Arsip Penulis

Mendengarkan teman muslim cerita makan sapi

Chy Unyu Maheswari

Mendengarkn tman2 muslim yg dgn bangga’ N bhagiax brcerita ttng pmbagian N psta p0ra menyantap daging sapi. . . . . . .
S’olah2 mrka brbahagia d ats duka umat Sedaharma. . . . .

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · Minggu pukul 21:24 melalui seluler
    • Niloh Nirmala Jatieitlh sbt, tp in smua kt tk bs ap2, ibrat mrk brpsta d ats jeritan hewan2 it.

      Minggu pukul 21:27 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Menny MartinahBukanx Sapi2 itu d jadikan Qurban,, klo mgkn kt bs menganggap mereka menyembelih sapi sama dgn kt menyembelih hewan yg d maksudkan untuk yadnya (Qurban), bukankah itu artinya kita menolong sang roh yg terperangkap d tubuh hewan tersebut, untuk d kemudian hari agar bisa terlahir d tingkatan yg lbih tinggi…..??

      Minggu pukul 22:08 · SukaTidak Suka · 4Memuat…
    • Fajarini ManuabaMbok Menny@ Pernah tyg baca di buku Visnu Purana kalau membunuh makhluk hidup akan menghambat proses Samsara karena makhluk hidup itu harus mengulang lagi kehidupanx pada fase terjadix pembunuhan tsb,itulah dasar dari ajaran Ahimsa. Mengenai pembunuhan untuk Yadnya yg ‘meningkatkan’ kedudukan makhluk hidup pd Reinkarnasi berikutx Mbok kutif dr mana? Suksme

      21 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Menny MartinahFajarini Manuaba : Coba dh cek doa yg kita ucapakan saat kita menyembelih hewan….

      Tyang pernah bc buku yg mengatakan seperti itu, hanya sj judulnya g inget apa… tp makna yg tyang pahami demikian…

      19 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Dex Arya Agpkita sebagai umta Hindu yang baik, harus mampu berpkir lebih mendalam tentang penyemblihan sapi2 qurban tersebut, agar tidak terjadi kesalah pahaman yang menimbulkan perpecahan bangsa. memang sacar nyata kita menyayangkan pembunuhan sekian banyak sapi untuk qurban,ap lagi sapi sebagai binatang suci agama Hindu, tp kita hrus berpkir lbih dari pada itu, dalam kitab Bhagawad Gita menyebutkan membunuh untuk Dharma memang akan membantu pelepasan sang Roh untuk mendapat tempat yang lebih baik.

      18 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Chy Unyu Maheswari Kta Pak Ustad mkna dri k0rban it sndri adlh “mg0rban kn ssuatu yg qt mliki N qt sygi utk brbgi pda fkir miskin,sbg ucp syukur kpd Allah ats kbhagiaan/kkya’n yg mrka pnya”
      tp knyata’nx hsil k0rban trsbut gk tpat sa2ran, bkan fkir miskin tp msyarakat skitar k0mplek az yg brebut utk mdpatkn kupon pmbgianx. . . N kbnyakan dri mrka mampu2 az ek0n0mix. . . . .

      N mnrut mrka2 yg sring brtgas sbgai pnyembelih’x mgakui bhw sbnrx sblum pr0ses pnyembelihan it para Sapi pun mnangis. . . Mka dri it sllu d sarankan saat pnyembelihanx sapi2 trsbut d pkaikan penutup kepala.

      17 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Menny MartinahChy Unyu Maheswari peruntukan daging qurban memang untuk fakir miskin n org2 yg tdk mampu atau ekonomi lemah,,, tp knp koq malah g tepat sasaran..?????

      Ciri khas org indonesia bukan, klo urusan pasang gaya, gengsi, g ada yg mau d bilang miskin apalagi ngaku miskin… tp pas ada pembagian Anugrah (Anu gratis..) seperti BLT, Beras, Daging Qurban…. langsung dh orang miskin jumlahx naik 300%……:D

      16 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Ngurahdira DiraItu masalah keyakinan, lebih baik kita membicarakan apa yang ad dalam agama kita sendiri,ketimbang membicarakan yang lain, bukankah di agama kita sendiri kita juga mengenal kurban? Sekarang terpentin kita lihat diri kedalam, apa kita sendiri sudah tidak pemakan daging?????

      16 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Menny Martinahsy masih jd omnivora…:(

      15 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Ngurahdira Dira Kalau kita masih omnivora lebih baik kita tdk usah komeni masalah pemotongan hewan qurban tersebut, kenapa kita mesti menerapkan standar ganda??

      ,

      15 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Menny Martinahlho..??? apa pula maksdx itu pak ngurah..

      14 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Chy Unyu MaheswariMenny martinah@ ky’x mank jd tradisi wrga ind0nesia ya mba’ jd mrasa miskin mnda2k????

      9 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Ngurahdira Dira‎@Menny Martinah : standar ganda, disatu sisi kita menerapkan ajaran cinta kasih termasuk tidak menyakiti dan membunuh binatang, namun dilain sisi kita memkan daging ataupun ikan, itu lho mar,,,

      9 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Menny Martinahmungkin supaya balance p ngurah…:)

      8 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Kama SultraDex Arya@ di Bhagavad Gita manax menyebutkan membunuh membantu sang roh mendapat kedudukan lbh baik ?

      5 jam yang lalu melalui seluler · Suka

alangkah baiknya kalau Hindu diluar Bali yang tidak ada banjar-nya

Nyoman Kurniawan

Saya punya tetangga di tempat saya ngubu di Ubung yang tidak punya banjar, sehingga ketika bapak-nya meninggal di-aben di Krematorium Santha Yana di Jl. Cekomaria. Total biaya ngaben plus langsung memukur adalah Rp. 24 juta dan selesai dalam satu hari.

Tadi pagi s/d siang saya kesana, ternyata ini jauh dari bayangan saya sebelumnya. Upakara-nya sangat khusuk. Lebih khusuk dari upakara ngaben biasa yang umumnya hingar-bingar dan megrudugan.

Pikiran saya, alangkah baiknya kalau Hindu diluar Bali yang tidak ada banjar-nya, konsepnya memakai konsep seperti ini saja. Bagus banget kok, :)

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · 03 November jam 16:14

    • Ib Adnyana Ijin ikut menyimak….
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

      03 November jam 16:59 melalui · SukaTidak Suka
    • Wayan Anjasjika di luar bali memang bagus, tapi kalau di bali????????

      03 November jam 17:05 · SukaTidak Suka
    • Mur Yaniyg penting niatnya bagus……

      03 November jam 17:18 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Kantha AdnyanaDi bali juga diterapkan dg konsep ini bagus juga…emengnya hrs seperti yg ada sekarang ini…..tapi liat desa,kala, patra….

      03 November jam 17:19 · SukaTidak Suka
    • Dewa Cakranegaramimih….berarti sama dengan mengajak orang Bali berhenti mebanjar, tidak usah menyama braya……mantap sebagai pikiran pribadi…berarti bertambah fakta baru bahwa Bali akan ilang semua identitasnya oleh orang yang memang malas menyama braya lewat banjar di Bali dan mau enaknya sendiri…mantap pak…..

      03 November jam 17:25 · SukaTidak Suka
    • Nyoman KurniawanBukan begitu pak… saya kan bilang untuk diluar Bali… dan untuk di Bali juga saya rasa bagus… saya MALUUU sekali sebagai orang Hindu Bali, hanya untuk pengabenan orang yang sudah meninggal saja kita masih sering SALING MENYAKITI… kejadiannya hanya 1-2 tapi dimuat besar-besar di internet dan di koran-koran Indonesia dan rusak jadinya nama Hindu Bali….

      03 November jam 18:02 · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Nyoman Kurniawankalau ada solusi seperti ini kan jauh lebih bagus ?

      03 November jam 18:02 · SukaTidak Suka
    • Kantha AdnyanaRasanya ga masalah asal sesuaikan dg sikon n kemampuan….masalah ngayah di banjar kita tetap laksanakan…karena itu merupakan warisan yg adi luhug…..

      03 November jam 18:05 · SukaTidak Suka
    • Nyoman Kurniawan nggih pak Kantha… sampai saat ini saya masih rajin dan enjoy mebanjar… tapi dalam kasus-kasus di tempat lain banyak juga faktor sentimen pribadi-nya, bukan karena orangnya malas… misalnya orang yang bekerja di luar Bali…

      03 November jam 18:07 · SukaTidak Suka
    • Vedanta Yogakedepannya krematorium bisa jadi solusi pengabenan, dssuaikan sikon dlngkungan masing2

      03 November jam 18:09 melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Ib Adnyana Yang ingin bergerak dalam jasa krematorium silakan siapkan diri….prospeknya bagus…..
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

      03 November jam 18:13 melalui · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman Kurniawan satu-satunya point yang saya kedepankan adalah –>> sebagai orang Hindu yang paling penting adalah saling menyayangi, bukan saling menyakiti, karena itulah dharma yang sebenarnya http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150315561166722

      Kemenangan dharma melawan adharma adalah, ketika ada orang yang menyakiti kita,… kita tetap bersikap sabar-damai, penuh kebaikan dan kasih sayang…Lihat Selengkapnya
      03 November jam 20:03 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Idk SudiartanaPak Nyoman tolong beritanya lebih detil sya sangat tertarik yang disampaikan itu karena saya hidup di luar bali tapi masih mebanjar di bali suksme

      03 November jam 20:35 · SukaTidak Suka
    • Nyoman Kurniawan nunas ampura pak Sudiartana, bagian yang mana yang ingin dijelaskan lebih detail?

      03 November jam 21:11 · SukaTidak Suka
    • Idk SudiartanaPak Nyoman tetangga tersebut tidak mebanjar terus dari kalangan manajakah yang turut ambil bagian dalam acara tersebut.

      03 November jam 21:21 · SukaTidak Suka
    • Nyoman KurniawanKrematorium Santha Yana ini untuk semua orang bli, dari semua kalangan [soroh] yang tidak mebanjar… terbuka untuk umum…

      03 November jam 21:44 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoeman Soekado Noemashinladhoadah nyem ne pelan tapi pasti organisasi banjar akan punah! seiring adanya jasa krematorium ini!! orang bali takut seng mebanjar ulian nyen bendan bangkene seng ade mragatan! klo amun be ade jasa keto luwung masin hidup lebih praktis amun ade nyame mati jeg serahin jak penyedia jasa, tinggal bayar ongkang2 kaki jumah! dadine hidupe aluhan ke MEJU!

      03 November jam 22:28 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Widhi Rhama Dharma Bhaktypak nyoman.. terus bagaiman klo orang jawa mau melaksanakan upakara di sana di terima ndakk… seperti saya ini

      03 November jam 22:46 · SukaTidak Suka
    • Nyoman KurniawanNyoeman Soekado Noemashinladho: hidup ini sudah penuh dengan kesengsaraan, jangan diperumit lagi dengan sikap kaku mati seperti itu… sistem banjar sangat ideal ketika jaman agraris [mayoritas petani] di jaman dulu… tapi jaman berubah dan sekarang kehidupan sudah sangat kompleks… sebagian besar bukan petani, ada yang kerja merantau, ada yang bekerja dengan aturan ketat, dll… jangan sampai dengan mebanjar kita kemudian SALING MENYAKITI… lebih baik buatlah hidup ini indah dengan kasih sayang dan pengertian… Hindu harus seperti itu, kalau tidak akan ditinggalkan… baca lagi : DITINGGALKAN…

      03 November jam 23:17 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Nyoman KurniawanWidhi Rhama Dharma Bhakty: tentu saja diterima dengan baik, he he he…

      03 November jam 23:18 · SukaTidak Suka
    • Widhi Rhama Dharma Bhaktyhe he he he

      03 November jam 23:20 · SukaTidak Suka
    • Gusti Ngurah Putrakalo banjar sendiri sudah tak relevan dengan cara hidup kita yang sudah berubah, wajar saja bajar ditinggalkan. saya sendiri saat ini berada dalam keadaan yang labil. pulang ke Bali ikut mebanjar lagi setelah pensiun sementara anak-anak saya mungkin tak mengenal dengan baik sistem banjar atau saya tetap saja di Jawa dengan sistem pengabenan dengan cara yang sederhana. tp ini pun juga masih dipengaruhi dengan pola pikir banjar di Bali. Melihat masyarakat dan umat Hindu yang semakin tersebar dan juga warga Hindu di Bali dengan diferensiasi pekerjaan, rasanya alternatif cara pengabenan seperti ini tetap menjadi pilihan agar jangan sampai kita menjadi jahat, orang yang sudah mati saja masih kita perlakukan dengan cara semena-mena. Memang ini salah satu tantangan besar umat Hindu yang tak bisa hanya ngotot mempertahankan banjar, tp sekaligus membiarkan dengan itu banyak orang semakin kecewa dengan agamanya sendiri lalu….melaib..

      03 November jam 23:44 · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Iwayan Sariada Sariadasareng rembuk,mungkin sistem banjarnya yg perlu di amademen mengikuti pola dr agraris ke bidang jasa.dan yg lebih fleksibel

      03 November jam 23:53 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Wayan Anjasngaben sederhana tidak hanya ada di jawa, kalau mau di bali juga bisa ngaben dengan biaya 500 ribu. untuk lebih jelas silahkan lihat di web ida pedanda gunung. bukahkan dalam ngaben ada tingkatan utama madya dan nista? tinggal pilih mau yang mana? silahkan.

      04 November jam 13:18 · SukaTidak Suka
    • Bawa Chakep MahadewaMimih mahal sekali klo ngaben n memukur ngerit palning besar cm 3jt dah plus mesangih mepetik metelubulanan, dan nyegara gunung!

      04 November jam 13:33 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Ade Mas Bagusyang buat khusuk, baik, buruk, besar, kecil, tinggi, rendah, adalah manusia itu sendiri…. semua kembali pada RASA. kalau istilah ngaben Ngerit dari dahulu sudah didengungkan oleh (tabik pikulun) Sri Empu dari Bestala… tetapi semua meboye… akan tetapi sesuai perkembangan jaman dipakai lagilah istilah ini…. kalau masalah “uyut ” ngga boleh metanem atau mebakar karena tidak mebanjar…. coba kita lihat kembali… apakah itu semua tidak dalam nilai politik ekonomi…

      04 November jam 13:34 · SukaTidak Suka
    • Nyoman KurniawanBawa: Harga Rp. 24 juta itu ngaben + memukur tingkat madya sampai selesai yang disingkat satu hari bro… kalau hanya ngaben saja, tingkat madya biaya Rp. 5 juta…

      04 November jam 13:35 · SukaTidak Suka
    • Budiartha WayanKalo diperhatikan masih byk banjar yg menerapkannya sistem sesuai jaman agraris dulu, harusnya banjar mesti disesuaikan dgn keadaan skrg di mana anggotanya mempunyai profesi yg berbeda-beda.. udah terkenal kalo pekerja karyawan swasta di bali byk yg minta libur utk ngayah di banjar.. shg pengusaha cenderung mencari tenaga di luar bali.. pada akhirnya org bali yg bisa-bisa byk menjadi pengangguran..

      04 November jam 13:37 · SukaTidak Suka
    • Bawa Chakep Mahadewa Gusti Ngurah Putra,, bagaimana contoh banjar yg takrelevan?? Adat awig dan suka duka adalah wahana gotong royong dan kemasyarakatan yg baik, jg sbg benteng pertahanan, setiap desa, dalam setiap upakara dan upacara mereka sangat antosias kanti ngutang gae matetulung!! Demi me nyame braya!! Tak mebanjar?? Ah care pan balang tamak, takut tuyuh takut mesuaka takut ngesor kole pang payu!! Yen onye sing mebanjat nyen kajak ngurus kayangan tigane??
      Jika ngaben perorangan dimana nunas tirta kayangan tiga?? Teka uli majar ajar dije maktiang sang pitara?? Ngelinggihang kemulan dije ngalih tirta kayangan tiga?? Di pasraman? Bise ngai?? Memada mada to?? Yg penting pis apa pragat!! Bisnis!

      04 November jam 13:40 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Iwayan Sariada Sariadamari sesuaikan degan jaman,dan jg jgn smpi mengilangkan identitas menyamebraye,

      04 November jam 13:43 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Nyoman KurniawanBawa: kalau di siwan tiang total biaya memukur hanya Rp. 700 ribu, xi xi xi…

      04 November jam 13:43 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Bawa Chakep MahadewaXixixixixi saya memukur aja cm 300rb mesangih n pemetik bin satus! Xixixixixi

      04 November jam 13:47 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Wayan Sukarmasaya pikir pola ini yang sedang diupayakan PHDI, karena itu krematorium bukan hanya yang tidak mabanjar…

      04 November jam 13:48 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Ib Adnyana Apa perlu kira-kira ada krematorium di setiap desa?….
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

      04 November jam 14:09 melalui · SukaTidak Suka
    • Budiartha WayanTidak perlu disetiap desa ada krematorium Pak, mungkin satu kabupaten ada satu sudah cukup bagus…

      04 November jam 14:10 · SukaTidak Suka
    • Kantha AdnyanaMantapppp ide ini perlu dikembangkan di jaman sekarang ini terutama masy. perkotaan…

      04 November jam 14:17 · SukaTidak Suka
    • Vajra SattvaAda baiknya menyimak dahulu,melihat, dan mengamati realitas, sebelum berburuk sangka, manusia pasti memiliki masalah dlm hdpnya, ntah karena dia atau akibat org lain serta kondisi,mencari solusi tanpa mendegradasi kehidupan sosialnya, dr pada nak mati mecegat, lebih baik berikan solusi, lalu ane hidup” ajak mepitungan, tdk smua ba dijawab dgn uang, uang hny bs menutupi saja dlm kurun wktu,hukum bisnis pasti jalan org busung aja mesti didatangkan dr luar, klpub ada dr lokal sdh dipajegin oleh nak dauh tukad, nak dauh tukad medagang canang, irage maan duman meggonggang lonto.. Len je pineh”in semeton tityang sami,ramahlah dgn saudaramu

      04 November jam 14:41 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Dewa Putramekelo-kelo dibali ten ade setra…investore lege ngidaang membangun BTN miwah Hotel….hehehehe..

      04 November jam 15:24 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Bawa Chakep Mahadewa Di negara yehembang orang mati keluarganya tak mengeluarkan uang sedikitpun semua di urus seke aben yg sprt sistem arisan, dr keperluan upakara wadah sampai makan dan kopi ditanggung seke,
      Ini contoh pemikiran yg modrn tapi membangun bukan berdikari suud mebanjar hehehehehehehe

      04 November jam 15:49 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Gusti Ngurah PutraBawa Chakep Mahadewa, sederhana aja. Banjar yang tak relevan adalah banjar yang tak mau berubah sesuai dengan perubahan dahsyat yang terjadi terutama dalam basis material anggota banjar. Ini bukan soal mekelid mebanjar atau menyame braya. Ini soal bagaimana melakukan pengaturan sedemikian rupa sehingga setiap orang dengan basis material yang berbeda-beda tetap bisa menyame braya. Jangan sampai banjar membelenggu warganya sehingga tak bisa memaksimalkan potensi yang dimilikinya.

      04 November jam 20:02 · SukaTidak Suka
    • Nyoeman Soekado Noemashinladhoprofesi n domisili ngak ngaruh ma kehidupan mebanjar! yang ngaruh itu adalah kamampuan kita bagaimana mengelola biar semua bisa mebanjar melalui awig2nya!

      04 November jam 20:19 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Gusti Ngurah Putrajelas berpengaruhlah… banjar yang relevan akan menyesuaikan diri dengan perubahan profesi dan tempat tinggal warganya…

      04 November jam 20:27 · SukaTidak Suka
    • Nyoeman Soekado Noemashinladhoane seng membanjar to be merasa ke keadannya sudah mencukupi, n tidak perlu orang lain nyalanan hidup, mottone ( loeloe-guagua)

      04 November jam 20:28 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Nyoeman Soekado Noemashinladhoane seng membanjar to be merasa ke keadannya sudah mencukupi, n tidak perlu orang lain nyalanan hidup, mottone ( loeloe-guagua)

      04 November jam 20:28 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Gusti Ngurah Putrabelum tentu.. itu pemikiran yang terlalu menyederhanakan.

      04 November jam 20:29 · SukaTidak Suka
    • Bawa Chakep MahadewaApapun alasanya banjar memang membelengu warganya, krn banjar adalah sistem protecsi. Masyarakat, kesadaran kt yg paling utama! Apapun awig banjar adalah hasil musyawarah mupakat, jadi semua masih bisa di musyawarahkan jangan lihat segelintir orang!! Kembali kerasa nasionalisme patriotisme, maka kt akan mencintai orang2 dan daerah kt sendiri, tak ada gading yg tak retak, hehehehehe

      04 November jam 21:00 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Gusti Ngurah PutraSoalnya, kalau banjar lebih kuat belenggunya dp belenggu agama..pasti ada yang tak berees. Agama saja memberi tempat pada hati nurani manusia. Kalau belenggu banjar sampai membuat warga merasa tak nyaman lalu melirik yang lain…di situlah kita perlu bergerak untuk melonggarkan belenggu-belenggu itu sampai pada tataran orang tetap membutuhkan banjar… Soal musyawarah tentu sangat baik kalu dilandasi oleh kesadaran demi kepentingan bersama. Dalam kenyataan, musyawarah sering juga digunakan oleh orang tertentu untuk memaksakan kepentingan tertentu dengan cara yang sangat canggih…

      04 November jam 21:19 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Oka Suyasainggih lanjut pabligbagane…:)

      Sabtu pukul 22:38 · SukaTidak Suka
    • Putra Balang Tamakjangan lihat nominalnya! sesuaikan dengan kemampuan dan lakukan sebagai kewajiban penuh ketulusan, itulah yang disukai oleh sang pitara (atmaprasangsa)! ALANGKAH BERDOSANYA orang yang merusak yajnya orang, golongan perusak yajnya disebut layaknya ASURA, DAIYA, RAKSASA, PISACA dll sebagai makhluk PERUSAK dalam HINDU! siapa yang merusak yajnya orang, mereka akan menjelma dalam kelahiran RENDAH (Agastyapurana) maka jangan sekali ikut-ikutan SURYAK SIU merusak yajnya orang.. waspadalah!

      Minggu pukul 0:49 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Putra Balang Tamakpilih krematorium atau setra adalah pilihan bebas! mebanjar atau tidak mebanjar juga pilihan! asal ingat dan sadar akan konskuensinya! krematorium bagi yang tidak mabanjar dan setra bagi yang mabanjar! merasa diri tidak mabanjar ya jangan memaksa memakai setra banjar/desa! RUNYAM NANTI! hehehe

      Minggu pukul 0:58 melalui seluler · SukaTidak Suka
  • Tulis komentar…

Salah satu sebab banyak yang pindah ke sampradaya

Nyoman Kurniawan

Salah satu sebab banyak saudara kita yang pindah ke sampradaya yang aneh-aneh seperti Hare Khrisna adalah karena ketidak-pahaman akan ajaran sendiri. Mereka haus akan ajaran, tapi tidak menemukannya disini.

Sesungguhnya leluhur kita di Bali, melalui kekuatan yoga-nya, memiliki pencapaian spiritual tingkat tinggi yang luar biasa. Sehingga alih-alih pindah ke sampradaya murahan, lalu menghujat apa …yang ada di Bali, lebih baik kita menggali dalam-dalam apa sih sebenarnya tattva yang ada dan diwariskan leluhur kita di Bali ?

Kita semua punya tugas, galilah dalam-dalam tattva sekala-niskala Hindu yang ada di Bali, temukan rahasia pencerahan tingkat tinggi yang ada di dalamnya. Termasuk apa yang oleh pikiran mudah sekali disebut ekstrim, tidak wajar, menyimpang, dll. Seperti figur-figur menyeramkan [yang oleh yang tidak paham dianggap memuja setan], lingga-yoni [yang oleh yang tidak paham dianggap porno], dll.Lihat Selengkapnya

Mengapa di pura banyak terdapat figur-figur menyeramkan ?     -…

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · Sabtu pukul 9:48
    • Mpu Daksa Charya ManuabaDumogi Bali ajeg terus, umat Hindu nemoning kerahayuan lan kerahajengan.

      Sabtu pukul 9:54 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Nyoman Kurniawanastungkara ratu… om shanti shanti shanti….

      Sabtu pukul 10:10 · SukaTidak Suka
    • Putra Balang TamakYang terbiasa dengan pola hidup instan! Akan menyukai apapun yang bersifat instan! Hingga agama dan spiritual pun harus serba INSTAN! Xixixixixixixii Merekapun akhirnya menjadi produk INSTAN! Hahahahahhah

      Sabtu pukul 10:41 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Nyoman Kurniawan menyukai ini.
    • Ib Adnyana Mungkin mereka belum mendalami ajaran Hindu Bali atau bahkan menghindari praktek agama Hindu Bali yang sudah mapan dan mentradisi…,namun sudah menyimpulkan agama Hindu Bali tidak mampu meresponses pencarian spiritual mereka…kemudian mereka ketemu dan masuk aliran-aliran, kelompok-kelompok spiritual atau sampradaya yang menawarkan nilai plus bagi kehausan spiritual mereka.
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

      Sabtu pukul 10:45 melalui · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Gusming Kutha Pariarthaagama dan adat menyatu dg bali,,, nah adat ini yang diserang terus menerus,,,,

      Sabtu pukul 10:52 · SukaTidak Suka
    • Lasmini SunMka dri itu umat sNdharma ayo kta brsaha agr kta umat Hindu ttp brpgang tguh pda ap yg sdh ad & ttp brpdoman pda Weda…jdi antra Weda dgn adt kta sndingkn jdi smkin indah….. ayo kta smpaikn hal it pda sluruh umat Hindu…mri kta brjuang…ttp yakin & prcya bhwa kta akn bsa mraih smua it….

      Sabtu pukul 11:03 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Lasmini SunMka dri itu umat sNdharma ayo kta brsaha agr kta umat Hindu ttp brpgang tguh pda ap yg sdh ad & ttp brpdoman pda Weda…jdi antra Weda dgn adt kta sndingkn jdi smkin indah….. ayo kta smpaikn hal it pda sluruh umat Hindu…mri kta brjuang…ttp yakin & prcya bhwa kta akn bsa mraih smua it….

      Sabtu pukul 11:03 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Ketut Mahardika hare krishna itu sampradaya yg aneh ya…mereka menjalankan disiplin yg ketat, hrs bangun pagi, offering rutin, mnjalankan 4 pantangan dgn ketat, puasa, japa 16ptrn & byk lg yg lainnya…ada yg diksa dwijati/dah brahmana tetap,menjalankan ritual hindu bali, menjalankan tradisi/kegiatan adat,bermasyarakat,ngayahwalaupun demikian ttp menjaga prinsip utk tdk mkn daging…

      Sabtu pukul 11:51 · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Mur Yani mempelajari apaun itu bagus akan tetapi lebih bagus lagi apabila tdk mengangab yg lain murahan……….suksme….biarkanlah perbedaan itu menjadi suatu keindahan yg nyata mewarnai hindu dengan jika ada yg merasa cocok dgn cara sumredaya itu sdh karmanya bgt juga jika ingin belajar upacara silahkan karna jalannya memang sdh bgt……..tdk usah kita …….

      Sabtu pukul 11:56 · SukaTidak Suka
    • Made Raka SudirgaSesungguhnya leluhur kita di Bali, melalui kekuatan yoga-nya, memiliki pencapaian spiritual tingkat tinggi yang luar biasa. KIRA-KIRA PAKAI METIDA/CARA YG MANA? BRO NYOMAN; TY INGIN COBA TELUSURI; MELED PISAN.

      Sabtu pukul 12:37 · SukaTidak Suka
    • Made Raka Sudirga Semeton sinamyan. Bila kita yakini ada jalan yg lebih baik dari kebiasaan yg kita lakukan; kan boleh dan lebih baik. Dulu sebelum ada jalan Prof. Mantra, kalo Ty ke Pura Goa Lawah pasti lewat Sukawati-Blahbatuh-Gianyar-Petluan Bangli- Klungkung- nyampe di Pr. Goa Lawah. Skarang tlah ada jalan Prof. Mantra singkat cepat; instan. Gitu aja kok repot. Dan cara yg dianggap instan seperti itu di Bali ada. Mari kita coba cari. Melalui “Dumen tanpa keleng” (purana Bali; yg di alih bafasakan oleh Pak Wayan Warna, KaDisdik Prop. Bali). Yg lain pengalaman Rsi Patanjali, dalam karyanya Yoga Sutra. Mari gali jangan diributkan aja. Temukan dan coba. Astungkara. Semangat; coba gali. Ada kok

      Sabtu pukul 12:53 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Nyoman KurniawanKetut Mahardika: ya memang aneh, mereka sangat religius tapi kering kerontang secara spiritual…

      Sabtu pukul 16:34 · SukaTidak Suka
    • Nyoman KurniawanMade Raka Sudirga: ajaran yang dominan berkembang di Bali itu adalah Tantra pak, makanya unsur niskala-nya sangat-sangat kuat… kita lihat dimana-mana selalu melibatkan unsur niskala, ya itulah Tantra… secara tradisional cara yang berkembang ada banyak metode seperti : Kanda Pat, Leak, Siwa Shidanta, dll, banyak deh di Bali… tapi Tantra itu seperti pisau bermata dua, dia sangat berbahaya [menjerumuskan] di tangan yang salah dan sebaliknya, Tantra, bila disertai dengan bathin yang penuh welas asih dan kebaikan, kita akan bertemu ke-mahasucian yang tidak terbayangkan…

      Sabtu pukul 16:45 · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Made Raka Sudirga Suksma Bli Nyoman Kurniawan; jadi Tantra spt piso bermata dua. Ada kah yg beli temukan yg lebih baik? Yang gak pake sakti-saktian adakah? Adakah yg menjurus bukan ke peso bermata dua; yg ke mata tiga kali? Tolong dibagi/sharing. Sksma.

      Sabtu pukul 17:03 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman Kurniawankalau Hindu di Bali, setahu saya yang tersedia adalah berbagai metode Tantra… itu hanya sebatas yang saya tau… ya memang identik dengan niskala sih… kalau yang dari India sih banyak metode yoga yang tidak terkait dengan kesaktian…

      Sabtu pukul 17:10 · SukaTidak Suka
    • Pak Nyoman Palmmaaf….saya bukan dari sampradaya tapi alangkah indahnya agama Hindu tanpa saling merendahkan sesama mahluk ciptaan Tuhan. Sinampura yening wenten sane iwang

      Sabtu pukul 17:26 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman KurniawanPak Nyoman Palm: lha, anda belum tau ya ? Hare Khrisna itu sampradaya yang paling bersemangat menjelek-jelekkan Hindu Bali…

      Sabtu pukul 17:29 · SukaTidak Suka
    • Ib Adnyanaapa ya kira-kira yang menjadi motif dalam menjelek-jelekkan agama hindu bali Bli?…..

      Sabtu pukul 17:30 · SukaTidak Suka
    • Nyoman Kurniawanbiar dagangannya laku bli…

      Sabtu pukul 17:31 · SukaTidak Suka
    • Pak Nyoman PalmJika kita sudah tahu mana yang salah, untuk apa kita ikut2 salah dengan menjelakkan mereka. biarin saja. Tuhan sudah atur segalanya. Percaya saja dengan hukum karma phala

      Sabtu pukul 17:31 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Jarot Widhimawar melati semuanya indah…

      Sabtu pukul 17:37 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Made Raka SudirgaKalo mengenai pengalaman Rsi Patanjali (Yoga Sutra); tegasnya Astangga Yoga gemana pendapat bli? Suksma.

      Sabtu pukul 17:39 · SukaTidak Suka
    • Nyoman Kurniawanmawar melati semuanya teman sekolahku dulu, xi xi xi…

      Sabtu pukul 17:39 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman KurniawanMade Raka Sudirga: oh, itu bagus sekali… ashtanga yoga atau delapan ruas yoga itu sangat lengkap… saya banyak terinpirasi oleh Maharsi Patanjali…

      Sabtu pukul 17:41 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Jarot Widhitiada kebenaran yang mendua bahwa mawar dan melati itu semua sama indahnya…lihat kebunku penuh dengan bungan xixixii

      Sabtu pukul 17:43 · SukaTidak Suka
    • Made Raka SudirgaBli benehang anake; sampunang ewerina. Kalo Samkya yg mana nggih? Benarkah beraroma atheis. Hal ini ty dapat di klas lho. Ty baca di Raja yoga kok nggak;hanya ingin lebih jelas. Kalo ditunjukan nyanyian lihat kebunku; kembali sambrag. Kembali Nol Dari yg indah-indah kasti ada yg paling indah; sampunang keledin-a nggih.

      Sabtu pukul 17:48 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Made Raka SudirgaInspirasi. hebat tentunya. Adakah hasilnya yg dapat dibagi di forum ini? Forum Hindu Nusantara, lho.

      Sabtu pukul 17:53 · SukaTidak Suka
    • Nyoman KurniawanSamkhya oleh klasifikasi orang barat disebut atheis, tapi istilah itu kurang tepat menurut saya… istilah Tuhan atau God itu sangat-sangat rancu… Tuhan menurut pengertian abrahamik [Islam, Kristen, Yahudi] adalah Tuhan yang seperti manusia [bisa marah, menghukum, memerintah, mencipta, dll]… sedangkan Samkhya tidak me-manusia-kan Tuhan seperti… konsep Tuhan dalam Samkhya adalah sama dengan konsep Brahman dalam Upanishad dan konsep Hyang Acintya dan Hyang Embang dalam Hindu Bali… tidak terpikirkan…

      Sabtu pukul 17:58 · SukaTidak Suka
    • Ib Adnyanamawar melati itu sering di ucapkan pleh pak gede prana,…….kalau begitu ya nggak usah kita bikin organisasi agama……ayo berspiritual universal saja.

      Sabtu pukul 17:58 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Suharta NyomanJaman sudah aneh mungkin…para maha guru jaman dahulu sudah menciptakan agama yg lengkap malah sekarang kembali kecabangnya.

      Sabtu pukul 18:06 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Mur Yani emmmmm……..mau dibawa kemana kesatuan umat hindu sesunguhnya….???benarkahkita sdh menghargaimperbedaan??

      Sabtu pukul 21:40 · SukaTidak Suka
    • Dewa CakranegaraBali adalah sebagain Wahyu penyempurnaan ajaran weda diterima, dari banyak sekte kembali kepada ajaran jati weda, sekarang popularistas lebih utama sehingga mereka cenderung bergaya paling aneh, dan menyalahkan yg sudah ada, namun belum mampu membuat atau menciptakan harmoni, sampradaya adalah lambang kegelapan manusia Hindu.

      Sabtu pukul 22:02 · SukaTidak Suka
    • Mur Yanimaaf pak dewa cakranegara……atas dasar apa bpk mengatakan bahwa samradaya adalah lambang kegelapan manusia hindu…..maaf pak jika itu pendapat secara pribadi silahkan tpi janganlah membawa umat hindu pd umumnya krn blm tentu semua setuju dgn pendapat bpk suksme…

      Sabtu pukul 22:07 · SukaTidak Suka
    • Made Raka Sudirga Mantapppppppppppppp. Benarkah kita sdh menghargaimperbedaan??(MurYani). Marilah kita hindari perseteruan yg bersifat negatif.

      Sabtu pukul 22:18 · SukaTidak Suka
    • Nyoman Kurniawanaliran-aliran dalam Hindu itu bagus-bagus kok, seperti Sai Baba, Art of Living, dll, banyak deh… kecuali Hare Khrisna ini, konyangan anake ajake mejaguran, :p

      Sabtu pukul 23:24 · SukaTidak Suka
    • Oka Suyasaha ha ha,,,,,

      Minggu pukul 1:17 · SukaTidak Suka
    • Gede ParwataMenurut tyanng menyikapi berbagai fenomena yg terjadi di Bali dan berpotensi menghapus kearipan budaya lokal adalah karena kesalahan orang bali sendiri yg terlalu terbuka pada budaya asing. Sementara aturan (awig) adat yg dibuat hanya mengikat kedalam, dan cenderung memberi kebebasan pada pihak luar untuk mengobok obok org org yg terikat pada aturan adat. Menurut saya, sudah saatnya desa adat dibali berkumpul menyatukan pendapat untuk menyusun awig yg tidak saja mengikat masyarakat hindu dengan adat balinya, tetapi juga mengikat masyarakat hindu yg tdk menggunakan tradisi bali, mengikat juga masyarakat umat lain yg ada di bali. Menurut saya pembentukan awig seperti itu masih tetap dalam rule hukum positif di indonesia.

      Minggu pukul 1:40 melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Alit Adi Sanjaya analoginya seperti ini. Saya akan kedenpasar menggunakan bemo, anda juga kedenpasar menggunakan bus. Kenapa anda harus pusing-pusing memikirkan aturan yang ada di bemo kalau anda menggunakan bus?

      Semoga kita semua mengerti makna kalimat diatas.

      Minggu pukul 8:16 · SukaTidak Suka
    • Nyoman Kurniawankalau bemo-nya terus nyerempet-nyerempet busnya gimana om ?

      Minggu pukul 8:19 · SukaTidak Suka
    • Alit Adi Sanjayasemua memiliki lajur yang berbeda.

      Minggu pukul 8:22 · SukaTidak Suka
    • Alit Adi Sanjayalebih bijaksana kita sam-sama mendalami aturan yang ada di kendaraan kita sendiri2…

      Minggu pukul 8:22 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Nyoman Kurniawanp:

      Minggu pukul 8:26 · SukaTidak Suka
    • Gede Parwataketika anda mengatakan bahwa bemo memiliki jalur yg berbeda, tentu bemo bukan masalah buat bus, cuma yg terjadi sekarang jalur bus di serobot sama bemo gelap, jadi dilapangan yg terjadi banyak penumpang bus di ambil oleh bemo dengan berbagai iming2.

      Minggu pukul 9:04 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman Kurniawanhe he he…

      Minggu pukul 9:05 · SukaTidak Suka
    • Alit Adi Sanjayabemo gelap? versi siapa ada bemo gelap?

      Minggu pukul 9:07 · SukaTidak Suka
    • Nyoman Kurniawanbemo gelap ala guru bonapid, ka ka ka ka….

      Minggu pukul 9:12 · SukaTidak Suka
    • Alit Adi SanjayaTidak ada yang gelap di dunia ini. Semua yang diciptakan penuh akan sinar. Hanya keterbatasan indriya-indriya yang dimiliki oleh manusia lah yang berani menyebut itu “gelap”

      Minggu pukul 9:15 · SukaTidak Suka
    • Pak Ketutmenurut saya yg bodoh..belajar sampradaya..untuk meninbgkatkan srada bakti..tdk salah..Krn intinya belajar!! tapi akan menjadi kurang baik manakala ada pengikut sampradaya yg membangun jiwa dan rasa fanatisme terhadap..apa yg mereka pelajari,apalagi sampai berfikir bahwa apa yg ditinbggalkan oleh leluhur kita di bali adalah ketinggalan jaman,atau perlu di buang!!Saya bukan pengikut salah satu sampradaya,tapi saya senang membaca baca buku tetang sampradaya,seperti Sai Baba,Rdha Swami,Hare Krisna,Anada Marga..semuanya baik Kok!! Tapi manakala ..manusianya yg dg ke EGO an yg tinggi miuncul dlm diri setiap BHAKTA..maka jadilah Fanatisme yang sempit.Menurutb saya..ajaran leluhur kita,budaya asli Bali kita ..tetap sangat Adhi luhung..menurut yg saya rasakan setelah saya praktekan.Klungkung Semara pura,kirang langkung nglungsur ampura.

      Minggu pukul 9:57 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman Kurniawanfanatik itu adalah penghambat besar dalam evolusi jiwa… kalau ada ajaran yang mengajarkan orang menjadi fanatik, maka alih-alih membebaskan, ajaran itu malah mengotori bathinnya…

      22 jam yang lalu · Suka

Mimpi Bertemu Orang Tua Yang Sudah meninggal

Echa Fatmiyanti Purwanto

om swastyastu semeton…. knp ya akhir2 ini saya selalu bermimpi ketemu sama kedua ortu saya yg udah meninggal…dalam keadaan tdk tidurpun selalu terbayang wajah mereka…. kata orang kalo begitu adanya berarti mereka minta saya mendoakan mereka disana…tapi yg saya bingung…bagaimana saya mendoakan mereka, apakah doa saya sampai ke mereka kan sekarang keyakinan saya sudah menjadi hindu… tolong masukannya ya…suksema…

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · Minggu pukul 10:43

    • Kantha AdnyanaEa karena mendiang ortu adik…tidak dilebur n dikembalikan ke aslanya layaknya di HINDU….karena menunggu hri kiamat kemungkinan arwah beliau msh gentangan….tapi walaupun adik sudah menjadi HINDU…..tetap bisa mendoakan semiga arwah beliau menyatu dg Tuhan….rahayu

      Minggu pukul 10:53 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Echa Fatmiyanti Purwantojarot@ suksema…jempolnya…

      Minggu pukul 11:56 · SukaTidak Suka
    • Echa Fatmiyanti Purwantokantha@ makasih pak…tapi yg saya bingung saya harus mendoakan dgn cara bagaimana…cara membaca ayat2 alquran kan dah gak mungkin lagi…trus kalo mendoakan scra hindu doanya gmn n apakah sampai… suksema

      Minggu pukul 11:58 · SukaTidak Suka
    • Kantha AdnyanaDik echa…sekarang adik kan dach menjadi HINDU doakan aja pake bhs indonesia….HINDU ga mesti pake mantram…Hynag Widi adalah Wyapiwiapaka…artinya mengerti semua bhs….jgn bhs indonesia bhs klokpun beliau ngeerti….doakana saja dg apa yg Echa bisa katakan….Tuhan kan ga dari tanah arab, yg hrs pake bhs arab

      Minggu pukul 12:03 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Ib Adnyanaya doakan saja ke 2 orangtuanya agar mendapat kebahagiaan di alam sana dan persembahkan gayatri mantram untuk mereka.

      Minggu pukul 12:03 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Kantha AdnyanaGayatri mantarm adalah ibu semua mantram….lakukan adik Echa…biar ortumu tenang di alam sana

      Minggu pukul 12:18 · SukaTidak Suka
    • Echa Fatmiyanti Purwantokantha@ suksema nggih pak atas masukannya…saya kalo mendoakan mang selalu pke bahasa indonesia atau jawa..ya saya doakan dalam hati ja…tp kok ya msh ja terus datang dalam mimpi saya..mungkin juga kangen n saya disuruh pulang kampung untuk nyekar di makamnya ya… skali lagi suksema pak kantha…

      Minggu pukul 12:19 · SukaTidak Suka
    • Kantha AdnyanaEa Dik Echa ada dimn sekarang….

      Minggu pukul 12:19 · SukaTidak Suka
    • Echa Fatmiyanti Purwantoib adnyana@ mantram gayatri selalu saya lantunkan tiap akan makan, mandi, akan tidur atau diwaktu senggang saya..tapi kalo untuk mendoakan almarhum kdua ortu saya apakah boleh niku pak…suksema

      Minggu pukul 12:20 · SukaTidak Suka
    • Kantha AdnyanaBoleh dik Echa…kan roh sudah tidak ada agamanya…doa Gayatri saja…lakukan dg khusuk beliau akan tenang

      Minggu pukul 12:22 · SukaTidak Suka · 1Echa Fatmiyanti Purwanto menyukai ini.
    • Echa Fatmiyanti Purwantoastungkaraaaa….. suksema ya pak kantha…..oya saya sekarang tinggal di bali sdgkan asli kampung sya di jawa pak…skali lg suksema

      Minggu pukul 12:26 · SukaTidak Suka
    • Ib Adnyana Mantap Dik Echa Fatmiyanti Purwanto, uncarkan gayatri untuk mereka, . dalam mimpi mereka terlihat bersih, happy atau gimana?…

      Minggu pukul 12:27 · SukaTidak Suka
    • Kantha AdnyanaLanjut dik Echa….

      Minggu pukul 12:31 · SukaTidak Suka
    • Dex KeNieEcha Fatmiyanti Purwanto@orang tuamu beragama apa?

      Minggu pukul 12:33 · SukaTidak Suka
    • Komang Sugitha Pinatih salam kenal mbk echa n maaf sy ikut nimbrung,gpp kan? apa yg disarankn teman2 itu benar semua. bisa dgn berdoa,bergayatri,mesoda,nyekar,dlsb. tp sy punya pengalaman pribadi soal begini,kedua ortu sy jg sdh meninggal lama,dan sdh diaben. Kejadian yg sy alami sktr 20 thn yll,tiba2 sy sangat kangen luar biasa dg ibu sy yg sdh meninggal itu. mgkn saking kangennya tubuh sy sampai bergetar. nah,krn kejadiannya malam hari,sktr jam 7 an, akhirnya sy duduk meditasi,memejamkan mata,dan seolah2 ibu sy hadir sec phisik dihadapan sy…dan kami melakukan dialog seolah2 ibu msh hidup. tanpa terasa 3 jam sy curhat dan menangis dihadapan ibu. sy sadar penuh mbk,tp ga kuat unt menahan tangis. didlm dialog itu sy memakai bahasa sehari2,wkt beliau msh hidup. dan setlh itu tdk ada lg kejadian spt itu. saran, coba deh lakukan dialog sec batin spt itu,tp jgn lakukan sering2 krn dimensi kehidupan kita sdh berbeda. lakukan disaat darurat saja. semoga bermanfaat. sai ram…

      Minggu pukul 12:53 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Teguh PermanaCobalah baca satu bab bhagavad gita setiap malam dgn niat untuk mendoakan mereka.

      Minggu pukul 13:59 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Echa Fatmiyanti Purwantoib adnyana@suksema pak… ortu saya terlihat bersih n hanya senyum saja tanpa bicara apa2…

      Minggu pukul 14:09 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Mur Yani wah saya membaca status adr merinding……sdrku…..dengan cara apapun engkau mendoakan org tuamu……dengan ketulusan hati niscaya beliau akan mendapat pencerahan dialam sana serta kebahagiaan…..rahayu…..

      Minggu pukul 16:38 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Suharta NyomanItu pertanda baik..selalu disertai orang tua dlm stiap kehidupan…bila mampu hening sejenak dan minta ortu datang dan berbincang akan sangat bagus rahayu

      Minggu pukul 19:28 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Suara Demozmatur dulu bahwa saudara skrg hindu n berada dibali,lalu doakan dimanapun berada…”Cantih lan Jagadhita”.

      Minggu pukul 20:37 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Gusti Putu KarepSuara Demoz, apakah Geriguh / modre itu Weda. ??????? apakah itu penemuan Tetua kita di Bali yang nilainya Luar biasa itu. ????.

      Kemarin jam 3:12 · SukaTidak Suka
    • Wayan ArsanaKita harus memahami Tatwanya dulu, salah satu Srada dalam Panca Srada yaitu Percaya dengan adanya Roh Leluhur, Echa Fatmiyanti Purwanto adanya kita tidak terlepas dari leluhur kita, ya wajar saja kita selalu ingat dengan orang tua kita bahkan sampai terbawa mimpi, apa yang kita yakini laksanakanlah, hal ini kita lakukan untuk menenangkan jiwa kita serta leluhur kita yang bersemayam dihati kita, dan kata kita disini berarti banyak manusia(Leluhur termasuk orangtua) tetapi satu jiwa.

      Kemarin jam 4:59 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Echa Fatmiyanti Purwantodex kenie@ ortu saya muslim… saya baru mesudhi wadhani dua tahun lalu…

      23 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Echa Fatmiyanti Purwantokomang sugita@ suksema sarannya… sangat menarik pengalamannya,…

      22 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Echa Fatmiyanti Purwantoteguh@ saya memang pernah membaca bagawadghita tp itu dl wktu saya msh remaja n stlh sy nikah n menjadi hindu saya blom sama sekali membacanya…yang bagian mananya saya blom tau n ortu saya kan muslim pak bukan hindu, gmn tuh….heheheee

      22 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Echa Fatmiyanti Purwantomur yani@ swaha….makasih ya mbak…

      22 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Echa Fatmiyanti Purwantosuharta@ suksema pak…akan saya coba sarannya…

      22 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Echa Fatmiyanti Purwantosuara demoz@ mksdnya matur gimana pak..maaf saya kurang paham…

      22 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Echa Fatmiyanti Purwantowayan arsana@ inggih pak…suksema atas pencerahannya…

      22 jam yang lalu · SukaTidak Suka
    • Nyoman Kurniawankalau anda di Denpasar, kontak saya melalui e-mail… kakak [senior] saya [dengan bantuan para kesadaran kosmik] bisa membantu menyeberangkan roh yang masih belum menemukan jalan , membawanya naik ke alam-alam luhur…

      22 jam yang lalu · Suka

kandang babi pun sehari sekali di bersihkan

Basma Reds Netra

ijin meng,unggah bu,k LK Suryani.
12 tahun tergeletak tak berdaya. makan tidur ditemani tinjanya. tak ada yang peduli.
kandang babi pun sehari sekali di bersihkan, namun ini 12 tahun.

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · 23 Oktober jam 16:54
    • Suryx Chaynk ArtKq bs bgtu bli?

      23 Oktober jam 16:57 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Basma Reds Netratiang sendiri bingung, beritanya ada di koran radar katanya! tiang dpt foto ini dari tag oleh pan dana

      23 Oktober jam 16:59 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Wayan Sukarma suksma pak Basma Reds Netra, saya nggak bisa ngunggah foto, seperti harapan Pan Dana… maafkan… rahayu…

      23 Oktober jam 17:01 · SukaTidak Suka
    • Basma Reds Netra‎@pak yan, tiang ngangge hp niki. pak ngangge napi?

      23 Oktober jam 17:02 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Wayan Sukarmaxixixixi… tityang pakai destop… dasar tityang memang gaptek… xixixixi suksma pak basma…

      23 Oktober jam 17:05 · SukaTidak Suka
    • Basma Reds Netraklik kanan aja di di gambar, pilih save image as. nah simpan deh. trus bisa diunggah seperti biasa.

      23 Oktober jam 17:08 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Bawa Chakep MahadewaWah dimana nika pak?

      23 Oktober jam 17:14 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Yanti Astuti Maharaniampura bgeettt…ttyg tak pernah liat info niki….niki ring dije ngih ?

      23 Oktober jam 17:15 · SukaTidak Suka
    • Basma Reds Netratiang ten uning taler. niki unggahan bu L.K Suryani.

      23 Oktober jam 17:19 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Wayan SukarmaBasma Reds Netra… suksma petunjuknya, walaupun saya nggak ngerti… xixixixixi

      23 Oktober jam 17:21 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Basma Reds Netrapakyan@dicoba dong! xixixi

      23 Oktober jam 17:24 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Wayan Sukarmainggih pak basma… suksma…

      23 Oktober jam 17:26 · SukaTidak Suka
    • Ib Adnyanaapakah ia sebatang kara, maksudnya tidak ada orangtuanya disana atau tinggal dengan keluarga lain?……

      23 Oktober jam 17:34 · SukaTidak Suka
    • Dewa CakranegaraJatu karma……….jalanilah

      23 Oktober jam 17:42 · SukaTidak Suka
    • Nyairatu Cengcengkebes tolong dong semeton FDJHN segera ke TKP….buruan….ayoooo….

      23 Oktober jam 17:53 melalui seluler · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Ib Adnyana‎@Pak Dewa, ya mungkin itu buah karma, tapi bukan berarti membiarkan dan berkta didepanya bahwa itu semua adalah karmanya, kalau kita bisa marilah gunakan kelebihan kita untuk berbagi.

      23 Oktober jam 18:01 · SukaTidak Suka · 4Memuat…
    • Gusti Ngurah Putrajatu karma..lalu datanglah teman lain menolongnya dan sebagai ucapan terima kasih, sang ditolongpun menyatakan pindah rumah..lalu kita teriak atau ngelus dada..atau ….orang Hindu moksha semua makanya semakin sedikit umatnya…

      23 Oktober jam 18:05 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Jero Alit Bangahmari sepatutnya kita tolong saudara kita yg tlah hidup dlm kungkungan maya ini…….

      23 Oktober jam 18:15 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Pan Dana dalam keadaan darurat, Ibu ini memerlukan pertolongan rekan sedharma. Bantuan moral, mental, spiritual dan material yg urgent. Bukan dharma wacana.
      Trims Basma and Pak Wayan Sukarma juga rekan lain. Saya pun tidak tahu persis di mana lokasinya. Yang jelas ada di Bali, di pulau gemerincing dollar. Smoga sedharma di sini terketuk hatinya untuk meringankan sedikit bebannya, tentu dengan dipelopori para sepuh. Rahayu. Manusa Yadnya tidak hanya melaksanakan ritual maoton, mapandes, pawiwahan dll, tetapi meringankan beban sedharma yg lagi sakit juga termasuk di dalamnya. Mari berlomba dg kaum missionaris agar nantinya kita tidak mengelus dada.

      23 Oktober jam 18:26 melalui seluler · SukaTidak Suka · 4Memuat…
    • Suharta NyomanTolong dong lokasinya dimana..sangat miris melihatnya..

      23 Oktober jam 18:30 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Basma Reds Netradari yang upload, ada nama ibu luh ketut suryani. konfirmasi pada beliau,

      23 Oktober jam 20:02 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Basma Reds Netrabisa juga di konfirmasi ke koran radar bali. ini ada beritanya terbitan sabtu, 22-10

      23 Oktober jam 20:08 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Pan DanaTyang sudah coba konfirm ke Ibu LK Suryani. Belum ada tanggapan. Harap maklum, beliau super sibuk.

      23 Oktober jam 20:11 melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Nyoman MatraOm Suastyastu.Nyairatu cengcengkebes saya siap kesana. nah apa yg harus saya lakukan disana?? apakah hanya melihat? tolong berikan kami petunjuk, langkah apa yg akan kami lakukan setelah disana??? Namaste

      23 Oktober jam 20:43 · SukaTidak Suka
    • Nyairatu CengcengkebesKejadian spt ini sering kok terjadi disekitar kita, apalagi di desa/dusun dimana satu natah yg terdiri dr bbrp keluarga, kadang bisa tega hatinya bila ada nak tuwe yg sebatang kara krn anak kandungnya merantau jauh, atau paid bangkung….tp saudara-2nya cuek dan tega membiarkan orang tua tsb tergeletak di bale dlm keadaan sakit….entahlah, Nyai suka gak habis pikir dgn pola pikirnya nak Bali yg masih spt itu, mungkin ada rasa iri atau dendam masa lalu….Nyai jg gak paham….tp yg namanya nak tuwe dgn keadaan sakit dan lumpuh spt itu yaaa sebaiknya saudara jauhnya yg satu natah bisalah mengulurkan tangannya buat membantu….Nyai suka miris bila ingat nak tuwe-2 di Bali yg diterlantarkan oleh saudaranya….krn di lingkungan keluarga besar Nyai di Bali masih memiliki pola pikir spt itu….cuek jak nak odah….aruuuhhh….

      23 Oktober jam 22:17 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Ketut KinogMungkinkah itu kesalahan dalam penerapan agama?

      23 Oktober jam 22:25 · SukaTidak Suka
    • Nyairatu CengcengkebesNyoman Matra : lihat keadaan orang tsb lalu adakan investigasi dulu ke kelian adat, atau keluarganya kalau masih ada, setelah semua data investigasi lengkap, kalau perlu langsung dibawa ke RSUD terdekat utk segera mendapatkan penanganan, kalau tidak bisa mungkin bisa di bawa ke panti Werdha yg ada di Denpasar dan di Buleleng, agar ada yg merawatnya…nanti kita bisa buka dompet sumbangan buat nak odah tsb….sukseme atas pertolongannya bli Nyoman Matra.

      24 Oktober jam 8:33 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Ib Adnyana ‎@Nyairatu, Top. Jujur saya setiap kali melihat orang tua yang mestinya sudah relaxe, dilayani, menikmati masa tuanya. Namun kenyataannya masih banyak sekali odah dan kak yang masih berusaha mencari sesuap nasi untuk mempertahnkan hidup mereka. Dalam hati saya sedih dan miris setiap melihat hal seperti itu…semoga kebaikan dan kebahagiaan untuk semua.
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

      24 Oktober jam 8:43 melalui · SukaTidak Suka
    • Kantha AdnyanaIni menandakan hilangnya nurani umat manusia….pemerintah dari perangkat banjar samapi Bupati tutup, mata, telinga n nurani…..coba temen semua cari info dmn lokasinya….klo semeton msh punya nurani ayo kita urunan bantu saudara kita….gmn setuju gak….rahayu

      24 Oktober jam 8:51 · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Nyairatu CengcengkebesKantha Adnyana : pak Nyoman Matra bersedia utk mengadakan investigasi, coba dihubungi mungkin butuh mobil utk dapat mengevakuasi, mohon semeton-2 yg lain yg mungkin pernah menyaksikan kejadian spt ini di sekitar lingkungan anda, tolong anda segera bertindak, mohon perhatian kita alihkan sejenak guna membantu nak odah-nak odah yg terlantar baik akibat kemiskinan maupun krn semetonnya yg cuek atau keluarganya yg tinggal jauh dirantauan, kita berupaya utk terus meningkatkan rasa kepedulian kita kepada nak odah-2 yg nasibnya jelek…..rahayu-3

      24 Oktober jam 12:01 · SukaTidak Suka
    • Cokgus Artha Om swastyastu.alamatnya dusun kaler,desa antiga,manggis,karangasem.atas inisiatip pimpinan LK suryani,dia(ni wy simpen)di bawa ke rs karangasem.brita ini tyang bc dr koran bali express,22 oktb.

      24 Oktober jam 13:26 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Pan DanaTrims Cokgus Artha atas informasinya. Monggo para sepuh, ditunggu peloporannya.

      24 Oktober jam 15:01 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Kantha AdnyanaSaya dengar sekarang sudah di rumah sakit…n kebetulan kerabatnya orang mampu tadi juga dach sdi muat di Radar Bali rumahnya cukup bagus…, cuman ga peduli nasib saudaranya….

      24 Oktober jam 15:34 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Wayan Dpini lah buktinya kurangnya kepudian or kt ketika semetonnya tertimpa musibah namun ketika ada or lain menolong (non hindu ) dengan tujuan tertentu dan ybs bsa keluar dari musibah yg dialaminya,suatu ketika sang penolong mengajak semeton kt utk ikut agamanya dng dalih berkat pertolongn dia ybs bisa sembuh. nah ketika semeton kt mau ikut dengan mereka BARU KT RIBUT namun ketika semeton kt terkena misibah tak peduli. Harapan tiang semoga hal seperti ini tdk terulang kembali

      Minggu pukul 11:42 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Ib Adnyanamari kita tingkatkan kepekaan rasa kita.

      Minggu pukul 12:29 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Lasmini Sundmna kjdian it pak??? ap sdh ad yg bntu…

      Minggu pukul 14:28 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Lasmini Sundmna kjdian it pak??? ap sdh ad yg bntu…

      Minggu pukul 14:28 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Idk SudiartanaWayan Dp saya sependapat dengan Bapak, kadang kala hal semacam ini tidak pernah diekspos sehingga umat/warga disekitar tdak ada yang tahu mungkin mereka malu apalagi masing tergolong keluarga mampu. Terlepas dari itu menurut saya sudah saatnya kita semua lebih memahami pengertian apa yang dikatakan YADNYA. Selama ini pemahaman masyarakat tentang YADNYA pada umumnya berkutat sebatas Odalan di Pura yang berkaitan dengan bebantenan saja.

      21 jam yang lalu · Suka

Arti Kata HINDU ?

Murdiono Diyoncx

HINDU
artinya kata HINDU ?
kenapa memilih nama HINDU ?
siapa penemu nama HINDU ?
mohon bantuanya !
jangan bilang ‘apalah arti sebuah nama’
maturSuksma

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · Minggu pukul 1:17 melalui seluler
    • Dayu’gEx Kris Parameswari Dewipanggil 911

      Minggu pukul 1:22 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Adhe Swandee IIYang pernah saya baca, jika diartikan dari pemenggalan katanya (hin & du) hindu artinya tidak menyakiti… Pada awalnya sebutan ini digunakan oleh mereka yang menganut ajaran ahimsa…

      Minggu pukul 2:26 melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Jiwa Negara Yanik dan Wayan Sutame menyukai ini.
    • Alit Adi Sanjayakata hindu merupakan bahasa Arab yang diberikan oleh orang Inggris, yang pada awalnya menemukan “Indus Valley” atau Sungai Sindhu yang kemudian berkembang menjadi Hindu.

      Minggu pukul 7:58 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Alit Adi SanjayaKata Hindu tidak terdapat dalam Veda atau kesusastraan lainnya. Dalam Veda itu sendiri terdapat kata Veda Dharma dan Arya Vrtra yang terdapat dalam Manavadhramasastra dan ramayana serta yang lainnya.

      Minggu pukul 8:00 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Alit Adi SanjayaDalam Purana, berkembang dengan lebih sederhana yaitu “satyasanata dharma”

      Minggu pukul 8:01 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Alit Adi SanjayaSemoga dapat memberikan penjelsan. Sukma

      Minggu pukul 8:01 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Eka Sudhana Apalah arti sebuah nama…
      Ckikikikkk

      Minggu pukul 8:04 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Alit Adi Sanjayanama adalah “alat” untuk mengingatkan kita kepada sesuatu….

      Minggu pukul 8:11 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman Kurniawanasal mula kata “Hindu” memang sejarahnya abu-abu… tapi saya menghormati dalam-dalam kata “Hindu” ini, karena dia dapat mempersatukan berbagai macam aliran dan keyakinan yang ada di India dan termasuk di Indonesia menjadi satu keluarga… bukannya memecah-belah seperti sampradaya sesuai aslinya itu… :p

      Minggu pukul 8:31 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Alit Adi Sanjaya sampradaya atau sekte. sekte berasal dari bahasa inggris yang berarti “masyarakat tinggal, dalam kotak, grup tertentu atau terdiri dari banyak grup”. dalam bahasa sanskrit adalah “sampradaya” atau “mat matantar”.

      Sekarang, baiklah kiat cek sejauh mana semua sampradaya ini masih bisa dikatakan bagian dari Hindu atau dalam “Hindu concept”. ada 3 hal yang penting,
      1. Seorang percaya Tuhan
      2. Menerima ajaran Veda
      3. Melakukan Yadnya.

      Itulah Hindu yang sebenarnya.

      Minggu pukul 8:44 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Nyoman Kurniawansiapa yang membuat klasifikasi seperti itu ? :(

      Minggu pukul 8:46 · SukaTidak Suka
    • Alit Adi SanjayaSiapa? berarti menunjuk ke orang. Saya dapatkan pernyataan itu dari Dr. Somvir.

      Minggu pukul 8:48 · SukaTidak Suka
    • Alit Adi SanjayaAnda meragukannya Pak?

      Minggu pukul 8:48 · SukaTidak Suka
    • Nyoman KurniawanSaya hanya setuju point yang kedua saja… point pertama –>> Tuhan Hindu berbeda dengan Tuhan Abrahamik, yang dimaksud Tuhan disini harus jelas dulu… point ketiga –>> para yogi tidak melakukan yadnya… dan PERTANYAAN BESAR-NYA, tujuan Hindu kan moksha, tiga point diatas sama sekai tidak mewakili tercapainya tujuan tersebut…

      Minggu pukul 8:52 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Alit Adi Sanjayaanda mengatakan “yang dimaksud Tuhan disini harus jelas dulu”. maksudnya? berarti anda tidak jelas akan Tuhan selama ini?

      Minggu pukul 8:56 · SukaTidak Suka
    • Alit Adi Sanjayadarimana pak tahu para yogi tidak melakukan yadnya? makna yadnya sangat lah luas Pak

      Minggu pukul 8:56 · SukaTidak Suka
    • Nyoman KurniawanIstilah Tuhan atau God itu sangat-sangat rancu… Tuhan menurut pengertian abrahamik [Islam, Kristen, Yahudi] adalah Tuhan yang seperti manusia [bisa marah, menghukum, memerintah, mencipta, dll]… sedangkan konsep Tuhan [Nirguna Brahman] dalam Hindu adalah yang tidak terpikirkan, pantheis atau di dalam-diluar alam semesta beserta segala isinya… disebut Brahman dalam Upanishad dan Hyang Acintya atau Hyang Embang dalam Hindu Bali… ada juga Saguna Brahman, yaitu para dewa-dewi…

      Minggu pukul 9:03 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman Kurniawanbagaimana makna yadnya yang luas itu menurut anda ?

      Minggu pukul 9:03 · SukaTidak Suka
    • Alit Adi SanjayaTerus, komen tyang yang diatas masih meragukan? Kita khan berdiskusi masalah Hindu, yang terkait Tuhan dalam istilah Hindu (menurut versi Bapak). Kenapa Bapak harus mempertanyakan ini kembali?

      Minggu pukul 9:05 · SukaTidak Suka
    • Eka SudhanaHindu scra harfiah memiliki arti ajaran kebijaksanaan dari lembah shindu

      Minggu pukul 9:05 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman KurniawanAlit Adi Sanjaya: Karena dalam Hindu anda tidak HARUS membahas atau percaya Tuhan… itu disebutkan dalam aliran Samkhya…

      Minggu pukul 9:09 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman Kurniawanpertanyaan saya belum dijawab –>> bagaimana makna yadnya yang luas itu menurut anda ?

      Minggu pukul 9:11 · SukaTidak Suka
    • Alit Adi Sanjaya‎”Karena dalam Hindu anda tidak HARUS membahas atau percaya Tuhan”. maksudnya? Saya Hindu boleh tidak percaya Tuhan?

      Minggu pukul 9:12 · SukaTidak Suka
    • Alit Adi Sanjayayadnya dalam arti luas lebih dari sebuah makna korban suci

      Minggu pukul 9:13 · SukaTidak Suka
    • Alit Adi Sanjayayadnya adalah bentuk pengabdian diri kita kepada Tuhan

      Minggu pukul 9:13 · SukaTidak Suka
    • Alit Adi Sanjayamanusia adalah Pelayan Tuhan

      Minggu pukul 9:13 · SukaTidak Suka
    • Alit Adi SanjayaMelayani Tuhan adalah bentuk dari Yadnya yang universal

      Minggu pukul 9:13 · SukaTidak Suka
    • Nyoman Kurniawankalau anda ikut Samkhya, ketika anda memulai tidak penting anda percaya Tuhan atau tidak… artinya anda boleh tidak percaya Tuhan… tugas anda adalah melenyapkan ego dan kekotoran bathin… ketika ego dan kekotoran bathin itu lenyap… yang tidak terpikirkan [Tuhan] itu akan diketahui dengan sendirinya…

      Minggu pukul 9:15 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Eka Sudhana Bang Alit, ikt nimbrung ya,, kalau kt brbcra tntang Brahma Widya (theologi hindu), kita akn menemukan pantheisme, monisme, monotheisme, polytheisme, bhkan atheisme…
      Jngn heran kalo ktmu samkhya, mimamsa atau budha yg Mengesampingkan, menghindari membicarakan tntng Tuhan…

      Minggu pukul 9:17 melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Nyoman KurniawanMelayani SEMUA MAHLUK dan ALAM SEMESTA adalah bentuk dari yadnya yang universal…

      Minggu pukul 9:17 · SukaTidak Suka
    • Alit Adi SanjayaNyoman Kurniawan: Ya, Melayani SEMUA MAHLUK dan ALAM SEMESTA adalah bentuk dari yadnya yang universal. siapa sumber makhluk hidup dan alam semesta? TUhan Bukan? jadi melayani semua makhluk dan alam semesta juga melayani Tuhan itu sendiri.

      Minggu pukul 9:19 · SukaTidak Suka
    • Alit Adi SanjayaTidak ada yang beda antara ciptaan-Nya dengan Tuhan itu sendiri. Karena Tuhan bersemayan di setiap ciptaan-Nya

      Minggu pukul 9:19 · SukaTidak Suka
    • Nyoman KurniawanKata “Melayani Tuhan” itu beresiko, sering menyeret orang ke suatu bentuk ego halus yang baru… saya lebih suka dengan “Melayani SEMUA MAHLUK dan ALAM SEMESTA”…

      Minggu pukul 9:21 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Alit Adi SanjayaEka Sudhana: Panggil tyang Bli manten, tyang orang bali. ya saya tahu akan hal itu, tetapi konteks pembicaraan kita adalah Hindu. bukan Budha atau yang lainnya.

      Minggu pukul 9:22 · SukaTidak Suka
    • Alit Adi SanjayaItu hanya masalah kebahasaan saja Pak. Keterbasasan Indriya yang kita miliki yang menginterpretasikan kata itu yang berbeda-beda.

      Minggu pukul 9:23 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Eka Sudhana Dahulu jika ditanya, Orng bali tidak percya Tuhan..
      Mreka hnya percya Amerta.. (a : tidak, mrtyu : mati, tidak mati, atau keabadian)..
      Lantas, apa keabadian itu ?
      Tuhan,,
      Tuhan telah di internalisasi, mknanya menghujam dlm hati..
      Tidak perlu diucapkan..
      Itu sbuah kdalaman makna yg indah dari krndahan hati nyama bali..
      Ucpan Mule Keto, adlh ucpn tulus yg indah menurut saya, sbuah makna keluguan, ketulusan yg terwujud bukan pada lidah, tapi pada kerja. Karya lngsung..,
      jika ingin jawaban yg tidak mule keto, ktika nanya mslh bebanten, tanyakan ahli yg mempelajari maknanya, dn itulah tgas anda..

      Minggu pukul 9:26 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Eka Sudhana apa beda hindu dn budha, apa anda kira sidharta bkn orng hindu, (bc The Sidharta Gautama)..?
      Pernah dnger siwa budha ?
      Pernah dnger bìneka tggl ika yg sejatinya menjelaskan tntng ketunggalam siwa dn budha ?
      Dn anda mau mengingkarinya ?
      Hehehe

      Minggu pukul 9:29 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Jiwa Negara Yanik Diskusi yg bagus sekali. Setuju penjelasan Alit Adi Sanjaya tentang Hindu. Dan Nyoman Kurniawan, luar biasa Pak, Hindu sangat luas sekali, Samkya adalah mazab Hindu tertua, dan konsep non-teis/ateis pertama di dunia. Non-teisnya Buddha juga terinspirasi dari Samkya.

      Minggu pukul 9:33 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Alit Adi SanjayaBaca komentar anda sebelumnya Pak. Hal itu anda yang lebih tahu, saya tidak tahu semua tentang hal itu. Sudi kiranya Pak menjelaskan apa yang pak tanyakan sendiri kepada kami semua disini.

      Minggu pukul 9:33 · SukaTidak Suka
    • Eka Sudhana kment sy yg mana ?
      Yg tntang samkhya, mimamsa, budha ?
      Itu jg aliran filsafat Hindu bli..

      Minggu pukul 9:52 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Pak Ketut numpang lewat….Kata Hindu sebenarnya berasal dr kata SINDU,nama sebuah sungai di Barat laut India..sekarang Pakistan.Krn orang2 Parsi yg sulit mengucapkan “S” maka kata sindu berubah menjadi Hindu(mirip dg or Jepang yg ga mampu mengucapkan “L” sehingga Bali..menjadi BARI.Akibatnay agama yg dianut oleh penduduk yg ada di sekitar sungai itu disebut Agama Hindu,padahal namanya yg benar adalah SANATANA DHARMA..atau kebenaran yg kekal,atau disebut juga WEDA DHARMA,krn bersumber dari ajaran Weda.Salam Rahayu

      Minggu pukul 10:18 · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Murdiono Diyoncx Terima kasih Penjelasanya,
      belum ada jawaban yang memuaskan…..

      Minggu pukul 13:11 · SukaTidak Suka
    • Jero Alit BangahIstilah Hindu pertamakali diberikan oleh orang asing yg datang ke India, spt: Yunani, Arab, dan Persia (sekitar abad ke-8 Masehi) pengertian Hindu oleh orang asing tsb menunjuk pada orang2 yang mendiami daerah lembah sungai sindhu, termasuk agama dan kebudayaan yg mereka anut. Namun secara resmi istilah Hindu di India dipakai dlm sebuah prasasti yang dikeluarkan oleh raja2 yg memerintah kerajaan Vijayanagar di India selatan pd abad ke-15 Masehi. Istilah ini juga digunakan dlm catatan raja Achaemenian dari Iran, sehingga istilah Hindu umum dipakai oleh pengarang2 Islam di India pada jaman itu……….

      Minggu pukul 13:28 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Murdiono Diyoncxsiapa yang meLEGALkan/memutuskan agama kita HINDU waktu itu, ada yang tahu referensinya/dalilnya nggak ?

      Kemarin jam 2:10 · SukaTidak Suka
    • Nyoman Kurniawansaya ulangi lagi mas, asal mula kata “Hindu” memang sejarahnya abu-abu… tapi saya menghormati dalam-dalam kata “Hindu” ini, karena dia dapat mempersatukan berbagai macam aliran dan keyakinan yang ada di India dan termasuk di Indonesia menjadi satu keluarga… janganlah hal ini dipermasalahkan lagi, karena tidak berguna [hanya memuaskan ego saja] dan memecah belah….

      22 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Murdiono Diyoncx OK Pak, TerimaKasih dan mohon maaf bila kurang berkenan.

      Pertanyaan muncul disaat saya mempelajari Weda lebih dalam lagi seperti sekarang ini. terlebih mempelajari sejarah jawa kuno

      21 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Bawa Chakep MahadewaWah mantab!! Yg melegalkan nama hindu menjadi agama hindu dulu adalah dijaman gubenur bali prof DR IB MANTRA, mendaptarkan di depertemen agama,

      20 jam yang lalu melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman KurniawanMurdiono Diyoncx: setau saya, polemik nama Hindu ini sering ditiupkan oleh penganut Buddha yang Hindu-phobia dan penganut Hare Khrisna… tujuannya untuk membingungkan atau memecah belah… ya tidak usah terlalu kita pikirkan, dharma itu seluas samudera… rahayu mas…

      20 jam yang lalu · SukaTidak Suka · 1

kenapa dia meu berobat dg memakai pelukanan ala Hindu dan sembuh. kok percaya, dan bagaimana dg Agamanya dia apakah gak bisa menyembuhkan umatnya ? malah jauh2 datang ke umat hindu ??? gejala apakah ini ???

Nyoman Matra

Om Suastyastu, kemarin saya nangkil ke Pedanda. ram sekali org disana utk memohon pengobatan, anehnya kebanyakan non yg berobat disana, yg datang dr jakarta, semarang, jatim lombok maupun sumbawa, padahal kata mereka Hindu itu adlah agama yg keliru, nah pertanyaan saya kenapa dia meu berobat dg memakai pelukanan ala Hindu dan sembuh. kok percaya, dan bagaimana dg Agamanya dia apakah gak bisa menyembuhkan umatnya ? malah jauh2 datang ke umat hindu ??? gejala apakah ini ???

SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · 04 November jam 21:21

    • Ni Nyoman Marheni MarheniBiasanya yang non Hindu mau datang itu yang berfikiran moderat atau liberal. Kalau yang berfikiran fundamental tidak akan mau datang…. percayalah !

      04 November jam 21:26 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Bawa Chakep MahadewaYang penting sembuh, agama belakangan xixixixi

      04 November jam 21:29 melalui seluler · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Wayan Sukarmatujuan pragmatis kadang-kadang memang dapat mengalahkan tujuan idealis…

      04 November jam 21:32 · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Nyoman MatraDan anehnya baru2 ini ada pasien 250 org berobat dan semuanya sembuh dari bermacam2 penyakit. luar biasa, dan saya klangen bisa melihat keajaiban seperti itu huhahahaha

      04 November jam 21:34 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Nyoman Matra Om Suastyastu Bu Ni Nyoman Marheni Marheniseandainya semua berpikiran Moderat alangkah akan damainya dunia ini. hahaha

      04 November jam 21:37 · SukaTidak Suka
    • Nyoman Matra Ki Bawa Chakep MahadewaMalu dan Agama belakangan, memang saya lihat disana melirik saya yg berpakaian adat, agak malu2 ngeong,yg penting tdk menderita kesakitan Qiqiqiqiqi…

      04 November jam 21:39 · SukaTidak Suka · 1Bawa Chakep Mahadewa menyukai ini.
    • Nyoman Matra Guru Wayan Sukarma, kapan kita bisa memburu matahari ??? Qiqiqiqiqiqi

      04 November jam 21:40 · SukaTidak Suka
    • Gusti Komangwah itu sih gak aneh….sejak dulu begitu cuman mereka sembunyi2..sekarang agak ngenah…dan yg non kadang bersama sy ikutan semedi saat purwani….lebih mantap

      04 November jam 21:45 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Wayan Sukarmaha ha ha… pak nyoman… tyang amat terikat dan tergantung pada pak nyoman, gimana mungkin tiang bisa tentukan waktunya…

      04 November jam 21:46 · SukaTidak Suka · 1Nyoman Matra menyukai ini.
    • Bawa Chakep MahadewaWakakakaka… Pasti ki matra tolihe tolihe ulian serem!! Xixixixixixi

      04 November jam 21:47 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman MatraGusti Komangbenar tyg sering dimintai ngatar pejabat sembhyang agar naik jabatan, dan seminggunya lagi Bapak itu naik jabatan dan Pangkat, anehnya kalau kita memohon minta naik pangkat apa juga kicen ya ????

      04 November jam 21:54 · SukaTidak Suka · 3Memuat…
    • Nyoman MatraInggih Guru Wayan setelah ini kita segera menghutung Matahari, dan saya akan menelpon dulu kesana agar dapat no, satunya, hehehe

      04 November jam 21:56 · SukaTidak Suka · 2Ni Ketut Janssen dan Wayan Sukarma menyukai ini.
    • Gusti Komang Pak Nyoman Matra….kenten fenomenane…ty ten nyak” menek jeg pragat betenan gen..xixixixix

      04 November jam 21:57 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman Matra Ki Bawa Chakep Mahadewamungkin juga, terutama simanis jembatan ancol melirik2 terus, untung ki Bawa sing milu lamun milu pasti rage sing maan bagian mata2 indah huuuhahahahaha

      04 November jam 21:57 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Nyoman MatraGusti komang lamun dibetenan idongan ngangsur huuhahahahaha

      04 November jam 21:58 · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Bawa Chakep MahadewaAduh sajaan boby to, rage demen je ajak ane keto!! Wuwuwuhahahahahah

      04 November jam 21:59 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1Memuat…
    • Nyoman MatraKi Bawa kalau saya sih Istri satu cukup deh, tapi kalau ada gadis menghampiri Welcome Qiqiqiqiqiqiqiqi

      04 November jam 22:01 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Gusti Komangkalo si gadis manis jembatan bangkung mendekati….kaburrrrr xixixixix

      04 November jam 22:16 · SukaTidak Suka · 2Memuat…
    • Dewa Putu Sa AdnyanaBenyo klo mau naik pangkat harus berpaling dari keyakinan dulu, kenapa ya………

      04 November jam 23:04 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Kantha AdnyanakLO hindu MENGENAL KONVERSI ITU SEBENARNYA KESEMPATAN YG BAGUS UNTUK MENGKONVERSI SESEORANG….SAYANG hindu ADA ISTILAH KONVERSI…..

      04 November jam 23:38 · SukaTidak Suka
    • Ib Adnyanapokoknya sebelum mataharinya terbit sudah ada disana pasti dapat no,1. nanti kalau ada gadis lebih nelpun tiang biar lebih banyak pesertanya nyari warung ikan goreng dan supnya mak beng.

      Sabtu pukul 1:12 · SukaTidak Suka
    • Jarot Widhigejalan musim hujan telah datang xoxixixiiixiiiii

      Sabtu pukul 5:17 · SukaTidak Suka
    • Gede JunidwajaSakit manusia itu sama dengan badan manusia berlapir-lapis….kalau yang sakit lapis terdalam, sampai hari ini hanya TIRTA yang sanggup menyembuhkan dengan cara cepat – mangkus sangkil, efektif, efisien

      Sabtu pukul 13:32 · SukaTidak Suka
    • Lasmini SunEmang tmpatny dmN pak marta???? lasmi jdi ingin mmbuktikany…pansaran juga hehehe… spa tau lasmi suatu saat bsa ktmu pedanda itu…

      Sabtu pukul 16:34 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Ib AdnyanaLasmini Sun, ayo hubungi Pak Matra……

      Sabtu pukul 17:01 · SukaTidak Suka
    • Lasmini SunIya pak Id…nnti lasmi hub pak matra…

      Sabtu pukul 21:14 melalui seluler · SukaTidak Suka
    • Mur Yanimungkin krn berjodoh bli nyoman mantra……

      Sabtu pukul 21:35 · SukaTidak Suka
    • Wayan Rawiniwatipengobatan itu menurut saya universal, yang penting yakin untuk kesembuhan saya kira ga ada masalah………banyak juga yang datang ke Tirta Empul untuk penyembuhan dan mereka yakin itu….dan kembali lagi kita harus yakin kebesaran Tuhan…

      20 jam yang lalu melalui · SukaTidak Suka
  • Tulis komentar…
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: