dan pengen mencoba orang lain, karena menganggap diri paling hebat dam orang lain rendahan, sksma.

      Sabtu pukul 13:00 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Mur Yanitpi…….bli made raka disaat saya sembahyang tanpa saya minta dan kehendaki kenapa bgt banyak senjata yg tdk nyata diserahkan pd saya…….saya bercerita krn msh kebingaungan mencari maknanya mohon maaf jika terkesan ada kesombongan…..jujur dlm hati saya ingin menemukan jawaban2…..suksme….

      Sabtu pukul 21:44 · SukaTidak Suka
    • Bayu Bajrapada saat perguruan bambu kuning tenar di bali saya disemarang justru mengikuti perguruan raga jati di semarang, yang mana hampir mirip sama sama tenaga dalam

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Mur Yaniuntuk jaga diri yach pak bayu…….?

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Bayu Bajrayah lah mbak , karna disemarang agak sering juga ada kejahatan , habis jajan misalnya bayarnya pakai pedang juga ada

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Mur Yanisemoga pak bayu selalu dilindungi…..

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Bayu Bajratrimakasih mbak yu Mur @

      16 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Mur Yanisama2…..pak bayu,,,,,,,semoga semarang tdk banjir……..

      16 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Bayu Bajraha ha ha wis banjir mbak , semarang blm bisa bebas dari banjir mbak

      16 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Mur Yanicocok…..dgn lagunya waljinah…….semarang kLINE BANJIR PAK….. he he e he

      16 jam yang lalu · Suka

Agung mas menjalin hubungan dengan cowok muslim

Bli Nyo

ampure semeton FDJHN sareng sami,..ttyg kbtlan wau mantuk ke lombok ,…secara tdk disngaja ketemu sareng anak agung mas ,…menurut pngakuan berasal dr klungkung, blasteran (Klungkung + denpasar)…lulusan STP Denpasar, skrg sdg bkrja di slh 1 hotel di lombok.. nah menurut crt tmn kantorx,…agung mas mnjalin hubgn dgn cowok muslim dan baru membuang nama A didpn (jd skrg GUNG MAS),….sudah mulai belajar syariat islam, latihan pk jilbab dn tggl (kost) dilingkungan kampung muslim. ttyg prihatin mndgrx……pantesan aja setiap ttyg tlp ks salam Om swastiastu tidak mau dijawab……..melalui forum niki menawi semeton FDJHN kenal sareng anak agung mas / kelrgax,….coba dikonfirm,……kasihan umat duwe……atau setidaknya pihak keluarga tahu keberadaan agung mas dilombok……suksme……

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · Kemarin jam 0:06

    • Dayu’gEx Kris Parameswari Dewicowok Lombok sukanya menyantet cewek,pasti kena guna2 itu..

      Kemarin jam 0:08 · SukaTidak Suka
    • Bli Nyoya,….bole aj dugaan qt bgt, tp stdkx pihak ortu yg dibali,hrs ksi sangu iman yg bnyak……hehehehe…….

      Kemarin jam 0:10 · SukaTidak Suka
    • Dayu’gEx Kris Parameswari Dewibanyak kejadian seperti itu.. si cewek akan lupa siapa jati dirinya

      Kemarin jam 0:14 · SukaTidak Suka
    • Yogiswara Chandogyawao kreatif maunya, menghilangkan A jadi gung, kalo boleh sy sarankan ke ybs, hilangkan Mas, jadi Bli aja, kongkritnya carilah cowok Bali…. xixixi

      Kemarin jam 0:15 · SukaTidak Suka
    • Bli Nyoyg mmprhatinkan,….gung mas ini belum menikah,….tp sudh belajar pk jilbab …….

      Kemarin jam 0:16 · SukaTidak Suka
    • Krisna Swetasurya Saya jg punya kawan Bali spt itu. Bedanya dia cowo. Oleh ortu cewenya yg Muslim slalu ditanya-tanya,” Kapan kamu mo msk Islam? Tapi ingat ya, kalo msk Islam hrs dr hati & ksdaran sndri dan bukan krn pacaran sm anak saya.”

      Saya pikir, ini kan msh pacaran, blm tentu jg mrk bakalan nikah nanti, koq pake ditanya-tanya kapan masuk Islam segala?
      Sayang, saya sdh tdk mndngr kabarnya lg tentang kawan saya itu.

      Kemarin jam 1:48 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Dharmawan Bajeraah lagi lagi cinta….pantang megatin tresno. tapi yg terbaik menurut kita mudah2an menjadi terbaik utk mereka. astungkara

      Kemarin jam 2:10 · SukaTidak Suka
    • Wayan ArsanaAda buku bagus tulisan Ngakan Made Madrasuta judulnya Hindu Menjawab, bagus dibaca untuk saudara-saudara Hindu, kita akan sadar bagaimana agama hindu yang Tuhannya milik umat manusia, dan tidak pernah di beda2kan dan tidak pernah me nakut2i serta tidak pernah menjanjikan Sorga.

      23 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Dewa Cakranegarabiarkan dia memilih jalannya sendiri, Hindu memang memberi kebebesan mencari dan menentukan suaminya

      23 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Ib Adnyanaeling!…..karena nafsu, emosi yang memuncak akan membuat logika jadi mampet……dan keluarlah kalimat; cinta itu buta.

      19 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Mang Nia Adnyanihanya bisa mengelus dada….kalo memang dari hati nurani,ya ga pa2lah,tp kalo cuman karna nafsu,cinta buta ,da ego sesaat,logika uda ga jalan ….maaf,tyang cuman menyayangkan”sedih rasanya”

      18 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Ib Adnyana Sudah kadong basah ya mandi sekalian…..
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

      17 jam yang lalu melalui · SukaTidak Suka
    • Ibk Susena Panida‎…awas kena pelet lpmbok…..salah satu cara mereka untuk mengkonversi orang lain ke agama tersebut adalah mistik, musyrik, tipu muslihat dan lain sebagainya. Karena HALAL hukumnya untuk CARA APAPUN, yang penting menjadi seorang Mxxxxx….

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Wayan Seni Arsana Sudah banyak yg demikian..demi harta,cinta,keselamatan, mereka meralih agama, ada yang secara sadar dan ada pula dengan terpaka,,mungkin saudara kita yang merantau diluar Bali banyak mengalami hal itu.Semua kembali kepada hati nurani masing masing,,akan lebih baik dari pada sekedar agama di KTP.Adalah tugas kita sebagai umat untuk mendidik,mempertahankan,menyadarkan, mulai dari keluarga sendiri

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Mang Nia Adnyani tyang pnh nonton dibali tv kalo ga salah.tntang prkembangan “suatu agama” di lombok.yg dulunya mreka agama hindu atw atheis tyang kurang ingt,lalu dtglah seorang musafir menyebarkan agama.dengan sistem barter.”
      kalo mau masuk agama “saya”nanti saya tuker atw saya kasi bla bla bla.yg notebenenya pd jaman dahulu mgkn org2 msh blum bgtw faham mslah kyakinan,mengiyakan dgn catatan,kebiasaan adat mreka tidak mau dihapus..apa itu bnar??dan koq agama hrs dsebarkan kaya gtw??apa yg dpt anggota terbanyak dpt reward?kaya multilevel aja..

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Wayan Seni ArsanaKalau menurut yg kita anut hal tersebut adalah sebuah betuk yadnya.

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Made SandiasaOm Suastyastu, kejadian seperti ini sudah banyak bahkan orang tuanya yang menyetujinya dikerakan kenapa? karena orang yang berkasta selain sudra di bali bila anaknya pacaran/kawin dengan orang sudra maka orang tuanya akan memilih anaknya kawin dengan orang ynag beda agama dan masuk ke agama suaminya demikianlah relitas, dan kalou laki-laki ini banyak yang dilakukan oleh kasta non sudra dan setelah ditanya kenapa masuk agama itu jawabnya sama aja katanya toh juga Tuhan bisa dicapai dari mana saja katanya, nah inilah efek kasta dibali yang feodal bahkan anak sulinggih ada juga, nah semeton bagaimana solusinya dan apa yang dapat kita perbuat untuk itu, apakah ada orang kita yang sakti yang bisa memebantu keadaan kita ini? Suksma Shanti

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Ib Adnyana Janganlah gara-gara tidak bisa mengendalikan nafsu, hasrat, emosi, keinginan pribadi…..srempet sana-sini.
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

      17 jam yang lalu melalui · SukaTidak Suka
    • Mur Yaniib adyana……mungkin bukan semata krn nafsu tpi krn cinta he he he

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Ib Adnyana Cinta menyayangi…nafsu menggerayangi….begitu katanya.
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

      17 jam yang lalu melalui · SukaTidak Suka
    • Mur Yani krn cinta dan nafsu sejalan yach pak ib adyana…..cinta tanpa nafsu hampar………nafsu tanpa cinta…….bahaya……xixixixiixi

      16 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Wayan Seni Arsana Tu Aju koq granyang mengrayangi…xixixi.memang mereka adalah agama yg mempunyai petugas untuk rekrut aggota baru…kalau boleh ngrayang…seperti parpol.terus dijaga ada tim pembelnya juga..mungkin biar ngak kita grayangi…hahahhaa

      16 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Bli Nyoitulh alasn klasik, mntupi klmahan kita ,sbnrx mnrt ttyg….rasa ” WIRANG ” kt trhdp sesama warga HINDU msh kurg/ lemah. kt menganggap hal spt itu lumrah or biasa.trutma ORTU x……..

      16 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Mur Yani iyah nich…pak ib adyana……..emmmmmm….naluri kalik pak wayan seni arsana….

      16 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Mur Yaniyups………..ego msh bgt besar…..persaudaraan kurang……dan kepedulian terhadap lingkungan…..

      16 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Mang Nia Adnyanisekadi munyin nak tue.ajak nyame pedidi sai meuyutan ulian iri kanti engsap ngingetin nyamane kalo salah jalan…hehehheh

      16 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Bli Nyomenawi sane milet jagi kontak niki wenten no x…..087865811158

      16 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Jarot Widhiweleh…weleh..selalu seperti ini ckckckckk

      16 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Ib Adnyana Hotel mana nggih, oberoi?….
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

      16 jam yang lalu melalui · SukaTidak Suka
    • Bli NyoNarmada Convention Hall….ada satu lagi tmnx (cewek) sudh masuk islam si Nengah Eka Damayanti namax…..

      16 jam yang lalu · Suka

kalo org bali gini ya, repot,bikin sajennya uda lama,susah2 eh malah cuman dipake 1 hari aja..buang2 waktu dan uang aja

Mang Nia Adnyani

dulu wktu msh smp..pernah ada kjadian yang tyang ingt sampe skarang..
pada saat pemlaspasan drumah,kan udah biasa para tetangga umat sedharma,nguopin bikin banten.pas hari “h”..ada salah satu tetangga “umat agama lain “kbtulan yg tinggal dstw umat laen,yg nyeletuk bilang dgn nada rendah”haha,kalo org bali gini ya, repot,bikin sajennya uda lama,susah2 eh malah cuman dipake 1 hari aja..buang2 waktu dan uang aja”.saya ga brani ngasi tau orang tua,tkt cekcok,tp dalam hati saya marah luar biasa.

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · 17 jam yang lalu

    • Wayan Seni ArsanaIbarat menilai sesuatu,mereka lihat dari sisi luarnya saja,tidak tahu esensinya,,,padahal mereka juga berprilaku yg kurang lebih sama..biarkan saja, anggap sebuah godaan.

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Mang Nia Adnyanidan saat mebanten,bibi tyang kerauhan,katanya keruhan roh bapaknya atw dr mana tyang krg paham,dan org yg tadi nyeletuk itu ,langsung lari kmrajan dan mulai mnyadarkan bibi tyang pake mantra2 ,tp ga brhasil..dan apa itu pantas??msk ktmpat suci org yg beda agama dan mengcapkan lafal di mrajan orag ??

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Mang Nia Adnyanimaaf mungkin maksudnya menolong,tp mnurut tyang tetep saja tidak pantas..karna terkenal orag yg fanatik..

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Wayan Seni ArsanaMenilai pantas dan tidaknya sy ngak berani,,,tapi buktinya usaqhanya nggak berhasil..berarti ada yg nggak memantaskannya

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Mur Yanikenapa harus marah?berikan dgn senyuman……

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Mang Nia Adnyanimarah dlm hati..tp tyang tetap tenang,..karna tyang mrasa ga adil aja..tyg bserta kluarga khususnya umat sedhrma dstw,bsha mnjaga silaturahmi,dgn ngejot sesajen sperti buah atw kue saat hari raya.tp trnyata mreka tdk mnghrgai sama skali.memang umat hindhu memang msh sdkit dilingkungan nike

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Mur Yaniambil hikmahnya……pd dasarnya pendapat org berbeda……bisa bertahan dilingkungan yg berbeda suatu yg luar biasa….

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Gede JunidwajaDi satu sisi kita harus sadar dengan ungkapan: Jangan memberikan mutiara kepada Babi..istilah terkenal di Kristen katanya. Di sisi lain sebagai orang Hindu dengan kadar waras dan welas asih lebih baik dari mereka, dipaksa kita menelan pil pahit…Tetap baik mesti air susu di balas air tuba..

      16 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Ditya Wikaga usah marah kali,,,,,nada2 seperti itu udah biasa diucapkan umat lain,kadang orang bali sendiripun biasa ngomong gt

      16 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
  • Tulis komentar…

Hidup ini sudah susah, jangan dibikin ruwet dan ribet.

Nyairatu Cengcengkebes

Hidup ini sudah susah, jangan dibikin ruwet dan ribet….ikutin aja nak tuwe-2 jaman dulu yg selalu dengan gaya yg lembut menyuruh kita “Keme malu ke merajan ngaturang bakti…” Ternyata pemahaman bakti menurut pikiran polos mereka hanyalah muspa dgn sarana bunga, selebihnya paling-2 ngaturang ayah ke pura, nyait banten, nanding banten….toh mereka selalu damai dan bahagia….triiiing….bandingkan dengan kehidupan kita sekarang….tuing….tuing….tuing….

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · 19 jam yang lalu melalui seluler
    • Suryx Chaynk ArtDulu pola pikir nak tue nak sederhana,tnpa bnyak perhitungn,dn menerima tnpa bnyk membantah dn menganalisa..yen jani kan lebhan kritis kayang titik komax harus pas…hehe pagi nyai…tuing” gen!

      19 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Ayu ‘lah Citha dan Nyairatu Cengcengkebes menyukai ini.
    • Igmas Sanjayayeh…nak tuwe jani di jaman pidaan nak nu truna, xixixixi…

      19 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Ib Adnyana Biarkan belajar sampai semua pengetahuan di dapat, dimengerti dan difahami….untuk mebhakti itu harus di lepas alias kembali dadi belog.
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

      18 jam yang lalu melalui · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Mur Yaniemmm……..zaman sdh berubah……bukan berarti kita harus merubah yg telah ada namun jika ditambah itu msh mungkin……..

      18 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Jayaprana Cuculima triiiiiingg,…kehidupan orang skr banyak kerjaan banyak stres dan banyak hutang (tdk termasuk saya),….tuing…tuing…tuing…

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Igmas Sanjayadesa-kala-patrane berubah berarti pola-pola kebaradaan juga berubah. Dulu di Bali tanah untuk pertanian masih luas tuk dikembangkan. So, anak-anak umbar saja masih bisa hidup. Drama, arja, dan sejenis nak dadi pavorit. Jani mu nak tua pidan umbar di tanah pertanian yang suba sempit, yen sing berpikir tuk mengembangkan pola yang beda ken yang dulu, apa bisa survive? Jani mu tonden mebalih drama, arja hmmmm jeg sing ngelah gae orahange. Nu paforit dadi kaporit xixixixixi…. Desa-kala-patra berubah, Manusha ya mengikuti perubahan tersebut yang penting sing hanyut n tenggelam gen. To ne disebut ada manu tumbuh pada setiap kalpa yang berbeda-beda. Sing harus linier uling beduwur nuwunang, tetapi kije gen bisa dadi perubahan berlangsung. Yang penting menjadi lebih praktis dan harmosnis.

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Ayu ‘lah Citha aneh’na sekarang kenapa ya nyai, sulit s’x nyari perdamaian? Ada aja sifat iri, sirik kalo melihat org lain seneng….
      Hehehehe

      17 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyairatu CengcengkebesSuryx Chaynk Art : ternyata dadi nak polos nto lebih enak idup ne….sing bes keliunan berpikir….ape ade jeg jemak gae ne, nyak engken hasil ne tuwah kanggoin gen….triiiiing…

      16 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Nyairatu CengcengkebesIgmas Sanjaya : ae beneh ntoooo….triiing…

      16 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyairatu CengcengkebesIb Adnyana : belog polos lhooo….bukan belog ajum…..triiiing…

      16 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyairatu CengcengkebesMur Yani : kita patut mengambil esensi dr sikap orang tua kita dulu itu, dimana mereka benar-2 tulus melakukan semua yadnya tanpa pernah menghitunf untung ruginya….sebenarnya inilah yg dinamakan dgn bakti dlm arti yg sesungguhnya.

      16 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Suryx Chaynk ArtHidup tdk boleh sederhana ,yg sederhana adalah sikapx…KONE! Hehe

      16 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Mur Yani emmmmm…..nyai……belajar tulus itu bagus……kalau belajar tulus plus2…..itu juga lbg bagus….semua yadya sesuaikan dgn kemampuan jgn dipaksakan…….krn dlm ketulusan tdk ada keterpaksaan……

      16 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyairatu CengcengkebesJayaprana Cuculima : kenapa kita sulit mengembangkan sikap “polos dan jujur” dlm kesederhanaan hidup, mungkin krn pengaruh dr lingkungan, yg menuntut kita utk bersikap lebih kritis, gesit, dan tangguh dlm menghadapi persaingan demi mendapatkan materi, kedudukan, dsb.

      16 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Ib Adnyana ‎@Nyairatu, baru di ajum prejani keluar belogne….padahal di bodohin atau blog-bloge malah keluar ajumnya….belog-ajum xixixi…
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

      16 jam yang lalu melalui · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyairatu Cengcengkebes Igmas Sanjaya : ha….ha….haaaiiiyyyaaa….maksud Nyai adl esensi dr sikap nak tuwe pidan yg tdk pernah terlalu ambisi utk melulu mengejar materi, mereka selalu berpikiran polos tanpa harus terikat dgn hasilnya….nyak liu maan hasil sedeng luwung’e yeee… nah yen bedikan kanggoin pang kale gen ade….pokokne jeg polos dan jujur apa adanya ketoooo….triiiing…

      16 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Nyairatu CengcengkebesAyu ‘lsh Cita : yaaahhh…krn manusia masih belum bisa mengembangkan sikap “belog polos”…..coba kalau sikap ini yg kita miliki, pasti jeg damai idup menuse ne…..triiiiing…

      16 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Nengah Sumendralan mejanggeran…

      16 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyairatu Cengcengkebes Suryx Chaynk Art : kalau hidup tdk boleh sederhana berarti tujuannya adl materi….kalau sdh materi yg menjadi targetnya, mk otomatis kita akan terikat dan melekat dgn materi, kalau udah begini sulit sekali kita melepaskan diri dr pemikiran ttg materi….jiiiaaaahhhh….ngomong sih gampang yaa….coba sehari aja gak megang duit pasti udah kalang kabut….yaa nggak sih….mknya harus dr sekarang melatih pikiran kita utk tdk terlalu terikat dgn materi….caranya ya spt itu tadi, dicoba utk gak megang duit selama sehari….trus ntar dicoba lagi selama dua hari jgn pernah pegang dompet atau buka dompet….nahhh lhoo….ini namanya mebrata dompet…..tuing…tuing….canda.com

      15 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Putra Balang Tamakppasssssss!

      14 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Inyoman Juniarta yg penting jangan nyusahi Nyairatu Cengcengkebes

      14 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Nyairatu Cengcengkebes menyukai ini.
    • Nyairatu Cengcengkebes takut yaaa….kalau nanti jd nak tuwe akan menyusahkan anak dan cucunya yaaa….triiiing….triiiing….

      13 jam yang lalu melalui seluler · Suka

“tetangga sebelah” yang cenderung menghindari rumah makan yang ada pelangkirannya, saya rasa tidak berlebihan jika saya juga menghindari rumah makan yang tidak ada pelangkirannya.

Adhe Swandee II

Memperhatikan kebiasaan “tetangga sebelah” yang cenderung menghindari rumah makan yang ada pelangkirannya, saya rasa tidak berlebihan jika saya juga menghindari rumah makan yang tidak ada pelangkirannya…hihihhiiii :p :p :p

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · Sabtu pukul 18:46

    • Dayu’gEx Kris Parameswari Dewiapalagi memakai jilbab, uh.. gak ada hujan makai payung sok suci..

      Sabtu pukul 18:48 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Ib Adnyana Ayo anggota forum mulai dari diri kalau masih ada warung yang pelangkirannya kesanalah…..siap?…
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

      Sabtu pukul 18:50 melalui · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Jarot Widhionta kan emang bgto…

      Sabtu pukul 18:53 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Dayu’gEx Kris Parameswari Dewikoperasi krama Bali gimana kabarnya?? warung bakso bali pada kemana??

      Sabtu pukul 18:54 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Ib Adnyana Ampun bangkrut usaha baksonya katanya nggak pas buat lidah orang bali..!es kene…bes keto…berjeg mogenep penilaine.
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

      Sabtu pukul 18:56 melalui · SukaTidak Suka
    • Adhe Swandee IIDayu’gEx Kris Parameswari Dewiiya, pada kemana yach, yang saya lihat masih tersisa cuma yang di renon… so, kalo pengen bakso or siomay, saya mesti ke renon, padahal depan rumah banyak…kekekeekkkk

      Sabtu pukul 18:56 · SukaTidak Suka · 1Dayu’gEx Kris Parameswari Dewi menyukai ini.
    • Jarot Widhijika emang sudah letih dan lesu mari kita kemon sareng sami menggairahkan kembal xoxooo hidup krama bali q cinta produk yang dari babi hihihiiiiiii

      Sabtu pukul 18:59 · SukaTidak Suka
    • Adhe Swandee IIkalau yang lain pada cari yang “halal” kalau saya malah doyan yang mereka bilang haram…hehehehe mantafff^^,

      Sabtu pukul 19:00 · SukaTidak Suka
    • Dayu’gEx Kris Parameswari DewiMUi itulah yg haram,manusia gak beres

      Sabtu pukul 19:02 · SukaTidak Suka · 1Jarot Widhi menyukai ini.
    • Jarot Widhibisa lagi terganggu jiwanya xixixiii

      Sabtu pukul 19:03 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Ib Adnyana Renon di Pak Wayan ya?…..
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

      Sabtu pukul 19:14 melalui · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Adhe Swandee IIIb Adnyanakok tau? langganan yak?

      Sabtu pukul 19:16 · SukaTidak Suka
    • Ib Adnyana Pasti dong, sering kesana nggih?…
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

      Sabtu pukul 19:26 melalui · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Adhe Swandee II owh, sering sekali,,, abis mau dimana lagi… khan cari yang ada pelangkiran…hihihihhiiiii ;p

      Sabtu pukul 19:27 · SukaTidak Suka
    • Juni Artha ‎@Adhe Swandee IIseharusnya kita membantu nyame pedidi terutama yg berjualan makanan sehingga tanah bali tdk habis dijual, klau dimataram lombok orang bali hindu klau jual makanan cuman 1% umat lain ( akhirnya banyak yg bangkrut)yg beli padahal yg dijual bukan makanan berbau Babi dan pemilik lesehan orang bali karyawannya 99% muslim klau mereka fanatik kenapa kita tdk bisa

      Sabtu pukul 19:39 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Yanz DarmaKl sy seperti itu mgkin bisa mati kelaparan disini. Namanya jg tggl di gumin anak. Istri jg jarang masak.

      Sabtu pukul 19:54 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Juni Arthaklau diluar bali dan lombok masihlah bisa kita tolerir nach klau di bali penduduknya mayoritas kenapa kita tdk bisa seperti mereka

      Sabtu pukul 19:57 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Adhe Swandee IIKalau gitu bli Yans Darma aja yang buka warung makan,,, saran, suckling pig berlabel halal…qiqiqiqiii :)))

      Sabtu pukul 20:13 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • IP Hermandita YupiesMasih banyak sodara kita yg merasa bangga bisa belanja di warung dauh tukad dan malu meblanje di nyama pedidi. Tyang dulu punya boss dari Bali yg sgt fanatik, bukan hanya makanan tapi juga brg lain. Bingkai lukisan yg sgt mahal dan bagus sdh terpasang selama seminggu, hrs diturunkan krn bagian logistik pesannya di tukang dauh tukad. =)) °˚°ωăkåkăkåkă°˚° =)) sayangnya krn kefanatikannya belia dilempar ke kota santri di jateng! Ayo kembalikan makanan dan produk satwika di bali.

      Sabtu pukul 22:05 melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Adhe Swandee IIItung2 kasian duitnya kalau dikasi mereka nanti dibawa ke arab… Mendingan berbagi dengan umat sedharma, biar bisa sama2 meyadnya… Kecuali kalau kepepet…hihihiii

      Sabtu pukul 22:09 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Kantha AdnyanaWahhh mantap Adhie…mendingan di Gurame pancoran makan dapat beryadnya……qiqiqiqi

      Sabtu pukul 23:14 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Iwayan Sariada Sariadapatut pisan……….

      Sabtu pukul 23:19 · SukaTidak Suka
    • Nyoman MaharsakalAU SAYA punya pendapat tentu tidak boleh diskriminatif, soal makan adalah selera dan soal warung adalh bisnis, siapa yang profesional dan sesuai selera kenapa diskriminatif dan kalo soal bantu membantu tentu juga ada tempat yang tepat sesuai keiklasan

      Sabtu pukul 23:21 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Sakya RastikaMulailah berpandangan universal ; jangan sampai hal seperti ini menyebabkan jiwa kita kerdil, jangan ikut2an atas kesalahan yg sudah dilakukan umat lain // peace…lah

      Sabtu pukul 23:42 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Ib Adnyanasemoga dengan semakin universalnya pandangan umat hindu balii dalam membeli makanan akan semakin tambah banyak orang jual bakso beli tanah di bali.

      Sabtu pukul 23:56 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman Maharsajuallah bakso yang enak dan disukai oleh orang banyak dan belihlah tanah yang luas shingga kita orang bali tidak ketinggalan, jangan beli bankso karena habis jaul tanah pa

      Sabtu pukul 23:59 · SukaTidak Suka
    • Sakya RastikaIb Adnyanajustru ketika jiwa kerdil kita yg begini akan semakin banyaknya orang yg jual bakso membeli tanah di Bali // tapi ketika kita penuh welas asih meraka akan sadar dan menularkan pd daerahnya mereka sendiri karena mereka menemukan pribadi yg agung di tanah yg asih ini. Dan mereka akan ditumbuhi kesadaran baru yaitu bali penuh kasih Tuhan //

      Minggu pukul 0:01 · SukaTidak Suka
    • Ib Adnyanaya pak sakya, kembangkan sikap yang welas asih para mereka, kembangkan sikap toleransi sehingga mereka semakin besar usahanya, senang dan berkembangbiak di bali, mau mengajak teman-teman seukwahnya untuk tinggal di bali sehingga tambah banyak memerlukan masjid…….

      Minggu pukul 0:07 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Nyoman Maharsaseru juga kalo gtu, yok kita gabung bisnis bakso agar tukang bakso yang bikin repot kita kemabali ke asalnya dan hasil bakso yang kita buat untuk beli tanah yang sudah dibelinya agar warisan kembali ke kita, bangkit ya..

      Minggu pukul 0:13 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Kantha AdnyanaDisini kita perlu militansi…mereka yg bicara secara spiritual telah menghianati perjuangan saudara2 kita yg dg gigih bangkit n membangkitkan uamt…saudara sakya berbicara ngawur…

      Minggu pukul 0:36 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Nyoman Maharsasebenarnya kita yang selalu menayalahkan orang lain tapi kita tidaklah mengerti bagaimana cara mencapai itu, mari kita sadar dan saling bahu membahu jang senatiasa membudayakan sifat sirik belaka tapi kita tidak pernah bangun, saya bilang bangkit, dan bangkit

      Minggu pukul 0:43 · SukaTidak Suka
    • Kantha AdnyanaPatut ak kita a menyaahkan…tapi klo bicara minimal bisa meingkatkan militansi kedalam umat…jgn melemahkan….tiang yg berusaha dg teman2 berjuang demi umat merasa di kerdilkan….

      Minggu pukul 0:46 · SukaTidak Suka
    • Nyoman Maharsauntuk meningkatkan militansi tentu harus berani merubah pola pikir kearah yang lebih membangkitkan diri sesuai dengan ajaran agama hindu jauh dari sifat sadripu pa, kita harus berani dan mampu menyalahkan diri sebelum menyalahkan orang lain

      Minggu pukul 0:52 · SukaTidak Suka
    • Kantha AdnyanaDisilah kita mulai …FDJHN didirikan utuk meningkatkan militansi n pemahaman, tapi jgn dijegal dg pemahaman semua agama sama…

      Minggu pukul 0:53 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman Maharsasama sekali tidak begitu pa, maaf saya sering greget… karena kita sering tidak kompak dan justru sering terjadi seperti cerita mahabrata, kebanyakan yang diambil dri sisi kemewahan dan lupa kan dirinya sehingga orang lain sudah satu kesatuan kita masih aja distu2 aja

      Minggu pukul 0:59 · SukaTidak Suka
    • Suharta NyomanNyame kita sebenarnya pada malu kalau jualan sperti kaki lima…itu yg mnyebabkan tdk ada yg melirik usaha itu…dan sugesti yg salah kaprah makan suatu daging dpet meningkatkan kekuatan….kalau bukan dr kita mendorong siapa lagi

      Minggu pukul 1:02 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Kantha AdnyanaBener pak..sekarang dg forum ini kita akan coba tingkatkan pemahaman n kwalitas srada umat….bukan tetap berpandangan semua agama sama….tiang sudah beberapa kali ingatkan orang2 seperti itu , klo nulis berilah pengertian n bimbingan , jgn bicara terlalu menganggap semua sama…

      Minggu pukul 1:02 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Suharta NyomanDan saya salut sama yg disingaraja itu “warung haram”itu menunjukkan kita jg harus militan tentang kepercayaan yg kita anut…

      Minggu pukul 1:08 melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Nyoman Maharsapa kantha, kita harus berani lebih greget kalo tidk kita ketinggalan terus, bersatulah mencapai militan itu

      Minggu pukul 1:13 · SukaTidak Suka
    • Nyoman MaharsaMan di singaraja warung haram itu milik siapa?

      Minggu pukul 1:13 · SukaTidak Suka
    • Kantha AdnyanaMilik Umat HINDU dunkpakk..dia berani terbuka berbicara mejual bakso babi dg label bakso haram…..

      Minggu pukul 1:18 · SukaTidak Suka
    • Suharta NyomanDikota singaraja bli..ada ditabloid tokoh kemarin..disini juga dpt diupload dan didiskusikan..

      Minggu pukul 1:20 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Nyoman Maharsasensasi juga pa, jaman sekarang ada bisnis jualan dengan label macam2 untuk tujuan warungnya laku, saya setuju tapi laku nggak pa? ada nasi goreng gila, ada jual sate rajanya kambing dan…

      Minggu pukul 1:21 · SukaTidak Suka
    • Kantha Adnyanaso pasti laku dia sudah bisa menumbuhkan militansi umat ….n sudah menjadi lebel untuk HINDU

      Minggu pukul 1:22 · SukaTidak Suka
    • Nyoman Maharsasaya bersyukur pa, kalo perlu tambah warung cinta bali ya

      Minggu pukul 1:26 · SukaTidak Suka
    • Kantha Adnyana Ngih pak Tiag Punya Resto….berlabel resto Yadnya…2,5 % dari profit tiang puniakan untuk umat…pak Suharta Nyomansering ke resto tiang

      Minggu pukul 1:34 · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Suharta NyomanMasih rencana ada yg mau buka warung KAFIR…..

      Minggu pukul 1:35 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman Maharsaboleh… buka terus warung dan beli tanah yang sudah dibeli tukang bakso lain,kayaknya tambah warung non haji..ha

      Minggu pukul 1:39 · SukaTidak Suka
    • Gusming Kutha Pariarthapenyebaran agama2 selalu didahului oleh perdagangan/ekonomi, itu fakta sejarah, termasuk masuknya Hindu-Budda ke tanah Nusantara,,, nah agama mission tak putus2 melakukan itu bahkan plus pendidikan dan pelayanan kesehatan, sekarang diikuti oleh agama kotbah,,, lalu kita kapan ? fanatik dan militan bukanlah jalan keluar, tapi menjaga Bali adalah kewajiban umat Hindu Nusantara,,, __/\__

      Minggu pukul 2:16 · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Gusming Kutha Pariarthadan satu lagi,,, makanan dan jajanan nak bali mahal,,, waw? di noja be guling +teh= 10000,, wr supratman dekat polda 12000,,, gemah ripah 27000,,, bypass tohpati 25000,,, sanur 28000,,, teuku umar 35000,,, sesetan 18000,,,, lalapan nak jawa 10000-12000 sdh kenyang,,,, siapkah kita bersaing?

      Minggu pukul 2:40 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Sikha Vahnikanya saya boleh komentar nggak ya….*-^ masukan saja buat yg ingin buka wr/resto…hehehe…. supaya wr bali bisa lebih diterima oleh semua-semua, mungkin cita rasanya juga hrs dipikirkan agar lebih meng-indonesia. soalnya terus terang saja, saya sendiri kurang pas bila bumbunya bali banget…..hehehe……inimemang ngomong soal selera. tapi rumus pasar bs dipaka:, selera umum, yg beli jg umum….maaf-maaf sekedar urun pendapat….^-^

      Minggu pukul 5:55 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Ricky SenninMasukan yg bagus Mbak Sikha, semoga bermanfaat. Rahayu.

      Minggu pukul 6:54 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Ib Adnyana Semoga Forum bisa menyediakan orang-orang yang bisa mentraining Umat Hindu Bali yang punya keinginan untuk jual ayam goreng, pecelele, mie ayam, gorengan, bakso atau hidangan masakan lain-lain yang gampang di cari dan terjangkau oleh kebanyakan. Ayo kita bisa!…
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

      Minggu pukul 7:48 melalui · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman Kurniawan benar kata mbak Sikha… dulu pernah ada bakso krama bali, sempat booming… saya termasuk pembeli yang rutin… bakso-nya enak dan sehat, sayangnya kuah-nya terasa tawar… saya coba beli ke banyak tempat ternyata sama… tidak lama kemudian satu persatu gulung tikar… seperti kata mbak sikha, taste-nya harus bagus dan bisa diterima semua orang…

      Minggu pukul 8:26 · SukaTidak Suka
    • Gusti Ngurah PutraGusming Kutha Pariartha, beh sajan kenten. tyang makan be guling di uluwatu..jeg ji sasur (35000) seporsi..

      Minggu pukul 9:18 · SukaTidak Suka
    • Ib Adnyanayang non bali mereka merantau ke bali 4 atau 5 orang terus mereka bekerjasama bikin warung tenda dll……kalau peluang ini bisa di ambil oleh muda-mudi bali kemudian kita dukung mereka dengan berbelanja di tempatnya……cara ini akan lebih menguntungkan dalam banyak segi bagi lingkungan, tradisi, ekonomi dll…..daripada punya tempat malah di kontrakkan untuk orang lain….memang menguntungkan segi pemilik tempat namun lebih banyak effect negatifnya secara general……ayo kita bisa.

      Minggu pukul 9:38 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Adhe Swandee II Ngomong2 teman2 disini ada yang sudah baca selebaran teks kotbah yang berjudul “Bali dalam genggaman”?
      Saya ingat betul kata2 terakhirnya begini “bali, teruslah bermimpi, kasian deh loe, mampus loe”!
      Hmm, lumayan bikin kepala mendidih.

      Minggu pukul 9:54 melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Kantha AdnyanaKlo tiang dikasi langsung buku itu tiang akan robek dihadapannya n akan berani adu diskusi dg mereka…itu bualan belak

      Minggu pukul 11:03 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Kantha Adnyana Kita juga bisa jual makanan murah meriah, seperti AYAM GORENG , lele,…tapi karena kita memikirkan tempat yg nyaman dach pasti hrganya agak lbh mahal…karena kita mengeluarkan biaya operasional….klo makanan dia kan dijual diemperan toko..n kebersiahnnya wahhh ga bisa dipertanggungjawabkan….coba klo saudara2 HINDU punya tetangga jualan makanan, …liat kedalam lebih jorok dari tempat pembuangan samaph….alat2 yg dipakai sama dg ada di km mandi…tiang ada tetangga …mknya klo tiang cari mkn warung Bali mahalan dikit tapi makanan itu bener2 bersih secara klinis n bersih n tempat pengolahan…

      Minggu pukul 11:12 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Ib Adnyana itu bukan omong kosong karena dalam mewujudkan visi dan misi mereka benar-benar terstruktur, rapi, tersystem masuk ke segala lini, memanfaatkan keuasaan pada birokrasi, finacial kuat dengan orang-orang militan untuk keselamtan dunia dan pahala di akhirat. target mereka untuk mendirikan masjid agung di setiap kabupaten sudah tercapai….di setiap kecamatan, desa dan jarak sekian harus ada mesjid…..sadarlah…bangun-bangun dari tidur!

      Minggu pukul 11:24 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Adhe Swandee IIBenar Pak Kantha, kita memang tidak mengenal istilah haram dan halal… Tapi sebaiknya kita dapat membedakan makanan berdasarkan suci dan cemer. Jangan kira tidak ada pengaruhnya untuk kita, makanan yang leteh/cemer cenderung mmbuat pemakannya cepat emosi, berpikiran kotor, dan aura wajahnya memudar. (gitu sih yang pernah saya dengar dari seorang pembina pasraman) hehehe…

      Minggu pukul 12:41 melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Adhe Swandee II Wah, mantap Pak IB Adnyana, menggebu2 sekali, saya suka!
      Saya jadi ingat pada Pedanda Gunung ketika memberikan dharma wacana di griya beliau di blahbatuh. Memang waktu itu tidak disorot kamera, beliau bicara blak2an. Ternyata untuk hal2 seperti ini, beliau panatik setengah mampus! Saluutt…

      Minggu pukul 12:44 melalui seluler · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Idk SudiartanaSetuju kalo kita tinggal dan hidup di Bali, tapi bagaimana kalo kita hidup di luar bali orang bali tidak ada jualan makanan jadi wah bisa kelaparan karena saya tinggal di luar bali dan sering berpergian dari satu tempat ke tempat lain.

      20 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Nyoman Maharsapanatik boleh namun tetap adaftasi dengan desakalapatra

      15 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Kantha AdnyanaIdk Sudiartana….itu kan pengecualian…klo diluar Bali yach mungkinlah …

      14 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Kak Opastiyang fanatik dengan warung yang ada pelangkirannya karena tiyang tau cara memproses makanan orang bali pasti perabotnya terpisah,,tanpa tambahan zat plus plus yang tidak benar,,, dan tiyang juga yakin pak Kantha ember tempat merendam berasnya pasti bukan ember habis dipakai nyuci celana kolor,,,he, he, he,,,,,

      13 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Kantha AdnyanaYakin Tiang HINDU tidakan pernah menyakiti umat HINDU…semua barang yg tiang pakai bersih secara klinisdan secara agama …..silahkan coba…rahayu

      13 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Kak Opashe, he, he,,,, dua jempol pak Kantha,,semoga terkabul doanya pak

      13 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Made Raka SudirgaYang kita kenal adalah Ahimsa; bukan haram X halal. Sebrapa jauhkah kita hrs melaksanakan/menerapkan ahimsa; Yang sangat berkait dengan tri guna.

      12 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Kantha AdnyanaKlo terapka Ahimsa …kita semua Vegetarian…..

      12 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Kantha AdnyanaKita tetap Ahimsa adalah dasar filsafat kita….yaitu tidak membunuh artinga membunuh sesuatu yg tidaka ada gunanya….seperti membunuh ayam lalu dibuang begitu saja…dan juga membunuh binanatang tanpa dimanfaatkan…..tapi klo membunuh untuk dicari manfaatnya tiang rasa msh bisa….

      12 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Wayan Sukarmaterutama yang pakai tulisan “halal” dan “muslim”? xixixixi

      12 jam yang lalu · Suka
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: