Arsip Penulis

Ingin nguncarang Gayatri mantram tetapi bibir tak berucap

Ditya Wika

kenapa perasaanku inguh begini,terasa ada beban berat banget,,pengen nguncarang gayatri mantram tp bibir tak berucap,,,,,duuh kacau banget nih

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · 18 jam yang lalu melalui seluler
    • Mur Yanidlm hati aja ditya…….semoga kamu bisa…

      18 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Bli Nyoknpi bu wik……..?

      16 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Kantha AdnyanaTenanan hati ucapkan Gayatri semampunya…untuk mendapatkan ketenganan

      14 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Bli Nyocb lath senyum dlm ht bu…….

      11 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Nyoman KurniawanCoba duduk atau rebahan rileks & pejamkan mata, lalu tarik nafas dalam-dalam secara perlahan-lahan. Lakukan selama 5-10 menit. Setelah cukup tenang, coba ulangi kembali Japa Gayatri-nya. Kalau keluhan berlanjut, segera melukat dumun ke beji terdekat bu…

      10 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Ditya Wikaduuuuh tyg kayak dikejar,dihimpit suatu masalah,suatu kesalahan,,,,,,,tyg kadang bosen hidup

      10 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Gusming Kutha Pariarthadan saya hampir 3th terganggu seperti itu,,,,

      10 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Ditya Wika gusming@apa gusming ada merasakan perasaan bersalah,seprti paranoid gitu..
      Trus gemana caranya gusming mengatasi

      10 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Gusming Kutha Pariarthacoba berjapa dg genitri pada gayatri atau siwa,,,

      9 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Igmas Sanjayacek dulu ke dokter, psikiater untuk memastikan sakit dan pengobatan secara medis…. belajar relaksasi dan manajemen diri melalui latihan yoga. Belajar menerima apa adanya diri dan kondisi kita. Camkan bahwa gayatri atau mantram apapun sangat utama diucapkan secara spiritual dibandingkan dengan dilontarkan bibir ke luar. Semoga bisa membantu.

      9 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Ditya Wikatyg udah sering mencoba,tp tdk bs fokus,dan ada rasa bosan……

      9 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Igmas Sanjayabelajar rileks dan pikirkan yang menyenangkan sehingga tidak bosan

      9 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Igmas Sanjayaoh ya, secara niskala bersihkan dulu tubuh melalui pewintenan sehingga simpul-simpul syaraf dapat dibuat harmoni agar dapat menerima beban berat lebih baik.

      9 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Ditya Wikaigmas@tyg sdh mewinten

      9 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Igmas Sanjayaberarti ke dokter dan psikiater dulu untuk berobat

      9 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Ditya Wikakalo dihipnoterapy gemana ya???

      9 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Igmas Sanjayaitu juga alternatif pengobatan, lakukan saja. Kalau mau dan berusaha berjuang c secara sederhana dg latihan dan berusaha tidak bosan: rileks, bayangkan cahaya di atas ubun-ubun, setelah benar-benar terasa, turunkan ke antara alis, terus turunkkan ke leher, terus turunkan ke Jantung (hati-hati nuntun di Jantung, jangan tegang memaksa), terus turunkan ke pusar. Biarkan cahaya terang benderang di pusar, kemudian sebarkan ke seluruh tubuh melalui ke 3 bagian tubuh: kepala, badan, anggota gerak. Buang kotoran keluar dg pancaran cahaya tersebut, kemudian kembalikan ke pusar lagi dan simpan energinya di sana dan harmonikan dengan energi di luar tubuh biar tidak penuh.

      9 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Nyoman Kurniawan Tips menghapus Sad Ripu Bag. 6 : MOHA [Bingung / Putus Asa / Resah / Takut]
      oleh Rumah Dharma – Hindu Indonesia pada 28 Desember 2010 jam 16:42

      Rasa bingung, putus asa, resah atau takut merupakan reaksi bathin terhadap apa yang disebut oleh pikiran sebagai bahaya hidup ataupun juga ketidakpastian. Sebuah perkawinan yang membosankan, gangguan kesehatan yang kronis, pengangguran yang berkepanjangan, masalah keuangan, dll. Ketika tampaknya keadaan buruk yang kita alami, tidak akan pernah membaik. Akan tetapi kita harus sadar bahwa hidup ini memang demikian adanya. Dalam kehidupan semua orang melewati bahagia dan sengsara, pernah dipuji dan direndahkan, melewati sakit dan sehat, pernah sukses dan gagal, dll. Karena demikianlah kehidupan.

      Dalam ajaran dharma, munculnya perasaan gelisah, bingung, bosan, putus asa, resah atau takut, itu tanda-tanda di dalam bathin kita masih ada banyak noda. Noda manapun kita tidak punya pilihan lain selain dibersihkan. Dalam bahasa kosmik, munculnya moha membawa pesan yang jelas bahwa kita telah jauh dari realitas diri yang sejati. Karena jika semua tindakan kita lakukan dengan bathin yang cukup bersih saja, maka benih-benih moha lenyap dengan sendirinya.

      BAGAIMANA MENGATASI MOHA

      1. Welas asih dan kebaikan.

      Pada umumnya, dasar pertama penyebab moha adalah karena sikap mementingkan diri sendiri, baik yang disadari maupun yang tidak disadari. Kita sangat kurang memiliki sifat kerelaan diri, untuk kebahagiaan mahluk lain. Sehingga mengembangkan sifat penuh welas asih dan kebaikan [tanpa syarat] adalah sarana terbaik untuk melenyapkan moha.

      Apapun yang terjadi dalam kehidupan, sifat welas asih kita tidak boleh berkurang sedikitpun. Sayangi, sayangi dan sayangi siapa saja dan apa saja. Menyayangi orang yang baik sama kita, itu manusia biasa – tapi bisa menyayangi orang yang jahat dan menyakiti kita, itu tanda-tanda bathin yang mulai berevolusi menuju pembebasan. Penting sekali memupuk rasa kasih sayang dalam hidup, karena dengan demikian bathin kita selalu lebih rela, terbuka dan lebih jernih.

      2. Berpikir positif.

      Pada umumnya, dasar kedua penyebab moha adalah karena sikap suka membandingkan dan menilai segala sesuatu dengan untung-rugi. Sehingga apapun yang kita lakukan dan apapun yang terjadi dalam hidup, jangan lupa untuk berpikir positif. Terutama karena semua pemikiran dan perasaan kita berawal dari pikiran. Misalnya :

      - Ketika bertemu orang yang jahat sama kita, jangan lihat perbuatannya, tapi lihat dia sebagai orang baik yang sedang mengajarkan dan membuat kita menjadi sabar dan bijaksana.
      - Ketika bertemu orang yang jahat sama kita, jangan merasa dirugikan, tapi lihat dia sebagai orang baik yang sedang memberi kita kesempatan membayar hutang karma.
      - Ketika kita sedang mengalami kesulitan keuangan, jangan lihat sengsara-nya, tapi lihat hal itu sebagai kesempatan untuk belajar banyak menahan diri dan mengendalikan diri, belajar rendah hati, menumbuhkan simpati kepada mereka yang serba kekurangan dan belajar memahami makna kehidupan. Karena beban hidup yang sangat berat bisa membimbing kita menuju pemahaman hidup yang terang, asalkan kita sabar, nrimo dan tetap damai.
      - Ketika kita sedang mengalami kegagalan, jangan lihat sebagai ketidakmampuan, tapi lihat bahwa hidup sedang memberi kita pembelajaran agar kita bisa menjadi lebih baik lagi.
      - Dll.

      Ketika kita terbiasa berpikir positif pada setiap kejadian, hidup kita akan banyak diselamatkan dari kejadian-kejadian yang lebih buruk. Sekaligus bathin kita akan menjadi bersih dengan sendirinya.

      3. Belajar menerima hidup sebagaimana adanya dengan hati damai dan tenang.

      Hidup ini adalah karma yang berputar. Dalam putaran hukum karma, tidak ada suatu akibat yang akan timbul tanpa adanya sebab yang nyata. Kita mendapatkan yang baik karena karma masa lalu dan karma saat ini kita juga baik.

      Dalam putaran karma, hidup ini adalah perubahan. Tapi terkadang kita sulit untuk menerimanya, padahal perubahan tidak bisa dihindari. Lihatlah kehidupan, setiap pertemuan dengan seseorang pasti akan berakhir dengan perpisahan, ketika kita memiliki sesuatu cepat atau lambat kita akan berpisah dengannya, setiap jabatan atau profesi suatu saat juga harus berakhir [paling tidak karena pensiun], dll. Lihatlah manusia, semakin tua dia semakin lemah, jelek dan keriput. Kita harus mampu menerima dengan damai setiap perubahan dalam hidup, karena memang demikianlah kehidupan. Kita tidak bisa mengubahnya, yang bisa kita ubah adalah sikap bathin kita sendiri.

      Sukses atau gagal, bahagia atau sedih, bukanlah suatu hal yang akan menghentikan roda kehidupan untuk berputar. Hadapi setiap permasalahan. Berhentilah menghujat diri ketika kita gagal atau melakukan kesalahan. Terima segala kekurangan diri kita dengan riang dan miliki terus kemauan untuk tetap belajar dan berusaha dengan hati yang damai dan tenang.

      4. Laksanakan tugas-tugas kehidupan [svadharma] kita.

      Kerja adalah salah satu sarana yang baik untuk memahami sang diri dan kehidupan. Sebab dengan bekerja kita “berkomunikasi” dengan diri kita sendiri secara intens. Melarikan diri dari masalah, penolakan akan tugas-tugas kehidupan kita saat ini akan menjauhkan bathin kita dari kebahagiaan dan kedamaian. Hanya melaksanakan kerjalah yang bisa membebaskan kita, bukan menolak untuk bekerja dan tenggelam dalam rasa frustasi.

      Sederhanakan hidup kita. Jangan membuang waktu dan energi pada kegiatan remeh yang tidak penting bagi kita. Apalagi sampai terjerumus kepada pergaulan negatif dan perilaku negatif seperti mabuk-mabukan, dll. Karena hal itu bukannya membebaskan kita, malah menjerumuskan dan menambah banyak masalah. Jalani hidup dengan fokus menyelesaikan tugas-tugas yang menjadi prioritas utama kita di saat ini. Kerjalah dan laksanakan tugas kita dengan dengan sebaik-baiknya, tapi apapun hasilnya terima dengan bathin damai.

      5. Banyak-banyak meditasi, sembahyang atau melukat.

      Aktifitas dharma seperti meditasi, sembahyang dan melukat, adalah sebuah kekuatan “penyembuhan bathin” bagi diri kita. Ini bisa menjadi aktifitas pendukung yang efektif bagi kita guna melenyapkan moha.

      Selamat datang di jalan dharma yang sesungguhnya.

      Rumah Dharma – Hindu Indonesia
      Anggarkasih Medangsia
      28 Desember 2010

      9 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Gusming Kutha Pariarthafokuskan pada gerak biji genitri terus bu @ditya, baik sambil beraktifitas maupun duduk,,, __/\__

      9 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Ditya Wikaigmas@suksme tyg akan coba..

      8 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Ditya Wikakurniawan@suksme pak,,,,,,,penjelasan diatas sangat mengena sebagai siraman rohani,setelah tyg membacanya tyg berniat untuk mmpraktekkan..

      8 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Ditya Wika gusming@tyg sering mencoba,tp yg ada rasa bosan, dan bahkan sering merasa ngantuk..
      Tyg sering sekali terhimpit perasaan begini,tyg ingin menjadi manusia yg baik,sepurna,,disaat tyg melakukan kesalahan baik itu perbuatan,perkataan,sekecil apapun dan bahkan orang lain mungkin tdk merasa kalo tyg bersalah.,tyg akan merasa bersalah yg berkepanjangan,,,penyesalan,paranoid….pokoknya kadang tyg tdk bs mengendalikan pikiran tyg ,,sehingga ada pikiran kadang ingin bunuh diri,perasaan inguh ini kadang2 jg muncul tanpa sebab,Terjdi bebarapa saat dan akhirnya hilang dgn sendinya,…

      7 jam yang lalu melalui seluler · Suka

Apa benar dupa yang dijual tersebut memiliki kemampuan untuk menolak serangan black-magic?

Dex KeNie

Sekarang ini banyak sekali dijual dupa pasupati dan lain- lainnya mengatasnamakan hasil pasupati sesuunan. Apa boleh sesuunan diperjual belikan??? Apa benar dupa yang dijual tersebut memiliki kemampuan untuk menolak serangan black-magic??? Mohon diberikan penjelasan. Suksma

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · 11 jam yang lalu

    • Nengah Suryathabaru tau tyang niki…. raris lanjut

      11 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Kantha AdnyanaApapaun mereka bilang kembali pada diri kita klo yakin ea gunakan klo ga anggap angin lalu aja….

      11 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Sang Nyoman Sidan menyukai ini.
    • Dex KeNieKantha Adnyana@soalnya saya pernah beli dupa pasupati…..dan suatu ketika ponakan saya umur 6 bulan nangis terus dari jam 9 malam sampai jam 2 pagi, saya bakar dupa tersebut tapi tetap aja nangis,….trus saya telpon teman jadi jro dasaran dan dibilang diganggu ama orang yang bisa nge-leak dan disuruh buat segehan di dpan pintu gerbang dan setelah itu tidak nangis sampai sekarang

      11 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Kantha AdnyanaHe..he..klo kita yakin apapun bs terjadi…..satu kunci adalah yakin….

      11 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Dex KeNieKantha Adnyana@saya udah yakin tapi ponakan nangis terus/tidak yakin setelah itu

      11 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Kantha AdnyanaEa kan yakin dengan segehan itu lanjkut aja…..karena masal;ah gini susah untuk dibuktikan…..mana yang terbaik lakukan dg penuh kasih …

      11 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Dex KeNieKantha Adnyana@ suksma

      11 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Dex KeNiekalau menurut simber sumber lontar/kitab suci apa boleh menjual dupa pasupati sesuunan??????

      11 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Dewa Cakranegaraom nama siwaya adalah mantra paling manjur untuk mencegah serangan magick

      11 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Ditya Wika masalah ini sdh pernah dibahas kemarin,,,masalah dupa pasupati tergantung dgn perasaan,keprcayaan,sugesti kita….kalo tyg sih ga percaya….

      10 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Wayan AnjasBERLAKU SELAMA ANDA PERCAYA

      7 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Ibk Susena Panida‎…KOMERSIALISASI SPIRITUAL…..hanya bersifat temporer……dan tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk mendapatkan sesuatu yang bisa mengubah diri atau lingkungan kita…..

      7 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Taksu Bali Gugu-tuwon,……..pangsing Mebo-ya.

      6 jam yang lalu · Suka

Sesajen saking deso pesanggaran

Heru Santoso

ini adat jawa…
sesajenn saking deso pesanggaran,banyuwangi….

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · 6 jam yang lalu
    • Kantha AdnyanaSimple..n mantap…rahayu

      7 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Ni Ketut Janssen Om swastyastu, saudara Heru Santoso,banten apa namanya?Rahayu.

      7 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Ditya Wikasederhana,,,tyg suka karna bahannya dr bahan lokal,,,yang bs didpt dr kebun sendiri,,,jd kalo mau beryadnya tdk usah pusing2 mikirin biaya

      7 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Heru Santoso pak Kantha Adnyana nggeh pak yg pnting makna’aa udah sama kyak yg ngabisin uang banyak,
      xixixi
      bu Ni Ketut Janssen klo di jawa cuma di namaka “sajen”.
      he he
      mbak Ditya Wika bener sederhana n bsa ngirit biaya, Klo mbak liat baek2 tu hampir sama dg isi banten pejati lohh…
      qiqiqiqi………

      7 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Dhanu Widjaja beh makanan betoro jowo to mas ?
      kog sangar betorone, mangan kambil…. xixixiiii….

      6 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Ditya Wika iya tdnya sy jg mau bilang bgt,,,mungkin itu bentuk sederhana/awal dr pejati….
      sederhana,tp bagus

      6 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Gusde Ramanujabiarkan sesajen ala adat jawa diteruskan jangan terpengaruh daerah lain tiap daerah pasti beda sesuai dgn kondisi alamnya,

      6 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Ditya Wikagusde@betul nike,,,kalo sesajen adat jawa di pengaruhi,/di paksakan seperti sesajen bali malah nnti umat dijawa akan bingung,,,Biarkan sj seprti itu.

      6 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Dhanu Widjajamas Heru Santoso, iku encek model anyar yo ? (baskom)

      6 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Taksu Bali Ke-universalan Hindu merangkum Adat – Budaya Manusia dimanapun berada…… Bali-Jawa-Sunda-Kalimantan………Itulah sarana Keyakinannya…… orang lain jangan “MEBOYA”.-

      6 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Heru Santoso itu bagian dan masih banyak yg lain.di hari yang ketiga yaitu temu temante (mempelai).acara inti dari resepsi temanten terletak pada hari ketiga ini.pada akhir acara ini sebagai penutup upacara adat temu di lakukan acara pandum pangan(jika mantu terakhir),yaitu membagi sesuatu sebagai simbol bahwa setiap anak mempunyai bagian yang sama rata. Isinya yaitu beras,kelapa,ayam. Tradisinya setiap mengadakan resepsi pernikahan pasti ada sajen. Sajen terdiri dari : beras,kelapa, gula, lepet,metmet,takir/COK BAKAL(uang logam,sisir,kaca,miri,bawang merah,bawang putih,lombok merah, bunga sekaran),rokok,itik

      6 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Dhanu Widjajao ngono to mas…..

      6 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Dhanu Widjaja tak tambahi infonya mas….
      “ Atmanastuti wasito adi sabdane poro winasih dupi wus dumigi wahyane mongso kolo. Dumawahe nugroho saking Gusti ingkang moho asih. Mangkonoto wau ingkang amengku karso :
      Inggih Bopo : ………
      Tuwin Ibu :……….
      Sigro jumangkah netepi dharmaning agesang, wigati ambirat durgomo, jer katemben utawi pungkasane anggeniro amiwoho putra, mahargyo siwi kanthi sarono ambubak kawah utawi anumplak Ponjen wusnyo bhinuko sarono tutuping sesaji. Kinon kendogo kaleh winur ing cahyo sumunar sajugo winastan kendogo kencono. Dene ingkang sawiji winastan kendogo mulyo, jrone kendogo kawestoro sunarwarni seto myang reto, ingkan seto sinebat cupu hadi mondholiko dumadhi sakhing pakartineng bopo, reto senebat cupumanik astogino dumadhi saking pakartineng biyung, kacarito duk kalane bopo miwah ibu murwing resmineng garwo Bopo:…………., Ibu,………”
      iki montro jowone numplak ponjen mas….. xixixiiii…..

      6 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Heru Santoso nggeh mas Dhanu Widjaja saya belom nyampe sama mantram n makna yg ssungguh’a,
      he he
      saya kan bnyak belajar lgi byar bsa pintar kyak mas dhanu…
      xixixixi

      6 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Dhanu Widjajaah mari kita sama sama belajar…. semua manusia pintar kog, cuman ada yang lebih dulu mengetahuinya…. dan belakangan mengetahuinya…. itu aja…… he he he

      6 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1

banyak yang mengerutu adanya Upakara atau banten atau Kenduri menghabiskan banyak biaya

Romo Poniman

Upakara sebagai sarana membantu manusia menghubungkan ke alam Niskala
banyak yang mengerutu adanya Upakara atau banten atau Kenduri menghabiskan banyak biaya, mereka maunya simpel, ngirit tanpa biaya namun minta hasil besar
ini kesalahan dalam menafsirkan suatu Ritual dan religiusitas,
banyak yang baru belajar berlagak spiritual, namun ternyata pikirannya masih liar
Berkalung Genitri kesana-kesini, menyalahkan ini itu, maunya pinter tapi keblinger
menggabungkan hukum religius dengan Ekonomi, ini sudah jaman edan, semua jadi edan, campur-campur metodenya, jadinya banyak penganut Hindu nyang kacau
masih setengah belajarnya sudah mabok, mengaku hebat membabat sahabat sendiri, banyak yang cerdas namun tidak Bijaksana, sesungguhnya alam Niskala dan skala itu harus seimbang, jangan urusan niskala dianggap enteng dengan hukum skala saja, semua masih kemungkinan dan semoga sahabatku yang baru belajar agama seperti saya tidak tersesat oleh dogma dari orang2 yang bingung
Upakara adalah Sarana yang memiliki arti penting dijaman sekarang ini
jangan hanya komat-kamit jika tidak tahu arti mantra dan do’a serta syarat menghidupkan mantra dan do’a, kau akan mengalami kegagalan juga
maka jika masih belum mahir, gunakanlah Upakara yang mempermudah mencapai tujuanmu, memang mengeluarkan biaya, namun lebih praktis tanpa harus banyak biaya dari badanmu, namun menggabungkan unsur alam dan mantra, maka tujuanmu akan dihantarkan menuju alam niskala, selamat belajar Agama Hindu

SukaTidak Suka · · Berhenti Mengikuti KirimanIkuti Kiriman · 10 jam yang lalu

    • Wyat GnitenBAnten memang condong ke tantra, metafisik(not Logic). Hanya orang2 yg memiliki mata ke-3 yg bisa berbicara hal ini.

      11 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman Merthapencerahan ttg Hindu yg benar sdh saatnya terus digencarkan agar umat Hindu atau yg baru belajar Hindu menjadi sadar dan paham ttg Hindu. Kita hrsnya belasjar dari umat lain yg sangat gencar melakukan siar agama. Saran saya, mari belajar kpd orang yg tepat agar tidak tersesat.

      11 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Nyoman MerthaGuru agama (spiritual) yg baik dan bijaksana adalah guru yg tidak menganggap dirinya paling hebat dan merendahkan kemampuan orang lain. Yg bagus adalah guru yg rendah hati dan bijaksana….

      11 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Nyoman MerthaPara sahabat, mari kita sama-sama terus belajar dan belajar agar menjadi sadar dan kalau bisa memiliki pemahaman yg benar ttg agama. Ajakan ini juga buat saya pribadi.

      11 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Jaya Negarabanyak yg bilang, bunga, dupa, air udah cukup tapi pengen surudan apel mandarin.. :D

      11 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Wyat GnitenSaya ngebayangin kalau ke Pura yg jauh2 dengan bawa anak . Warung tidak ada di sekitar pura, jadi kalau lapar makan saja bunganya dan minum air …kwkwkwk

      11 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Dex KeNieRomo Poniman@ sejauh mana banten bisa membebaskan karma orang? Sejauh mana mantra bisa membebasakan karma orang?? sejauh mana niat hati ikhlas seseorang membebaskan karma? Bagaimana perbandingan ketiganya dari hasil???

      11 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Dewa CakranegaraPerjalan Hindu sampai ajeg di Bali dan kini sudah mulai bangkit merata di seluruh nusantara, saya sangat setuju dengan romo poniman, Beliau begitu bijaksana memandang semua itu, Maha Rsi Markandya ketika Hindu telah kehilangan jati dirinya mendapatkan WAHYU di pertapaan Beliau di Gunung RAUNG Jatim, bahwa perlu diadakan Upacara/upakara dengan menggunakan sesaji, walau sangat sederhana dengan hanya mendem pedagingan PANCA DATU maka beliau berhasil menanamkan ajaran Hindu di Bali sehingga samapai sekarang, dan Beliau sangat Faham betul bahwa manusia sangatlah banyak kekurangan dalam menanamkan nilai spiritual yg mudah dan sederhana, sehingga dari MANTRAM WEDA yang ada diterjemahkan menjadi satu sarana yadnya pemujaan dan rasa bersyukur kehadapan Brahman………Bnaten adalah wujud rasa bakti sebagai seorang bakta yg sangat sederhana, dijaman reg weda ritual telah membawa dunia pada masa kertha yuga, dan itu diulangi lagi oleh para rsi kita yg suci….dan kita sekarang mencoba menghujatnya walaupun

      11 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Romo Poniman jika suatu mantra dan Do’a tanpa sarana yang benar, maka suatu hari akan ditagih tumbalnya atau imbalannya, berdo’a minta dikabulkan do’anya namun tanpa sarana pengorbanan, memantra minta dikabulkan mantranya, namun tanpa sarana kesucian diri, maka kelak sebagai gantinya dari terkabulnya do’a dan mantra itu akan diminta
      pertangungjawabmu, namun jika memiliki keseimbangan dengan tanpa menghina ini itu, tanpa merendahkan ini itu, tanpa banyak perhitungan secara materialis, maka spiritualis akan nampak dan dari sini permohonanmu semoga tercapai, disini terlihat mana materialisme dan spiritualisme bahwa keduanya memiliki wilayah yang berbeda, supaya bisa berjalan hendaknya keseimbangan yang dipakai acuan, karena tanpa keseimbangan dunia ini tidak indah seperti senar gitar jika terlalu kencang maka tali akan putus demikian jika terlalu kendor maka suara tidah nyaring, karena harus seimbang senar itu, demikian juga kehidupan ini agar mampu bertahan hidup, semua harus seimbang, maka damai dan idah serta bahagia selalu sampai nanti

      11 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 4Memuat…
    • Idewa OkaOm swasti astu, Romo itu orang pinta keblabasan, ujung ujung paid bangkung

      7 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Taksu Bali Ajaran “Agama-Pasar”..dengan persembahan yang “sekecil-kecil”nya, mengharapkan Rahmat/rejeki yang sebesar-besarnya….katanya.

      6 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Mertamupu Andika Putra Cintamani Tapa(pengendalian diri) lebih mulia daripada yajna, yajna lebih mulia dari kirti (agastia parwa). dengan kata lai yang utama perilaku bajik, tanpa perilaku bajik semua tidak akan ada artinya

filosofi budaya Hindu Bali yang telah dijiplak dan digunakan atau dipakai oleh umat Kristen/Katholik

Ni Nyoman Marheni Marheni

Om Swastyastu ! Lembaga FDJHN apakah memungkinkan untuk melakukan audensi protes kepada Pembimas/PHDI Bali berkenaan dengan filosofi budaya Hindu Bali yang telah dijiplak dan digunakan atau dipakai oleh umat Kristen/Katholik dalam pembangunan rumah ibadah mereka dan tatacara upacara keagamaan mereka yang sama seperti Hindu seperti penggunaan Penjor, Gong, Sendra Tari, Pakaian ke Pura dlsb. Mohon dapat didiskusikan khusus di Bali dan harapan kita semua semoga identitas ke Hinduan kita tidak menjadi rancu dan harus ada batasan yang jelas mana Hindu dan mana Kristen/Khatolik. Om Santi, Santi, Santi, Om !

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · 14 jam yang lalu

    • Gede JunidwajaSemua yang Ibu Nyoman sebutkan di atas tidak ada hak paten-nya. Gampang sekali mereka menangkis keberatan kita yang masih beragama Hindu. Kalau memang mau mencegah yang lain dipakai mulailah mendaftar hak patent dari sekarang, yang terlanjur dipakai sulit diprotes secara hukum.

      14 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Kantha AdnyanaKlo agam Kristen memang pongah ga ada rasa malu…kelihatan agama ga ounya identitas….sampai2 identitas orang dijiplak untuk kepentingan missinya dia…..sebenarnya ga menunggu hak paten buktinya dulu nama sekolah Swastiastu, Widya Pura diprotes akhirnya ganti menjadi Santo Yosof..n Harapan….klo sekarang masiswa n organisasi Hindu lainnya melempem….tiang akan coba mendekati Aktivis mhs…klo yg muda bergerak tiang akan support…rahayu

      13 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Chint Tya menyukai ini.
    • Turah Raykita juga mesti arif memilah-milah mana yg agama mana yg budaya/adat. pakaian menurut saya adalah pakaian adat, jd siapa saja yg tinggal di bali berhak menggunakan pakaian adat bali. saya juga pernah tinggal di jogja,jabar sampe ke batam, ditempat2 tsb orang ke pura menggunakan pakaian adat mereka sendiri (blangkon, melayu dsb.) begitupun dg atribut yg lain. menurut saya, semua yg ada di bali sdh wajar menyesuaikan diri dg budaya adat bila perlu agama mayoritas di bali. sebagai contoh: pengadilan agama menggunakan candi bentar, kantor2, bank, semua mendirikan padma paling tidak plangkiran dg daksina mepayas. itu sdh membuktikan rasa hormat dan kepercayaan mereka pada ke sakralan bali. di sisi lain memang dibutuhkan pengaturan dari PHDI thd intisari yg tdk boleh dilakukan oleh umat lain dan hanya untuk orang hindu.

      10 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Kantha AdnyanaEa klo adat bukan untuk mengelabui….klo Kristen memakai adat hanya sbg tameng didalam ceramahnya mereka bilang bahwa Krinten n Hindu sama….ada yg menggelitik Sang hyang Yesus, Dewi laksmi Maria….nacjh klo itu kan dach kelewatannamanya

      9 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Nengah Sudana om swastyastu. mbak Ni Nyoman Marheni Marhenidengan pemikiran yang kedepan, saya sependapat; kristen tela banya mengelabui umat hindu di Bali; kalau tidak salah saya baca pada salah satu media tulis, sekarang kristen sudah mulai melecehkan simbul hindu dengan perwujudan dewa-dewi. Kita telah bertoleransi kebablasan…

      8 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Alit Adi Sanjayabudaya berbeda dengan agama. itu adalah bagian dari budaya. kenapa melapor ke phdi?

      7 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Kantha Adnyana Dik Alit Adi Sanjaya….sudah Agama n budaya beda….budaya adalah kebiasaan yg dilakukan masyarakat secar terus menerus….akan tetapi klo budaya di Bali jiwanya adalah HINDU…mknya orang sering mengaitkan HINDU n budaya telah menyatu tak terpisahkan…..rahyu

      7 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Alit Adi Sanjayamenyatu dan tidak terpisahkan itu pandangan kita sebagai manusia.

      6 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Alit Adi Sanjayasudah jelas beda

      6 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Gusde Ramanujabahkan disekolah sekolah dijawa disebut kan hindhu bukan agama tapi hasil dari kebudyaaan.

      6 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Idk SudiartanaKalau di bali ada FORUM KERUKUNAN UMAT BERAGAMA masalah penggunaan simbol2 HINDU bisa dibicarakan lewat Forum tersebut. Tapi kalo tidak ada ya kita berhak memprotesnya rame2 dan jangan lupa bawa sekalian para sesepuh kita yang duduk di PHDI.

      6 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Idk SudiartanaHayo intelektual Hindu di bali bersatulah lawanlah orang2 yang melecehkan Agama Hindu dan jangan berpangku tangan sadarlah bahwa 10 tahun lagi bali akan dipenuhi oleh domba yang bersalib menurut misionaris2 yang sudah merangsek kepedesaan.

      6 jam yang lalu · Suka

Urusan Sembahyang Pemeluk Hindu di luar Bali lebih Tertib di Bandingkan Pemeluk Hindu Di Bali

Made Kardiana

OM Swastiastu,Pengalaman pribadi saya dari tgl 26-31 Oktober di Bali Ternyata Untuk Urusan Sembahyang Pemeluk Hindu di luar Bali lebih Tertib di Bandingkan Pemeluk Hindu Di Bali,Sepertinya PHDI,PDHB,PERADAH,WHDI,BIMAS HINDU perlu sosialisasi kembali Etika Bersembahyang.

Tidak SukaSuka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · 03 November jam 23:41

  • 50 dari 69
    • DekPung Segara Bagaimana klo hal seperti ini dibaca oleh pihak2 tertentu yang bisa mengadu domba kita,..?
      Mari kita benahi yg rusak,…..
      kita luruskan yg bengkok,….
      Jangan injak2 yg sudah jatuh,….tapi bangunkan agar bisa diajak untuk bekerja bersama,…….
      Suskma

      04 November jam 0:43 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Taksu Bali Moralitas orang yang “tangkil” ke Pura, tidak sebatas menaruh sandal di luar…………..tetanggasaya datang dari Sulawesi pulang, sembahyang ke Merajan….. sandalne tentenga abana ke jeroan… Gunung johin katon rawit……..

      04 November jam 0:44 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • DekPung Segara Ya kan,…sekarang timbullah pembelaan2,….akhirnya apa jadinya pembicaraan ini,…?
      Apakah mau mencari pencerahan ? Atau mencari keributan…..?
      He he,…
      Sinampura tityang,…nenten je wenten manah jagi masebeng ririh,..ngiring jejali diri dengan pengetahuan2 (sharing),…”yang baik tentunya” mangdane wenten sasuluh,….
      Suskma

      04 November jam 0:48 · SukaTidak Suka
    • Inyoman Juniartamasih membanding-bandingkan? atau sembahyang dibikin cuma sekali saja biar seragam karena tuhan ada dimana-mana, atau pura dibuat tdk dg tembok penyengker biar sama2 ada dihadapan pelinggih, atau jadikan seperti yg kita mau agar mereka juga mau. Salam hanya ikut usul.

      04 November jam 0:50 · SukaTidak Suka
    • Made Kardiana penyakitnya sudah mulai nampak!Kanda Made Artajaya,sori saya lupa minta no ta”sama komang dan selama di bali saya jarang OL,krn modemx saya lalot biasa jaringan,Sap Sap Sriasih,mudah2an pura yg lain bisa nyontek ya bu !!! org bali kan gengsi di bilang nyontek ,Pantas pak di tenteng sandal nya karena klo di tinggal di luar kan hilang beda dengan di sulawesi aman !bukti sandal di kemitin aja hilang !!!wkkwkkwk

      04 November jam 0:52 · SukaTidak Suka
    • Suharta NyomanShanti shanti shanti

      04 November jam 0:53 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Inyoman Juniartaha…………

      04 November jam 0:54 · SukaTidak Suka
    • Gusti Komangbukan membandingkan tp ajakan utk berbenah bagi umat ring bali..krn umat hindu saking bali yg tinggal di luar bali..mereka bisa berbenah….knp yg dibali sendiri gak berbenah ke arah kebaikan, dng memulai dari hal kecil, memunggut sampah canang stelah sembahyang dan membuangnya di tempat sampah misalnya…shg jeroan pura kembali kelihatan “resik’…ten grasa grusu maturan…:D

      04 November jam 0:56 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Made ArtajayaDe kar..: dah kelihatan betul mi to keaslian sodara2 kita disini!!! kalau sama nyame sendiri itu bahasanya mulai …. tapi ternyata kita tidak siap dikritik!! apalagi mau dikritik!!!

      04 November jam 0:58 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • DekPung SegaraMade Kardiana dan Gusti Komang
      Sukurlah kalo ditempat anda tinggal,….daerahnya “aman2 saja”,…..
      kan itu memang harapan kita semua…..

      Sukur juga kalo “moral” teman2 kita “Hindu” di sana baik2,….kan itu memang tujuan kita beragama ,……

      Semoga kalian betah di sana,…..

      04 November jam 0:59 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Made Kardianasaya mohon maaf tidak ada maksud untuk melecehkan,tetapi hal ini bagai duri dalam daging hanya tinggal menunggu waktu hal ini akan di tanyakan baik oleh kita yg se agama maupun oleh orang lain di luar agama kita,ingat anda yang mengaku umat Hindu di bali dan merasa paling tau Jawaban apa yang berikan kepada mereka yg di luar agama kita bila menanyakan tentang ini ???

      04 November jam 0:59 · SukaTidak Suka
    • Made Artajaya‎@de kar.. @gusti komang:ternyata kita harus ngomong disini yang bagus2 saja !!! payahhhhhh…… kapan majunya umat kita ini!!!!

      04 November jam 1:00 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Inyoman JuniartaGusti Komang, saya kira di bali juga sdh mengarah kesitu, saya kira semua berharap kearah yg lebih baik, membandingkan bali dg yg diluar ya tentu beda, menata dari awal saya kira akan menjadi lebih mudah daripada menata ulang apa yg sdg berjalan. Di forum ini kita mencari solusi bukan anti kritik. salam.

      04 November jam 1:03 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Gusti Komang inggih pak Made Artajaya…. umat di bali pasti mengira penduduknya banyak…hanya 3 jt hindu 3 jt non hindu….hindu diluar bali 30 jtan xixixixix

      04 November jam 1:08 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Made KardianaPUJI ALE di bilang to ogi’kanda !!!mau liat jumlah umat hindu di bali liat pada waktu Puasa sampe lebaran ,,DekPungSegara,saya betah tinggal disini,syukur moralnya umat hindu dsni juga lebih baik karena tidak ada yang metajen dan meceki di pura.saya bersyukur klo di bali sudah menuju kesana dan saya syukur klo orang BALI tidak Anti Kritik,dan lebih syukur klo di lecehkan atau di kritik orang lain lebih berani ketimbang sesama.

      04 November jam 1:09 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Gusti Komangmerasa di bali sebagai mayoritas…lalu lupa bangun… xixixixixix

      04 November jam 1:10 · SukaTidak Suka
    • Iwayan Sariada Sariadakenapa masalh sandal diributin.inilah awal perpecahan mari kita hormati yg namanya desekalepatre.lain tempat lain kebiasaan yg penting kepura niatnya sembahyang.dan mari kita besarkan hindu dengan perbedaan

      04 November jam 1:10 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Made Artajaya‎@de kar: puji alle betul …saya tambahkan dinda…. juga mungkin tidak ada yang hidup ngebo dan tiap malam ke cafee tuk minum alkohol…….

      04 November jam 1:12 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Made KardianaSepakat !!!

      04 November jam 1:14 · SukaTidak Suka
    • Gusming Kutha Pariartha status yang menarik,,,, tiang pikir untuk urusan tangkil ring pura sad kahyangan ring Bali sampun memargi lebih becik, spt ring besakih, batur, lempuyang,dllnya,,, minab ring kahyangan tiga sekadi ring desa adat saya sampai kapan ya bisa tertib,,, tapi tidak salah juga karena mereka menginginkan dihantar puja oleh sang pandita/peranda dan itupun dipuncak karya/piodalan, tapi kalau ngaturang canang yasa, nganyarin mereka juga tertib mengantri,,, yah tiang berharap semeton bali yang dirantau bisa menunjukkan HINDU yang LAMPUNG,,HINDU yang SULAWESI, HINDU yang PALEMBANG,,, jadi janganlah memBALIkan Hindu di daerah anda,, Bali menjadi target dakwah dan mision,, dulu Bali dipertahankan oleh budayawan asing untuk adat dan agama bali-nya,,, apakah semeton Bali diluar Bali bisa juga menjaga Bali dengan ke Hinduannya? rahayu guru Made Kardianatelah memuat status ini,,, __/\__

      04 November jam 1:15 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Gusti Komangsampunang lali makte canang, dupa lan toyo anyar ritatkala maturan..usan panca sembah ambil lan tiltilin sisan canang utawi sekar sane sampun kaangge…genahang ring bak sampah jaba pura…kenten disampaikan ulih jro bendesa…….becik ten…rahayu.

      04 November jam 1:20 · SukaTidak Suka
    • Inyoman JuniartaSalam buat mereka yg sudah menjadi mulia dari yg lain. Rahayu

      04 November jam 1:20 · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Made Kardianaklo kami di sulawesi kami tidak pernah membalikan Hindu baik itu kepada hindu telotang maupun aluk tadolo kami mendukung budaya mereka ,tapi mohon maaf saya bukan guru !

      04 November jam 1:22 · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Gusti Komangmantabbbb de…se7

      04 November jam 1:26 · SukaTidak Suka
    • Suharta Nyoman Mulailah dari sendiri masing-masing….berbuat utk kebaikan itu tujuan semua umat sedharma….berbuat baik dan daerahnyapun bagus..tdk perlu digembor-gemborkan….apalagi menjelekkan tanah leluhur sendiri…mari benahi bersama-sama tanpa ada kata-kata yg menyinggung..rahayu

      04 November jam 1:29 melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Made KardianaMenjaga bali dengan kehinduannya bisa kami lalukan apabila semeton hindu di bali tidak anti dengan Kritik dan saran.tanah leluhur perlu di jaga walaupun dengan Mengangkat senjata selama orang yang mendiaminya peduli kepada tanah leluhurnya itu .Semoga damai selalu

      04 November jam 1:39 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Gusti KomangSuharta Nyoman…kalo gak di singgung biasanya enggak termotivasi… xixixixi…pang mulo keto.

      04 November jam 1:45 · SukaTidak Suka
    • Gusming Kutha Pariarthamudah2an forum ini tidak anti kritik,,, tapi tiang yakin semeton FDJHN tidak anti kritik, asal kritiknya membangun dg data yang jelas dan akurat,,, rahayu,,,

      04 November jam 1:51 · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Suharta NyomanGusti komang….celibingkah batan biu..ade kene ade keto..jalankan kewajiban kita sebagai swadharmaning umat dan berbicara pd yg sdah sepuh hrusnya pnya rasa hormat..krn kata setajam pedang…baca ulang kembali koment2 yg sudah dibuat…apakah itu bkan berarti melecehkan tanah Bali…bukannya memberi kritik yg membangun…malah membuat suasana perdebatan smkin panas..rahayu

      04 November jam 4:37 melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Ning M SetiasihOm Swatyastu Made Kardiana dan Bpk2/ Ibuk2 semeton saami hanya sumbang saran klo bisa mari kita tularkan klo ada hal2 positif demi ke Jayaan Hindu di manapun kita berada..mungkin klo untuuk etika dan moral lebih baik kita sampaikan knp harus lepas sendal pd saat kita masuk ke areal Pura.. Bbukankah PURA adalah tempat suci jadi seppatutnya kita jaga kesucian itu jangan di kotori dgn sandal atau sepatu yg kita pakai dr rmh jalan ke Pura pasti di dlm perjalanan ittu kita nenginjak sesuatuu yg kotor selayaknya di lepas di jabaan Pura, untuk menghindari sandal hilang sering2 lah di sampaikan bahwa niat ke pura untuk sembahang jgn melakukan hal yg negatif / mencuri semoga kedepan lebih cerdas ….Santih

      04 November jam 7:34 melalui seluler · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Made Artajayaperdebatan menjadi sangat hangat!!!! perbedaan pendapat dan pandangan itu adalah hal yang biasa tuk mencari sebuah kebenaran yang sama2 kita tidak ketahui !!!! ….dengan adanya kritik seharusnya kita lebih bisa terbuka, berbenah dirilih!!!!! bukannya terus mencari pembenar yang menurut orang lain kurang bijak….. mulailah sedikit kita berpikir secara global!!! dengan mengatasnamakan jaringan hindu nusantara berarti kita sepakat bahwa hindu itu satu!!!!!mari kita bangun hindu dan manusia hindu berfikir lebih rasional…….shanti.. shanti.. shanti..

      04 November jam 12:49 · SukaTidak Suka
    • Mur Yanidisaat sembahyang hp disailent……..tdk ada suara ribut he he he hesemua hikmah sembahyang tdk ngobrol ngalor ngidul saat yg lain sembahyang…

      04 November jam 13:31 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Made KardianaMari kta bicara pahit klo itu sebuah obat bagi penyakit ,buat apa kita bicara manis kalo membuat kita menjadi kencing manis, Kritik dan saran merupakan resep yang ampuh untuk mengetahui sampai dimana kemajuan yang telah kita capai. ingat kita tidak ingin seperti KATAK DALAM TEMPURUNG.Shanti…

      04 November jam 14:01 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Made Artajayasetuju de!!!tapi sayangnya gak semua bisa menerima jalan pikiran itu de!!!!sedikit2 dianggap melecehkan dan seterusnya ……………..

      04 November jam 14:36 · SukaTidak Suka
    • Budiartha Wayan Kata orang perubahan mulai diri sendiri, maka mari kita coba utk melakukan hal-hal sbg berikut di Pura :
      1. Tidak ngobrol di Pura
      2. Silent HP
      3. Bawa tas kresek utk sampah /bunga bekas sehabis kita sembahyang.
      4. Antri dgn tertib
      5.Bawa bunga dupa/peralatan sembahyang masing2 sendiri2, shg di Pura tidak sibuk mencari sanak keluarganya yg bawa canang…

      04 November jam 14:49 · SukaTidak Suka · 4Memuat…
    • Budiartha Wayan‎6.. lanjutkan , apalagi ya?..;)

      04 November jam 14:50 · SukaTidak Suka
    • Wyat Gniten Kang Budiartha WayanNo.6. Pakaian harus sopan dan bersih, jangan seksi. Dan jangan sembahyang nunging ya …refot konsentrasi buyarrrr bau kentut …hehehe …kidding.com :D

      04 November jam 15:28 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Mur Yaniha ha ha ha ha……….dilarang ….

      04 November jam 16:44 · SukaTidak Suka
    • Ricky Sennin‎7. Bawa peralatan yg bsa buat anak kecil nangisx jangan lama2 pas sembahyang. Klw perlu jangan sampai nangis…hehehe..

      04 November jam 17:43 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Bawa Chakep MahadewaBagaimana etika at tata tertib sembahyang it??

      04 November jam 17:48 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • DekPung Segara Bapak Made Artajaya dan Bapak Made Kardiana saya salut atas pendapat bapak2,…..

      “perbedaan pendapat dan pandangan itu adalah hal yang biasa tuk mencari sebuah kebenaran yang sama2 kita tidak ketahui !!!! ……”

      “…..kritik dan saran merupakan resep yang ampuh untuk mengetahui sampai,…….

      Namun perlu juga hendak comment Bapak Suharta Nyoman :
      “………berbicara pd yg sdah sepuh hrusnya pnya rasa hormat..krn kata setajam pedang…baca ulang kembali koment2 yg sudah dibuat…apakah itu bkan berarti melecehkan tanah Bali…bukannya memberi kritik yg membangun…malah membuat suasana perdebatan smkin panas…”

      Saya teringat beberapa kata yang (maaf bila salah tulis) pernah saya dengar….
      “Kata2 bisa membuat kita memperoleh teman bahkan saudara,…..
      kata2 bisa membuat kita bahagia dan ataupun duka
      kata2 bisa membuat kita mempunyai musuh,……….”

      Nah beranjak dari kata2 bijak itu,…..semestinyalah kita bisa introspeksi diri,….
      PERDEBATAN, PERBEDAAN PENDAPAT dan PERBANDINGAN memang perlu dalam sebuah DISKUSI,…..karena itu adalah SYSTEM PEMEBELAJARAN,……

      Namun perlu sekiranya disadur dari “SIFAT PADI”,……….SEMAKIN BERISI SEMAKIN MERUNDUK,………..

      Kalau kita memiliki KELEBIHAN SEDIKIT,….bukan berarti kita lantas NIGTIG TANGKAH,……..
      Pergunakanlah kelebihan itu untuk mengisi kekurangan2 yang lain,….

      Mengetahui yang lain kurang,…janganlah lantas dilecehkan,………….

      Kritik yang bersifat membangun tidak pernah saya dengar dan baca bersifat melecehkan,…..apalagi yang bersifat “MAKECUH MAREP MENEK”………….
      Bagaimana tidak saya bilang begitu,……….anda kan dari Bali,…..kalau memang bermaksud membangun Bali, kan bisa disalurkan pendapat2 anda ke wadah yang berkompeten,…….bukan seolah2 melampiaskan kekecewaan yang berujung membuat warga sendiri tersinggung,……………..

      Sekali lagi “KRITIK MEMBANGUN BUKANLAH MELECEHKAN SEPERTI ITU,……..” Coba baca kembali comment2 anda di atas,……..

      Saya dengan segala hormat meminta untuk menghargai forum ini,….saya memang belum memiliki pandangan luas,….namun menurut hemat saya,…ini adalah wadah resmi untuk membicarakan Agama Hindu khususnya,….dan orang2 Hindu pada umumnya untuk membagi info2 penting,……….bukannya forum becanda yang berisi ha ha he he,…….ataupun saling menjatuhkan,……….

      Semoga saran dan ide saya tidak menyinggung perasaan siapapun,…
      Om Santih, Santih, Santih, Om

      04 November jam 19:09 · SukaTidak Suka · 5Memuat…
    • Made Sri Wirdiata Om Swastyastu.
      Ijin ikut menyampaikan pendapat.
      “Masalah” seperti yang disampaikan oleh pak Made Kardiana di atas tidak hanya dialami oleh umat Hindu di Bali. Umat selain Hindu pun di luar Bali mengalami permasalahan-permasalahan intern umatnya, tapi bukan maksud saya lantas hal tersebut untuk dijadikan “pembiaran”.

      Kita tentu maklum bahwa dinamika sosial bermasyarakat menyimpan berbagai permasalahan. Umat Hindu di Bali yang sampai saat ini mayoritas dan menempati “rumah sendiri” tentu merasa “lebih nyaman” karena sudah tinggal dirumah sendiri tersebut, bila ada hal-hal yang “kurang” dalam pengamatan semeton-semeton yang merantau di luar bali tentu hal itu wajar, namun jangan lantas “diserang” sampai-sampai bernada mengecam atau melecehkan. Mari sampaikan dengan cara yang elok dan kalau bisa kongkrit idenya apa yang bisa kita perbuat bersama untuk menata kekurangan tersebut, itupun kalau kita semua sepakat bahwa yang masalahkan itu betul-betul merupakan suatu “permasalahan” dan yang “urgen”.

      Semeton-semeton di luar bali juga tentu sering tidak sadar bahwa kita juga memiliki “masalah” yang tidak bisa kita lihat sendiri, dan dapat dilihat oleh semeton yang berdomisili di luar daerah tersebut.

      Di Bali karena mayoritas, banyak yang memilih “duduk di pojok nyaman” (tapi tentunya tidak termasuk yang memiliki perhatian pada Bali, seperti pada forum ini). Hal ini menyebabkan sering masalah yang muncul adalah karena “miyegan” dengan semeton sendiri, karena mayoritas (hampir semua orang Bali, tentu “lawan miyegannya” orang Bali). Sedangkan semeton-semeton yang merantau ke luar Bali, karena sebagian besar menjadi “minoritas” di daerah rantauannya tersebut, tentu kekompakan sangat menonjol, kegiatan-kegiatan di pura menjadi sangat penting. Mulai dari persembahyangan, pembelajaran pendidikan agama, dan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya dilaksanakan di Pura, sehingga aturan-aturan tata tertib di Puara tersebut menjadi diatur lebih baik lagi demi kenyamanan bersama. Sedangkan di Bali saking banyaknya Pura terkadang hal tersebut kurang mendapat perhatian oleh masyarakat umum walaupun krama pura dan tokoh-tokoh agama dan masyarakat sudah berupaya membuat dan menjalankan aturannya.

      Terhadap masalah masalah tersebut mari kita bersama-sama cari solusi yang kongkrti bukan menghujat. Santih…

      04 November jam 19:55 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Suharta NyomanOm swastyastu mogi sinar suci datang dr segala pnjuru mata angin…..rahayu

      Sabtu pukul 7:11 melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Made ArtajayaOm swasti Astu!!! para sepuh, dan orang bijaksana, serta kawan2 diforum ini yang saya hormati! saya mohon maaf yang sedalam-dalamnya bila ada kata2 saya yang di anggap tidak berkenan dihati!!!!!saya tidak bermaksud melecehkan ataupun mencerca!!! sekali lagi saya mohon maaf!!!!!!

      Kemarin jam 1:22 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Dharmawan BajeraMade Artajayandak apa2 pak made, kita ungkapka segala keluh kesah kita. mudah2an kita mengerti kenapa harus menerima semua spt itu. karena dalam berbagai kesempatan kita harus bijak menerima semua umat hindu disekeliling kita dengan berbagai kemampuan spiritual. dan kemampuan spiritual mereka tidak bisa kita samakan…yang mana masing 2 kemampuan spiritual membawa gaya dan tingkah yg berbeda. karena sampe sejauh ini tiang belum tahu apa yang membuat pak made geleng2 kepala, ijin utuk menanyakan kembali. suksme

      Kemarin jam 2:49 · SukaTidak Suka
    • Putra Balang Tamaktertib diri dibangun dari dalam diri! semuanya berproses! dan kita masih dalam proses! coba tangkil ke pura2 besar di bali, proses pengaturan telah di jalankan, dan ini nantinya akan menjadi contoh pada pura di desa masing pun di seluruh pura swagina! masih berproses dan perlu waktu! SABAR

      23 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Wayan ArsanaHindu mewadahi semuanya sesuai dengan Desa Kala Patra, ada saat bersama-sama dan ada saatnya berbeda-beda, dan dikita tidak mengenal waktu dalam bersembahyang, namun benar apa yang dikatakan oleh pa Made untuk menjaga ketertiban perlu sosialisasi kembali Etika Bersembahyang.

      23 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Made Artajaya‎@Dharmawan bajera: ampure pak bagus… tiang tak akan lagi melanjutkan hal2 yang dianggap kurang etis di forum resmi ini, namun jika ingin sekali tahu tentang kegelisahan saya saat saya pertama datang e bali kita bisa berdiskusi ditempat lain!!! kalau saya boleh sdikit bercerita ” saya juga adalah seorang generasi muda yang aktif dikeagamaan di makassar saat saya kuliah bersama kawan2 yang laen, yang tergabng dalam KMHDI sul-sel kala itu!!

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Taksu BaliElingang deriki Dharma-Thula…… dharmaning Timbangan, untuk menemukan ke seimbangan…. Perbedaan Berat-ringan itu wajar. Dalam hati siapa tahu?… dari wacanalah kita sampaikan maksud ataupun komentar. Survey pengalaman menunjukkan : ada 4 tipa orang yang mengutarakan pendapat / Bertanya: yaitu : 1. Karena tidak tahu….. memerlukan jawaban. 2. Karena setengah tahu…..memerlukan Sharing / pembanding pendapatnya. 3. Karena untuk menguji….. ( Merasa lebih tahu/pinter ). 4. Karena “Meboya”.. tidak menerima penjelasan/pendapat orang lain. merasa “PALING”. Kenten kocap…….Isin-gumi.

      5 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Made KardianaOM Swastiastu,Salut ternyata Sebuah pengalaman Pribadi seorang manusia bernama Made Kardiana melahirkan perbedaan cara pandang,1 hal yang ingin saya sampaikan Kepada Forum ini bahwa tiada maksud saya untuk melecehkan Tanah Leluhur saya apalagi puranya,Seperti yang telah saya tulis sebelumnya ini merupakan”Duri Dalam Daging” di kasi keluar kita sakit tidak di kasi keluar akan timbul penyakit,dan saya bukan orang pintar dalam agama karena saya sendiri dari kelas 3 SD hingga hari ini hidup di daerah Transmigrasi yg nota bene ajaran agama Hindu dan Fasilitas Untuk mengenal Hindu sangat Minim yg tentunya berbanding terbalik dengan Saudara saya yang ada di Bali ,Saudara sekalian Saya Manusia yang belum tercerahkan saya Mohon Pencerahan Saudara semua,dan melalui kesempatan ini saya Mohon Maaf bilamana Pengalaman saya maupun pendapat saya membuat saudara2 tersinggung jujur saya takut punya musuh.Semoga Perbedaan cara pandang kita menjadi motivasi bagi kita semua dalam membagun HINDU. Terimakasih atas masukan Saudara2 Kepada saya,OM Santhi,santhi,santhi om.

      5 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1

Jika Veda bisa menyeruak masuk dan bergelut mesra dengan harmony suara gamelan, atraktifnya tarian Bali, variatifnya bentuk ritual Caru dll- mengapa tidak dg Injil, Qur-an dll?

Pan Dana

Jika Veda bisa menyeruak masuk dan bergelut mesra dengan harmony suara gamelan, atraktifnya tarian Bali, variatifnya bentuk ritual Caru dll- mengapa tidak dg Injil, Qur-an dll?.

Ini adlh dilema, kawans. Perbedaan antara satu daerah dg daerah lainnya thd aplikasi ajaran Hindu telah mendatangkan pembenaran bagi para missionaris dan pendakwah untuk mengambil kesempatan dan keuntungan darinya. Cukup sulit bagi kita untuk menuntut mengapa ritual dan tradisi juga symbol symbol yg jamak kita pahami sebagai Milik kita di-duplikasi umat lain.

Jika ada wacana untuk menuntut/protes thd hal hal demikian, hendaknya dipikir masak masak dulu agar kita tidak dituntut balik. Suksma.

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · 12 jam yang lalu melalui seluler
    • Dewa Cakranegaraadat dan budaya Bali semua adalah merupakan hasil cipta rekayasa yg berlandaskan Hindu, kayaknya sangatlah sulit bagi mereka yg ingin ikut mengklaim untuk dijadikan ciri dari agama mereka, hal ini pernah saya lakukan dengan berdiskusi dengan para pendeta katolik saat mereka mohon ijin membangun gereja, satupun tidak bisa mereka jelaskan dan buktikan bahwa bangunan suci Padmasana adalah ajaran Kristen, sehingga mereka berjanji tidak akan membangun gereja yg menggunakan ornamen dan simbul Hindu Bali…kita harus yakin dan berani

      10 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman Kurniawankalau mau menuntut, itu bisa dimasukkan ke pasal penistaan agama bro…

      10 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Pan Danaitulah. kalo mau menuntut, berhati hatilah. Mesti cermat memetakan antara tradisi/budaya dan agama.

      9 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Igmas SanjayaYupz…belajar wiweka sehingga dapat berpikir secara reflektif dibandingkan grasa-grusu dengan pemikiran yang impulsif, kecuali yakin cepat dan benar.

      9 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Bernadeta Ferdiana‎* betul mas Pan dana, pa kbr nih…?

      8 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Pan DanaIgmas, slow but sure..

      8 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Pan DanaBernadita, kabar baik, Sist.. Gmn kbrnya?.

      8 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Bernadeta Ferdiana‎* kbr baik jg, tambah seru aja nih kayaknya…..?

      8 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Pan Danaah biasa biasa saja, Sist.. Ayo dong nilai hindu dari sudut pandang Sistah..heheh..

      8 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Bernadeta Ferdiana‎* gak ah takut salah lg…..maaf ya….?

      8 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Pan Danajangan githu donk… Kritik perlu untuk perbandingan.

      7 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Nengah Sudananampaknya menuntut bukan jalan keluar yang baik; kita tidak mematenkan bentuk-bentuk itu; pennistaan agama…? itupun bukan ide yang baik..

      7 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Bawa Chakep MahadewaKenapa sulit?? Simbolisasi satar makna, bukan hanya upakara semua arsitektur dan ornamen bangunan bali mengandung cerita hindu, karang sai karang gajah karang tapel/boma, karang guak/paksi, semua terinspirasi dr cerita cerita purana mahabarata dan ramayana!

      7 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Bernadeta Ferdiana‎* OK mas pan dana lain kali ya….? thanks

      7 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Bawa Chakep MahadewaGigin barong tatab, temesir suastika, jug hindu sajaan!

      7 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Pan Dana Dalam satu alasan, missionaris menargetkan Bali atau daerah lainnya untk dikonvers dg dalih belum beragama. Hanya menjalankan tradisi…

      Di daerah Dalung ada sy perhatikan sebuah rumah berplangkiran. Di dalam plangkirannya ada pratima sang hyang yesus…

      7 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Bawa Chakep Mahadewa Semua upakara caru dan bebantenan, adalah simbolisasi dewa buta dan sejata senjatanya, misal sate matah sibak/brumbun/siwa,
      Biulalung di sangartawang/jantung/iswara, pkokne jug hindu!! Hehehehehe

      7 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Bawa Chakep Mahadewa Pelangkiran/sangyang taksu/sangyang wisnu!!
      Adah nak jug mule buduh to!!

      7 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Nengah Sudanadalam upakara hindu ada empat simbul utama, segitiga, segi empat, lingkaran dan lingga.

      7 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Ib Adnyanaijin menyimak…..

      6 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Gusming Kutha Pariarthacobalah simak cerita2 wayang diluar bali dijadikan alat syiar para wali,,,, hehehe,, ga ada wayang abunawas, tens commando,,, mahabharata dan ramayana adalah bagian dari weda,,, gmana tuh ?

      5 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Igmas SanjayaInilah beda Hindu dengan yang lain. Kalau yang lain berusaha membedakan bagian eksternal dengan internal sehingga bersifat dua. yang disembah dan yang menyembah, Jiwa dan badan, baik dan buruk, dsb yang terikat rva bhinneda. Hindu telah melampaui hal itu. Tiada lagi ikatan sifat mendua seperti itu. so seluruhnya getar cinta kasih, getar harmoni, getar keindahan, getar kebahagiaan. Seluruhnya hidup (amrta). sehingga semuanya menyatu apakah jnana, seni, keindahan dsb-nya dalam tarian semesta amrta Widi.

      5 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Pande Putu Toyawisudabikinkan hak paten aja

      5 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Agung Wiranamenurut saya :kita mestinya berbangga.,,punya HIndu dipakai & bermanfaat bagi umat lain.,,

      4 jam yang lalu · Suka

Mengingat sejarah raja-raja Bali sebelum Majapahit.

Jiwa Negara Yanik

Mengingat sejarah raja2 Bali sebelum Majapahit.

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · Bagikan · Minggu pukul 10:05
    • Jiwa Negara Yanik Beritabali.com, Denpasar. Bali pada jaman dahulu kala dikenal sebagai Pulau Dewata. Sebelum kedatangan Majapahit, terdapat sebuah kerajaan yang muncul pertama kali di Bali yaitu sekitar 914 Masehi. Ini diketahui dari sebuah prasasti yang ditemukan di Desa Blanjong Sanur. Prasasti itu berangka tahun 836 saka yang menyebutkan nama rajanya “Khesari Warmadewa” memiliki istana yang ada di Singhadwala.

      Khesari Warmadewa adalah Ugrasena pada tahun 915 M – 942 Masehi. Setelah meninggal, Abu dari jenasah dari raja Ugrasena dicandikan di Air Madatu. Ugrasena lalu digantikan oleh Jayasingha Warmadewa (960 M – 975 M). Dalam masa pemerintahannya, raja Jayasingha membangun dua pemandian di Desa Manukaya, yang letaknya sekarang di dekat istana negara Tapak Siring.

      Raja Jayasingha Warmadewa digantikan oleh Raja Jayasadhu Warmadewa (975 M – 983 M). Setelah wafat beliau digantikan oleh seorang Ratu yang bernama Sri Maharaja Sriwijaya Mahadewi (983 M – 989 M). Sesudahnya digantikan oleh Dharmodayana (989 M – 1011 M) yang disebut juga Raja Udayana.

      Raja Udayana menikah dengan Gunapriayadharmapatni alias Mahendradatta dari kerajaan Medang Kemulan Jawa Timur. Dari perkawinannya menghasilkan 3 orang anak yaitu : Airlangga, Marakata, dan Anak Wungsu. Kemudian Airlangga menikah dengan putri Raja Dharmawangsa (raja Jawa Timur).

      Raja Marakata menggantikan Raja Udayana sebab Airlangga berada di Jawa Timur. Raja Udayana wafat dan abu jenazahnya dicandikan di Banu Wka. Marakata diberi gelar Dharmawangsa Wardana Marakatta Pangkajasthana Uttunggadewa yang memerintah di Bali dari 1011 – 1022. Beliau Kemudian digantikan oleh Anak Wungsu (1049 – 1077) yang memerintah selama 28 tahun. Selama pemerintahannya, keadaan negara aman tenteram. Anak Wungsu tidak memiliki keturunan dan meninggal tahun 1077 dan didharmakan di Gunung Kawi dekat Tampak Siring Gianyar Bali.

      Setelah Anak Wungsu meninggal, Kerajaan di Bali tetap mengadakan hubungan dengan raja-raja di Jawa. Dan ada dikisahkan seorang raja Bali yang saat itu bernama Raja Bedahulu atau yang kenal dengan nama Mayadenawa, yang memiliki seorang patih yang sangat sakti yang bernama Ki Kebo Iwa.

      Mahapatih Gajah Mada dari kerajaan Majapahit kemudian datang ke Bali untuk menaklukan Bali di bawah kekuasaan Majapahit. Namun upaya ini tidak berjalan mulus karena Patih Gajah Mada tidak mampu mengalahkan Patih Kebo Iwa.

      Gajah Mada kemudian mengajak Ki Kebo Iwa ke Jawa. Di sana Kebo Iwa diperdaya dan akhirnya Kebo Iwa dikubur hidup-hidup di dalam sumur dengan tanah dan batu. Namun dalam lontar Bali Ki Kebo Iwa tidak dapat dibunuh dengan cara yang mudah seperti itu. Tanah dan batu yang dilemparkan ke sumur balik dilemparkan ke atas. Pada akhirnya Patih Kebo Iwa menyerahkan diri sampai ia merelakan dirinya untuk dibunuh.

      Setelah kematian Ki Kebo Iwa, barulah Bali dapat ditaklukan oleh Gajah Mada pada tahun 1343. Setelah Bali ditaklukan oleh kerajaan Majapahit, sebagian penduduk Bali Kuno melarikan diri ke daerah pegunungan yang kemudian disebut penduduk “Bali Aga”.

      Saat ini keberadaan mereka dapat dijumpai di beberapa daerah di Bali seperti di desa Tenganan Karangasem, desa Pedawa di Buleleng, desa Trunyan di Bangli, dan beberapa desa Bali Aga yang lainnya. Mereka memiliki pakaian adat sendiri yang khas dimana bahan dan bentuknya sedikit berbeda dengan pakaian adat Bali pada umumnya. (litbang bbcom/berbagai sumber)

      Minggu pukul 10:05 · SukaTidak Suka
    • Ib Adnyanakatanya “Sri asta sura ratna bumi banten” adalah gelar raja bedahulu.

      Minggu pukul 10:13 · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Jiwa Negara YanikYg saya baca juga kayaknya begitu, pengganti Anak Wungsu, dan masih keturunan Dinasti Warmadewa.

      Minggu pukul 10:17 · SukaTidak Suka · 1Ib Adnyana menyukai ini.
    • Ib Adnyanaada juga julukan untuk Raja bedahulu yaitu Sri gajah Waktera.

      Minggu pukul 10:21 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Jiwa Negara Yanikooo Ya ya.. mitologinya Mayadenawa digambarkan dengan raja berkepala Babi. Mitologi ini seprtinya menurut saya, gambaran dari kekesalah pemerintah majapahit karena raja Bali saat itu tidak mau tunduk. Bedahulu – Beda-hulu = Berbeda dengan Hulu/Majapahit. :D

      Minggu pukul 10:27 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Jiwa Negara Yanikralat => kekesalan bukan kekesalah.

      Minggu pukul 10:28 · SukaTidak Suka
    • Ib Adnyanakatanya saat memerintah bali sri gajah waktera di dampingi oleh beberapa pendamping yang semua sakti-sidhi-mandi diantaranya; Mahapatih ki Pasung gerigis yang bertempat di tengkulak, Patih kebo iwa di blahbatuh, ki ularan di den bukit, ki tunjung di tenganan, ki buan di batur, ki tambiak di jimbaran, ki kopang di seraya, ki singkal di taro, dan ada lagi pendampingnya yang lain yg juga sakti yaiku ki karang buncing, ki kala gemet, demung udug basur dll…..

      Minggu pukul 10:31 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Jiwa Negara YanikWah.. hafal semua Pak. Tiang cuma inget Ki Kebo Iwa sama Ki Pasung Grigis aja.. nama3nya. :D

      Minggu pukul 11:01 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Ib Adnyanakalau yang di tenganan memang ki tanjung yang jadi penjaga di tenganan…….kalau bli lihat nekara yang sering di sebut bulan jatuh di pejeng itu diperkirakan di buat 500 bc.

      Minggu pukul 11:45 · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Oka Suyasa mohon ijin sareng share puniki :
      1. MAJAPAHIT MENJAJAH BALI –> BALI MENGGESER BALIAGA –> ada desa pedawa, tenganan, trunyan…

      kira2 masihkah penjajahan sampe skrg ? , bagemana dg pemerataan , apkh pariwisata utk trunyan atokah sebaliknya, listrik, pam, puskesamas , pendidikan dan kemiskinan, bagemana ttg pengemis ~ adanya pengemis lantaran ekonomi atokah karna kprcayaan pd tradisi atokah karna keduanya ?

      2. TENTANG TAMPAKSIRING
      Ugrasena lalu digantikan oleh Jayasingha Warmadewa (960 M – 975 M). Dalam masa pemerintahannya, raja Jayasingha membangun dua pemandian di Desa Manukaya, yang letaknya sekarang di dekat istana negara Tapak Siring.

      dua pemandian, yg lagi satunya dimana nggih? , suksma

      3. TENTANG MAYEDENAWA :)
      Anak Wungsu tidak memiliki keturunan dan meninggal tahun 1077 dan didharmakan di Gunung Kawi dekat Tampak Siring Gianyar Bali.

      Setelah Anak Wungsu meninggal, Kerajaan di Bali tetap mengadakan hubungan dengan raja-raja di Jawa. Dan ada dikisahkan seorang raja Bali yang saat itu bernama Raja Bedahulu atau yang kenal dengan nama Mayadenawa, yang memiliki seorang patih yang sangat sakti yang bernama Ki Kebo Iwa.

      4. TENTANG GELAR :
      mitologinya Mayadenawa digambarkan dengan raja berkepala Babi. Mitologi ini seprtinya menurut saya, gambaran dari kekesalah pemerintah majapahit karena raja Bali saat itu tidak mau tunduk. Bedahulu – Beda-hulu = Berbeda dengan Hulu/Majapahit:D
      katanya “Sri asta sura ratna bumi banten” adalah gelar raja bedahulu. ada juga julukan untuk Raja bedahulu yaitu Sri gajah Waktera.

      5. inggih atu Ib Adnyana tntang “bulan jatuh di pejeng asapunapi ceritanya ~ tiadakah jatuh ditemani selendang BIDADARI…? mohon ijin menyimak …:)

      6. trkait Mayedenawa, Baliaga dan kbradaan grup keluarga soroh, scara spiritual di besakih ~ sdhkah ada pura pedharman’nya saat itu…?
      :)

      18 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Jiwa Negara YanikMasihkah penjajahan sekarang?, kayaknya gak deh. Orang Bali aga dan orang Bali majapahit sekarang ini sudah menyatu dalam satu payung budaya, Budaya Hindu. Tapi kalo kita lengah mungkin aja kita akan dijajah ama orang jawa lagi. qiqiqi.. Ada dalam mitologi Maya denawa itu, bahwa saat kepala raja diganti dengan kepala babi oleh pengawalnya, sang raja mengutuk “Aku kutuk, bahwa Bali akan selalu dikuasai oleh orang luar”. :D

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Mur Yanioka suyasa…..majapahit penjajah bali…..???

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Jiwa Negara YanikKayaknya ekonomi orang Trunyan sekarang udah maju kok, mungkin tradisi ngemis aja, kepercayaan lokal, kayaknya.

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Jiwa Negara YanikDua pemandian kalo gak salah yg satunya adalah ada pura lupa namanya “Pengening kalo gak salah” disebelah selatan pura Tirta empul.

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Jiwa Negara Yanik mungkin Ib Adnyana, lebih tahu tentang sejarahnya. sudah lama sekali gak baca2 sejarah bali. :D

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Oka Suyasa sawireh Mayedenawa kocap mngandung banyak makna trkait bbrp peristiwa : galungan, tampaksiring, pelarangan upakara ring besakih,,,dsb ~ jg baru JELAS TNTANG BEDAHULU , ~

      sane mangkin ~ mohon bantuan semeton ~ tntang ISI LONTAR JAYAKESUNU yg juga trkait topik Mayedenaya, syapa tau di sana trmuat tntang kdigjayan dan ciwa budha saat itu,,,asapunika :)

      ntah syapa ya ngasi tau sy?? ~ selain itu ada ahli yg bilang juga bgitu ~ tp sy cek di intrnet blon ketemu, dimohon bantuan semeton sami :)

      15 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nengah Suryathaoka suyasa: masalah mayadanawa kalo tidak salah wenten bukunya termasuk ada juga yang bahas persamaan perayaan dibali dan di india (cuma lupa tyang he…3x)

      14 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Jiwa Negara Yanik menyukai ini.
    • Jiwa Negara YanikNengah Suryatha, Oka Suyasa: memang ada semacam hari raya galungan dan kuningan misalnya adalah kemenangan dewa Indra mengalahkan Maya Denawa, saat dikejar oleh dewa Indra, pelarian MayaDenawa itu banyak berhubungan nama2 desa di sekitar Bedahulu. Tapi ini jelas bukan sejarah. :D

      27 menit yang lalu · Suka

KMHDI jadi ‘Macan’..setelah Peradah jadi Macan Ompong ?

saat di KMHDI jadi ‘Macan’..stelah di Peradah jd Macan Ompong ?

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · Kemarin jam 10:20 melalui seluler
  • 7 orang menyukai ini.
    • Kama Sultrayg penting msh bisa mengaum..

      Kemarin jam 11:47 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Charta MacanMaksudnya?

      Kemarin jam 11:53 · SukaTidak Suka
    • Gede Parwatamacan ompong???? Habis cabut gigi ya??? Tapi secara pribadi selama 4.5 tahun tiyang pernah sekolah di depok, tiyang sebagai salah satu dari 5 org hindu yg satu angkatan dengan saya, tidak pernah sekalipun org2 KMHD melakukan sosialisasi, dan saya pun selama bekerja tidak pernah mendengar gaung dari KMHDI, maaf kalau mungkin saya kuper. jadi menurut saya baik KMHDI atau peradah itu ya 11, 12 lah. Sama sama nggak ada giginya.

      Kemarin jam 11:59 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Wayan Sumardi Yasa bli Gede Parwata…yg kasi gigi adalah kita…KMHDI, peradah, PHDI hanyalah alat…tyang pernah merasakan seperti bli ketika belum masuk KMHDI…bahkan lebih buruk..tp ketika tyang masuk..ternyata perjuangan “ngayah” sangatlah berat…KMHDI,Peradah,PHDI,BMW Dkk….tidak bisa jadi macan tanpa dukungan semua pihak..sekalipun giginya tumbuh,.1 atau 2 kuman bisa merontokan Gigi….

      Kemarin jam 15:22 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Gede Parwatasaudara wayan sumadi yasa, tiyang pun dulu pernah ikut di peradah, dan saat itu tiyang rasakan juga memang ada perjuangannya, tapi ya ndak seberapa, kebetulan sekitar 10 tahun tiyang pernah berkecimpung di dunia jurnalist, dan selama periode itu saya tak pernah melihat reaksi dari kawan kawan KMHDI ataupun pergerakan hindu lainnya. Sementara jika ada pertemuan lintas agama, perwakilan hindu saya lihat cuma sebagai pelengkap penderita, mereka seolah hanya sebagai penonton saja. Maafkan jika apa yg saya tulis ini menyakiti perasaan anda, dan saya setuju kalau satu atau dua gigi bisa melukai, tentu kalau si macan menyobek daging perut, tapi kalau kena tendon atau tulang mungkin gigi si macan bisa habis sekalian.

      Kemarin jam 16:04 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Cuwlen Pacen’kkoYuk kita kedokter gigi. Psang gi2 palsu sja..,:D

      22 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Kama Sultraestafet kepemimpinan para muda Hindu yg jln ditempat..regenerasi gagal total ?

      18 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Nengah Suryathamungkin skupnya beda pak, jika saat mahasiswa yang dihadapi sesama mahasiswa dengan latar belakang pendidikan yang hampir sama, tapi jika sudah diatasnya sudah pasti banyak rintangannya.. dari tamatan SD s/d profesor, dari kuli sampai pejabat dan dari yang miskin sampai yang kaya serta yang muda dan yang tua, tugas kita bersama memberi dukungan dan menghilangkan sekat itu…

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Wayan Sumardi Yasa hahahaha bli Gede Parwata…tyang tidak merasa terlukai…santai ja bli..tyang hanya sedikit curhat..tyang juga sama prihatin dengan apa yg terjadi sekarang…tyang hanya pemuda milu2 tuwung…
      terlebih lagi kami disultra…kader2 KMHDI juga sama amburadulnya…tp kami hanya berpikir..apa yg kami bisa lakukan itulah yg kami haturkan..mari perbaiki bersama…!!!

      10 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Wayan Sumardi Yasa ibu Kama Sultra…. mari perbaiki bersama…!!!

      9 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Kama SultraWayan@ seharusx akar permasalahanx diperbaiki dl baru yg lainx menyusula..orang2 KMHDI dan Peradah seharusx lbh tahu dan bersuara.Shanti

      8 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Wayan Sumardi Yasapermasalahanya terlalu kompleks….banyak faktor..terlebih dilihat dr aktivitas roda organisasi terlalu banyak kepentingan…!!!contoh kecil saja..lahirnya Prajaniti…apa yg terjadi..?sudah lahir prematur trus mati suri…apalagi organisasi yg sudah lama berdiri…masih srayang sruyung…!!!bagaimana mau bersuara…

      8 jam yang lalu · Suka

Di Kalteng Upacara Pembakaran mayat dinamakan “TIWAH”

Chy Unyu Maheswari

Om swastyastu,
Mhon pencerahanx. . .

D kalteng upacara pmbakaran mayat d nma’kn “TIWAH”, sya jg kurang tau scra lngkap Ritual’x sprti apa, tp ad slah stu ritual yg mng0rbankan krbau/sapi tp dgn cra d t0mbak dlm k’adaan hdup2 (ini brlaku utk anggta kluarga yg mlaksanakan TIWAH).
Mnrut kprcya’n smakin dlam N smakin bnyak mnusukan t0mbak it mka mkin bnyk rezeki/anugrah yg d dpatkan kelak. It d lakuk…an smpai krbau/sapi trsbut mati,utk kmudian dgingx d bgi2kn kpd anggta kluarga. . . .
Yg ign sy tnya kn, dlm weda d kta kn sapi adlh hewan yg d suci kn, tp knpa dsni koq pmbunuhanx dgn cra sadis sprti it, apa ini tdk brtentangan dgn Weda??
Trimakasih.
Slam shanti. . . .Lihat Selengkapnya

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · Selasa pukul 16:50 melalui seluler
  • 5 orang menyukai ini.
    • Betet Apa Adanyatergantung kepercayaan masing2,,,

      Selasa pukul 19:23 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Gede Anak BaliSetahu saya di Bali-pun ada upacara yg menjadikan Sapi/Kerbau sebagai kurban/caru…mungkin yang lain bisa menambahkan, silahkeuuun…!!!

      Kemarin jam 14:23 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Deck Dedy Wirawanjgnkn dibunuh ,dimkanpun sdh mnjdi kbiasaan.

      22 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Chy Unyu Maheswari Mslahx pr0ses pmbnuhanx it lho. . . .
      Kn trkesan sadizz. . . . .
      Sy liatx z gk tega, utg az aq gk ska mkan dging sapi. . . .
      Klo d sruh mlih mkan dging sapi/babi mah aq lbh cpt mlih babi’x xixixixi. . . . .

      21 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Nyoman Indrawankarena ketidaktahuan akan sapi yang merupakan hewan suci makanya banyak upacara2 hindu di nusantara yg melakukan pengorbanan kepada sapi. dari kita aja dlu yang sdh sadar bahwa sapi sebagai hewan suci dan kita tdk melakukan pembunuhan, memakan daging sapi, dan menjual sapi agar sapi bisa dijadikan daging konsumsi. Shanti

      21 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Chy Unyu Maheswari Anh’x, klo sy mkn dging sapi 1ato 2 irisan kcil sja tkanan drah sy bsa lngsung tnggi, akbtx skit kpla dll. Tp klo dging babi enk2 az tuch. . . . Gk ad mslah. . .hehe
      mkax sy mghndari k0nsumsi dging sapi, lgi pula ntah knpa sy koq gk tega utk m’mkn’x. . . .

      20 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Nyoman Indrawanpertahankan, mulai dari menghormati sapi sebagai hewan suci dan tidak memakannya serta perlahan menjelaskan atau mencoba membuat mengerti umat Hindu lainnya pentingnya sapi dalam agama Hindu :)

      20 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Deck Dedy Wirawantul betul2.

      20 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Komang Sumiarsamohon berbagi Pak Nyoman, kenapa sapi dipandang sedemikian sucinya? Bagaimana pula binatang2 yang lain, tidakah mereka juga sama seperti sapi? Terimakasih :)

      20 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Nyoman Indrawankrna di dlm kitab2 suci veda sapi di jelaskan berkali2. dan di setiap bagian tubuh sapi merupakan tempat2 tinggal berbagai macam deva.

      20 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Komang SumiarsaWeda yang mana Pak Nyoman?

      20 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Nyoman Indrawanpada ritual2 Hindu Bali terutama Ngaben terdapat sebuah wadah/ bade yg berbentuk seekor lembu/ sapi itu merupakan salah satu wujud dari keagungan Sapi yang dianggap dapat mengantarkan sang roh ke alam sana.

      20 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Nyoman IndrawanKomang Sumiarsabisa cari buku kesucian Sapi, disana di jelaskan.

      20 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Komang Sumiarsasaya tanya, ”Weda yang mana Pak Nyoman?” jangan dilebarkan dulu ya, nanti malah tak ketemu arahnya :)

      20 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Nyoman IndrawanSrimad Bhagavatam, Rg Veda, Gavopanisad, Mahabharata uraian lengkap di sana.

      20 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Chy Unyu MaheswariMh0n izn utk mnyimak, m0ngg0 d lnjutkan pnjelasanx pak Ny0man Indrawan. . . .

      20 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Komang Sumiarsaoowhh…. Yaya, itu buatan siapa? Dan isinya bagaimana? Maaf kalau banyak nanya :)

      20 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Komang Sumiarsa kasus pengangungan sapi ini tak jauh berbeda dengan pengharaman daging babi yang dilakukan umat islam.

      Dimana kalau umat muslim titik awalnya dimulai dari muhamad yang tak kebagiaan daging babi dan selanjutnya malah mengharamkan daging babi, dan akhirnya dilanjutkan oleh umat muslim sampai sekarang (anehnya ketika ditanya kenapa diharamkan, mereka tak punya dasar dan alasan pasti kenapa babi diharamkan). Serupa dengan itu, Sapi dulunya (dalam cerita krishna) sangat disayang oleh krishna, karna pada saat itu sapi sedemikian memberikan mamfaat berupa susu yang sering dinikmati oleh krishna. Disana krishna berucap agar mengasihi sapi karna sedemikian besar jasanya (terutama menghasilkan susu)Hal ini lantas ditafsirkan berbgai macam oleh orang2 yang katanya bijak dan sedemikian mengagungkan tokoh2 disana (padahal belum tahu jelas kebenarannya ceritanya). Demikian terus berkelanjutan sampai sekarang (tak jelas pula nilai benarnya, hanya menerima2 tulisan2 seseorang yang katanya kitab suci).

      Dalam pandangan saya, tidak hanya sapi, bahkan semua makhluk mestilah dikasihi (bukan disembah ataupun diagungkan seperti Tuhan) karna yang membedakan hanya pembungkus luarnya saja. Mari sama2 belajar lebih cerdas untuk memahami setiap tulisan, jangan hanya sekedar menerima dan menerima, meskipun itu sebuah kitab suci.

      19 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman IndrawanPengaharaman babi dlm islam berbeda dgn penghormatan sapi di dlm hindu. Sdh di katakan bahwa di dlm stiap tubuh sapi trdpt para deva yg bersemayam. Dan saya stuju dgn pendapat bahwa tdk sapi saja yg di hormati tapi hewan lain juga. Akan tetapi jgn di lupakan sapi merupakan salah 1 dari ibu yg di hormati dlm tradisi hindu. Jika kita ingin merujuk lg dri pernyataan smua hewan hrs di hormati maka di dlm Hindu di sarankan utk menjadi vegetarian dan mengurangi mengkonsumsi daging. Veda adlh acuan bagi penganut Hindu, jd bkn suatu alasan bahwa penganut Hindu tdk percya Veda. Shanti

      19 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Nyoman IndrawanPenekananya jg tdk hanya pada Sri Krishna dgn sapi2nya tetapi juga Nandini wahana dari Shiva.

      19 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Kama SultraPak Komang@ sdh jelas Pak Nyoman Indrawan bilang landasanx kitab Veda dan lengkapx baca Buku Keagungan Sapi, didlmx diuraikan Sloka Suci ttg itu mulai dr Reg Veda sampai atharwa Weda, dari Bhagavad Gita sampai Ramayana..Pak Komang Sumiarsa masih ‘Nye Nye’ soal itu ?

      18 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Komang Sumiarsa hehe…. bukan sekedar Vegetarian Pak Nyoman, kalau saran itu diikuti dengan kekonyolan akan menjadi tidak makan apapun, saya tekankan ”tidak memakan apapun” baik kewan maupun binatang :)

      Akan tetapi kita semua belum terlalu konyol kan? (tentu disini kita sedang tidak membahas manusia yang telah mencapai kesadaran tertinggi)

      18 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Komang Sumiarsa pahami, yang dimaksud Weda yang mana? Jangan asal sembarang menyebut Weda, tohpun memang benar itu katanya Weda, siapa yang buat. Anda boleh saja bilang saya nyenye, karna anda belum paham kemana arah pembicaraan saya.

      Jangan selalu berlindung dibalik kitab suci, apalagi anda belum paham betul akan kebenarannya. Ini memang riskan, karna kepercayaan seseorang amatlah sulit untuk dibalikan, dan saya tak sedang berusaha membalikannya, saya hanya menghadirkan pandangan saya, entah anda paham atau tidak, sama sekali saya tak memikirkannya.

      Beberapa kali saya tekankan dalam tulisan2 sebelumnya, jangan dibiasakan mengatasanamakan Weda.

      18 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Nengah Suryathamungkin yang perlu dipahami dulu adalah latar belakang dan kapan upacara itu dimulai, dan jika bisa dilihat juga aliran yang berkembang pada zaman itu baik di indonesia maupun di india… karena setiap acara ada makna dan filosofi didalamnya….

      16 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Ianz Dvaitakita bersaudara dengan binatang gak yaa… bisa aja sapi itu leleuhur kita dulu

      9 jam yang lalu · Suka

Kenapa pernikahan, menimbulkan pindah agama?

Kenapa pernikahan, menimbulkan pindah agama? Hindu yang menurut saya yang kurang kuat pondasinya? Jika disuruh memilih, agama apa cinta?

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · Selasa pukul 22:58 melalui seluler
    • Gede ParwataMenurut saya itu tergantung individunya. Tapi begitulah jika cinta sudah membutakan segalanya.

      Selasa pukul 23:13 melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Wayan KandiaBukan Hindu yg kurang kuat pondasinya… tp individunya yang kurang memahami hindu… kurang membaca, kurang belajar ttg hindu shg terombang ambing oleh kekurangannya sendiri… sungguh sangat naif memang

      Selasa pukul 23:17 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Rudi Hansah Wayan@
      Oke mungkin bli yang beruntng ada fasilitas, tapi bagi mereka yg minimnya fasilitas, belum lagi sdm orng2 hindu yg msh dbwa rata2, seperti ddesaku?

      Selasa pukul 23:22 melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Gede ParwataBagi tiyang pindah agama sesuatu hal yg wajar asalkan kita sudah menemukan apa kelemahan agama kita…. Tapi sejauh ini saya belum menemukan satu agamapun di indonesia yg bisa melebihi hindu. Betul sekali pahami dulu agamamu sebelum kamu berpaling.

      Selasa pukul 23:25 melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Gede Parwatasaudaraku rudi hansah, kebetulan tiyang juga hidup didesa, dan tiyang masih bisa OL dengan HP, seperti juga anda, mudah mudahan saudara di desa anda bisa mengikuti jejak anda ber OL ria, dan sesekali berselancar di google, mencari dasar dasar ajaran hindu. Kita jangan menyalahkan para pemuka agama kita yg mungkin belum tergerak menyadarkan kita. Mari kita sadarkan diri kita masing masing.

      Selasa pukul 23:33 melalui seluler · SukaTidak Suka · 5Memuat…
    • Wayan Sumardi YasaOm Awignamastu….jelas saya pilih cinta…cinta pada Hyang Widhi…

      Kemarin jam 9:51 · SukaTidak Suka
    • Betet Apa Adanyakita yg hindu tak seharusx menunggu pemuka agama untuk memperdalam pengetahuan,,,justru kita sendiri yg musti berjuang menemukan kecintaan kita pada agama,,,toh sekarang sudah banyak buku2 agama yg bebas di dapat,,,

      Kemarin jam 10:54 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Dika Kadi menyukai ini.
    • Gd WikayaMenurut tyang, (maaf) mungkin tidak bisa berkolaborasi dgn keadaan, serta kurang kreatifnya individu masing2. Kalau pondasi kita kuat, serta pemahaman Panca Srada kita flexible niscaya kita memilih agama. Buktinya saya sendiri, dulunya masuk agama istri, tetapi seiring dgn berjalannya waktu tyang bisa meyakinkan agama saya Hindu, akhirnya istri ikut masuk Hindu (malah istri sekarang yg lebih hafal rerainan Hindu dari pada tyang). Sama juga, tyang minim fasilitas. Tetapi saya memohon sama Hyang Widhi dengan mengucapkan Mantra Gayatri sebanyak 108 kali pada saat tengah malam(macekin dupe maksudnya), akhirnya doa saya terkabul. Tetap semangat Mas Rudi Hansah, jangan menyerah. Semoga mendapat pencerahan.

      Kemarin jam 11:20 · SukaTidak Suka
    • Gex Gitamaaf sblmnya,hindu adlh agama yng kuat,orang”nylh yng tdk mau bljar,doa shri”ajha mrka bnyk yng gk bsa?(santih)

      18 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nengah Suryathamenurut tyang lebih baik 1 agama dalam 1 keluarga dibandingkan dengan 2 agama yang membuat anak2 bingung…

      16 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1

Tidak ada yang namanya dosa

tidak ada yang namanya dosa…

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · Kemarin jam 16:52 dekat Klungkung

  • Parwati Puja menyukai ini.
    • Rudra Devawhy???

      Kemarin jam 16:57 · SukaTidak Suka
    • Ngurahdira Dirasepakat sekali, sebetulnya dosa itu tidak ada. Yang ada hanyalah kesalahan kita memusatkan semua aktifitas kita pada pikiran.Cobalah memindahkannya pada hati nurani, atau kesadaran murni.

      Kemarin jam 17:37 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Ardana Ikip Saraswatiyang ada adalah reaksi dari perbuatan baik atau buruk yg kita lakukan. Tujuan kehidupan manusia adalah terbebas dari kedua reaksi tersebut.

      Kemarin jam 17:46 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Wayan Kandiamoksartam jagadhita yacaiti dharma…. satyam, sivam, sundaram, ketika kesadaran ini telah tumbuh dari dalam diri, mulailah menabung dharma.. oleh, dari, dan untuk diri sendiri… kedaulatan ada pd diri sendiri

      Kemarin jam 17:52 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Ardana Ikip SaraswatiMoksa artinya terbebas dari hukum sebab-akibat, suka-duka, baik-buruk, kaya-miskin. Selalu dalam kondisi kebahagiaan abadi (suka tanpewali duka)

      Kemarin jam 17:53 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Wayan Kandiaaworing achintya

      Kemarin jam 17:54 · SukaTidak Suka
    • Ardana Ikip SaraswatiDalam bhagavata purana dijelaskan ada 5 jenis moksa: 1) sayujya; 2) sarupya; 3) salokya; 4) samipya; dan 5) sarsti.

      Kemarin jam 17:57 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Wayan Kandialanjut … ijin ngopi

      Kemarin jam 18:11 · SukaTidak Suka
    • Ngurahdira Dirakembali kepadaNya.

      Kemarin jam 18:16 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Nilluw UrraharraLalu apa itu Dosa ??

      23 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Betet Apa Adanyawah,,,lalu apa dan???karma ya???

      23 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Komang Sumiarsa ‎”papa” sama dengan dosa, dalam bahasa Pali, dosa ini bermakna kebencian. Dan dalam bahasa Hindu papa/dosa bermakna kesalahan (sepengetahuan saya). Jadi

      Sesuatu tak mungkin akan dibahas apabila dia memang tidak ada, mungkin hanya pemaknaannya saja yang berbeda. Akan lebih baik jika disampaikan, ”dosa” dalam artian apa yang dimaksud tidak ada dalam topik di atas?

      22 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Trimurti Pujaibarat tali dalam kegelapan yang awalnya disangka ular….

      22 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Komang Sumiarsajika tak semua memiliki cahaya penerangan, selayaknya kita tak serta merta menyerukan bahwa dalam kegelapan itu yang ada hanya seutas tali, siapa tahu disamping tali tersebut memang ada ular yang siap menyerang siapapun dia yang tak berhati-hati :) berbagilah lilin2 kecil, sehingga setiap orang akan dengan sendirinya mengusir kegelapan itu dan semua kebenaranpun mampu dinikmati oleh setiap orang :)

      21 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Ngurahdira Diraibarat air mengalir dari pengunungan, keluar dan mengalir, dalam perjalanya tentulah banyak debu dan sampah yang dilewati, itu karena keadaan semata, dan air pun sejatinya tetap air seperti keluar dari sumbernya.

      20 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Trimurti Pujahem kalau sampai digigit ular artinya berhubungan dengan karma dimasa lalu… sebab akibat selalu ada… hehehe… kekotoran yang dibawa oleh air ketika mengalir bukanlah air itu… kesadaran bahwa air itu sejatinya adalah kumpulan H2O dan bukan kotoran, maka air itu tetaplah air yang bersih….. karena air tidak terikat kotoran..

      19 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Komang Sumiarsaiya anda benar :) dalam bhuda ini disebut Kamma, dalam Hindu, dia dikenal dengan Karma. Karma dikatagorikan menjadi dua, yaitu karma baik dan buruk, yang buruk inilah dikenal kebanyakan orang sebagai ”dosa”.

      17 jam yang lalu melalui seluler · Suka

Tujuan Utama Hidup

Tujuan Utama Hidup :
==================

ye tu dharmamrtam idam yathoktam paryupasatesraddadhana
mat-parama bhaktas te ‘tiva me priyah

Aku sangat mencintai orang yang mengikuti jalan bakti yang kekal ini, tekun sepenuhnya dengan keyakinan, dan menjadikan Aku sebagai tujuan tertinggi.(Bg 12.20)

asraddadhanah purusa dharmasyasya parantapa
aprapya mam nivartante mrtyu-samsara-vartmani

Orang yang tidak setia menempuh jalan bakti tidak dapat mencapai kepada-Ku, tapi mereka kembali lagi pada kelahiran dan kematian.(Bg 9.3)

mam upetya punar jamna dhukhalayam asasvatam
napnuvanti mahatmanah samsddhim paramam gatah

Sesudah mencapai kepadaKu, roh-roh yang mulia, yogi-yogi dalam bhakti, tidak pernah kembali ke dunia fana yang penuh kesengsaraan, sebab mereka sudah mencapai kesempurnaan yang tertinggi. (Bg.8.15)Baca juga Bg. 8.21, 11.55Lihat Selengkapnya

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · 27 Oktober jam 5:01

    • Trimurti Pujasaat menempuh salah satu jalan dari catur marga yoga tanpa disadari kita juga telah menggunakan jalan yang lainnya, karena pada dasarnya keempatnya merupakan kesatuan yang menyempurnakan satu sama lain..

      27 Oktober jam 5:27 · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Yasoda Putra Yogas traya maya prokta
      Nrnam sreyo-vidhitsaya
      Jnanam karma ca bhaktis ca
      Napayo ‘nyo ‘sti kutracit

      “Udhava tercinta, karena Aku menginginkan orang-orang mencapai kesempurnaan, Aku sudah memberikan tiga jalan kemajuan rohani – jalan pengetahuan (jnana), jalan kegiatan saleh (karma), dan jalan penyerahan diri (bhakti). Tidak ada jalan lain diluar tiga jalan ini”.

      Banyak orang kebingungan apa itu sesungguhnya yang disebut dengani bhakti, jnana dan karma. Ada yang berpendapat (para Smarta, orang yang berada dalam tingkat smrti-sastra ( Manava-dharma-sastra) bahwa bhakti dan karma adalah anak tangga menuju jnana. Ada juga yang berpendapat ketiga jalan itu ada dalam kedudukkan sejajar atau tidak ada salah satu yang lebih tinggi. Tetapi dari sloka diatas jelas kedudukan bhakti lebih tinggi dari dua jalan lainnya. Tetapi kwalifikasi untuk jalan bhakti itu juga melebihi kedua lainnya dan dari segi logika filsafat sangat kuat dan perkasa.

      Yang membuat mereka bingung adalah karena mereka keliru dengan menganggap jalan karma sebagai bhakti. Para karmi adalah orang saleh yang melakukan kegiatan agama untuk kebahagiaan dan kemakmuran di dunia material termasuk sorga (dharma, artha, kama). Sedangkan para bhakta melakukan kegiatan untuk memuaskan Tuhan,( hrsikena hrsikesa sevanam bhaktir ucyate, menyibukkan semua indra untuk pelayanan cinta kasih kepada penguasa indra (Hrsikesa) disebut bhakti). Para karmi berbuat dengan niatan agar mendapatkan pahala dari perbuatan itu baik di dunia maupun setelah meninggal. Lebih menginginkan agar Tuhan melayani dirinya dari pada melayani Tuhan.

      Umpamanya untuk mendapatkan keturunan yang baik sesorang mencari seorang brahmana yang mampu memuaskan dewa tertentu agar dapat memberikan keturunan kepada si pemohon (seperti didalam Mahabharata jaman dahulu). Atau seseorang memberikan sumbangan kepada orang-orang miskin pada hari, bulan yang mujur agar nantinya dia menjadi orang kaya. Jadi mereka ini adalah orang saleh yang taat kepada aturan sastra atau aturan yang sesuai dengan (swa) dharmanya masing-masing. Orang yang taat kepada aturan (vidhi/weda) dia memiliki widya dan setelah meninggal dia menjadi penduduk sorga (widya-dara/dari)

      27 Oktober jam 5:37 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Komang Sumiarsabagi tips-tipsnya lebih banyak dong, biar Tuhan bisa puas dengan apa yang saya lakukan, takutnya kalau Tuhan gak puas, tar Beliau marah-marah dan komplain kepada saya, gak enak juga kan kalau Tuhan marah2 ^_^

      27 Oktober jam 7:04 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Yasoda PutraBaca ulang kembali kitab suci… perintah dan larangan Tuhan onok disono… lakukan jangan penuh spekulasi… :)

      27 Oktober jam 11:09 · SukaTidak Suka
    • Sudiana NyomanPage istirahat sekarang Yasoda menggantikan..lanjutkan Bro…

      27 Oktober jam 15:54 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Wayan Sukarmakatanya sih, jalan bhkati hanya jadi pelayan, nggak pernah sungguh-sungguh mengertinya…

      28 Oktober jam 15:56 · SukaTidak Suka
    • Ngurahdira Dirayasoda putra :mohon bagi bagi dikit nih ilmunya, mana yang benar catur marga atau tri marga??

      28 Oktober jam 16:28 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Wayan TrimawiasaInilah yasoda Bibit2 pengacau hindu, sekarang kok malah jadi Tri Marga….

      28 Oktober jam 16:32 · SukaTidak Suka
    • Rudi HansahBicara tentang ketuhanan hindu punya segalanya, jangan cuma bersumber kepada bhagavadgita, tapi di brahma widya lebih detail. Suskme

      28 Oktober jam 16:52 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Gusti Ngurah Sumiarta menyukai ini.
    • Wayan Sukarmaapa itu?

      28 Oktober jam 22:24 · SukaTidak Suka
    • Gusti Ngurah SumiartaRudi hansah@ mohon dibagi ilmunya tentang brahma widya….

      Senin pukul 11:19 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Gusti Ngurah SumiartaRudi hansah@ mohon dibagi ilmunya tentang brahma widya….

      Senin pukul 11:20 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Pasraman Santikadharmaom swastyastu brahma widya adalah ilmu yang membahas masalah konsep ketuhanan menurut hindu dan itu dasar bagi kita lihat di status santika ya pak wayan dan pak ngurah

      Senin pukul 11:42 · SukaTidak Suka
    • Suweta Nyomanye yatha ma prapad yante, tat taiwa bajami ahham. wartmanu wartante, parta manusya sarwasyah….

      Selasa pukul 9:44 · SukaTidak Suka
    • Gusti Ngurah SumiartaPak nyoman@ mohon arti slokanya serta sedikit dikupas, suksme….

      Selasa pukul 15:01 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Chy Unyu Maheswari menyukai ini.
    • Yasoda Putra Didalam Bhagavatam 11.14.20 disebutkan: “Uddhava tercinta, bhakti murni yang dilakukan oleh penyembah-Ku kepada Diri-Ku menjadikan aku ada dibawah kendali mereka. Aku tidak bisa dikendalikan oleh para yogi, para jnana (ahli filsafat), para karmi, orang yang mempelajari Weda, pertapaan maupun ketidak-terikatan (vairagya).”

      Hal ini dibenarkan didalam BG.6:46-47: “Seorang yogi lebih agung dari seorang pertapa, seorang jnani, atau karmi……..” “Dari semua yogi, dia yang selalu berlindung didalam Diri-Ku dengan keyakinan besar, selalu berpikir tentang-Ku dan memuja Aku dalam cinta kasih rohani, dia adalah yang paling intim dengan-Ku dalam bhakti yoga. Dialah yang paling tinggi dari semua.”

      Seperti diuraikan diatas yaitu bahwa para karmi adalah orang saleh yang menganggap badannya adalah dirinya (aham-mamethi), ini adalah ajaran moralitas dasar untuk naik tingkat jenjang yang lebih tinggi. Para jnani adalah jenjang diatasnya yaitu para ahli filsafat yang melakukan penyangkalan diri (aham-brahmasmi, aku bukan badan, aku adalah roh) dia memiliki pengetahuan (jnana). Para karmi melakukan perbuatan tetapi tanpa pengetahuan (jnana), sedangkan para jnani memiliki pengetahuan tetapi berhenti berbuat /diam (samadi). Kedua jalan itu memiliki kekurangan. Dan para Bhaktalah yang menyempunakannya dengan berbuat dalam pelayanan kepada Tuhan. Dan para bhaktalah yang mampu menjelaskan Kebenaran Mutlak karena dia memiliki pengetahuan (jnana) dan mengabdikan pengetahuan itu kepada Tuhan. Sedangkan penjelasan theologi para karmi bersifat politheisme (yang sering memberikan kesempatan orang lain melecehkan agama kita), dan para jnana theologinya bersifat sunya (kosong) atau phantheis (ada dimana-mana dan tidak berwujud). Penjelasan para jnani sangat kontradiktif dengan pernyataan filsafatnya sendiri dan bukan memberikan pecerahan tetapi justru menutupi Kebenaran Mutlak itu sendiri. Inilah kunci teori untuk memasuki pemahaman spiritual.

      18 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1

Mengapa Diperbolehkan Makan Daging Babi

Kerty Nagh GpMc

kanda-kanda aq mau nxa nheee knapa mkan daging babi dhi perboleh khan dlm agama qta??????????

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · 30 Oktober jam 18:05

  • Ketut Winasa menyukai ini.
    • Kama SultraKalau makan daging babi dilarang oleh agama Hindu, kerty mau ?

      30 Oktober jam 18:37 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Kerty Nagh GpMcudah biasa,,,,,,,,,,,, tp knapa dhi perboleh khan???? pdahal scara ilmu k’ dokteran daging babi mngandung cacing pita dan materi yg ada pd daging babi tdk akan mati walaupun dhi panas kahn lbih dr 1500 drajat celcius

      30 Oktober jam 18:40 · SukaTidak Suka
    • Sudiana Nyomanweih..pantesan cina dan jepang yang makanan favoritnya daging babi pada cacingan semua…xixixixi

      30 Oktober jam 18:42 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Kerty Nagh GpMcmhmhmhmhmhmh bgtuuuuuu

      30 Oktober jam 18:43 · SukaTidak Suka
    • Sudiana NyomanItu isu dik Kerty, dading sapi jauh lebih berbahaya untuk kesehatan kalau berlebih makan. Km tau nggk sejarah kenapa dading babi di haramkan?. Karna saat suatu acara daging yang paling enak didunia itu sedikit dan disembunyikan oleh pelayan, maka nabi Muhammad mengatakan bahwa daging yg disembunyikan itu haram. Sejak itu daging babi haram. Nah..orang2 sekarang membuat pembenaran dengan berbagai cara tapi itu cuma isu..

      30 Oktober jam 18:48 · SukaTidak Suka
    • Kerty Nagh GpMc ooowwwww,,, bgituu
      iya aq tau sjarahx kak,,, ad orang bugiz yg crita khan itu mha aq

      tp koch ad jg yg blang agama qta agama musrik…
      mksudx ap yaaaa?????

      30 Oktober jam 18:52 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Sudiana NyomanKalau benar mengandung cacing pita yg nggk mati sampe 1500 derajat udah pasti orang selain muslim pada cacingan semua tapi nyatanya sehat2 dan lebih maju teknologinya daripada yg tdk makan babi. Musrik = menduakan Tuhan, iya tuduhan seperti itu sih ..setiap saat. Semua agama selain dia dituduh begitu alias kafir.

      30 Oktober jam 18:55 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Kerty Nagh GpMc mhmhmhmhmh aaq jg pernanh dhi txa knapa agama hindu mnyembah patung,,, knapa sapi dhi angap dewa,,,,???

      yach aq jwab aj yg q bsa,,, hbizzz mrka smua sok bgt
      mereka blang agama mereka paling smpurna dhi dunia,,,

      30 Oktober jam 18:58 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Sudiana NyomanIy…ambil positifnya, pertanyaan2 itu harus mendorong kamu lebih banyak membaca buku2 agama Hindu atau ikut forum2 seperti ini. Disini banyak yg bisa diajak diskusi ttg Hindu, semoga Kerty betah..silahkan dibaca2 dulu document dan postingan2 yg ada.

      30 Oktober jam 19:01 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Kerty Nagh GpMc ok pakkk,,,,,,,,,,,, pastix,,, mohon bntuanx yach pak klow ad yg blom aq mngerti,,,

      oy 1 lg ad budaya bali yg nmx omed2an pak,, bnyak yg blang bdaya forno,,,,, bgai mna aq tnggapinx?????

      30 Oktober jam 19:04 · SukaTidak Suka
    • Rudra Devakok omed”an tu porno??? omed”dan tu kh cuman ciuman gtu emmmmmm…

      30 Oktober jam 19:26 · SukaTidak Suka
    • Kerty Nagh GpMcnahhh itu mheeeeee

      30 Oktober jam 19:28 · SukaTidak Suka
    • Rudra Deva buikkk cipika cipiki gtu aja pornoo… heemmm….

      ne story na
      oMed-omedan, menurut sumber setempat, berasal dari kata omed-omedan yang artinya saling tarik. Med-medan dulunya hanyalah sebuah kebiasaan, tetapi belakangan dijadikan tradisi yang sakral.

      Disebutkan, tradisi med-medan muncul bermula dari sembuhnya seorang tokoh puri setempat dari suatu penyakit. Kapan itu terjadi, tak disebutkan secara pasti. Oleh karena menderita sakit, tokoh puri itu tidak menginginkan adanya keramaian (med-medan) di hari raya Nyepi. Tetapi krama banjar memberanikan diri membuatnya dengan segala risiko. Mendengar adanya keramaian, tokoh yang sakit itu berusaha mendatanginya. Tetapi aneh, sakit yang dideritanya sembuh seketika setelah menyaksikan acara tersebut. Dari situ muncul upaya tetap melaksanakan tradisi tersebut pada hari raya Nyepi. Med-medan juga pernah ditiadakan. Tetapi peristiwa aneh pun terjadi. Sepasang babi yang tidak diketahui asal-muasalnya berkelahi di halaman Pura Banjar. Darah babi pun berceceran di mana-mana. Warga banjar yang melihat kejadian itu serta merta melerainya, tetapi tak berhasil. Akhirnya, ada bawos agar med-medan tetap dilangsungkan. Begitu tradisi itu dilangsungkan, kedua ekor babi itu menghilang tanpa jejak. Darah yang tadinya terlihat membasahi tanah, hilang seketika. Sejak itulah krama tidak berani lagi meniadakan med-medan sehingga lestari sampai sekarang

      30 Oktober jam 19:41 · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Rudra DevaNB: ngk sembaraangan orang lo bsa ikut ritual itu lo… aku aja wktu msh d bali inggin ikut ritual trsb ee kgk d kasi ktanya ritual trsbt hanya boleh bwt para muda-mudi Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar. t4 ritual trsbt d adakan

      30 Oktober jam 19:46 · SukaTidak Suka
    • Menny Martinah‎@rudra,,, krn para tetua banjar tau apa niatmu yg sesungguhx xixixix…..:P

      30 Oktober jam 19:56 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Sudiana Nyoman itu cuma kebiasaan masyarakat didaerah tertentu di Bali, apa itu porno? tergantung cara memandangnya. Sy kira lebih porno tari bellydance (tarian perut dari arab ini) http://www.youtube.com/watch?v=GlrPRmHF058&feature=related

      30 Oktober jam 19:58 · SukaTidak Suka
    • Rudra DevaMenny Martinah:: waduhhh kok kk ngomong gtuu,..ndak bener neee hahahahaaaa :P

      30 Oktober jam 20:35 · SukaTidak Suka
    • Kerty Nagh GpMc mhmhmhmhm iya shii kak bener jg,,,,
      tp knapa ya mereka kya panatik bgtu???

      mereka slalu ingin menang sndri smpe2 mndiri khan NII

      30 Oktober jam 21:07 · SukaTidak Suka
    • Kerty Nagh GpMc makasi kandaaaa,,,,,,
      sya trlalu jauh mlangkah jg msih bnyak yg blum sya ktahui,,,,
      mohon bimbinganx

      30 Oktober jam 21:10 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Bhakti Manawa WedantaKerty Nagh GpMc..Coba cari buku terbitan Media Hindu ” Hindu Menjawab ” karya Ngakan Made Madrasuta, didalamnya berisi tanya jawab seputar Kasta,Kafir,Berhala,Karma,Reinkarnasi,Sorga dan neraka…disajikan secara sederhana dan mudah dipahami..Kutipan yg kami sukai : “Setelah membaca buku ini anak2 Hindu akan mampu berjalan dengan kepala tegak sebagai orang Hindu”…Salam Shanti..

      30 Oktober jam 21:11 · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Gusti Ngurah SumiartaApakah kepercayaan masyarakat tentang jika kegiatan omed2an atau juga mekotek bila tidak dilaksanakan akan mndtgkan bahaya, wabah penyakit dan sbg?

      30 Oktober jam 22:44 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Gede Parwatamed-medan bukan budaya bali, alasannya bahwa med-medan tidak dikenal diseluruh bali dan tidak dilakukan oleh seluruh masyarakat bali. * mengenai daging babi hindu tidak pernah menjelek jelekkan makhluk ciptaan Tuhan apalagi mengharamkannya, mengenai cacing atau parasit yg bisa bertahan hingga suhu 1500 derajat celcius, saya ragukan ada parasit seperti itu dalam daging babi. Dari buku yg pernah saya baca cacing pita yg paling kuat bertahan adalah cacing pita pada sapi. * mengenai hindu katanya menyembah berhala menyembah patung, coba anda lihat bukankah umat islam sampai harus mengeluarkan uang puluhan juta untuk bisa mencium hajar aswad dan mengelilingi ka’bah (patung), dan untuk kristen mereka menyembah patungnya yesus, bagi saya itu yg namanya menyembah berhala. Sementara kita hanya menjadikan bangunan pura itu sebagai sarana untuk menyembah NYA. Jadi anda jangan ragu dan jangan merasa malu jika anda hindu, coba anda perhatikan pejabat kini mereka mencakupkan dua tangan didada untuk memberi salam, bukankah itu budaya hindu? Lihat pula wanita/pria muslim saling memberi salam dengan mencakupkan dua tangannya. Bagi saya apa yg mereka lakukan dengan mengatakan hal negatif tentang hindu adalah bentuk sifat iri. Suksme

      30 Oktober jam 23:19 melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Ricky SenninMantap ulasannya….No hujat, tapi pencerahan…Rahayu.

      Senin pukul 7:11 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Komang Sumiarsa senada dengan omed2an, mekotek dan semacamnya yang merupakan bagian dari adat dan ritual dari desa/daerah masing2, di tempat saya (desa Gunaksa Klungkung) terdapat juga satu ritual yang mesti dilakukan setiap tahun oleh semua anggota masyarakat, yaitu berupa mengarak sapi keliling desa (kalau dulu digebukin pakai kayu) dan pada akhirnya disembelih serta dikubur di dekat sebuah Pura (pura buit namanya), karena terkesan kejam, ritual ini sempat dihentikan pelaksanaannya. Dan selang beberapa lama tak melakukan ritual itu banyak terjadi kasus2 aneh, seperti pembunuhan sadis beberapa kali terjadi antar warga setempat, bunuh diri dan segala macam kematian2 aneh lainnya. Hal itu memancing pihak aparat desa untuk mempertanyakan kepada orang2 pintar (sedahan dan semacamnya), tidak hanya satu orang bahkan beberapa orang pintarpun sudah ditanya dan hasil dari bertanya tersebut, semua menyatakan langsungkan lagi ritual itu.

      Ketika ritual ini kembali dilakukan, sampai sekarang kejedian2 aneh seperti di atas tak pernah terulang kembali. Walaupun sampai sekarang saya belum jelas paham apa sebenarnya makna dari ritual, akan tetapi tetap saja saya mengikuti ritual ini (walau tak terjun langsung). Pernah coba saya pertanyakn kepada orang2 tua di rumah perihal kenapa melakukan semua itu? Yaahh… Saya harus belajar memuaskan diri dengan jawaban ”nak mule keto” sampai saat ini saya masih menyelidiki dan berharap semoga suatu ketika saya bisa mendapatkan jawaban yang benar atas semua ritual itu.

      Tapi, satu yang saya pahami; semua ritual semacam ini bukan ditujukan kepada Tuhan melainkan kepada para Dewa, leluhur, Penunggu tempat, atau Bhuta kala-bhuta kali. Dan hal ini dilakukan bertujuan untuk menyeimbangkan gerak kehidupan. Bagi yang belum mampu memaksimalkan dirinya sendiri untuk mencapai kesimbangan, bantuan2 dari luar sangatlah masih diperlukan.

      Senin pukul 7:46 melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Ketut Sutrisni Indotecnie pertanyaan udah dijawb dari sd.knapa,daging babi bsa dimakan

      Selasa pukul 7:18 · SukaTidak Suka
    • Suweta Nyomanpertama spiritual dlm hindu bersifat berjenjang, dari sarwa bhaksa smpai vegetarian ada dalam Hindu. sekarang tergantung kita posisi kita dimana. menurut berapa sumber daging babi diperbolehkan dalam hindu karena Hindu di Bali memulikan Dewi Durga terutama Galungan, sama sperti orang2 Hindu di nepal.

      Selasa pukul 9:31 · SukaTidak Suka · 1Gusti Ngurah Sumiarta menyukai ini.
    • Tarian Pedang Angindi perbolehkan karena nggak dilarang ^_^

      Selasa pukul 14:59 · SukaTidak Suka ·  

Didalam ajaran Weda, untuk jaman kali sesungguhnya dilarang makan daging apapun, karena makan daging termasuk makanan rajasika yaitu bersifat kebodohan

Apa yg anda pikirkan,Ingin tahu pendapat saudara tentang HYANG WIDHI Yg sesungguhnya..?

Apa yg anda pikirkan..! Ingin tahu pendapat saudara tentang HYANG WIDHI Yg sesungguhnya..? Kenapa..?, apa…?, dan bagaimana HYANG WIDHI Itu di diri saudara..??
SukaTidak Suka · · Berhenti Mengikuti KirimanIkuti Kiriman · Senin pukul 9:18
Putu Liongssaya ngga memikirkan sesuatu yg tidak bisa saya pikirkan bli….xixixixixi

Senin pukul 10:03 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
  • Wayan Sukarmatu liongs… xixixixixixi

    Senin pukul 10:18 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
  • Ketut KinogP Nengah Angga, coba dulu uraikan, pikiran bpk ttg Hyang Widhi. Biar kita disini tahu pikiran bpk.

    Senin pukul 12:20 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
  • Nengah Angga WidiantaraAll@ Sesungguhnya HYANG WIDHI tak dapat di pikirkan.. Di diri siapa pun itulah HYANG WIDHI. BERAHMAN/ATMAN yg abadi.. Tuhan hanya mampu qt rasa, lihat, dan dengar.. Tanpa mampu qt pikirkan.. Jika ada kekurangan mohon di tambahkan..! Sukseme..!

    Senin pukul 13:41 melalui seluler · SukaTidak Suka
  • Mertamupu Andika Putra Cintamanicoba baca bhagavad gita.. benarkah Tuhan tidak bisa dipikirkan?

    beberapa detik yang lalu · SukaTidak Suka
  • Mertamupu Andika Putra CintamaniBhagavad-gita 12.112.1 Arjuna bertanya; yang mana dianggap lebih sempurna; orang yang selalu tekun dalam bhakti kepada Anda dengan cara yang benar ataukah orang yang menyembah Brahman, yang tidak bersifat pribadi dan tidak terwujud?Bhagavad-gita 12.2

    12.2 Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; Orang yang memusatkan pikirannya pada bentuk pribadi-Ku dan selalu tekun menyembah-Ku dengan keyakinan besar yang rohani dan melampaui hal-hal duniawi Aku anggap paling sempurna.

    Bhagavad-gita 12.3

    Bhagavad-gita 12.4

    12.3-4 Tetapi orang yang sepenuhnya menyembah yang tidak terwujud , di luar jangkauan indria-indria, yang berada di mana-mana, tidak dapat dipahami, tidak pernah berubah, mantap dan tidak dapat dipindahkan-paham tentang kebenaran Mutlak yang tidak mengakui bentuk pribadi Tuhan-dengan mengendalikan indria-indria, bersikap yang sama terhadap semua orang, dan sibuk demi kesejahteraan semua orang, akhirnya mencapai kepada-Ku.

    Bhagavad-gita 12.5

    12.5 Orang yang pikirannya terikat pada aspek Yang Mahakuasa yang tidak berwujud dan tidak bersifat pribadi sulit sekali maju. Kemajuan dalam disiplin itu selalu sulit sekali bagi orang yang mempunyai badan.

    Bhagavad-gita 12.6

    Bhagavad-gita 12.7

    12.6 -7 Tetapi orang yang menyembah-Ku, menyerahkan segala kegiatannya kepada-Ku, setia kepada-Ku tanpa menyimpang, tekun dalam pengabdian suci bhakti, selalu bersemadi kepada-Ku, dan sudah memusatkan pikirannya kepada-Ku- cepat Kuselamatkan dari lautan kelahiran dan kematian, wahai putera Prtha.

    Bhagavad-gita 12.8

    12.8 Pusatkanlah pikiranmu kepada-Ku, kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, dan gunakanlah segala kecerdasanmu dalam Diri-Ku. Dengan cara demikian, engkau akan selalu hidup di dalam Diri-Ku, tanpa keragu-raguan.

    Bhagavad-gita 12.9

    12.9 Arjuna yang baik hati, perebut kekayaan, kalau engkau tidak dapat memusatkan pikiranmu kepada-Ku tanpa menyimpang, ikutilah prinsip-prinsip yang mengatur bhakti-yoga. Dengan cara demikian, kembangkanlah keinginan untuk mencapai kepada-Ku.

    Bhagavad-gita 12.10

    12.10 Kalau engkau tidak sanggup mengikuti latihan aturan bhakti- yoga, cobalah bekerja untuk-Ku, sebab dengan bekerja untuk-Ku, engkau akan mencapai tingkat yang sempurna.

    Bhagavad-gita 12.11

    12.11 Akan tetapi, kalau engkau tidak sanggup bekerja sambil sadar kepada-Ku seperti ini, cobalah bertindak dengan melepaskan segala hasil dari pekerjaanmu dan berusaha menjadi mantap dalam diri sendiri.

    Bhagavad-gita 12.12

    12.12 Kalau engkau tidak sanggup mengikuti latihan tersebut, tekunilah pengembangan pengetahuan. Akan tetapi, semadi lebih baik daripada pengetahuan, dan melepaskan ikatan terhadap hasil perbuatan lebih baik daripada semadi, sebab dengan melepaskan ikatan seperti itu seseorang dapat mencapai kedamaian jiwa.

    Bhagavad-gita 12.13

    Bhagavad-gita 12.14

    12.13-14 Orang yang tidak iri tetapi menjadi kawan baik bagi semua makhluk hidup, tidak menganggap dirinya pemilik, bebas dari keakuan palsu, bersikap sama baik dalam suka maupun duka, bersikap toleransi, selalu puas, mengendalikan diri, tekun dalam bhakti dengan ketabahan hati, dengan pikiran dan kecerdasannya dipusatkan kepada-Ku- penyembah-Ku yang seperti itu sangat Ku-cintai.

    Bhagavad-gita 12.15

    12.15 Aku sangat mencintai orang yang tidak menyebabkan siapapun dipersulit, tidak digoyahkan oleh siapapun dan bersikap yang sama, baik dalam suka, duka, rasa takut maupun kecemasan.

    Bhagavad-gita 12.16

    12.16 Aku sangat mencintai penyembah-Ku yang tidak bergantung pada jalan kegiatan yang biasa, yang suci, ahli. Bebas dari rasa prihatin, bebas dari segala dukacita, dan tidak berusaha memperoleh suatu hasil atau pahala.

    Bhagavad-gita 12.17

    12.17 Orang yang tidak bersenang hati atau bersedih hati, tidak menyesalkan atau menginginkan, dan melepaskan ikatan terhadap hal-hal yang menguntungkan dan tidak menguntungkan- seorang penyembah seperti itu sangat Ku- cintai.

    Bhagavad-gita 12.18

    Bhagavad-gita 12.19

    12.18-19 Orang yang bersikap sama terhadap kawan dan musuh, seimbang dalam penghormatan dan penghinaan, panas dan dingin, suka dan duka, kemasyuran dan fitnah, selalu bebas dari pergaulan yang mencemarkan, selalu diam dan puas dengan segala sesuatu, yang tidak mempedulikan tempat tinggal apapun, mantap dalam pengetahuan dan tekun dalam bhakti-orang seperti itu sangat ku-cintai.

    Bhagavad-gita 12.20

    12.20 Aku sangat mencintai orang yang mengikuti jalan bhakti yang kekal ini, tekun sepenuhnya dengan keyakinan, dan menjadikan Aku sebagai tujuan tertinggi .. coba renungkan sloka diats..

    2 detik yang lalu · Suka

Diskusi Hukum Hindu

Hukum Hindu

seorang Istri (tidak bertanggungjawab) atas hutang suami,tetapi suami bertanggungjawab atas hutang istri
(Arthasastra)

215 ImpresiJumlah kotor cerita ini muncul di Dinding Anda dan Kabar Berita milik Penggemar Anda. · 9,30% Umpan balikJumlah Komentar dan Suka per tampilan

Tidak SukaSuka · · Bagikan · Selasa pukul 13:21 melalui seluler ·

Hukum Hindu

Sarassamuccaya 84. Dan lain lagi, adalah yang dinamakan mukhasawa, yaitu air liur yang menggiurkan hati pria dan wanita yang sedang berciuman bibir dengan bibir, jika diperhatikan baik-baik mukhasawa itu tidak ada bedanya dengan air liur biasa, namun jika air liur disebut, orang tidak suka, jijik apabila dinamakan mukhasawa, suka senanglah orang itu; bukanlah orang sesungguhnya memperdaya diri sendiri dengan penggunaan nama jika demikian; nama itu adalah buatan orang; sesungguhnya sangat cepatlah pikiran itu berubah-ubah adanya

215 ImpresiJumlah kotor cerita ini muncul di Dinding Anda dan Kabar Berita milik Penggemar Anda. · 6,51% Umpan balikJumlah Komentar dan Suka per tampilan

Tidak SukaSuka · · Bagikan · Senin pukul 22:02·

Hukum Hindu

‎” Maka yang harus engkau perhatikan, jika ada hal yang ditimbulkan oleh perbuatan, perkataan dan pikiran, yang tidak menyenangkan dirimu sendiri, malahan menimbulkan duka yang menyebabkan sakit hati; perbuatan itu jangan hendaknya engkau lakukan kepada orang lain; jangan tidak mengukur baju di badan sendiri, perilaku anda yang demikian, itulah dharma namanya; penyelewengan ajaran dharma, jangan hendaknya dilakukan”(Sarasamuccaya 41)

135 ImpresiJumlah kotor cerita ini muncul di Dinding Anda dan Kabar Berita milik Penggemar Anda. · 16,30% Umpan balikJumlah Komentar dan Suka per tampilan

Tidak SukaSuka · · Bagikan · Kemarin jam 1:04·

  • Anda dan 16 orang lainnya menyukai ini.
    • Haris Pedaskenapa ad penderitaan d dunia ini???

      23 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Hukum Hindusebab manusia lahir karena memiliki karma.. oleh karenanya manusia yang lahir menjadi manusia dituntut untuk bebas dari dosa sehingga ia moksa atau tidak lahir kembali ke dunia

      22 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Haris Pedas berbuat baik kpd org lain tp org lain mlh berbuat jahat pd saya n malah menghina…
      Saya??

      22 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Hukum HinduJangan menyesal melakukan kebaikan kepadanya. Hadapilah dengan senyum. Pahala yang akan Anda dapatkan adalah dalam bentuk lain.

      19 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Haris Pedas ya saya udah menghadapi’a dengan apa yg d katakan d atas….
      Suatu saat pasti menemukan sebuah jwb dr semua ini
      Untuk Hukum Hindu Sukseme

      16 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 1

Hukum Hindu

Sarassamuccaya 84. Dan lain lagi, adalah yang dinamakan mukhasawa, yaitu air liur yang menggiurkan hati pria dan wanita yang sedang berciuman bibir dengan bibir, jika diperhatikan baik-baik mukhasawa itu tidak ada bedanya dengan air liur biasa, namun jika air liur disebut, orang tidak suka, jijik apabila dinamakan mukhasawa, suka senanglah orang itu; bukanlah orang sesungguhnya memperdaya diri sendiri dengan penggunaan nama jika demikian; nama itu adalah buatan orang; sesungguhnya sangat cepatlah pikiran itu berubah-ubah adanya

215 ImpresiJumlah kotor cerita ini muncul di Dinding Anda dan Kabar Berita milik Penggemar Anda. · 6,51% Umpan balikJumlah Komentar dan Suka per tampilan

Tidak SukaSuka · · Bagikan · Senin pukul 22:02

·

Hukum Hindu

mantra maupun sloka kitab suci,dilarang ditafsirkan dengan logika (Parasara smerti)

238 ImpresiJumlah kotor cerita ini muncul di Dinding Anda dan Kabar Berita milik Penggemar Anda. · 6,72% Umpan balikJumlah Komentar dan Suka per tampilan

Tidak SukaSuka · · Bagikan · Senin pukul 8:29 melalui seluler ·
  • Anda dan 9 orang lainnya menyukai ini.
  • 1 share
    • Dhitz BalboaLalu bgmn cra memahami yg tepat

      Senin pukul 8:31 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • ChaAntika Utami Dhitz@ dg cara d pelajari dan d pahami…
      hehehe..

      Senin pukul 8:44 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Agus ArywibowoApalagi dgn logika yg kurang tepat

      Senin pukul 8:52 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Hukum Hindu harus melalui guru kerohanian dan para ahli.
      dalam hukum progresif(living law) juga berlaku ketentuan ini.

      Senin pukul 9:02 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Desi Luvpgreen apkh guru kerohanian harus memiliki licensi agar bisa mengajarkan ilmu suci tsb..??
      apa tanda’x..?

      Senin pukul 16:48 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Hukum Hindu SS 40. Maka yang patut diingat adalah, segala apa yang diajarkan oleh Cruti, disebut dharma; semua yang diajarkan Smrti, pun dharma pula namanya itu; demikian pula tingkah laku sang cista, disebut juga dharma; cista artinya orang yang berkata jujur yang setia pada kata-katanya, orang yang dapat dipercaya, orang yang menjadi tempat pensucian diri, orang yang memberikan ajaran-ajaran atau nasihat-nasihat; singkatnya ketiga-tiganya itu disebut dharma.

      dan masih banyak uraian-uraian lainnya..

      Senin pukul 22:07 · Suka

Hukum Hindu

Swastyastu Rahajeng mkesami semeton HINDHU.hallo ustadz abdul aziz,TOLONGGGGGGG berhenti saja anda menjadi ustadz atau tukang ceramah,mungkin saja ni ustadz yang bikin agama satu sama lain bemusuhan,katanya dia ustadz bahasanya persis teroris,kalau memang benar cerita itu nyamuk bau busuk dan suara…

119 ImpresiJumlah kotor cerita ini muncul di Dinding Anda dan Kabar Berita milik Penggemar Anda. · 6,72% Umpan balikJumlah Komentar dan Suka per tampilan

SukaTidak Suka · · Bagikan · 29 Oktober jam 19:37
  • 2 orang menyukai ini.
    • Dek Popomemank’ny kesaksian apa yg dia bwt…??

      29 Oktober jam 19:56 · Tidak SukaSuka · 1Memuat…
    • Gede Struktak perlu di perpanjang bro santai saja …. itu urusan mereka mari urus bakti kita ke sang pencipta

      29 Oktober jam 20:04 · Tidak SukaSuka · 1Memuat…
    • Nyoman MakerSaya senang orang atau orang2 spt ini keluar dr Agama Hindu. Dg demikian berkurang pula orang2 tolol lagi buta yg hrus diurus oleh lembaga2 hindu. Mereka pikir, ingkar kepada Sang Hyang Widi, lalu diterima baik oleh Allah.. Cuih…dasar katrok…

      29 Oktober jam 23:11 · Tidak SukaSuka · 1Memuat…
    • Arya Dwinathasetuju..

      30 Oktober jam 9:13 · Tidak SukaSuka · 1Memuat…
    • Raden Mas Joko Mangkumejodalam salah satu ayat surah islam: allah akan mengadili diantara kmu bila kmu membedakaanya.)jadi jelas bahwa ustad aziz tidak paham betul agamanya..dan gusdur bliu masih hidup..mengatakan’ orang yang menjelekkan agama orang lain..agama itulah yang paling jelek) jdi jelas pk ustad azis agama yang dianut agama jelek..

      21 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Raden Mas Joko Mangkumejoom swastyastu: sperti kasus disragen guru agama hindu’ klau disekolah mengajar hindu’ tpi klau dirumah..sudah beralih keislam..walaupun guru agama itu bkan dari depag..dri dinas..yang perlu dicermati dri lembaga hindu ..perlu ditindak lanjuti..jngan hanya wacana..bahkan ada guru agama hindu udah naik haji..bahkan dia makan dr hindu..om santi.

      21 jam yang lalu · Suk

Hukum Hindu

‎”dari kemampuan bekerjalah , kemampuan seseorang dinilai”
(Arthasastra I.VIII.4.28)

300 ImpresiJumlah kotor cerita ini muncul di Dinding Anda dan Kabar Berita milik Penggemar Anda. · 7,33% Umpan balikJumlah Komentar dan Suka per tampilan

Tidak SukaSuka · · Bagikan · 28 Oktober jam 15:02 melalui seluler ·
  • Anda dan 10 orang lainnya menyukai ini.
  • 1 share
    • Aditya Candrakarena dalam kerja, sifat asli manusia keluar keh keh keh

      28 Oktober jam 15:07 · Tidak SukaSuka · 1Memuat…
    • Yuni Wulandari yang terhormat Admin Hukum Hindu, saya sudah lama mencari kitab Artha sastra ini untuk kebutuhan akademis, sekiranya mungkin admin bisa memberikan saya petunjuk untuk bisa lebih dalam mempelajari hukum Hikndu…
      Kitan Arthasastra ada yang mencetak gak saudara…???

      28 Oktober jam 15:17 · Tidak SukaSuka · 1Memuat…
    • Hukum HinduArthasastra bisa didapat di Paramitha surabaya.. dan di cabangnya di denpasar Jl letda made putra..

      30 Oktober jam 18:58 · SukaTidak Suka
    • Yuni WulandariBoleh minta alamt lengkapnya…???

      30 Oktober jam 18:59 · SukaTidak Suka
    • Hukum Hindusebelum membeli arthasastra , seyogianya sudah memiliki manawa dharmasastra

      30 Oktober jam 19:01 · SukaTidak Suka
    • Yuni Wulandarikalau Manwa Dahrmasastra sudah punya, dapat dari dosen kuliah saya ….

      30 Oktober jam 19:02 · SukaTidak Suka
    • Hukum Hindukalau demikian silakan pesan Arthasastra. tetapi perlu diketahui, arthasastra merupakan ajaran yang bersifat Rajasika (keras, bisa dikatakan sadis) karena merupakan turunan dari Atarvaveda dan Dharmasastra, kitab arthasastra di indonesia , hanya terjemahannya saja, sebab isinya 6000 sloka , isinya terutama membahas tentang Negara Hindu

      30 Oktober jam 19:15 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Yuni Wulandari makasih saya sudah menemukan alamtanya dari Web Hukum Hindu..

      umhhh, tapi tidak semua seloka hnya membahas tentang Negara Hindu saja kan….?? krena saya melihat di web Hukum Hindu Arthasastra jg membhas tentang Hukum Waris dalam hindu….???

      30 Oktober jam 19:19 · SukaTidak Suka
    • Hukum Hindubanyak juga membahas penghakiman, seperti perceraian , waris, fitnah, judi (tapi dibenarkan),huku keluarga ( larangan wanita keluar rumah),dll

      30 Oktober jam 19:24 · SukaTidak Suka
    • Yuni Wulandari Terimakasih byk atas semuanya, sungguh akan byk memberikan pencerahan buat saya…
      kalau nanti seyogyanya ada kesulitan yg bisa Yuni diskusikan dengan admin, yg terhormat admin bisa memberikan bantuan pemahaman…:)

      30 Oktober jam 19:26 · SukaTidak Suka
    • Hukum Hindudengan senang hati.. namun admin juga masih belajar.. mari kita saling mengisi..

      30 Oktober jam 20:01 · 

Hukum Hindu

Bahagavad Gita 16.23
Orang yang meninggalkan aturan kitab suci dan bertindak menurut kehendak sendiri tidak mencapai kesempurnaan, kebahagiaan maupun tujuan tertinggi.

231 ImpresiJumlah kotor cerita ini muncul di Dinding Anda dan Kabar Berita milik Penggemar Anda. · 3,90% Umpan balikJumlah Komentar dan Suka per tampilan

Tidak SukaSuka · · Bagikan · 27 Oktober jam 21:44

·

Hukum Hindu

‎”Hidup adalah pilihan,salah pilih resiko tanggung sendiri<>dengan Hukum Karma manusia diajarkan untuk bertanggungjawab”

267 ImpresiJumlah kotor cerita ini muncul di Dinding Anda dan Kabar Berita milik Penggemar Anda. · 5,99% Umpan balikJumlah Komentar dan Suka per tampilan

Tidak SukaSuka · · Bagikan · 27 Oktober jam 8:40 melalui seluler ·
  • Anda dan 11 orang lainnya menyukai ini.
    • D’baNk PiNatih Itulah sebabnya manusia selalu di posisikan pada 2 pilihan yg bnar2 sulit untk dipilih dgn resiko karma yg hmpir sama,
      (ini hanya asumsi dari tiang)
      mgkn ada pndapat lain dari teman2?

      27 Oktober jam 8:47 · Tidak SukaSuka · 1Memuat…
    • Agus Arywibowo Yg terpenting adalah bukan benar tidaknya pilihan,,,tapi keberanian kita memilih di dalam kehidupan,,,,
      Menurut saya sih,,,

      27 Oktober jam 9:14 · Tidak SukaSuka · 1Memuat…
    • Nyoman MakerKl hidup adalah pilihan, maka mati juga adalah pilihan. Apakah ada pengalaman tuk dua pilihan ini walau sekedar dalam imaji ???

      27 Oktober jam 14:55 · Tidak SukaSuka · 1Memuat…
    • Made MegaKalau pilih mati pasti gak akan bisa main facebook lagi tahu

      27 Oktober jam 20:35

Hukum Hindu

‎”..segala yang tidak menyenangkanmu,hal itu jangan hendaknya dilakukan pada orang lain”(SS 44).
Bagaimana tafsir anda?

247 ImpresiJumlah kotor cerita ini muncul di Dinding Anda dan Kabar Berita milik Penggemar Anda. · 5,26% Umpan balikJumlah Komentar dan Suka per tampilan

Tidak SukaSuka · · Bagikan · 25 Oktober jam 11:45 melalui seluler ·
  • Anda dan 5 orang lainnya menyukai ini.
  • 1 share
    • Emmanuel Ahmadhendaknya dijadikan cermin,,,jgn sampai kita berbuat demikian kpd org lain,,,sakit yg kita rasakan,,,sprti i2lah sakit yg org rasakan,,,

      25 Oktober jam 11:57 · Tidak SukaSuka · 1Hukum Hindu menyukai ini.
    • Agus ArywibowoKesadaran bathin harus dimiliki,,,,

      25 Oktober jam 12:04 · Tidak SukaSuka · 1Memuat…
    • Hukum Hinduinggih keduanya benar, namun perlu penjabaran.

      25 Oktober jam 13:09 · SukaTidak Suka
    • Emmanuel Ahmadadmin > mksudny pnjabaran yg bgmn ???,,,

      25 Oktober jam 13:26 · Tidak SukaSuka · 1Memuat…
    • Agus ArywibowoApabila pemahaman filsafat kita bisa selaras dengan kesadaran dalam bathin,,,rasanya kita bisa berbuat sesuai dgn hal diatas,,,dan menganggap segala sesuatunya adalah kebutuhan bathin kita,,bukan beban bagi kita,,,,,

      25 Oktober jam 15:43 · Tidak SukaSuka · 1Memuat…
    • Dhamma Ahiṃsājika kau tidak mau dicubit karena sakit, maka janganlah mencubit orang lain karena dia juga tidak mau dan sakit.

      25 Oktober jam 16:15 · Tidak SukaSuka · 1Memuat…
    • Hukum Hindutafsir saudara diatas masih menggunakan analogi, coba ditafsir berdasarkan uraian.

      Suka

Hukum Hindu

‎…amatlah susah menaikan batu ke gunung,tetapi sangat mudah menurunkannya.demikian pula berbuat baik atau buruk…(SS)

238 ImpresiJumlah kotor cerita ini muncul di Dinding Anda dan Kabar Berita milik Penggemar Anda. · 5,04% Umpan balikJumlah Komentar dan Suka per tampilan

Tidak SukaSuka · · Bagikan · 25 Oktober jam 9:28 melalui seluler ·
  • Anda dan 8 orang lainnya menyukai ini.
    • Emmanuel Ahmadsmg kita semua sllu dlm bimbinganNya,,,

      25 Oktober jam 9:40 · SukaTidak Suka
    • Hukum Hindu astungkara..amin.
      semoga selalu berpegang pada prinsip-prinsip Dharma

      25 Oktober jam 9:54 · SukaTidak Suka · 1Nayla Faradilla menyukai ini.
    • Dhamma AhiṃsāPerbuatan baik jadi berat karena ada beban, yaitu beban ke-aku an, semua perbuatan baik dikaitkan dengan untung rugi aku. jika kita melepaskan kemelekatan ke-akuan maka, beban akan sirna & ringan dilakukan.

      25 Oktober jam 16:18 · Tidak SukaSuka · 1

Hapus Kiriman

Hukum Hindu

Jangan menyentuh semua ini dengan kaki; Api,Brahmana,Guru,Sapi,Gadis,Anak kecil dan Orang tua (Rajaniti samuccaya VII.6)

244 ImpresiJumlah kotor cerita ini muncul di Dinding Anda dan Kabar Berita milik Penggemar Anda. · 5,74% Umpan balikJumlah Komentar dan Suka per tampilan

Tidak SukaSuka · · Bagikan · 23 Oktober jam 10:35 melalui seluler ·
  • Anda dan 11 orang lainnya menyukai ini.
    • Ketut RaiyantoOm suasty astu,,,maaf sblmnya kl prtnyaan sya ini bgtu bodoh,,,bgaimna dgn upcra brjln d ats bara(bara=api) yg d lkkan umat hindu d india sperti yg prnh sya dgar(saya lupa apa nma upcra tsb),,kan sperti d blang jgn mnyentuh api dgan kaki,,,,trimaksh sy acpkan…Om santi,santi,santi Om

      23 Oktober jam 11:27 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Hukum Hindu jika itu suatu ritual didalam sebuah tradisi,itu ada pengecualiannya. api yg dimaksud adalah api tempat kita masak

Hukum Hindu

Budha bersabda “jangan marah bila engkau dihina,sebab orang marah tidak bisa membedakan mana yg benar dan mana yg salah”

250 ImpresiJumlah kotor cerita ini muncul di Dinding Anda dan Kabar Berita milik Penggemar Anda. · 4,80% Umpan balikJumlah Komentar dan Suka per tampilan

Tidak SukaSuka · · Bagikan · 22 Oktober jam 23:10 melalui seluler ·
  • Anda dan 10 orang lainnya menyukai ini.
    • Mas Roman Jika engkau ingin marah.., marahlah dg kelembutan hatimu…. Tuhan tidak prnah melarang engkau marah atau apapun… Karena Tuhan telah menciptakan marah untukmu…. Tuhan tidak menyalahkan&membenarkanmu… Tapi pahami alam sekitarmu dg hati&pikiranmu yg jernih…,menyatulah dg dirimu,dg alamu,dg Tuhanmu…. Untuk hidupmu&hidupku…. Salam….

      23 Oktober jam 2:24 · Tidak SukaSuka · 1Memuat…
  • Tulis komentar…

Hapus Kiriman

Hukum Hindu

salah satu Agenda Mahasabha IX PHDI,Minggu besok adlh mnentukn Padma Bhuana Nusantara(9 pura di penjuru angin Indonesia)

302 ImpresiJumlah kotor cerita ini muncul di Dinding Anda dan Kabar Berita milik Penggemar Anda. · 4,64% Umpan balikJumlah Komentar dan Suka per tampilan

Tidak SukaSuka · · Bagikan · 22 Oktober jam 13:33 melalui seluler ·
  • Anda dan 11 orang lainnya menyukai ini.
    • Kadek GunartaSemoga tidak hanya berada di Jawa atau Bali….

      22 Oktober jam 15:41 · Tidak SukaSuka · 1Memuat…
    • Hukum Hindu yang namanya Padma bhuana nusantara , sudah pastinya di seluruh indonesia. di timur pura di papua, barat di sumatra (medan), selatan di Bali. tengah diperkirakan mau ditetapkan pura yang di tarakan.

Hukum Hindu

CNs.VII.12:
Janganlah hidup terlalu lurus atau terlalu jujur, sebab begitu Anda pergi ke hutan Anda akan melihat bahwa pohon-pohon yang lurus ditebang, sedangkan pohon-pohon yang bengkok dibiarkan hidup.

267 ImpresiJumlah kotor cerita ini muncul di Dinding Anda dan Kabar Berita milik Penggemar Anda. · 9,74% Umpan balikJumlah Komentar dan Suka per tampilan

Tidak SukaSuka · · Bagikan · 22 Oktober jam 0:30

·

  • Anda dan 10 orang lainnya menyukai ini.
  • 2 yang dibagikan
    • Tri BlakaSukmayg lurus banyak d manfaatkn….

      22 Oktober jam 0:33 · Tidak SukaSuka · 1Memuat…
    • Mas RomanBenar…. menurut kebutuhan….

      22 Oktober jam 1:23 · Tidak SukaSuka · 1Memuat…
    • Andre M Nyomanbner bgt…adaptasi penting

      22 Oktober jam 6:13 · Tidak SukaSuka · 1Memuat…
    • Budi Pratamastidaknya d gunakan lbih dahulu,meski d tebang setidaknya adlh bentk pengorbanan untuk sebuah kemanfaatan yg lain..

      22 Oktober jam 7:19 · Tidak SukaSuka · 2Memuat…
    • Putra Astawa Odahkenapa yaaa……. yang lurus selalu ditebang….?????

      22 Oktober jam 7:20 · Tidak SukaSuka · 1Memuat…
    • Sudharma Yamkomungkin karmanya pohon” meningkat menjadi sesuatu yg dibutuhkan sehingga bisa menjadi berguna dan bermanfaat bagi bnyk orang. namun dalam kehidupan sekarang kejujuran menjadi sesuatu yg situasional”

      22 Oktober jam 10:16 · Tidak SukaSuka · 1Memuat…
    • Kadek GunartaOrang sering bilang “Yang jujur malah ajur (hancur)…”

      22 Oktober jam 13:16 · Tidak SukaSuka · 1Memuat…
    • Kadek GunartaUntuk yang mau nebang pohon, sebaiknya dipikirkan lagi sebelum menebang pohon… karena pohon banyak gunanya dan akan lebih berguna kalo tidak ditebang. Dan sebaiknya menebangnya pada pagi hari, karena biasanya… lurus-lurusnya pas pagi hari.

      22 Oktober jam 13:18 · Tidak SukaSuka · 1Memuat…
    • Agus MulyonoHahaha.. wahh Bisa aja kadek ini’ tapi betul juga itu :-D

      22 Oktober jam 13:30 · Tidak SukaSuka · 2Memuat…
    • Hukum Hinduada 5 macam kebohongan yang dibenarkan yg disebut Panca Nrta. monggo dicari dan direnungkan ke 5 hal tersebut.

      22 Oktober jam 14:01 · SukaTidak Suka · 1Kadek Gunarta menyukai ini.
    • Kadek Gunarta‎… langsung ke Googling….

      22 Oktober jam 15:24 · Tidak SukaSuka · 1Memuat…
    • Kadek Gunarta‎…akhirnya ketemu juga, walo cuman sebait….

      22 Oktober jam 15:33 · Tidak SukaSuka · 1Memuat…
    • Kadek GunartaDi Bali kami memiliki Panca Nreta atau “lima diperbolehkan kebohongan”. They include, lying to a child to protect it from danger or from making a “spiritual mistake”. Mereka termasuk, berbohong kepada seorang anak untuk melindunginya dari bahaya atau dari membuat suatu “kesalahan spiritual”. For example we might say: “don’t sit on the pillow because it will give you boils.” Sebagai contoh kita dapat mengatakan: “jangan duduk di atas bantal karena akan memberi Anda mendidih.” That’s because the head is more sacred than the lower parts of our body, so we don’t want the child to sit on a place reserved for the head. Itu karena kepala itu lebih suci daripada bagian bawah tubuh kita, jadi kita tidak ingin anak untuk duduk di tempat khusus untuk kepala.

      22 Oktober jam 15:33 · Tidak SukaSuka · 1Hukum Hindu menyukai ini.
    • Kadek GunartaMungkin ada dharmawan (penganut Dharma) lain yang mau menambahkan….???!!

      22 Oktober jam 15:39 · Tidak SukaSuka · 1Memuat…
    • Tu Momo Suryaatmaja kebohongan apa saja yang dibolehkan?

Hukum Hindu

‎”..dosa orang yang memberikan keramahtamahan kepada tamu akan dihapuskan”..
(Atharvaveda IX.6.1)

318 ImpresiJumlah kotor cerita ini muncul di Dinding Anda dan Kabar Berita milik Penggemar Anda. · 10,38% Umpan balikJumlah Komentar dan Suka per tampilan

Tidak SukaSuka · · Bagikan · 21 Oktober jam 11:38 melalui seluler ·
  • Anda dan 10 orang lainnya menyukai ini.
    • Dhitz BalboaRealy?

      21 Oktober jam 12:00 · SukaTidak Suka
    • Hukum Hindu its really..didalam tradisi India bahkan tamu itu bagaikan dewa yg mengantar seseorang ke sorga.

      21 Oktober jam 12:05 · SukaTidak Suka
    • Hukum Hinduuraian tentang pentingnya penyambutan tamu dan berderma makanan diuraikan didalam beberapa Dharmasastra

      21 Oktober jam 12:07 · SukaTidak Suka
    • Dhitz BalboaBukankah dosa,tetap harus kita pertanggung jawabkan? Seperti hukum karma..

      21 Oktober jam 12:08 · SukaTidak Suka
    • Agus ArywibowoIya min,,,dosa kan pasti kita bawa,,,sradha kita mengajarkan begitu,,,

      21 Oktober jam 12:09 · SukaTidak Suka
    • Nengah RudiaGimana kalau tamunya gak membalas keramahan kita? (Jutek,merengut,gak sopan dll)

      21 Oktober jam 12:15 · SukaTidak Suka
    • Nengah RudiaGimana kalau tamunya gak membalas keramahan kita? (Jutek,merengut,gak sopan dll)

      21 Oktober jam 12:16 · SukaTidak Suka
    • Nengah RudiaGimana kalau tamunya gak membalas keramahan kita? (Jutek,merengut,gak sopan dll)

      21 Oktober jam 12:19 · SukaTidak Suka
    • Hukum Hindunengah rudia.. air tuba tetap dibalas dengan air susu.

      21 Oktober jam 12:42 · SukaTidak Suka
    • Hukum Hindu dhitz and agus … dosa dapat dihapuskan (dikurangi) dengan perbuatan baik,berjapa,ramah kepada tamu,prayascita.dll

      21 Oktober jam 12:47 · SukaTidak Suka
    • Gede Strukhow many % shall trust this? n have you feel it

      21 Oktober jam 12:59 · SukaTidak Suka
    • Hukum Hindugede struk.. srawanam atau pelayanan keramahtamahan nilai kebenaranya tidak terukur dengan presentase

      21 Oktober jam 13:10 · SukaTidak Suka
    • Dhitz BalboaPatut diamalkan.

      21 Oktober jam 13:14 · SukaTidak Suka
    • Agus Arywibowo Logika membalas air tuba dengan air susu merupakan logika org hebat,,,,smoga kita bisa,,,karena merupakn salah satu sifat Tuhan,,
      Terima kasih,,,saya baru tahu cara pengurangan dosa,,,di kitab apa ya dihimpun??

      21 Oktober jam 13:14 · SukaTidak Suka
    • Madech Ra Rakeesadakah dosa seorang tamu jika bertamu pada saat yng kurang pas,……penyeimbang timbal balik.

      21 Oktober jam 14:07 · SukaTidak Suka
    • Madech Ra Rakeespengalaman pribadi, suatu hari aya merasa bersalah pd teman yg saya kunjungi,pd saat itu dia lagi kerja dirumahnya ,dn krn meladeni saya akhirnya 1drum penuh minyaknya tumpah,dn saya merasa bersalah datang pada saat yg kurang tepat.

      21 Oktober jam 14:16 · SukaTidak Suka
    • Nengah RudiaKita wajib menghormati tamu, dan tamu pun harus bisa menghormati tuan rumah juga dong ya ndak mas

      21 Oktober jam 16:00 · Tidak SukaSuka · 1Memuat…
    • Hukum Hinduagus.. didalam weda, didalam dharmasatra,bhagavad gita. contoh penebusan dosa didalam dharmasastra; seseorang yang terbukti bersalah membunuh seorang maka ia akan dijatuhi hukuman mati, ia menerima hukuman mati itu dengan besar hati . maka roh atau jiwa orang itu akan diselamat karena dosanya sudah ditebus dengan kematian olehpenegak dharma.

      21 Oktober jam 16:48 · SukaTidak Suka
    • Hukum Hindumadechh .. sejauh yang saya ketahui, tidak ada. mungkin saja suatu kebetulan dia kurang waspada,

      21 Oktober jam 16:50 · SukaTidak Suka
    • Hukum Hindujika pemutus ikatan duniawi (penebusan dosa) tidak ada, maka selamanya jiwa tidak akan pernah kembali kepadaNya, tidak akan ada istilah moksa. didalam bhagavad gita disebutkan bahwa dalam bekerja dilaksanakan sebagai persembahan, yang disebut “akarma ” yaitu bekerja sebagai tidak bekerja, dengan kata lain bekerja adalah elayanan, bekerja adalah ibadah, maka seseorang tidak akan terikat leh dosa atau tidak terikat oleh hukum karma.

      21 Oktober jam 16:56 · SukaTidak Suka
    • Hukum Hinduakarma tersebut juga termasuk cara penebusan dosa atau melepaskan kita dari huku karma.

      21 Oktober jam 16:59 · SukaTidak Suka
    • Agus Arywibowo Admin_ suksma papa admin,,,,,
      Saya sedang berusaha mencapai akarma
      Semoga bisa,,,,

Hukum Hindu

Namakarana Samskara     K…

258 ImpresiJumlah kotor cerita ini muncul di Dinding Anda dan Kabar Berita milik Penggemar Anda. · 6,20% Umpan balikJumlah Komentar dan Suka per tampilan

Tidak SukaSuka · · Bagikan · 21 Oktober jam 5:33
  • Anda dan 8 orang lainnya menyukai ini.
  • 1 share
    • Hukum Hindu bersambung http://www.hukumhindu.com/2011/09/3556/

      21 Oktober jam 5:34 · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Gek’x Chintolong dung info’a tentang prosesi upacara munggah deha yang disertai dgn upacara mewinten,,,, :)

      21 Oktober jam 6:26 · SukaTidak Suka
    • Hukum Hindu Upacara menek deha (Rajaswala)
      Arti Upacara ini dilaksanakan pada saat anak menginjak dewasa. Upacara ini bertujuan untuk memohon ke hadapan Hyang Samara Ratih agar diberikan jalan yang baik dan tidak menyesatkan bagi si anak.
      Sarana Banten pabyakala, banten prayascita, banten dapetan, banten sesayut tabuh rah (bagi wanita), banten sesayut ngraja singa (bagi Iaki-laki), banten padedarian.
      Waktu Upacara menginjak dewasa (munggah deha) dilaksanakan pada saat putra/ putri sudah menginjak dewasa. Peristiwa ini akan terlihat melalui perubahan-perubahan yang nampak pada putra-putri. Misalnya pada anak Iaki-laki perubahan yang menonjol dapat kita saksikan dari sikap dan suaranya. Pada anak putri mulai ditandai dengan datang bulan (menstruasi) pertama. Orang tua wajib melaksanakan upacara meningkat dewasa (munggah deha) ini.
      Tempat Upacara dilaksanakan di rumah.
      Pelaksana Dilakukan oleh Pandita / Pinandita atau yang tertua di dalam lingkungan keluarga.
      Tata cara Dalam upacara meningkat dewasa, pertama-tama putra / putri yang diupacarai terlebih dahulu mabyakala dan maprayascita. Setelah itu dilanjutkan dengan natab sesayut tabuh rah (bagi yang putri), sayut raja singa bagi yang putra.

      21 Oktober jam 6:29 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Hukum Hindu UPACARA MAWINTEN

      1. URAIAN UPACARA

      Upacara ini bertujuan untuk mohon waranugraha akan mempelajari ilmu pengetahuan seperti kesusilaan, keagamaan, weda dsbnya.

      Pemujaan disini diutamakan kehadapan tiga dewa yaitu : betara guru sebagai pembimbing (guru), betara gana, sebagai pelindung serta pembebas daris egala tintangan / kesukaran, dan dewi Saraswati sebagai dewi penguasa ilmu pengetahuan.

      1. SUSUNAN UPAKARANYA

      Sebagai pasaksi adalah : peras, ajuman, daksina, banten “saraswati” dan sebuah cakepan (pustaka). Di depan Sanggar Pasaksi : banten pawintenan serta perlengkapannya/tataban. Untuk yang akan mawinten : tiap orang menghadapi banten-banten peras 1 tanding, byakala, dan segehan untuk bhuta.

      1. PENJELASAN BEBERAPA BUAH BANTEN

      1. BANTEN SARASWATI

      Sebuah tamas yang berisi pisang mas, bubur precet 22 takir, bubur dibungkus dengan daun beringin 22 biji (dibungkus dengan keraras 22 biji, air cendana, empehan, madu nyahnyah gula kelapa, serta jajan-jajan yang lain, buah-buahan, canang mererepe, lenge wangi buratwangi, dan canang sari. Di samping itu pada tamas yang lain diisi bunga-bunga yang berwarna putih seperti menuh, gambir yang melukiskan Dewa Gana, tunjung sudamala, cecek dll.

      1. BANTEN PAWINTENAN (YANG KECIL)

      Alasnya adalah kulit sesayut, diatasnya diisi sebuah tumpeng dengan puncaknya telur itik yang direbus, ikannya itik putih yang diguling, dilengkapi dengan buah-buahan, jajan, jaja saraswati 11 buah dllnya.

      Perlengkapan untuk ngarajah adalah : lekesan dengan ujungnya berisi tunjung biru, pinang 25 buah. Lekesan 25 buah ini dipakai sebagai labahan.

      Kemudian lekesan yang sama lagi 3 biji tetapi berisi tulisan triaksara (Ang, Ung, Mang). Sirih ini akan ditelan (until). Lain dari pada itu terdapat madu 1 takir dan tangkai sirih sebanyak orang yang akan mawinten. Ini dipakai untuk ngarajah. Ngarajah (rerajahan) dan madu diperlukan apabila diadakan pawintenan Pemangku. Sedangkan pawintenan Saraswati (untuk permulaan belajar) tidak diperlukan rajahan, peguntingan dan madu.

      klik disini http://wahana08.wordpress.com/2009/11/11/upacara-manusa-yadnya/)

      wahana08.wordpress.com

      PEGEDONG-GEDONGAN 1. URAIAN UPACARA : Upacara ini ditujukan kehadapan s…i bayi yang ada di dalam kandungan dan merupakan upacara yang pertama kali dialami sejak terciptanya sebagai manusia….Lihat Selengkapnya
      21 Oktober jam 6:34 · SukaTidak Suka ·
    • Gek’x Chinterima kasih,,,

      21 Oktober jam 6:35 · Tidak SukaSuka · 1Memuat…
    • Vyavasaya-atmika Santim VipasatahWow sungguh bermanfaat suksme

      21 Oktober jam 11:07 · Tidak SukaSuka · 1Memuat…
    • G.a. Arimakasi

Hukum Hindu

Dharma adalah prinsip dasar yang bergerak dan tidak bergerak di dunia ini. Di dunia, manusia hendaknya bergairah mengikuti Dharma (hukum)

278 ImpresiJumlah kotor cerita ini muncul di Dinding Anda dan Kabar Berita milik Penggemar Anda. · 6,12% Umpan balikJumlah Komentar dan Suka per tampilan

Tidak SukaSuka · · Bagikan · 20 Oktober jam 21:59

·

  • Anda dan 12 orang lainnya menyukai ini.
    • Agus Arywibowo Misalnya: kita tidak percaya Tuhan,,tetapi selalu berbuat kebaikan,,,,
      Org seperti itu bagaimana filsafatnya?? Adakah sloka yg menjelaskan mengenai kasus seperti itu??

      20 Oktober jam 22:11 · SukaTidak Suka
    • Hukum Hinduoang2 yg seperti itu adlh mengenal tuhan dengan Karma yoga.. sloka tentang karma marga didalam bhagavad gita da banyak,

      20 Oktober jam 22:27 · SukaTidak Suka
    • Hukum Hindubekerja sebagai tidak bekerja (akarma) seseorang akan terbebas dari dosa dan ikatan duniawi (moksa).(bhagavad gita)

      20 Oktober jam 22:29 · SukaTidak Suka
    • Agus Arywibowo Suksma ,,,,,

Hukum Hindu

bagi seseorang yg membunuh orang sewaktu terjadi perkelahian, (hukuman) mati dengan siksaan (dikenakan).
(Arthasastra)

304 ImpresiJumlah kotor cerita ini muncul di Dinding Anda dan Kabar Berita milik Penggemar Anda. · 4,61% Umpan balikJumlah Komentar dan Suka per tampilan

Tidak SukaSuka · · Bagikan · 20 Oktober jam 13:51 melalui seluler ·
  • Anda dan 9 orang lainnya menyukai ini.
  • 2 yang dibagikan
    • Dhitz BalboaSiksaan spt apa? Dirajam kah?

      20 Oktober jam 13:55 · SukaTidak Suka
    • Anto Sugiarto Berkata‎”Hai orang2 yang beriman diwajibkan bagi kamu qishash atas orang-orang yg dibunuh. Orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita.Barangsiapa mendapat ma’af dari saudaranya, hendaklah yg mema’afkan mengikuti dengan cara yg baik, dan hendaklah (yg diberi ma’af) membayar (diat) kepada yg memberi ma’af dengan cara yang baik.” (Al qur’an)

      20 Oktober jam 14:03 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Hukum Hindu Ditz … ya di panah(ditembak).
      dirajam,, dan lain sejenisnya.
      anto… terima kasih atas masukannya..

      20 Oktober jam 14:36 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Anto Sugiarto Berkata Terima kasih kembali.
      Jika mereka sibuk mencari perbedaan, biarlah kita yg mencari persamaan.

Batalnya Perkawinan

‎”Walaupun seorang laki laki mungkin telah menrima seorang gadis atau dikawini sesuai menurut hukum, ia boleh meninggalkannya bila ia cacad berpenyakit atau telah diperkosa dan itupun bila telah diberikan dengan tipu daya” (MDs IX .72).

Tidak SukaSuka · · Bagikan · 30 Oktober jam 19:12·

  • Anda dan 5 orang lainnya menyukai ini.
  • 1 share
    • Artama Negarameninggalkannya bila cacat??? mksdnya apa?

      30 Oktober jam 19:18 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Goes Santanaenak bgt jd laki. . ! Abiz manis spah dbuang. . ! Hukum apaan nech. . !

      30 Oktober jam 19:24 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Hukum Hinduartama.. cacat sperti sakit lepra, gila. dll

      30 Oktober jam 19:26 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nengah RudiaBagaimana kalau sebaliknya???

      30 Oktober jam 19:27 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Hukum HinduGoes.. demikian juga untuk lelaki… menikah ada yang dirahasiakan (seperti tidak suci atau tidak perawan baiklaki maupun perempuan, memiliki penyakit yg tidak bisa diobatidll,) oleh istri atau suami. yang melanggar bisa digugat. maka dari itu seseorang yang mau menuikah harus mengakui kekurangan dari masing-masing mempelai.

      30 Oktober jam 19:28 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Nengah RudiaBagaimana kalau sebaliknya???

      30 Oktober jam 19:28 · SukaTidak Suka
    • Hukum Hindugoes.. sepertinya anda tidak mengerti tentang Hukum, belajar dulu brother agar bisa memahami sloka-sloka dharmasstra

      30 Oktober jam 19:29 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Goes Santana sip. , ! Mkax sy nanyak. . ! Lq sy ngrti kn gk perlu dtnya lg. . !
      Naa. . . Lq djelasin gni kn jd ngrti. . !

      30 Oktober jam 19:34 · Tidak SukaSuka · 2Memuat…
    • Goes Santana lq leh nanya lg. . . Brarti lq keburukan atau cacat tsb tlah ada pra nikah dn bru dketahui pasca nikah.. Itu yg dpt dgugat. . !
      Itu y maksudx. . ??

      30 Oktober jam 19:39 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Hukum Hinduya betul sekali.. karena itu sebelum menikah harus mengenali masing-masing calon pengantin, jangan baru kenal sebulan sudah menikah…

      30 Oktober jam 19:49 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Dek Popoapa tdk trkesan qta org yg kejam dan egois jika tidak bisa menerima kekurangan pasangan qta sprti itu…??

      30 Oktober jam 19:52 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Hukum Hindudek.. kalau tidak merasa dirugikan, ya gak masalah. suatu peristiwa hukum tidak bisa diselesiakn sendiri artinya setiap pelanggaran yang dilakukan seseorang tidak diputuskan pererongan (diri sendiri), harus melalui pengadilan dan pengadilan lah yang memutuskan sah atau tidak nya suatu pelanggaran.

      30 Oktober jam 20:00 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Agus Arywibowo Ini seperti urusan untung rugi,,,,
      Tapi,,,tergantung yg menjalani jg,,,,
      Salam Shanti dari saya,,,,

      30 Oktober jam 20:14 · Tidak SukaSuka · 1Memuat…
    • Wayan WarkaYang penting keterbukaan dan jujur serta saling pengertian kepada pasangan dn yg lbh penting lg bisa menerima dan melengkapi kekurangan pasangan itu sendiri.

      30 Oktober jam 20:48 · Tidak SukaSuka · 1Memuat…
    • Desi Luvpgreenklo ada seorang yg sudah berkeluarga, kemudian selingkuh… lalu hukum apa yg ditegakkan dlm hukum hindu ya?? apa ada jg tersirat hukuman scara niskala..?? suksma:)

      30 Oktober jam 22:48 · SukaTidak Suka
    • Artama Negaraselingkuh adl hal paling berdosa mnrt yg sy baca.Hukum Hindu: sy pikir bnyk yg melanggar hukum ini :)

      30 Oktober jam 23:51 · SukaTidak Suka
    • Hukum Hindudesy.. keluar rumah (kecuali ke rumah keluarga) tanpa sepengetahuan suami saja tidak dibenarkan. ia dikenakan hukum zina

      Senin pukul 7:44 · SukaTidak Suka
    • Artama Negaralalu bgmn jika suaminya yg b’selingkuh???

      Senin pukul 7:46 · SukaTidak Suka
    • Hukum Hinduseorang yg trbukti selingkuh dikenakan denda 24 pana dan kehilangan semua hak(warisan,perhiasan,pemberian),(arthasastra)

      Senin pukul 7:48 · SukaTidak Suka
    • Artama Negaraberlaku utk laki2 dan perempuan???

      Senin pukul 7:50 · SukaTidak Suka
    • Desi Luvpgreen‎24 pana itu seberapa? tp rasa’x gda yg dicabut deh hak waris’x krn selingkuh, heeee

      Senin pukul 7:55 · SukaTidak Suka
    • Hukum Hindu suami yg selingkuh,hukuman denda untuk kekerasan dikenakan.
      ber-cakap2 ditempat mencurigakan,hukum cambuk dikenakan

      Senin pukul 7:56 · SukaTidak Suka
    • Hukum Hindudesy… gak ada karena tidak ada yg melapor ke pengadilan,kalau dilaporkan bahkan bisa bercerai.

      Senin pukul 7:59 · SukaTidak Suka
    • Hukum Hindutanpa ada gugatan ke pngadilan,sloka-sloka diatas tidak ada artinya,karena hanya hakim yg memutuskan bukan individu

      Senin pukul 8:03 · SukaTidak Suka
    • Artama Negaramaaf, ini terpisah dari Veda kan???

      Senin pukul 8:07 · SukaTidak Suka
    • Hukum Hindu terpisah dari weda? maksudnya?.
      arthasastra merupakan kitab Upaveda,turunan dari dharmasastra dan atharvaveda

      Senin pukul 8:12 · SukaTidak Suka
    • Artama Negara sprtnya sy perlu banyak baca.
      terima kasih :)

      Senin pukul 8:19 · SukaTidak Suka
    • Desi Luvpgreen tp kan gda hakim hindu, yg ada kan universal hakim’x sesuai aturan uud’45…
      lagian hukum cambuk itu ga relevan lg zaman skrg dlakukan. gmn mnurut anda?

      Senin pukul 8:27 · SukaTidak Suka
    • Hukum Hindu bukan tidak relevan, hanya saja cara pandang manusia itu perlu dibenahi.
      hukuman dipenjara menurut saya itu kurang baik

      Senin pukul 8:37 · SukaTidak Suka
    • Hukum Hindugak ada hakim hindu memang ya,oleh karena itulah perlunya pengadilan agama hindu ataupun pengadilan adat,

      Senin pukul 8:41 · SukaTidak Suka
    • Hukum HinduGelar hakim Hindu di Bali masih banyak dipakai yaitu “PEDANDA” yaitu yg berhak memutuskan sanksi(danda,hukuman)

      Senin pukul 8:43 · Suka

Apakah Buddha akan senang kepada mereka yang mengaku penganut Siwa-Buddha tetapi melanggar ajaran Buddha?

Dikatakan Siwa dan Buddha itu satu.
Dikatakan agama Hindu di Bali adalah Siwa-Buddha.
Tapi apakah mereka telah menjalankan ajaran Buddha?
Atau hanya Siwa-Buddha “katanya” saja?
Dalam agama Buddha ada Panca-Sila yaitu 5 aturan untuk mencapai pencerahan. Di antaranya:
… 1. Larangan terhadap pencabutan nyawa.
2. Larangan untuk mencuri.
3. Larangan melakukan pelecehan seksual.
4. Larangan untuk berbicara kasar.
5. Larangan meminum minuman keras.
Tapi kenapa di Bali masih saja minum minuman keras dan mencabut nyawa? Apakah Buddha akan senang kepada mereka yang mengaku penganut Siwa-Buddha tetapi melanggar ajaran Buddha?Lihat Selengkapnya

Tidak SukaSuka · · Bagikan · 18 jam yang lalu·

  • Anda dan 10 orang lainnya menyukai ini.
    • Wayan SubrataSemua larangan itu di langgar tat kala kita dlm jalan dharma,contoh : membunuh musuh dlm perang,minuman tdk ada yg keras tp krn terlalu lebih saja kita meminumnya makanya menjdikan kita berlaku dan berbuat keras,hehehe cuma numpang lewat aja!

      18 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Artama Negara benar, kita tidak bisa menutup mata dgn keadaan yg terjadi di Bali (khususnya).
      minum alkohol b’lebih seolah dilegalkan, judi juga ada, seolah2 hal itu alat sosialisasi yg paling baik. Aneh memang tp nyata.

      18 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 1Memuat…
    • Tiwi Etika‎… kenapa di daerah North-East India orang2 Budha memiliki kelompok seperti FPI? padahal buddha mengajarkan jalan penyelesaian masalah dgn cinta kasih?

      18 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Gede Zion Apakah begitu maksudnya?
      Apakah kitab itu sama dgn apa yg kita maksudkan? Segampang itukah menafsirkan sebuah kitab?

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman MakerApa yg saya baca adalah tulisan yang isinya kacau balau.

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Tya Pncary CintaGede Zion la pie pak?

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Hukum HinduNyoman Maker, Alasan apa yang Bapak punya sehingga mengatakan tulisan ini kacau balau?

      17 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Artama NegaraTidak smua org Bali b’sifat jelek sprt itu, tp tdk sdkt jg org Bali yg b’sifat jelek, mata dan telinga harus dibuka lebar2.

      17 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 1Memuat…
    • Hukum Hindubaik_buruk keadaan masyarakat Bali harus diungkap,agar kita bisa brkaca pada kenyataan n agar tidk terbuai didalam mimpi

      16 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Artama Negarabenar, krn kenyataan yg ada di depan hidung kita lah yg terlihat :)

      16 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Agus Arywibowo Tergantung umatnya,,,
      Adat jg berperan,,,
      Ini bukan persoalan gampang,,,,,

      16 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Gede Strukitu kan cuman teori … tak kan bisa di jdikan landasan dalam kehidupan ini kan jaman uang dan kaliyoga toh pemda bali juga tak sepenuhnya waktu untuk ngurus masyarakatnya.

      16 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Hukum Hinduoleh karena pmimpin tidak ada waktu untuk mengurusnya,marilah kita hidup teratur mulai dari diri sendiri

      14 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Artama Negaraexactly :)

      14 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Agus Swastika Pasimpangan kta tdak melanggar ajaran budha.
      namun itu adalah adat yg tdak bsa d lepaskan dari hindu d bali.
      ajarajan agama hindu d bali adalah adaptasi dari agama dan budaya.
      menbunuh untuk yadnya itu d bemarkan.
      mempergunakan minuman keras adalah jatah untuk para butha.
      itu yg menbedakan hindu d bali dengan hindu d tempat lain.

      14 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Hukum Hinduagus.. ya betul,, Hukum adat (tradisi) merupakan salah satu sumber Hukum Hindu,tradisi yg dirusak akan menghancurkannya

      14 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Hukum Hindu yg jadi permasalahan;penyelewenganDharma brsembunyi dibalik adat,contoh;Tajen,maceki dipura,mabuk2an saat upacara adat

      14 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Hukum Hindu Tradisi, kebiasaan, istilah dalam Hindu disebut desadhidharma. Namun dalam asas-asas hukum, tidak semua kebiasaan itu benar.

      Pandai-pandai menyaring. Benar yang dikatakan di atas, jangan bersembunyi di balik adat.

      12 jam yang lalu · Suka

Sarassamuccaya sebagai kitab suci Hukum Hindu, seyogianya semua umat Hindu memilikinya

Sarassamuccaya sebagai kitab suci Hukum Hindu, seyogianya semua umat Hindu memilikinya, cukup untuk membentengi diri

Tidak SukaSuka · · Bagikan · 14 jam yang lalu melalui seluler ·
  • Anda dan 7 orang lainnya menyukai ini.
    • Supadma Wayan Kalau memiliki tapi tidak dpelajari? Kalau dipelajari tapi tidak dilaksankan? Kalau dilaksanakan tapi tidak tahu itu adalah bgian dari Sarassamuccaya?
      Menurut pandangan saya, asal sesuai dengan Tattwa, meski dari sumber kitab Hindu asalkan dwujudkan dengan Aplikasi itulah “Dharma Prawerti ngaran ira”

      14 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Wayan SubrataDgn memiliki saja blum bisa dipakai benteng kalau blum dibaca,dihayati dan diamalkan sesua kaidah dharma, met siang !

      14 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Supadma Wayan Maaf ya saya sudah berkomentar.Siang jg.
      Betul, Dharma Prawerti itulah benteng diri, Dharma sebagai benteng yang maha kokoh. Dharma itu pula yang akan menjadi senjata diri. Mungkin kita tidak bisa sepenuhnya mengamalkan Dharma tetapi usaha dan kemauan diri utk mengamalkan Dharma akan memberikan kekuatan alami.
      Hukum Hindu juga dasarnya adalah Tattwa Hindu,tentunya untuk masalah hukum Hindu saya Masih belum memahi,maklum saya bkn org hukum,hehehe

      14 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Hukum Hindujika sudah dimiliki tidak dipelajari dan tidak dipraktekan buat apa? ilmu yg tidak dipraktekan menjadi racun(Rajaniti)

      13 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Supadma WayanJadi kesimpulanya, Tattwa Hindu yg menjadi sumber Hukum Hindu harus dimplementasikan pada kehidupan didunia ini. Ketika kita belajar tentang hakekat Dharma dan mampu juga mempraktekannya dalam kehidupan sehari2 itulah Maharsi Agung. Tapi untuk tataran saya sebagai manusia biasa yg penuh dengan kekurangan mungkin belum bisa menjadi orang yg Maha seperti Maha Rsi yg Agung penerima wahyu Weda.

      11 jam yang lalu · Tidak SukaSuka · 2

ngobrol, bersama teman ‘mantan hindu’, menarik

ngobrol, bersama teman ‘mantan hindu’, menarik…

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · 6 jam yang lalu melalui seluler
    • Kantha AdnyanaHe..he..kok mantan pa dia dach beralih ya ke lain ya

      8 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Nengah SumendraTerus apakah ngobrol dengan yang masih Hindu tidak menarik…?…xixixixi

      8 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Lasmini SunNu mnariky spt ap?

      8 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Dhanu Widjaja pak kanta, dia udah ngacir……
      Pak nengah, menarik sih, tapi ini ada yang baru…. Ada yang beda…. Hindu perspektif ‘mantan hindu’ he he he

      8 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Dharmayasa Andegimndptkan surga sm bdadari cntik kali pak…he he he…..!!!!!

      8 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Dhanu Widjaja alasan dia merelakan keluar dari hindu ini yang menarik buat saya…
      Dia bilang , mas, saya keluar dari hindu untuk bertahannya hindu di keluarga saya’….

      8 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Kantha AdnyanaLoch napa bertahannya HINDU di kel. hrs keluar dari HINDU

      8 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Ibk Susena Panida ‎….bisa diceritakan detail mas Dhanu Widjaja???? Ijin menyimak

      8 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Kantha Adnyana Loch komen dari Sudharma Yamko…kok hilang..

      7 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Dhanu Widjaja pak kantha dan tuaji…
      Dia anak pertama dari 5 bersaudara, setelah lulus sma suka sekali berorganisasi di hindu, sering sekali diskusi tentang hindu (berbau sosiologis), ia sadar betul kondisi umat hindu disekitar dia (klaten) bahwa sdmlah yg membuat hancurnya hindu.
      Singkat cerita ia mencari pekerjaan ke tangerang untuk bisa nyekolahkan ke 4 adiknya. Suatu saat ia akan naik jabatan (menjadi kepala divisi packing) ternyata ada hal yang mengganjal (dia harus masuk agama tertentu kalau mau ambil posisi itu). Sebenarnya dia tidak akan ambil posisi itu, namun ia teringat ke 4 adiknya… Adik yang nomor dua udah terlanjur tidak melanjutkan kuliah, masih ada 3 dik lagi yg menjadi tengung jawabnya….akhirnya ia memutuskan untuk ambil posisi itu dengan resiko ikut bernyanyi tiap hari minggu. Tetapi dengan begitu dia bisa membiayai adik no 3 -uliah di ugm, adik no 4 kuliah di sthd dan no 5 masih smp….. Keluarga semua masih hindu…..

      7 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 5Memuat…
    • Sudharma Yamko Osa Pak Kantha Adnyanamaaf komputer tyang yg lg eror Pak,, jd kehapus,, :)

      7 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Kantha AdnyanaWahhh ini seperrti makan buah simalakama saja…makan yg ini kalah , ga dimakan itu kalah…..hanya satu tebalkan Srda

      7 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Sudharma Yamko‎:(, faktor ekonomi, & keluarga membuat seseorang harus rela melepaskan agama’

      7 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Kantha Adnyanayang tiang watirkan nanti bgt dia sudah penuh doktrin…semua adik2 n kel diajak ke kris…..bahaya ne

      7 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Ib Adnyanaitu artinya dia melakukannya dengan kesadaran penuh.

      5 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Kiesha DewiKok sy ykin yo, suatu ktika dia bs plng lg ke hindu, Pak Dhanu..

      3 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Dewa Astadysradha tdk dibeli dgn uang

      2 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Idk SudiartanaMasih banyak orang HINDU mengalami hal serupa dengan cerita di atas dan ekonomi mereka juga pas-pasan tapi tetap berpegang pada yang hakiki “HINDU”. mungkin ini satu perkecualian hanya karena jabatan dia mengorbankan JATIDIRINYA.Karma akan membuah Pahala.

      2 jam yang lalu · Suka
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: